
...🍀🍀🍀...
Aluna menjadi sensitif dan tidak tenang karena pertengkaran dengan teman-temannya tadi. Padahal Aluna tidak tahu apa-apa tentang ibunya, berani sekali mereka bicara seperti itu tentang ibu yang bahkan tidak pernah ia lihat selama ini. Aluna sih hanya melihat Starla dari foto yang ditunjukkan oleh Saka. Foto pernikahan Saka dan Starla, juga beberapa foto selfie yang mereka ambil bersama saat Starla sedang mengandung twins.
Aluna hanya bisa menatap foto-foto itu saat dia merindukan ibunya, begitu pula dengan Saka. Mereka sama-sama tidak bisa merasakan kehadiran Starla didalam hidup mereka. Aluna juga pernah mendengar cerita dari Saka, bahwa ia mempunyai saudara kembar bernama Axelo.
"Dad, tolong celitain kenapa mommy sama kakak Axelo ninggalin kita? Apa kalena Luna nakal?" tanya gadis kecil itu seraya menatap papanya dengan mata yang berkaca-kaca. Tangis Aluna sudah mulai berhenti, dan sekarang anak itu penasaran dengan kisah masa lalu kedua orang tuanya. Mengapa mereka berpisah?
"Nggak sayang, Mommy sama Axelo ninggalin kita, bukan karena Luna nakal. Tapi...Daddy yang nakal, Daddy yang buat kesalahan sama mommy dan mommy marah.'" Hanya itu yang bisa Saka jelaskan kepada putri kecilnya. Mana mungkin ia mengatakan tentang Anggun yang ternyata merecoki hubungannya dan Starla. Sampai hubungan mereka yang sudah buruk dan tidak bisa diperbaiki lagi.
"Daddy punya calah apa? Kenapa Daddy ndak minta maaf aja cama Mommy? Daddy udah minta maaf belum?" tanya Aluna polos. Gadis kecil itu merasakan tangan Saka yang mengusap basah di pipinya dengan lembut.
"Daddy sudah minta maaf, tapi kesalahan Daddy sangat besar dan tidak semudah itu diselesaikan dengan kata maaf saja sayang!" jelas Saka lembut. Walaupun dalam hatinya, dia merasa sakit harus membicarakan tentang Starla dan kesalahannya.
"Kalau mommy masih malah kalena Daddy buat salah. Tapi kan Daddy cudah minta maaf, Daddy kacih mommy coklat saja. Pasti mommy mau maafin Daddy dan kembali lagi sama kita. Luna pengen punya mommy, Daddy...Luna mau punya mommy sama kakak." lirih Aluna sedih. Saka terhenyak melihat kesedihan Aluna, sama sepertinya yang sedih karena tidak Axelo dan Starla.
"Daddy sedang mencari mommy, kamu doakan Daddy supaya bisa cepat bertemu dengan mommy ya sayang."
"Iya dad, kalau mommy ndak mau maafin Daddy. Biar Luna yang bantu daddy buat minta maaf cama mommy!" seru Aluna sambil tersenyum.
"Iya iya. Sekarang princess Luna mandi dulu ya sama bik Imah, Daddy juga mau mandi. Udah keringetan," ucap Saka seraya mengecup kening putrinya dengan penuh kasih sayang. Buah hatinya dan Starla yang selalu ia jaga.
"Ish Daddy, kenapa Daddy nggak jijik? Luna kelingetan malah disun." bibir Aluna memonyong ke depan.
"Nggak apa-apa sayang, keringat kamu wangi kok." celetuk Saka sambil terkekeh melihat putri kecilnya itu yang menggemaskan. Dia jadi membayangkan putranya yang pasti tak kalah menggemaskan dari Aluna. Seperti apa rupanya? Bagaimana kabarnya? Saka tidak tahu.
Bik Imah membawa Aluna untuk mandi setelah diperintahkan oleh Saka untuk memandikan anak itu. Sementara Saka sendiri, ia mandi lagi setelah berkeringat sehabis jalan-jalan tadi.
15 menit dengan ritual mandinya, Saka keluar dari kamar mandi dengan menggunakan bathrobe. Tepat saat pria itu akan berpakaian, ponsel Saka berdering. Dia mendapatkan notifikasi pesan chat dari grup gabrut-nya. Grup itu terdiri dari Malvin, Fero dan dirinya saja. Mereka masih berkawan baik sampai sekarang, meski Malvin dan Fero sempat marah pada sikap Saka yang tidak dewasa dan mengecewakan Starla. Tapi mereka tetaplah teman.
Iseng-iseng Saka membaca chat di grup itu sambil mengusap-usap rambutnya yang basah dengan handuk.
[Fero si penjahat kelaminn : Woy, si Saka hot duda mana woy?]
[Malvin si jomblowati: Kagak tau, Lo japri aja bro]
[Malvin si jomblowati: Emang kenapa woy?]
__ADS_1
[Fero si penjahat kelaminn sedang mengetik...]
[Fero si penjahat kelaminn : Ka, Lo bakal nyesel kalau nggak balas chat gue. Ini urgent menyangkut hidup elo 😌]
[Malvin si jomblowati : Papa mertua hue mungkin lagi sibuk sama jodoh gue my princess Aluna gue yang cetar membahana haha ❤️❤️😍]
Saka tertawa-tawa melihat chat teman-temannya itu, setidaknya ia sedikit terhibur karena masih mempunyai dua orang teman yang baik padanya disaat ia terpuruk, mereka juga membantu Saka untuk mencari Starla, Axelo dan keluarga Adrian.
