
...🍀🍀🍀...
Dokter wanita paruh baya datang tepat saat Saka sudah berpakaian lengkap, setelah ia menuntaskan hasratnya dikamar mandi. Dokter itu menyuntikkan sesuatu pada tangan Starla, setelahnya Starla tertidur pulas.
"Ini obatnya pak. Bisa bapak berikan kepada istri bapak kalau beliau masih merasa pusing dan mual. Satu hal lagi pak, istri bapak harus banyak makan dan minum. Takutnya beliau mengalami dehidrasi dan lemah karena pengaruh obat ini. Atau bisa juga bapak berikan es kelapa muda untuk mensterilkan pengaruh obat di dalam tubuh istri bapak. Semoga istri bapak cepat sembuh." jelas dokter itu sambil tersenyum.
"Baik Bu dokter, terimakasih. Terimakasih juga doanya dok." sahut Saka.
"Ah iya pak." dokter itu tersenyum.
'Makasih dokter udah doain Starla jadi istri aku' kata Sak dalam hatinya.
Usai dokter wanita paruh baya itu pun melangkah pergi ke luar dari kamar hotel yang seharusnya dipakai Aldo untuk berbuat maksiat. Akhirnya Saka membawa Starla ke kamar lain, ia khawatir Starla ketakutan ketika bangun nanti. Mereka pun pindah ke kamar lain dengan ranjang yang mewah dan suasana yang berbeda dengan kamar yang tadi.
"Tidurlah, ada aku disini sayang." kata Saka lembut, dia mengecup kening Starla penuh sayang. Pria itu pun mengambil satu bantal dan memutuskan untuk tidur di sofa, demi menghormati ibu dari anak-anaknya dan orang yang ia cintai.
__ADS_1
****
Sementara itu Ghea, Fero dan Yogi berada di rumah tempat tinggal Ghea. Kaki dan tangan Aldo dua-duanya diikat, itu semua atas perintah Ghea, istrinya sendiri. Karena tadi Ghea melihat Starla diikat.
Ghea menatap suaminya dengan kecewa dan sakit hati. Meski bukan pertama kalinya Aldo melakukan **** bebas dengan wanita lain. Tapi yang membuat Ghea sangat kecewa adalah, Aldo yang menyentuh Starla dan tidak berubah sama sekali, walaupun Ghea bertahan dan memberi kesempatan untuk rumah tangga mereka.
"Kamu sudah benar-benar keterlaluan kak! Aku sudah habis kata-kata sama kamu. Beraninya kamu nyentuh Starla! Ibu dari keponakan keponakan aku, wanita yang Saka cintai. Bejat kamu!" seru Ghea emosi, bulir air mata membasahi pipinya begitu deras. Fero dan Yogi merasa kasihan dengan Ghea.
"Ma-af Ghe, tapi Starla yang godain aku." kilah Aldo tanpa merasa bersalah karena ia pikir Ghea tak akan berani meminta cerai darinya. Pikirnya Ghea kan sangat mencintainya.
"Kamu masih berani nuduh Starla? Mau lempar batu sembunyi tangan hah? Aku tau sifat kamu, kamu pasti yang bejat disini kak."
"Ya udah ya udah, aku khilaf. Maafin aku sayang, aku nggak akan ngelakuin itu lagi." ucap Aldo tanpa merasa berdosa sama sekali.
Ghea tergelak mendengar ucapan Aldo, dia tertawa miris dengan buliran air mata yang terus mengalir. Kemudian tanpa diduga-duga, Ghea menampar wajah suaminya didepan Fero dan Yogi.
__ADS_1
Plak!
"Ghea, kamu berani nampar aku hah?" sentak Aldo marah pada istrinya. Dia tidak terima ditampar Ghea. Harga dirinya seakan terinjak oleh wanita itu.
"Jangan berani macam-macam dengan Bu Ghea!" ujar Yogi yang menghalangi Aldo.
"Diem Lo kacung! Jangan ikut campur urusan gue." kata Aldo ketus, mengejek pekerjaan Yogi sebagai sekretaris.
Yogi mengepalkan tangannya emosi, lalu dia pun kelepasan memukul wajah Aldo sampai pria itu terjengkang ke sofa.
"Lo--"
"Stop Kak Aldo. Ayo kita pisah."
****
__ADS_1