Dihamili Berondong

Dihamili Berondong
Bab 115. Takut petir


__ADS_3

JEDAR!


CTAR!


Hari sudah mulai gelap, suara petir terdengar cukup keras dan membuat Aluna ketakutan. Gadis kecil itu takut dengan petir, dia bahkan meringkuk ketakutan di dalam pelukan Opanya saat ini. Axelo merasa kasihan melihat Aluna yang ternyata memiliki rasa takut terhadap petir, itu semua karena suaranya yang keras dan membuat jantung Aluna tidak karuan.


"Opa dan Oma ada disini sayang, jangan khawatir." ucap Jeffry sambil mendekap tubuh mungil itu.


"Opa...tolong minta petilnya untuk belhenti. Luna takut, dada Luna sesak Opa." ucap Aluna terisak, kedua tangannya menutup telinganya. Dia benar-benar ketakutan sampai tubuhnya gemetar.


"Bentar lagi petirnya berhenti kok." kata Anggun membujuk dengan lembut, bahkan wanita paruh baya itu mengusap-usap dada Aluna, berharap Aluna akan merasa lebih baik. Sedangkan disisi lain, Axelo melihat ke arah Aluna dengan cemas seakan merasakan bagaimana perasaan saudari kembarnya saat ini.


Tiba-tiba saja Axelo memikirkan sebuah ide agar Aluna merasa lebih baik dan tidak mendengar suara petir lagi. "Luna, ikut aku yuk?" ajak Axelo pada gadis kecil itu seraya mengulurkan tangannya.


"Mau kemana? Luna mau disini aja." jawab Aluna menolak ajakan kakaknya. Baginya lebih baik berlindung ditubuh opa dan Omanya, selagi Daddy dan mommynya belum pulang.


Jeffrey dan Anggun melihat ke arah Axelo yang terlihat peduli pada Aluna, walaupun sikapnya dingin diluar. Namun sebenarnya Axelo penyayang.

__ADS_1


"Ikut aku, aku mau tunjukkin sesuatu. Aku jamin kalau nggak akan denger suara petir lagi." bujuk Axelo sambil tersenyum.


"Kakak ndak boong kan?" cicit Aluna pelan, dia terdengar ragu.


Axelo menganggukkan kepalanya, dia memegang tangan Aluna. Bak sihir yang menghipnotis, gadis kecil itu langsung turun dari pangkuan Opanya dan menghampiri kakaknya. Sentuhan Axelo mampu menenangkan Aluna, kini ia sudah berdiri didepan anak laki-laki itu.


"Opa, aku bawa Luna dulu ya. Opa tenang aja, aku bakal jagain Luna." ucap Axelo yang hanya berpamitan pada opanya saja, sedangkan Omanya yang ada di sana tidak dianggap. Anggun dapat melihat tatapan sinis Axelo padanya.


"Opa percaya sama kamu nak. Jagain adik kamu ya, kalau ada apa-apa...kamu bisa teriak. Ada opa sama Oma disini." ucap Jeffry lembut.


Axelo pun membawa adiknya ke lantai atas, entah mau apa mereka di sana. Jeffry dan Anggun meminta Winda untuk mengikuti anak-anak, takutnya ada apa-apa. Winda patuh dan mengikuti anak kembar itu ke lantai atas.


Jeffry mendengar Anggun menghela nafas dan terlihat raut wajahnya yang sedih. Jeffry berusaha menghibur sang istri, dia sudah mendengar semua yang terjadi tadi pada Anggun dan Axelo.


"Sabar Ma, nanti kita bicara sama Starla dan Saka. Mereka pasti bisa bujuk Axelo biar nggak marah lagi sama kamu," ucap Jeffry seraya mengusap pelan tangan Anggun. Melihat istrinya sudah berubah, tentu saja sangat senang dan memberikan kesempatan kedua untuk istrinya. Sebab setiap orang berhak mendapatkan kesempatan kedua untuk memperbaiki dirinya, atau berubah menjadi lebih baik.


"Ya Pa," sahur Anggun dengan suara pelan.

__ADS_1


Tak lama setelah itu, seseorang baru saja masuk ke dalam rumah. Dia adalah Saka yang baru pulang dari kantor, terlihat bajunya sedikit basah karena diluar sudah turun hujan.


"Ma, pa. Anak-anak dimana? Aluna tidak apa-apa?" tanya Saka kepada orang tuanya. Hal yang pertama ia tanyakan adalah Aluna, ia tau anaknya itu takut dengan petir.


"Dia sedang bersama Axel, tadi Luna memang sempat menangis dan ketakutan. Tapi dia sudah tenang." kata Jeffry pada Saka. Pria muda itu menghela nafas lega.


"Lalu dimana Starla?"


"Starla? Dia belum pulang tuh, Mama kira pulangnya sama kamu, Nak." jawab Anggun yang membuat Saka gelisah. Akhirnya pria itu mencoba menghubungi Starla, tapi nomornya tidak aktif.


Merasa ada hal yang tidak beres, Saka pun pergi untuk mencari Starla. Saka menitipkan kedua anaknya pada Jeffry dan Anggun.


*****


Maaf guys bab nya dikit, tadinya aku mau libur up karena nge blank 😁 aku kasih spoiler dikit deh..


"Ka, tolong...sakit...panas..."

__ADS_1


__ADS_2