[Fero si penjahat kelaminn : Sialan lu pedofil 😭]
[Malvin si jomblowati: Yaelah cuma beda 18 tahun doang, bisa dong bisa dong. Bisa kan? Nggak dapet emaknya, anaknya pun jadi wkwk 🤣]
[Fero si penjahat kelaminn : Bacot lu! Btw coba Lo lihat foto ini, terutama Lo @Sakahot daddy]
Fero si penjahat kelaminn mengirimkan foto ke grup trio Gabrut...
Terlihat foto seorang wanita cantik yang diambil dari samping. Wanita itu memiliki rambut panjang dan lurus. Saka tertegun melihat foto itu, ia memperbesar foto itu.
[Malvin si jomblowati : WTF? Itu beneran ibu mertua gue bukan sih? Bu ayang? 😲]
[Malvin si jomblowati : Papa mertua, nyahut dong. Itu bu ayang kan?]
Saka masih tertegun melihat foto Starla dari samping, ia yakin wanita itu adalah Starla. Jantungnya berdegup kencang, setelah sekian lama ia kembali melihat Starla meski didalam foto. Ini artinya ada petunjuk bukan.
Akhirnya tanpa pikir panjang, Saka menghubungi Malvin dan Fero secara bersamaan dengan video call di grup.
"Woy gue lagi maskeran, main video call aja." kesal Malvin yang terlihat belepotan dengan masker berwarna hitam di wajahnya itu.
"Si anjay, Lo lagi maskeran!" seru Fero seraya mendelik jijik pada Malvin.
"Bentar lagi gue mau ketemu ayang Luna ke rumah papa mertua gue, jadi harus fresh." kekeh Malvin. Dia sangat menyukai Aluna, gemas dengan anak yang cantik dan cerewet itu. Mood Malvin selalu booster saat bertemu dengan Aluna.
Ya, mereka memang suka bercanda seperti ini. Entah itu saat bertemu atau video call. Meski sekarang mereka punya kesibukan masing-masing. Malvin yang masih kuliah karena dia sempat berhenti satu tahun dulu.
Lalu Fero, dia sudah menikah dengan Angel bahkan memiliki anak berusia 3 tahun yang bernama Belvina. Mereka menikah karena sudah kebablasan hamil Belvina. Tak ada yang menyangka sebelumnya bahwa Fero akan memutuskan berhenti jadi playboy dan menikah, ia sudah jatuh cinta pada Angel juga putri kecilnya.
"Fer, Lo ambil foto itu dimana? Itu dimana?" tanya Saka dengan raut wajah panik. Dia tidak bisa melewatkan apapun tentang istrinya.
__ADS_1
"Lo tahu kan gue lagi liburan sama Vina sama Angel di Singapore. Nah...Angel nggak sengaja lihat cewek ini dan ambil foto dia, waktu dia lagi di pusat perbelanjaan. Tapi pas Angel kejar dia, dia udah nggak ada." jelas Fero yang membuat Saka dan Malvin bergeming dengan raut wajah kaget.
"Dan kalian tau, Angel bilang dia lihat kak Starla sama anak kecil cowok. Gue yakin dia kak Starla sama anak Lo." ucap Fero yakin.
"Lo ada di Singapore kota apa, Fer?" tanya Saka.
"Gue sama keluarga gue ada di Woodleigh village, Ka." jawab Fero.
"Oke, makasih infonya Fer."
"Lo bakal kesini?" tanya Fero kemudian.
"Ya, gue bakal mastiin semuanya. Gue juga bakal bawa Aluna kesana," ucap Saka pada kedua temannya itu.
Saka akhirnya curcol kepada kedua temannya tentang apa yang terjadi hari ini pada Aluna di taman. Mereka prihatin dan turut sedih karena Aluna pasti membutuhkan kasih sayang Starla. Fero dan Malvin mendukung Saka untuk pergi ke Singapore dan mencari Starla.
*****
Keesokan harinya, Saka pergi ke sekolah Aluna bersama gadis kecilnya juga. Saka meminta izin kepada pihak sekolah agar Aluna libur sekolah dengan alasan kepentingan keluarga di Singapura.
Setelah Saka dan Aluna mendapatkan izin, mereka berdua keluar dari ruang guru. Sebenarnya gadis kecil itu merasa heran, kenapa papanya tiba-tiba mengajak liburan ke Singapore.
Saka dan Aluna tak luput dari pandangan ibu-ibu rumpi yang sedang menjemput anak mereka di sekolah itu, mereka memang mengagumi ketampanan Saka. Pria itu menjadi duda muda idaman. Selain tampan, dia juga kaya raya dan masih muda.
"Kasihan juga ya papanya Aluna, padahal dia ganteng, kaya, baik. Tapi kok bisa istrinya selingkuh."
"Denger denger kabar sih, katanya mantan istrinya juga jelek."
"Beraninya banget orang jelek selingkuh! Idih."
Tanpa sepengetahuan Saka, ibu-ibu membicarakan sosok Starla dengan buruk. Ya, ini semua karena ibunya yang menyebarkan hal tidak benar.
"Dad, kenapa Daddy mengajak Luna libulan tiba-tiba? Ke Singapore lagi."
"Daddy punya kejutan untuk kamu disana princess. Semoga saja kejutan itu benar!" seru Saka seraya menggendong tubuh mungil putri kecilnya itu. Sekarang mereka sudah ada di bandara, tapi Saka sama sekali tidak memberitahu kedua orang tuanya soal kepergiannya ke Singapore.
*****
__ADS_1