Dihamili Berondong

Dihamili Berondong
Bab 56. Belum menerima kenyataan


__ADS_3

Suasana menjadi canggung, setelah Adrian melontarkan pertanyaan pada Sofia tentang siapa Bisma? Apakah Bisma adalah putra Sofia yang selalu dibicarakan itu?


Adrian, Starla dan Bisma terlihat tegang. Mereka saling menatap dengan perasaan yang sulit dijelaskan oleh kata-kata. Mereka diam, mungkin mereka syok. Hanya Sofia yang terlihat bingung dan tidak tahu apa-apa di sana.


"Ma, calon suami mama adalah om Adrian?" tanya Bisma seraya melihat ke arah ibunya dengan tatapan tajam dan membuat Sofia semakin bingung.


"Iya, dia adalah calon suami Mama." jawab Sofia.


"Nggak bisa Ma, Mama nggak bisa menikah sama Om Adrian." Bisma langsung menyatakan penolakannya terhadap hubungan mamanya dan Adrian.


"Bisma! Kenapa kamu tiba-tiba bicara begini? Tu-tunggu dulu, apa kalian saling kenal? Kenapa sikap kalian seperti ini?" tanya Sofia seraya melihat ke arah Adrian, Starla dan Bisma bergantian. Bisma dan Starla terlihat bingung mau menjawab apa.


"Mari kita duduk dulu dan bicara." putus Adrian berusaha menengahi dan menenangkan suasana.


Lantas empat orang itu pun duduk di meja yang sudah dipesan sebelumnya. Mereka memesan makanan terlebih dahulu kepada salah seorang pelayan di sana dan sambil menunggu, mereka memulai pembicaraan.


"Ada apa ini sebenarnya? Kalian sudah saling kenal?" tanya Sofia lebih dulu kepada Adrian. Sedangkan Starla dan Bisma masih terdiam dengan kepala tertunduk. Mereka tidak menyangka akan kembali dipertemukan dalam keadaan seperti ini. Sungguh, takdir tuhan itu tidak terduga.


"Sofia, Bisma adalah mantan tunangan Starla yang sebelumnya pernah aku ceritakan sama kamu." ucap Adrian yang membuat Sofia terkejut.


"A-apa? Jadi, Starla adalah gadis yang selalu kamu ceritakan pada mama?" tanya Sofia kepada Bisma.


"Iya Ma, jadi Bisma mohon sama Mama. Untuk tidak menikah dengan om Adrian," ujar Bisma seraya menatap kepada Starla. Dia merasa bodoh amat dengan respon Adrian, ibunya dan Starla setelah ini. Tak peduli meskipun ia dibilang egois, yang jelas ia masih berharap pada hubungannya dan Starla, bahwa mereka akan kembali bersama nanti. Lagipula Bisma tak dapat membayangkan, bila ia dan Starla harus menjadi saudara tiri.


"Kak Bisma, kenapa kamu ngomong kayak gitu? Kamu nggak berhak melarang Papa dan Tante Sofia berhubungan!" sentak Starla yang tidak terima dengan penolakan Bisma pada hubungan Papanya dan Sofia.


"Tentu saja aku berhak Star, karena aku adalah anak Mama dan aku nggak mau kita jadi saudara. Karena nanti kita akan menikah," ucap Bisma dan membuat semua orang yang ada di meja itu terperangah akan ucapannya. Apalagi Adrian dan Sofia.


Rupanya Bisma masih ada rasa pada Starla' batin Adrian.

__ADS_1


"Itu nggak akan pernah terjadi kak Bisma! Aku udah nikah dan aku udah mau punya anak, mana mungkin aku dan kamu--"


Bisma langsung memotong ucapan Starla yang belum selesai. "Bisa Star, udah kamu cerai sama suami kamu. Kita bisa sama sama lagi!"


"Kak Bisma kamu keterlaluan!" ujar Starla mendengus marah. Dia benar-benar tidak percaya bahwa pria ini sangat terang-terangan bicara didepan kedua orang tua mereka.


Sofia terlihat sedih, bahkan matanya mulai berkaca-kaca saat ini. Pertama kalinya ia jatuh cinta pada seorang pria, tapi ditolak oleh putranya sendiri. Sakit hatinya.


"Ma, kalau Mama tetap ngotot menikah dengan om Adrian...jangan anggap aku anak Mama lagi," ucap Bisma tegas dan membuat Sofia semakin terluka.


"KAK BISMA!" teriak Starla yang sudah benar-benar habis kesabarannya. Suara teriakan Starla, sontak saja membuat beberapa pengunjung di restoran tersebut melihat ke arahnya.


"Karena Starla akan menjadi istri aku dan om Adrian adalah Papa mertuaku." celetuk Bisma yang tampak serius dan tidak main-main.


"Kak Bisma! Ikut aku!" ujar Starla seraya menarik tangan Bisma dengan keras. Ia harus menyadarkan atau memberikan pencerahan kepada pria ini, untuk tidak berbuat hal gila lagi. "Pa, Papa bicara sama Tante Sofia ya...Starla mau ngomong dulu sama kak Bisma!" seru Starla kepada papanya yang masih terlihat syok dengan fakta ini. Makan siang, yang tadinya dirancang sedemikian rupa berubah menjadi kacau dan galau.


Bisma awalnya enggan pergi dari sana, sebelum mendapatkan jawaban dari Adrian dan juga Sofia, bahwasanya mereka tidak akan pernah melangsungkan pernikahan. Namun, akhirnya dia pun mengikuti Starla keluar dari area restoran.


"Mas, aku tidak pernah menyangka...bahwa gadis yang selama ini diceritakan oleh Bisma adalah putri kamu. Bisma mengatakan padaku, kalau dia putus dengan Starla karena kesalahannya. Dan baru-baru ini Bisma bilang sama aku kalau dia masih mencintai mantannya itu. Aku nggak nyangka, orang itu adalah Starla."


"Aku juga nggak nyangka kalau mantan calon menantuku adalah Bisma, anak kamu. Tapi, