
****
Aluna bingung, apa maksudnya surprise di Singapore? Tapi walaupun gadis kecil itu bingung, dia tetap ikut papanya pergi ke Singapore. Mereka pergi ke Singapore sekitar pukul 10.00 pagi dari Jakarta. Hanya membutuhkan waktu sekitar 2 jam untuk sampai ke Singapore. Rencananya mereka akan pergi ke rumah Fero terlebih dahulu yang berada dikawasan Woodleigh, Singapore, karena disanalah Angel melihat Starla dan Axelo.
Dengan hati berdebar, Saka tak sabar bertemu dengan Starla di sana. Banyak sekali pertanyaan didalam hatinya, banyak yang ingin ia katakan pada Starla dan ia sangat ingin bertemu Axelo, kembaran Aluna.
Ayah dan anak itu kini berada di dalam pesawat yang sedang berada di udara. Tak hentinya Saka senyum-senyum sendiri.
"Dad, kenapa cih daddy kayaknya cenang sekali mau ke Cingapul? Memangnya dicana ada apa?" tanya Aluna polos.Ia heran melihat daddy-nya begitu bahagia disepanjang perjalanan.
"Princess Daddy juga akan senang saat kita berada di sana."
"Memangnya ada apa cih Daddy?"
Tangan Saka mencubit pipi Aluna dengan gemas. "Pokoknya kamu lihat saja di sana nanti ya sayang."
Aluna tidak bicara lagi, dia hanya menatap ayahnya dengan bingung. Ayahnya hanya menjawab hal yang sama, setiap dia bertanya ada apa Singapura? Aluna bingung dan merasa penasaran.
'Apa Daddy mau kasih aku boneka Barbie ya? Tapi kan daddy cudah cering kasih aku boneka Barbie. Terus kan beli boneka Barbie ndak perlu jauh-jauh naik pesawat' batin Aluna bingung.
****
Kediaman Adrian, pukul 11.50 siang.
Starla terpaksa mengurungkan niatnya pergi ke Indonesia karena Gina memohon padanya agar jangan peduli dulu, sebelum Adrian pulang dari Malaysia. Padahal ia sudah packing barang-barangnya dan mempersiapkan agar Axelo pindah sekolah juga. Starla sudah bertekad untuk menemui Aluna, meskipun sudah dilarang oleh Anggun sebelumnya. 5 tahun rasanya sudah cukup untuk Starla berpisah dengan salah satu buah hatinya.
Tentang pekerjaan Starla, dia bekerja dibawah naungan salah satu perusahaan besar di Singapore bernama JY Grup, sebagai sekretaris yang kompeten dan cerdas. Lalu selama Starla bekerja, Gina membantu Starla mengurus Axelo karena Gina tidak diperbolehkan bekerja oleh Adrian. Dia diminta fokus saja mengurus anak mereka. Adrian sangat mencintai Gina dan tidak mau istrinya itu lelah bekerja. Tugas Gina adalah di rumah, menjadi istri dan ibu yang baik.
"Maafin aku ya anakku sayang, tapi kamu belum boleh pergi sebelum Mas Popeye ku balik!" seru Gina merasa bersalah karena melarang Starla pergi.
"Nggak apa-apa, kasihan juga kan kalau Mama Gina sendirian di rumah sama Gio sama kuntilanak juga sih haha." seloroh Starla sambil terkekeh-kekeh. Dia tahu benar kalau ibu sambungnya ini penakut.
__ADS_1
"Ih! Mana ada kuntilanak di Singapore." Gina terlihat ketakutan hanya dengan kata-kata Starla saja.
"Ada lah haha."
"Mom, ayo! Katanya kita mau ke mall Woodleigh." ajak Axelo pada mommynya. Ia mengajak ibunya ke mall bukan apa-apa, tapi ia ingin melihat video game terbaru di sana.
"Oke baiklah! Come on kita berangkat." sahut Starla sambil mengambil tas selempangnya yang ada diatas sofa. "Mama, kamu yakin nggak mau ikut?" tanya Starla pada ibu sambungnya itu.
"Bukannya aku tidak mau, tapi kan kamu tau sendiri... adikmu itu bagaimana? Dia pasti akan baik bolak-balik eskalator kalau sudah pergi ke mall dan dia bakal minta jajan eskrim terus!" Gina mengeluhkan tentang bagaimana aktifnya Gio pada Starla.
Anaknya itu menggemaskan, menyebalkan, sekaligus membuat Gina kelelahan. Didepan ayahnya anak bernama Gio itu seperti malaikat, tapi didepan Gina dan Starla, anak itu menunjukkan sifat aslinya. Bahkan, Gio suka mencium anak perempuan yang tidak dikenalnya secara sembarangan.
"Baiklah, kalau gitu Mama mau titip apa?" tanya Starla pada mamanya itu.
"Aku titip MM glow aja deh, punyaku dah abis." jawab Gina.
"Oke."
Starla dan Axelo pun mengendarai mobil untuk pergi ke Woodleigh mall. Sekalian Starla akan belanja makanan kebutuhan di rumah. Dia akan tinggal sekitar 5 hari lagi sebelum ayahnya pulang ke rumah.
