Dihamili Berondong

Dihamili Berondong
Bab 23. Saka ciuman


__ADS_3

***


Pasangan suami-istri itu jalan ke arah yang berbeda dan tujuan yang berbeda. Bahkan sebenarnya dunia juga berbeda. Saka berada di dunia SMA, dia seorang anak remaja yang masih berusaha mencari jati dirinya dan Starla, dia adalah remaja yang menuju ke arah dewasa dan sudah bisa berpikir dewasa pula.


Saka sedang jalan-jalan dengan Elisa, tujuannya yaitu memberikan Elisa momen terakhir sebelum ia memutuskan hubungannya dengan gadis itu. Ketika sedang jalan-jalan ke mall, Saka tidak merasakan nyaman karena pikirannya tertuju pada Starla. Ya, lebih tepatnya pada tatapan Galang yang lain pada Starla.


'Ngapain juga gue peduli sama dia. Gue kan lagi sama Elisa dan harusnya gue nikmatin momen terakhir gue sama Elisa sekarang'


"Beb, kamu kenapa sih? Dari tadi aku perhatikan ku melamun terus," ujar Elisa sambil menyodorkan potongan ayam tepung ke mulut Saka. Dia memang sudah biasa menyuapi Saka seperti ini.


"Aku nggak apa-apa sayang."


Bilangnya tidak apa-apa, tapi Elisa dapat menangkap bahwa ada sesuatu yang aneh dari Sak.Tidak biasa pikirannya terbagi, ketika Saka sedang jalan bersama Elisa.


Kenapa jadi kerasa datar gini sih? Biasanya Saka selalu gombalin aku. Kok dia jadi diem sih! Pasti gara-gara si Starla lonttee itu' geram Elisa dalam hatinya.


Sedangkan Saka sedang sibuk dengan pikirannya sendiri. Tubuhnya berada didepan Elisa, tapi pikiran dan hatinya tidak. 'Gue harus putusin Elisa secepatnya. Gue nggak mau dia makin sakit hati'


'Sial! Si cewek galak itu lagi ngapain sekarang? Apa dia nggak ada niatan buat telpon gue atau sekedar chat gue gitu? Buat izin jalan sama temannya? Masa gue yang harus chat duluan' Sesekali Saka melihat ke arah ponselnya, berharap bahwa Starla akan menghubungi atau sekedar memberi kabar padanya. Tapi dia gengsi untuk menghubungi duluan.


Disisi lain, Elisa selalu memperhatikan gerak-gerik Saka yang aneh. Elisa jadi yakin bahwa ia harus memberi pelajaran pada Starla yang sudah menganggu Saka. Pikiran Elisa sudah menjadi negatif, ia mengira Saka menunggu telpon dari Starla. Walaupun itu sebenarnya memang benar.


****


Sementara itu, Starla, Gina, Galang dan Riko sedang berada di rumah Gina untuk mengerjakan laporan PPL mereka bersama. Hanya Vita yang tidak hadir disana.


"Vita mana sih? Kok sekarang dia jarang gabung sama kita? Dia tau kan gue udah nikah?" tanya Starla pada ketiga temannya itu. Awalnya Galang, Riko dan Gina terlihat bingung harus memberitahu tentang berita Vita dan Bisma yang dijodohkan di internet.


"Eh, gue lagi nanya loh. Kenapa kalian diem aja?" tanya Starla heran karena ketiga temannya diam saja, bila ia bertanya tentang Vita.


"Vita lagi sibuk, dia juga udah tau kok kalau Lo udah nikah!" celetuk Gina sambil nyengir.


"Iya bener, dia waktu itu mau datang kok. Cuma dia sibuk." ucap Riko menimpali, berharap Starla percaya padanya.


"Sesibuk apa sih dia, sampe ke nikahan sahabatnya aja dia gak datang!" gerutu Starla sebal. Selama ini memang Vita yang paling dekat dengannya dibandingkan dengan Gina ,tapi akhir-akhir ini Starla merasa Vita menjauh darinya.


"Atau, apa gue ada salah sama dia ya?" pikir Starla polos.


'Memang dasar, bangs*t Lo Vita. Bahkan Starla masih nganggap Lo sahabat. Lo tega benar rebut kak Bisma dari Starla' ucap Galang dalam hatinya.


"Udah, nggak usah dipikirin. Mending kita beresin ini, terus nanti sore kita makan dessert kesukaan Lo di cafe." ucap Gina sambil tersenyum.


