
****
Elisa menangis meraung-raung, kedua orang tuanya meninggalkan Elisa sendiri di rumah sakit. Padahal dia sedang dalam keadaan sakit dan sangat membutuhkan mereka. Elisa mulai merenung, apa semua kemalangan ini karena dia sudah menjadi pelakor dalam rumah tangga Saka dan Starla. Bahkan Elisa tidak ada menyesalnya sama sekali, melihat Starla kecelakaan semalam.
"Apa ini karma buat aku Tuhan? Kenapa rasanya pedih banget? Hiks...kenapa aku harus mengalami ini?" Elisa memegang dadanya yang sesak.
"Oh ya, gimana keadaan kak Starla sama bayinya ya? Apa mereka baik-baik saja? Aku harus melihat keadaan mereka dan meminta maaf!" cetus Elisa seraya mengusap air matanya. Setelah ia melihat postingan Malvin di Ig tadi, Elisa tau bahwa Starla juga dirawat di rumah sakit yang sama dengannya.
Elisa penasaran bagaimana kondisi Starla dan bayinya, lalu ia akan meminta maaf kepada Starla dan Saka untuk semua kesalahannya. Elisa berjalan menuju ke ruangan Starla yang melewati ruangan bayi, lantas langkahnya terhenti saat melihat Anggun, Adrian, Gina dan Ghea yang berada di ruang bayi.
Terlihat Ghea yang sedang menggendong bayi dengan selimut biru dan Anggun menggendong bayi dengan selimut pink. Elisa bersembunyi dan melihat dari balik pintu.
"Ma, Axelo lucu sekali. Dia mirip banget sama Saka waktu bayi!" seru Ghea sambil menyusui Axelo dengan sufor didalam botol dot. Ghea terlihat senang saat menggendong bayi, ia teringat bayinya yang meninggal. Ghea jadi merasa terhibur karena kedua keponakannya yang lucu.
"Iya sayang, Aluna juga mirip sama Saka. Terutama matanya." kata Anggun sambil melihat ke arah Baby Al dengan penuh kasih sayang. Tentu saja sebagai seorang nenek, kelahiran cucu pertamanya sangat dinanti. Harusnya cucu pertamanya lahir dari Ghea, tapi sayangnya takdir tidak berkata demikian. Menantu perempuannya yang memberikan cucu lebih dulu. Cucu kembar yang lucu-lucu.
"Enak saja, kenapa semuanya mirip Saka? Cucu-cucu saya mirip sama ibunya juga. Apa tante nggak lihat? Aluna mirip banget sama Starla." cetus Gina yang nyambung seperti kabel. Dia melihat ke arah Aluna, cucunya dan dia bangga menyebut dirinya sebagai nenek muda.
"Iya iya terserah kamu saja deh." beo Anggun yang tidak mau berdebat dengan Gina, wanita yang sudah berstatus sebagai istri Adrian dan menjadi besannya juga secara tak langsung.
"Syukurlah bayi kak Starla dan Saka selamat."
Elisa tersenyum mendengar itu, dia jadi tahu bahwa Aluna dan Axelo adalah bayi Starla dan Saka. Mereka terlihat baik-baik saja, dan sekarang yang membuat Elisa gelisah adalah keadaan Starla.
Saat Elisa akan pergi melewati ruang rawat bayi itu dan melanjutkan perjalanannya ke ruang rawat Starla. Namun sebelum sampai di sana, Angel, Lita, Fero dan Malvin yang kebetulan akan membesuk twins melihat keberadaan Elisa di sana.
Mereka berempat menatap tajam kepada Elisa, ada perasaan benci di dalam mata mereka. Elisa merasakan sesak di dadanya saat melihat tatapan keempat orang itu.
"Mau kemana Lo?" tanya Fero.
__ADS_1
"Ah...apa Lo mau gangguin bayi bu ayang setelah Lo menjadi duri dalam rumah tangga Bu ayang dan Saka?" tanya Malvin ketus.
Angel dan Lita tidak bicara apapun, namun tatapan mereka begitu sinis pada Elisa dan sungguh Elisa sakit melihat semua orang membencinya.
"Gue...gue nggak akan gangguin siapapun. Gue mau ketemu kak Starla sama Saka buat minta maaf, gue mau lihat keadaan mereka." tutur Elisa sembari menahan air matanya yang akan jatuh.
"Buat apa Lo minta maaf? Mau lihat keadaan mereka? Ngaco Lo!" ketus Fero sarkas dan tentunya tidak percaya pada niat baik Elisa.
"Lo pasti mau lihat Bu ayang udah mati apa belum kan? Sorry karena lo harus bersedih, gue harus sampaikan sama Lo kalau orang baik selalu dilindungi tuhan. Bahkan kedua bayinya selamat!" cetus Malvin yang sudah benar-benar membenci bahkan mengutuk manusia bernama Elisa.
Akhirnya Elisa menangis, ia tidak bisa menahan air matanya itu. Kata-kata Malvin dan Fero sungguh menyakiti hatinya. Apalagi tatapan Lita dan Angel kepadanya, kedua sahabatnya itu tidak mau membelanya.
"Mending Lo jauh-jauh deh dari keluarga Saka! Wanita busuk, ratu julid, ratu pelakor Lo!" sentak Malvin dengan ujaran kebenciannya kepada Elisa.
"Gue serius, niat gue cuma mau minta maaf. Kenapa kalian ngehakimi gue kayak gini? Hiks...gue lagi sakit, hiks..." gadis itu menangis terisak-isak.
"Maaf ya El, kita nggak mau temenan lagi sama ratu pembohong dan drama queen kayak Lo!" ujar Angel kesal.
Dengan hati sedih dan sakit, Elisa yang tadinya akan menemui Starla akhirnya kembali ke ruangannya. Rasanya sakit di benci oleh orang-orang yang dulu pernah dekat dengannya.
Sebelum pergi dari keempat temannya, Elisa titip pesan maaf untuk Starla darinya. Entahlah mereka akan menyampaikannya atau tidak.
****
Operasi pada cedera kepala yang Starla alami berlangsung dengan lancar. Untungnya cederanya hanya cedera luar, tidak ada yang serius di bagian kepalanya itu. Setelah 5 hari dirawat di rumah sakit, akhirnya Starla dan twins yang keadaannya sudah membaik walaupun masih harus rajin kontrol,sudah boleh pulang.
Kini semua keluarga berada di rumah sakit, keluarga Saka dan Starla. Mereka membantu Starla dan twins, juga akan membawanya pulang. Dan sejak bicara tentang perceraian, Saka lebih bamyak diam, lebih tepatnya dia menganggap permintaan Starla adalah angin lalu.
Saka bersikap biasa saja, ia tetap menunjukkan perhatian pada Starla dan twins. Meskipun sikap Starla, Adrian dan Gina yang terasa dingin padanya. Keluarga Saka belum tahu tentang keputusan Starla yang ingin berpisah dari Saka, mungkin ini saatnya.
__ADS_1
"Sayang, nanti Aluna dan Axelo tidur di kamar bawah ya? Kamar itu kan sudah di dekorasi oleh Saka untuk mereka." kata Anggun yang terlihat bahagia saat mengungkapnya.
"Maaf Ma, Pa, Starla sama baby Axe dan baby Al nggak akan pulang ke rumah Saka." ucap wanita itu sambil menggendong Axelo dengan berat hati. Jeffry dan Anggun menatap Starla dengan heran. Mereka dapat merasakan nada bicara Starla yang berbeda dari biasanya. Apalagi menggunakan kata rumah Saka yang seolah itu hal asing.
"Apa maksud kamu nak?" tanya Jeffry.
"Sebelum operasi kemarin, aku sama Saka sudah memutuskan untuk berpisah Pa."
Deg!
Kata-kata Starla sontak saja membuat kedua orang tua Saka terkejut bukan main, mereka sangat syok dengan keputusan Starla. Namun melihat mimik wajah wanita itu, Starla sama sekali tidak terlihat main-main.
"Aku tidak pernah memutuskan itu dan aku tidak pernah setuju Star!" serka Saka marah.
"Saka, please...aku capek berdebat." sanggah Starla seraya menatap tajam pada Saka. "Kita bicara lagi nanti, aku lelah. Aku mau istirahat bersama Axe dan Aluna di rumah." ucapnya lagi.
"Star! Apa maksud kamu nak? Kamu mau bercerai dari Saka, anak Mama?" Anggun memegang tangan Starla, wanita paruh baya itu menatap Starla dengan sendu. Berharap bahwa keputusan Starla itu tidak benar.
"Ma, maafin Starla. Starla tahu Mama sama Papa syok mendengar semua ini. Tapi Starla udah nggak bisa jalanin rumah tangga sama Saka lagi. Starla nggak bisa, Starla lelah." lirih Starla dengan berat hati. Anggun langsung menangis dan sudah bisa ditebak bagaimana Anggun, Saka dan Jeffry terhadap keputusan Starla. Tentu saja mereka tidak bisa menerimanya.
Lain halnya dengan Gina dan Adrian, mereka mendukung keputusan Starla. Setelah mereka melihat apa yang terjadi pada Starla selama berumah tangga dengan Saka. Adrian bahkan menyerahkan keputusan ini kepada Starla, tanpa ikut campur ataupun memengaruhi Starla.
*****
Spoiler...
"Apa yang harus aku lakukan agar kamu percaya bahwa aku bisa berubah? Apa yang harus aku lakukan agar dapat kesempatan kedua dari kamu Star? Please! Aku nggak bisa hidup tanpa kamu, Axelo dan Aluna. Kita adalah keluarga! Aku mohon...aku bisa memperbaiki semuanya!"
"Tidak ada yang bisa membuat gelas pecah kembali utuh, Saka. Meskipun kamu memperbaikinya berkali-kali, tetap terlihat bekasnya. Tidak akan bisa utuh seperti sebelumnya."
__ADS_1