Axelo pernah bertanya pada Starla, apakah daddy-nya masih hidup. Starla menjawab ya, hanya itu saja dan Axelo tidak bertanya apapun lagi pada Starla tentang papa kandungnya. Apa sebenarnya didalam hatinya Axelo tidak ingin tau tentang ayah kandungnya? Starla yakin kalau Axelo juga ingin sosok ayahnya.
"Axel, kita akan pergi ke Jakarta. Kamu tau kan apa tujuan utama kita pergi kesana?" tanya Starla begitu mereka sampai ditempat parkir mall.
"Bertemu saudara kembarku." jawab Axelo singkat.
"Kamu nggak nanyain papamu?" spontan saja Starla bertanya seperti itu pada putranya yang terkesan tak peduli pada Saka. Padahal Starla selama ini selalu menceritakan hal yang baik-baik tentang Saka, tapi anak itu selalu dingin.
"Kenapa aku harus nanyain Daddy? Aku cuma pengen ketemu sama saudara kembar aku." ucap Axelo datar.
"Sayang, Daddy kamu itu--"
__ADS_1
Axelo langsung menyela. Ia malas membahas tentang ayahnya. "Ayo Mom, aku nggak mau sampe ketinggalan video game yang baru. Kalau video game sampe habis,aku bakal kesel sama mommy." ancam Axelo yang lalu berjalan masuk lebih dulu ke dalam mall.
Starla menghela nafas berat, dia tidak memahami kenapa putranya bersikap seperti itu. Starla selalu mendidik Axelo dengan baik, bahkan ia tidak pernah membicarakan hal buruk tentang masa lalunya. Meskipun ia sakit hati dengan apa yang dilakukan Saka, tapi itu semua sudah berlalu. Tapi kenapa Axelo terlihat membenci Saka.
Wanita itu akhirnya mengikuti Axelo masuk ke dalam mall, ia menuntun tangan mungil Axelo. Mall tersebut terlihat luas dan memang hari ini banyak anak-anak remaja dan juga anak-anak kecil yang berada di mall, karena mereka ingin memburu video game terbaru. Entahlah Starla tak tau video game apa itu, mungkin seperti mobile legends. Yang jelas anaknya sangat menyukai video game ini.
"Tuh kan, aku bilang juga apa. Jadi antri kan?" keluh Axelo dengan raut wajah yang kesal.
"Maafkan mommy sayang. Ya sudah, biar mommy yang berdiri disini dan antri buat kamu ya?" tawar Starla seraya mengusap lembut pucuk kepala putranya itu.
"Tidak apa-apa Mom. Kita lebih baik makan dulu, aku lapar." kata Axelo yang akhirnya memilih untuk makan terlebih dahulu daripada menunggu antrian yang ternyata sudah panjang.
"Ya sudah, kita ke restoran yang ada di lantai dua ya." ucap Starla mengajak dan Axelo menganggukkan kepalanya. Ibu dan anak itu pun memutuskan untuk pergi ke lantai 2 mall. Dimana ada beberapa restoran yang ada di sana. Tak lama setelah Starla dan Axelo naik eskalator, Aluna dan Saka juga masuk ke dalam mall itu karena Aluna mengeluh ingin jalan-jalan ke mall sambil makan dulu sebelum ke rumah Fero.
"Dad, tempat makannya di lantai dua." celetuk Aluna dengan mata berbinar-binar, ia melihat spanduk makanan dilantai dua. Sebenarnya fokus Aluna adalah pada spanduk eskrim. Dia sangat suka eskrim apalagi eskrim stoberi dan vanila.
"Iya, ayo sayang." sahut Saka yang masih memegang tangan putrinya itu. Dia dan Aluna pergi ke lantai dua untuk mengisi perut dulu.
Disisi lain terlihat Starla sedang berada di tempat pemesanan makanan, Axelo memilih menu di restoran khas Indonesia sebagai tempat makan. Sedangkan Axelo, dia menunggu di meja dengan wajah datarnya seperti biasa.
Tepat saat berada dilantai atas, Saka menerima telpon dari orang suruhannya yang sudah ia perintahkan untuk mencari alamat Starla. "Sayang, kamu diam dulu sebentar ya. Daddy mau angkat telpon." Saka masih memegang tangan putrinya sambil mengangkat telpon.
"Jadi kalian sudah menemukannya? Baiklah, kirimkan pada saya!"
Ketika Saka asyik menelpon, atensi Aluna tertuju pada seseorang yang sedang makan eskrim yaitu Axelo. Aluna yang suka eskrim, langsung berlari dan melepaskan dirinya dari genggaman ayahnya. Dia mendekat ke arah Axelo sambil membawa boneka Barbienya yang selalu ia bawa kemana-mana.
Saka yang asyik menelpon tidak menyadari bahwa Aluna sudah lepas dari genggamannya. Aluna sendiri sudah berada di dekat Axelo yang sedang duduk sendirian.
"Halo kakak tampan, boleh ndak aku minta ecimnya?" tanya Aluna dengan gaya imutnya yang tidak dibuat-buat itu.
Sedangkan Axelo menatap datar orang yang ia pikir orang asing dihadapannya itu. Jangan salah, Axelo ini judes kalau sama orang tidak dikenal.
__ADS_1
"Apa kamu pengemis? Kenapa minta-minta?"
****