
Saat Saka sedang gelisah karena Starla tak kunjung mengangkat telponnya. Starla sedang pergi ke supermarket bersama papanya yang baru saja pulang dari bertemu teman-temannya. Saat ini Adrian sedang libur, sekitar satu Minggu ia akan berada di rumah. Starla merasa bersyukur, karena dia bisa memanfaatkan ini untuk menginap di rumah papanya.
Kini mereka berdua berada di supermarket terdekat untuk berbelanja bahan makanan di rumah yang sudah habis. Lantaran, sejak Starla tinggal di rumah mertuanya. Rumah itu jarang ditempati kecuali saat Adrian pulang berlayar dan Adrian hanya belanja untuk dirinya saja. Tapi kali ini dia belanja cukup banyak untuk Starla, ia senang karena Starla akan menginap satu Minggu.
"Kamu mau chicken wings juga sayang?" tanya Adrian pada putrinya. Starla menganggukkan kepalanya, ia tersenyum melihat bungkusan berisi chicken wings ditangan papanya. Starla adalah penyuka ayam goreng, terutama chicken dan ayam bakar. Kadang Adrian membelikan makanan yang tinggal masak untuk Starla atau beli diluar rumah.
"Oh ya sayang, suami kamu suka apa?" tanya Adrian sembari mendorong troli berisi barang belanjaan.
"Kenapa Papa nanyain dia?" tanya Starla yang tampaknya tidak suka papanya membahas Saka.
"Dia kan mau nginep di rumah juga, jadi kita harus siapkan makanan buat dia juga dong selama dia menginap di rumah." celetuk Adrian yang membuat Starla terkejut. Tidak terbesit sama sekali di pikiran Starla untuk mengajak Saka menginap di rumah papanya juga.
'Aku sama sekali nggak kepikiran sampai sana. Siapa juga yang mau nginep di rumah Papa sama dia? Aku kan lagi mau nenangin diri'
"Saka sibuk pah, dia lagi banyak tugas. Dia kan kelas tiga, jadi ya wajarlah. Saka nggak akan nginep di rumah, aku doang." Starla beralasan seperti ini, alasan yang masuk akal. Tapi tetap saja membuat Adrian curiga.
"Ini bukan alasan kan?"
"Ma-maksud papa apa sih? Kok nanyanya kayak gini?" tanya Starla dengan gugup.
"Kamu yakin, ini bukan alasan saja? Kamu nginap di rumah tanpa suami kamu, bukan karena lagi ada masalah?" tanya Adrian kepada putrinya. Dia memperhatikan wajah Starla, terutama matanya, apakah ada kebohongan di sana? Adrian sedang mencarinya.
"Nggak ada apa-apa kok Pa! Aku sama Saka baik-baik aja." Starla berusaha tersenyum dan mengelabui papanya.
"Kalau kamu memang baik-baik aja sama dia, sekarang kamu telpon dia." titah Adrian.
"Nanti aja di rumah pah, kita kan lagi belanja. Btw, aku mau beli eskrim pah!" Seru Starla mengalihkan perhatian, dia menunjuk pada kulkas eskrim sambil berjalan kesana. Adrian menghela nafas melihat putrinya seperti itu.
Setelah selesai belanja kebutuhan, Adrian dan Starla kembali ke rumah mereka. Starla lantas membereskan bahan-bahan makanan ke dalam kulkas. Papanya meminta Starla diam saja, ia tidak mau kalau Starla sampai kelelahan. Adrian juga mengatakan bahwa ia yang akan memasak makan malam nanti. Lalu Starla pun memutuskan pergi ke dalam kamar, dia langsung merebahkan tubuhnya diatas ranjang.
"Tenang Starla tenang...kenapa kamu malah keringet sama si bocah labil itu? Tenang Starla, jangan sampai stress." Starla berusaha menenangkan pikirannya dari Saka, pria yang memberikan janji, kelembutan, tapi semua janjinya itu fake. Padahal Starla sudah percaya padanya, tapi pria itu masih mencintai mantannya. Masih peduli pada mantannya. Starla tidak mau stress, mending dia fokus pada skripsinya saja.
Setelah lama rebahan, sambil menunggu makan malam selesai. Starla membuka laptop yang ada di rumahnya untuk kembali mengerjakan skripsinya. Dia bahkan tidak membuka ponselnya sama sekali yang sedang di charge. Ia malas sekali dan mengaktifkan mode getar.
Padahal ada beberapa panggilan dan pesan dari Saka, juga Bisma, Gina dan Galang. Namun Starla tidak tahu karena fokus dengan laptopnya sekarang.
****
__ADS_1
Di kediaman orang tua Saka. Anak remaja itu baru saja sampai di rumahnya, nafasnya ngos-ngosan saat ia masuk ke dalam rumah. Bahkan ia tidak menyapa ibu dan ayahnya yang ada di ruang tamu.
"Saka...kamu kenapa? Eh...anak itu..." Anggun melihat putranya masuk ke dalam kamar begitu saja.
"Anak kamu kenapa tuh Ma?"
"Eh.. Anak papa juga dong," kekeh Anggun sambil tersenyum pada suaminya. Meski sudah mau punya cucu dari Starla dan Ghea, mereka masih merasa muda dan selalu tampak mesra.
Tak lama kemudian, Saka keluar dari kamarnya setelah mengetahui bahwa Starla tak ada di sana. Dia menghampiri kedua orang tuanya yang sedang duduk di sofa ruang tengah.
"Ma, pa!"
"Kamu kenapa sih sayang? Kok kayak abis lari maraton aja, ngos-ngosan gitu." tanya Anggun heran.
"Iya, bahkan kamu belum ganti baju seragam. Ini udah malam," celetuk Jeffry seraya melihat seragam putranya yang basah dan sudah agak kotor.
"Ma, Pa, Starla mana?" tanya Saka to the poin karena ia buru-buru saat ini. Dia tidak tahu dimana istrinya.
"Loh...emangnya Starla nggak kasih tau kamu? Dia kan pulang ke rumah papanya," ucap Jeffry memberitahu pada putranya bahwa Starla pulang ke rumah papanya.
"Mau ngapain Starla kesana Pa?" tanya Saka dengan nafas yang memburu. Dia terlihat syok saat papanya mengatakan Starla pergi ke rumah Adrian. Saka takut Starla pulang selamanya kesana dan tidak kembali lagi kesini.
'Gimana ini? Gimana kalau dia benar-benar marah sama aku? Dia pasti salah paham, aku harus menjelaskan semuanya. Aku akan susul dia ke rumah Papa Adrian' kata Saka dalam hatinya. Tanpa bicara sepatah katapun, Saka kembali masuk ke dalam kamarnya. Ia akan membersihkan diri dan ganti baju terlebih dahulu. Lalu setelahnya, ia akan menyusul Starla ke rumah Adrian.
Hanya 15 menit, Saka selesai mandi dan mengganti bajunya. Ia pun membawa sedikit baju dan juga buku-buku sekolahnya ke dalam tas. Ia pasti akan menginap lama di sana. Kemanapun istrinya dan little star pergi, dia harus ikut.
"Ka, kamu kemana malam-malam gini? Kok bawa tas sih?" tanya Anggun saat ia akan pergi ke dapur. Anggun melihat putranya sudah bersiap-siap untuk pergi.
"Saka mau ke rumah Papa Adrian, Ma." kata Saka menjawab.
"Oh...kamu mau nyusulin Starla. Padahal Starla titip pesan sama mama tadi supaya kamu di rumah aja, katanya kamu banyak tugas. Tapi...kamu emang banyak tugas kan? Soalnya kamu pulang aja sore," cerocos Anggun pada putranya. Akhiran ini Saka memang selalu pulang sore karena kesibukan tugas sekolah, tapi hari ini dia memang sengaja bermain di rumah Malvin.
'Tuh kan Starltitip pesan sama Mama karena dia marah sama aku' Pikir Saka dalam hatinya merasa bersalah.
"Tetap saja Ma, sesibuk apapun aku...aku harus tetap menemani istriku. Starla kan lagi hamil Ma, aku takut dia butuh sesuatu." jelas Saka pada ibunya.
"Iya juga ya. Mama senang deh karena kamu sudah memiliki pemikiran seperti ini," ucap Anggun bangga karena anaknya sudah mulai dewasa sedikit dan tidak egois seperti dulu. Dia jadi memikirkan perkataan suaminya, yang mengatakan bahwa Saka akan dewasa pada waktunya. Dia akan di dewasakan oleh keadaan.
__ADS_1
"Iya Ma, kalau gitu Saka berangkat dulu ya!" pamit Saka pada ibunya dengan sopan. Anggun tersenyum dan mengingatkannya untuk selalu hati-hati.
Saka lantas pergi meninggalkan rumahnya dengan mengendarai sepeda motornya. Dia berharap Starla mau memaafkannya.
****
Sementara itu Starla dan Adrian sudah duduk di meja makan dengan makan malam sederhana, nasi goreng spesial telur karena Starla sedang ingin makan itu.
Saat mereka akan mulai makan, terdengar suara bel berbunyi. Starla pun beranjak dari tempat duduknya.
"Biar papa aja yang buka pintu," ucap Adrian lembut.
"Tapi Pa,"
"Kamu disini aja sayang," kara Adrian yang selalu perhatian pada putrinya. Adrian beranjak dari tempat duduknya, kemudian berjalan menuju ke pintu depan untuk membuka pintu.
Tak berselang lama kemudian, Adrian datang ke ruang makan bersama dengan seseorang yang membuat mood Starla jadi rusak. Bahkan Starla tidak mau melihatnya saat ini.
"Star ini Saka."
"Oh." jawab Starla singkat, dia tahu suaminya menatapnya saat ini. Namun Starla lebih memilih mengacuhkannya.
'Beneran, dia marah sama aku' kata Saka saat melihat respon dingin Starla.
"Ini dia bawa kue kesukaan kamu," ucap Adrian seraya menyimpan bungkusan berisi kue dari toko langganan Starla.
"Simpen aja dulu Pa, anakku lagi mau makan nasgor buatan kakeknya." sahut Starla yang tiba-tiba merubah raut wajahnya karena ia sadar papanya akan curiga.
"Kenapa kamu kesini? Bukannya aku udah bilang mau nginep disini dulu?" tanya Starla dengan tatapan tajamnya pada Saka. Ucapannya lembut tapi tatapannya tajam.
'Bilang? Dia bahkan nggak bilang apa-apa, bohong banget' kata Saka dalam hati.
"Gimana bisa aku tidur tanpa kamu disamping aku. Aku kan nggak bisa jauh-jauh dari our little Star. Kamu nggak usah khawatir, kalau kamu bakal ganggu fokus aku...bagiku kamu sama little star adalah prioritas." ungkap Saka yang membuat Starla hampir muntah saat mendengarnya.
'Prioritas? Akting sama mulut manis dia bagus banget.. Siapa yang prioritas? Si Elisa?'
"Ya udah Saka, duduk aja yuk disini. Kita makan malam bareng, untung om masak banyak." Ajak Adrian yang masih merasa bahwa rumah tangga putrinya baik-baik saja. Padahal mereka sedang perang batin.
__ADS_1
...****...