
****
Saka tidak menyalahkan Starla sama sekali tentang video ngobrol bersama Gina yang mengatakan dirinya hamil. Memang Starla dan Gina ceroboh, akan tetapi orang yang memvideo ini juga jahil. Teganya dia membuat fitnah kepada Starla dengan akun palsu. Hingga komentar-komentar pedas seperti seblak sambal level 10 pun bermunculan di beranda akun medsos Starla. Bagaimana Saka akan menghentikan semua serangan ini? Dia tidak mau istrinya stress dan mempengaruhi bayi yang ada didalam kandungannya.
"Oh ya, Fero! Dia kan jago teknologi, aku bisa minta bantuan sama dia." celetuk Saka yang tiba-tiba saja teringat dengan Fero. Lantas, ia pun langsung menelpon Fero tanpa basa-basi.
Fero sendiri sedang bersama seorang wanita di sebuah ruangan tertutup. Cowok itu setengah telanjang dan tengah asyik mencumbui wanita yang berada didalam Kungkungannya. Sahabat Malvin dan Saka ini, ternyata seorang PK alias penjahat itulah. Hobinya mengacak-acak gadis yang dipacarinya, tapi tidak sampai melakukan celap celup. Padahal wajahnya tidak seberapa dibandingkan dengan Malvin dan Saka. Hanya saja, pria ini pintar merayu dan mulutnya manis sekali.
"Kamu cantik banget Mel, ciuman kamu benar-benar buat aku melayang kayak diatas awan. Sampai aku sampai nirwana." goda Fero setelah dia mencium bibir wanita cantik didepannya dan tampak dewasa. Kali ini pacar Fero adalah anak kuliahan. Dia ingin mencoba sensasi pacaran dengan wanita yang lebih tua, sama seperti Saka yang mempunyai istri lebih dewasa. Ternyata rasanya lumayan juga.
"Masa sih? Kamu pinter banget ngerayu ya, Fero." Wanita bernama Amel itu mengancingkan kemejanya dan membenahi rambutnya yang tadi berantakan karena cumbuan dari Fero.
"Ini bukan rayuan, Mel. Serius...aku baru kali pertama ngerasain pacaran sama cewek yang lebih tua. Dan aku nyaman sama kamu," bisik Fero sambil mengusap pipi Amel dengan lembut. Amel tersenyum manis, kemudian menghadiahi Fero dengan kecupan di pipi. Fero dibuat bersemu merah olehnya, mungkin sekarang dia akan mencoba hubungan lama dengan pacarnya yang satu ini. Biasanya satu bulan dia bosan.
"Hem...ya deh aku percaya. Oh ya, btw hp kamu ngegeter terus Fer," ucap Amel seraya melihat ke arah ponsel Fero yang ada disebelah Amel.
Fero yang sudah membenahi pakaiannya, langsung mengambil ponselnya di sana. Lalu ia mengangkat telponnya.
"Hola Saka, ada apa Lo telpon gue?" tanya Fero ramah seperti biasanya.
"Fer, gue butuh bantuan Lo Bro."
"What's up bestie?" tanya Fero.
"Bantu gue cari tau siapa pemilik akun fake yang nyebarin video Starla sama kak Gina, terus...gue minta tolong juga, buat Lo hack akun itu!"
"Bisa sih, tapi apa yang terjadi? Video apaan?" tanya Fero yang belum tahu menahu soal video yang sekarang beredar di medsos.
"Lo cek aja, akun Starla Zevania01." desah Saka dari sebrang sana. Fero langsung paham dan menutup telponnya dengan raut wajah gelisah. Walaupun dia seorang PK, tapi dia setia kawan.
"Ada apa beib?" tanya Amel pada kekasihnya yang baru jadian seminggu dengannya itu.
"Aku pergi dulu ya beb, ini udah malam. Kamu juga harus ngampus kan besok?" Fero pamit pulang pada Amel.
"Iya Beib. Ya udah, kamu hati-hati ya." Amel tersenyum manja pada kekasihnya itu.
__ADS_1
"Aku sayang kamu, aku bahagia punya pacar kayak kamu!" cetus Fero dengan rayuan mautnya. Dia mengeringkan sebelah matanya, seolah ia adalah aktor Korea si Lee Minho mungkin.
Fero pun langsung pulang dari rumah Amel yang terlihat mewah, namun sepi itu. Dia mengendarai motornya dan bergegas pulang untuk membantu Saka. Dia biasanya melakukan tugas seperti itu di rumah, bersama dengan komputernya.
Didalam perjalanan, Fero melihat sosok yang dikenalnya sedang berada di pinggir jalan sambil bersandar di mobil sambil memegang ponselnya.
Dia seorang wanita, wajahnya ditekuk dan tidak enak dilihat. Paras wanita itu cantik dan imut.
"Wikwiw...cewek, lagi ngapain sendirian disini?" teriak Fero dengan isengnya, pria itu masih mengenakan helmnya dan berhenti di depan Gina. Ya, wanita itu adalah Gina.
Sontak saja Gina yang tidak mengenali Fero dibalik helmnya, langsung memasang wajah waspada. Takutnya cowok ini begal atau orang mesum. Mana jalanan sepi lagi.
Tadinya Gina ingin pergi ke supermarket untuk membeli cemilan, dia menyetir mobil seorang diri. Namun naas sekali, kedua ban mobilnya kempes di jalanan sepi sebelum gadis itu sampai ke supermarket.