"Benar tuh, mending Lo makan yang banyak aja. Baby Lo harus banyak makan, Star." celetuk Riko yang setuju dengan saran Gina.


Starla tidak bicara lagi, ia kembali fokus pada laporannya. Dia tidak mau berpikir negatif pada Vita, mungkin benar temannya itu sibuk. Sesekali Starla melihat fotonya dan Vita yang terlihat begitu akrab di ponselnya. Ia rindu pada Vita dan kecerewetannya.


"Oh ya, gue harus ngabarin dulu Mama Anggun dulu. Kalau gue bakal pulang agak malam," ucap Starla. Kemudian dia menelpon ibu mertuanya dan mengabarinya bahwa ia akan pulang agak malam. Anggun awalnya merasa cemas karena Starla akan pulang agak malam, tapi dia paham anak kuliahan itu sibuk.


Tak lama kemudian Anggun juga mendapatkan kabar dari putranya, bahwa putranya akan pulang terlambat juga karena ada tugas sekolah. Padahal dia jalan dengan Elisa.

__ADS_1


["Jadi kamu akan pulang terlambat juga?"] tanya Anggun dari sambungan telepon.


"Hah? Kok pakai juga sih Ma? Emang siapa yang mau pulang terlambat juga?" tanya Saka polos.


["Loh, kamu nggak tau emangnya? Istri kamu juga mau pulang terlambat."]


Kok dia nggak ngabarin gue sih? Gue kan suaminya dan kita udah sepakat buat saling menghargai. Pikir Saka dalam hatimu.


["Saka, kamu masih ada disana nak?"]


"Iya Ma, ini Saka. Jadi kak Starla, izin sama Mama mau pergi kemana dan sama siapa?"


["Kenapa kamu nggak tanya sendiri aja? Malah tanya sama Mama. Udah, kamu kabarin dia sana. Sekalian nanti pulangnya bareng aja,"]


Setelah itu Saka memutus sambungan telponnya dengan Anggun. Dia berada di toilet pria, itu sebabnya dia bisa menelpon mamanya tentang Starla tanpa canggung. Akhirnya Saka memutuskan untuk menekan egonya dan menelepon Starla lebih dulu.


"Kenapa nggak diangkat? Jangan-jangan dia lagi jalan sama cowok itu." kesal Saka karena telponnya tak kunjung diangkat juga. Padahal dia sudah menurunkan egonya untuk menelpon lebih dulu.


Setelah itu Saka pergi bersama Elisa ke sebuah cafe dessert. Dimana dia akan memutuskan hubungannya dengan Elisa disana. Entah kebetulan atau takdir, Starla dan kedua temannya juga berada disana. Gina dan Galang menemani Starla karena Riko pulang duluan.


"Gin, Lo temenin Starla dulu. Gue mau pesenin dessert buat kalian kesana. Sekalian mau ke toilet!" pesan Galang pada Gina.


"Oke Lang. Padahal suaminya aja nggak pernah nitipin Starla sama gue, tapi Lo peduli banget sama dia. Seandainya Lo yang duluan nembak Starla," ucap Gina lirih dan setengah berbisik karena takut Starla yang sedang memainkan hp, mendengarnya.


"Its okay Gin, gue tau kok istilah cinta nggak harus memiliki. Itu gue." kata Galang tulus. Gina hanya tersenyum membalas ucapan Galang, pria itu tulus sayangnya dia kalah start..


Bocah annoying : [Cewek galak, Lo dimana? Lo belum pulang kan?]


Me : [Belum, emang kenapa? Ada apa Lo nelpon gue?]


Bocah annoying : [Emang salah ya kalau suami nanyain istrinya lagi dimana?]


Me : [😁]


Bocah annoying: [Malah balas pake emot doang, balas woy. Lo dimana? Mama nyuruh gue sekalian jemput Lo]


Me : [Gue di cafe Chocolate Love, Lo dimana?]


Bocah Annoying : [Kebetulan, gue juga disini sama Elisa. Ada yang mau gue tunjukin sama Lo. Sekalian kita balik bareng]


Setelah itu Starla tidak membalas pesan Saka, dia bergeming dan matanya mencari-cari sosok Saka di cafe itu. Pikir Starla, mungkin Saka ingin menunjukkan bahwa ia sudah putus dengan Elisa.


Starla beranjak dari tempat duduknya, saat Saka mengatakan bahwa ia berada di meja yang ada di luar cafe. "Gin, tunggu bentar, gue kesana dulu ya."


"Mau kemana Lo?"


"Bentar doang, mau lihat keluar. Lo tunggu aja disini, gue nggak akan lama!" seru Starla sambil tersenyum. Gina pun mengiyakannya, lalu Starla pergi dari sana untuk melihat ke meja luar cafe.


Disisi lain Saka sedang bicara dengan Elisa dengan berat hati ia harus mengatakan semua ini. Disana banyak orang yang sedang berkunjung, rata-rata pasangan kekasih.

__ADS_1


"El, sebenarnya aku ngajak kamu kesini buat ngomong sesuatu yang penting sama kamu." Saka mengawali pembicaraannya.


Jantung Elisa berdegup kencang, melihat Saka tiba-tiba serius padanya. Bukan berdebar karena senang, tapi takut. Elisa merasakan firasat buruk dari gelagat Saka yang seperti ini.


"Elisa, maaf...kita harus putus."


Deg!


Elisa tersentak kaget mendengarnya.


"Kamu bilang apa barusan? Kamu bercanda kan, beb? Apa maksudnya putus?" tanya Elisa seraya memegang tangan Saka. Dia menatap pria itu dengan mata yang berkaca-kaca.


Sebenarnya gue gak tega melihat Elisa kayak gini, tapi gue harus menghargai hubungan gue sama si galak.


"Aku serius El, mulai sekarang kita putus. Maafin aku, karena selama ini, aku nggak bisa jadi pacar yang baik buat kamu."


"Ta-tapi kenapa Ka? Apa salah aku?" Elisa menghiba dan mulai terisak, dia tidak mau Saka memutuskannya.


"Kamu nggak salah apa-apa. Aku yang salah, aku mau kita fokus ujian dengan nggak pacaran dulu. Maaf." Saka beralibi akan menghadapi ujian, jadi mereka putus.


"A-aku janji nggak akan buat kamu nggak fokus, aku nggak akan maksa kamu minta jalan sama aku, aku nggak akan minta ini itu. Maafin aku Saka, aku nggak mau putus sama kamu!" tegas Elisa sambil menangis. Suara Elisa yang keras itu, membuat pengunjung lain melihat ke arahnya dan Saka.


"Please jangan kayak gini El. Kita putus ya?" Saka beranjak dari tempat duduknya, ia melangkah pergi meninggalkan Elisa karena ia tak sanggup melihat Elisa menangis sedih.


Namun, alangkah terkejutnya Saka saat elisa menyusulnya dan langsung mencium bibirnya didepan semua orang. Tepat saat itu, Starla melihat adegan ciuman suaminya dan wanita lain.


"Oh... jadi ini keputusan Lo? Jadi ini yang mau Lo tunjukin sama gue? Lo mau tunjukkin kalau Lo gak akan putus sama dia. Fine, kalau Lo nggak bisa menghargai hubungan kita. Gue juga bisa," gumam Starla kecewa dan sakit hati melihat Saka dan Elisa berciuman. Starla pun melangkah pergi dari sana dengan langkah yang lesu dan hati yang sedih.


Adegan ciuman itu, sontak saja menjadi sorotan semua orang di cafe yang melihatnya.


"Elisa, kamu apa-apa sih?" hardik Saka, setelah ia memberanikan diri mendorong Elisa. Saka jadi ilfeel pada gadis itu, Saka tidak menyangka Elisa berani menciumnya didepan umum.


Di dalam cafe, Starla kembali ke mejanya dan melihat kedua temannya sudah ada disana. Bahkan desert kesukaan Starla sudah tersaji disana.


"Nah Lang, itu Starla!" ujar Gina seraya tersenyum saat melihat Starla. Namun senyumnya memudar cepat, kala ia melihat buliran bening membasahi pipi Starla. Galang juga sama kagetnya.


"Star, Lo kenapa? Lo nangis?" tanya Galang cemas.


Starla menggelengkan kepalanya, lalu ia mengambil tas ranselnya. "Gue mau balik."


"Hey Star, Lo kenapa? Ini dessertnya."


"Terserah, kalau kalian masih mau disini. Gue mau balik!" ujar Starla dan wanita itu langsung pergi setelah mengatakannya.


"Star! Hey...Starla!" panggil Galang, namun Starla tidak menghiraukannya.


"Lang, ayo kita susul Starla!" ajak Gina yang langsung disetujui oleh Galang. Namun sebelum itu, Gina membantu Galang untuk membungkus dessert coklat keju kesukaan Starla.


...****...

__ADS_1


__ADS_2