Dihamili Berondong

Dihamili Berondong
Bab 121. Izin menikah


__ADS_3

...🍀🍀🍀...


Aluna menatap kedua orang tuanya dengan penuh harapan besar, bahwa mereka akan membawa dede bayi yang berarti adiknya. Namun kedua orang tuanya malah terdiam sambil menyembunyikan wajah mereka, seperti sedang malu-malu.


Baik Starla, maupun Saka juga bingung mau menjawab apa. Padahal pertanyaan Aluna bisa terbilang pertanyaan sederhana, namun bagi mereka ini sulit.


"Mom, Dad, mana adik Luna? Luna mau adik, pasti adiknya pelempuan kan Mommy?" tanya gadis kecil itu kepada ibunya.


"Apa maksud kamu sayang? adik apa?" tanya Starla yang berusaha tetap santai dan tersenyum pada putrinya. Meskipun hatinya berdebar-debar ditanya seperti ini.


Sedangkan Saka, pikirannya ingin cepat-cepat menikah dengan Starla dan membuat adik untuk Aluna dan Axelo. Tapi Saka tau semua ini terlalu cepat.


"Nanti mommy sama Daddy bikin ya, tapi sekarang belum bisa Sayang." ucap Saka menyahuti pertanyaan Aluna. Sontak saja Starla memukul lengan pria itu dan memelototinya.


"Kamu ngomong apa sih?"


Saka malah tersenyum dengan santainya tidak tahu malu. Sedangkan Starla malu-malu, ia takut putrinya salah paham dengan kata membuat dede bayi.

__ADS_1


"Jadi beneran bisa bikin Dad?" tanya Aluna dengan raut wajah berseri-seri.


Saka lalu menggendong putrinya. "Bisa dong sayang, tapi tunggu saatnya tiba. Dede bayinya nggak bisa langsung jadi,"


"Benar tuh, mommy sama Daddy harus sering berduaan biar bisa fokus buat dede bayinya!" celetuk Malvin yang sudah ada didepan Starla, Aluna dan Saka. Pria itu tersenyum lebar, menyambut kedatangan Saka dan Starla.


'Wow...kayaknya mereka sudah melewatkan malam panas' kata Malvin dalam hati, saat ia melihat satu tanda merah di leher Starla. Wanita itu lupa tidak menutupi yang satu itu, karena terlewat.


Starla dan Saka kompak menggelengkan kepala mereka, rupanya Malvin yang meracuni otak polos Aluna. Mereka menatap Malvin dengan tajam, terutama Starla.


Akhirnya Saka, Starla, Aluna dan Malvin masuk ke dalam rumah. Mereka langsung duduk di kursi ruang tamu, dimana ada Jeffry, Anggun dan Monica juga. Mata Monica langsung berbinar-binar melihat kedatangan Saka, dia langsung menyambut Saka tanpa mempedulikan Starla yang berdiri tak jauh darinya. Bahkan dengan sengaja Monica menyenggol Starla untuk menjauh.


"Saka, kamu udah pulang? Kamu darimana semalaman?" tanya Monica dengan nada manja pada Saka.


Starla yang kesal pun akan pindah tempat duduk saja. Namun dengan cepat Saka menggenggam tangannya, sehingga Starla tanpa sengaja duduk di pangkuan Saka.


"Akh!" pekik Starla kaget. Posisinya dan Saka terlihat begitu intim saat ini, bahkan didepan semua orang. Bahkan ada Jeffry dan Anggun melihat itu.

__ADS_1


"Hey lampir sini Lo!" ujar Malvin yang lalu menarik Monica dari samping tempat duduk Saka. 'Gak sia-sia gue ngikutin si Lampir, udah pasti dia bakal gangguin Kak Starla sama Saka'


"Idih, apaan sih Lo burik!"ketus Monica kesal.


"Kok Tante bilang om tanteng bulik sih? Om itu tanteng tau, ndak bulik!" ujar Aluna membela Malvin, dia menatap kesal pada Monica.


"Iya itu benar, om Malvin emang paling ganteng sejagad raya." kata Malvin sambil mengacungkan jempol pada Aluna, sementara satu tangannya masih memegang erat pergelangan tangan Monica.


'Ini cowok apaan sih, ngikutin aku terus' ucap Monica sebal.


"Saka, kamu ngapa--" Starla gelisah karena Saka masih membuatnya duduk dipangkuan pria itu.


"Ma, Pa, semuanya...aku mau menikah lagi sama Starla." ucapan Saka sontak saja membuat semua orang yang ada di ruangan itu terkejut bukan main. Termasuk Starla, yang tidak tahu menahu. Padahal mereka baru akan memulai hubungan, tapi dengan lancangnya Saka meminta izin menikah.


****


Halo guys, maaf author gak up kemarin... author sibuk nulis di pf sebelah, kalau disini gak kejar kata, jadi slow up 🙏😊

__ADS_1


__ADS_2