
Kedua orang tua Saka, Monica dan juga Starla kaget mendengar apa yang diucapkan oleh Saka baru saja. Pria itu meminta izin ingin menikahi Starla kembali.
"Nggak bo--" Malvin langsung membekap mulut Monica dengan tangannya. Lalu ia membawa Monica keluar dari rumah Saka, sebab Malvin tau bahwa kehadiran gadis itu akan menganggu pembicaraan keluarga Saka dan juga Starla. Malvin tidak mau segalanya kembali kacau karena Monica, dia ingin sahabatnya kembali bersatu dengan cintanya.
Setibanya diluar rumah Saka, Monica langsung mendorong Malvin dengan kasar dan wajahnya tampak kesal.
"Lo apa-apaan sih burik? Selalu aja ganggu momen penting gue!" serka Monica emosi.
"Momen penting apa maksud Lo? Gangguin Saka sama orang yang dia cintai? Lo mau jadi pelakor?" kata Malvin sarkas dan semoga ini menyadarkan Monica
"Gue nggak peduli, gue cinta sama Saka dan gue akan tetap mengejar dia." cetus Monica dengan mata yang berkaca-kaca.
"Tapi Saka nggak cinta sama Lo dan nggak akan pernah. So, hentikan semua ini dan mending Lo cari cowok lain aja. Lo itu cantik, elegan, walau Lo nyebelin, sebenarnya Lo juga bego karena ngarepin cowok yang nggak cinta sama Lo. Tapi, Lo cewek baik dan bisa mendapatkan cowok yang lebih baik juga. Nggak semua cinta harus memiliki, Monica." ungkap Malvin menasehati.
Monica menangis, bibirnya bergetar mendengarkan ucapan Malvin. Namun sayangnya ucapan Malvin itu benar adanya. Monica pun berjalan pergi dari sana.
__ADS_1
"Ikut gue, kita pergi ke tempat yang menyenangkan!" ujar Malvin sambil menggenggam tangan Monica, dia merasa kasihan pada gadis yang sedang patah hati itu. "Tenang aja, tempat itu cocok buat orang yang lagi patah hati." timpalnya sambil tersenyum.
'Ternyata si burik ini ganteng juga, Aluna bener' batin Monica saat melihat senyuman Malvin.
Dia pun ikut dengan Malvin dan pergi dari sana. Membiarkan Malvin membawanya ke tempat menyenangkan itu.
****
"Saka ,kamu ngomong apa sih? Menikah?" tanya Starla yang tampak tak senang dengan ucapan Saka. Mereka belum lama jadian, tapi Saka sudah meminta menikah dan tidak berproses.
"Maaf Saka, ini terlalu cepat dan gak semudah itu kita menikah." ketus Starla kesal. Akhirnya Saka menyadari bahwa ia terlalu terburu-buru, saat melihat raut wajah Starla yang kesal.
"Om, Tante, saya izin pergi ke kamar mandi sebentar." ucap Starla yang langsung beranjak dari pangkuan Saka. Wanita itu melangkah pergi dengan wajah kesal, ia pergi ke kamar mandi yang ada di dapur.
"Saka, kamu terlalu buru-buru." Kata Anggun berkomentar.
__ADS_1
"Kamu tuh gimana sih Ka? Kalau mau lamar cewek harus yang romantis dong, masa gini doang? Dan ya semuanya butuh proses." kali ini Jeffry yang ikut berkomentar.
"Daddy gimana sih? Mommy jadi marah tuh." komentar Axelo sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Apa bikin Dede nya nggak jadi kalena mommy dan Daddy ndak nikah?" tanya Aluna dengan polosnya.
Saka merenung sendiri, ia menang terlalu terburu-buru dan seharusnya ia melakukan lamaran yang romantis. Tidak dengan cara seperti ini.
Belajar dari pernikahan pertamanya dulu, yang bisa disebut pernikahan paksa dan tidak ada acara lamaran apalagi dengan cara romantis.
"Oke Saka, kamu harus sabar. Mungkin kamu emang terlalu buru-buru!" gumamnya pelan.
****
Sementara itu di dalam mobil, Malvin dan Monica terlihat sedang beradu bibir dengan intens. Entah apa yang sebenernya terjadi dan bagaimana awalnya mereka bisa seperti ini.
__ADS_1
****