"Lo jangan macem-macem ya sama gue! Bentar lagi bokap gue dateng," ujar Gina sambil menatap tajam pada Fero.
Sementara didalam helm, Fero senyum-senyum melihat tingkah Gina. Di sekolah Gina sangat lembut dan hangat pada murid, tapi diluar sini Gina terlihat galak. Oh, jadi ini sifat asli Gina.
"Terus kenapa kalau bapak lo dateng? Bagus dong kalau bapak kamu dateng, berarti gue bisa minta izin pacaran sama anaknya!"
"What? O-oemji, Lo bilang apa barusan? Lo...Lo pasti orang mesum, fiks ini pasti!" tunjuk Gina pada Fero.
Cowok itu turun dari motornya, lalu mendekat ke arah Gina. Gina berjalan semakin mundur, hingga tubuhnya menempel pada pintu mobil.
"Lo jangan macem-macem ya! Gue bakal teriak!" sentak Gina yang matanya memicing ketakutan.
"Kalau satu macem gimana? Misal..."
"Misal apa?"
"Misal gue ngajak Lo pacaran gimana?" tanya Fero yang memakai helmnya. Disaat Gina semakin deg-degan karena takut dengan Fero yang bisa saja berbuat macam-macam padanya.
Fero semakin mendekat dan mendekat, bahkan tangannya hendak menyentuh Gina. Gadis itu pun mendengus kesal, sejurus kemudian Fero dibuat menjerit dan lemas karena ulahnya.
Ya, bagaimana tidak! Gina menendang anunya tanpa aba-aba. Sial, itu adalah titik lemah dan sensitif seorang pria bukan? Senjata paling berharga seantero jagat, bagi seorang pria.
__ADS_1
"Rasain Lo!" Saat Gina hendak kabur, suara pria itu memanggil namanya saja membuat Gina terkejut.
"Akhh! Kak Gina, sakit..." sumpah demi God, Fero merasa sangat kesakitan. Hingga kesulitan untuk menahannya. Tangannya memegang bagian itu dibalik celana jeans-nya sambil meringis kesakitan.
"Lo...Lo siapa hah?" Gina langsung melepas helm di kepala Fero dengan kasar. "Elo! Fero temennya si bocil kan?" tanya Gina seraya memperhatikan wajah Fero yang saat ini kesakitan.
"Berondong tengil Lo! Berani Lo godain gue?" sungut Gina garang. Dadanya bergemuruh karena marah pada si bocil ini.
"Kak, tanggungjawab Lo! Kalau gue sampe nggak bisa nikah gegera junior gue cacat!" seru Fero yang masih merasa kesakitan karena serangan maut dari lutut Gina tadi.
"Terus gue harus bilang wow gitu? Lagian siapa yang nyuruh Lo godain gue hah?" sentak Gina dengan kedua tangan menyilang di dada.
"Ah... pokoknya gue nggak mau tau, kalau gue nggak bisa nikah. Lo harus tanggungjawab nikahin gue, atau seenggaknya pacaran sama gue." kata Fero tak mau tau. Sontak saja Gina mendelik sinis pada cowok itu.
"Sorry, gue nggak mau pacaran apalagi nikah sama bocil kayak Lo. Selera gue hot Daddy, you know?" celetuk Gina yang membuat Fero tertawa dan mengusap rambutnya ke belakang ala tebar pesona.
"Kak, daripada sama hot Daddy yang udah tuir. Mending ama yang muda-muda, lebih tahan lama...dan memuaskan!" Fero tersenyum genit dan sungguh membuat Gina muak.
"Dih! Nggak mau, ogah gue sama lo. Cowok playboy, yang suka bikin cewek patah hati." Gina berdecih menanggapi ucapan Fero yang buatnya hanya bualan saja.
"Darimana kakak tau hal itu? Eh maksudnya, kok kakak bisa nuduh gitu sih?" tanya Fero dengan kening berkerut.
"Seantero jagat di sekolah Lo, udah pada tau siapa Lo. Termasuk anak-anak di kelas tempat gue PPL yang baru putusin Minggu kemaren." Gina tersenyum mengejek Fero, sontak saja Fero malu karena belangnya ketahuan.
"Eh... itu salah paham. Itu, dianya aja yang nggak mau move on dari gue." alibi Fero pada gadis itu.
"Alasan!" cetus Gina dengan senyum sinisnya.
'Yah, gue gagal deh mau godain kak Gina' batin Fero gendok.
Saat mata Gina sedang melirik ke jalanan. Atensi Gina tertuju pada seorang pria yang dia kenal bersama dengan seorang wanita disampingnya berada didalam mobil.
Hatinya berdenyut nyeri melihat pria itu tersenyum lebar saat bersama si wanita. Tanpa sadar matanya sudah berkaca-kaca saat ini.
"Kak, Lo kenapa?" tanya Fero terheran-heran melihat Gina yang akan menangis.
__ADS_1
****
Hai readers selamat malam ☺️☺️mohon maaf kalau kalian tidak suka cerita ini jangan kasih rating jelek, lebih baik tinggalkan saja. Sebenarnya Rating gak pengaruh apapun, akan tetapi itu salah satu bentuk penghargaan kalian kepada penulis...so, please...yang gak suka jangan kasih rate 1 ya... author cuma minta satu hal itu aja dari kalian, tapi bagi yang mau bantu author... tolong kasih rate 5 ya...🙏😪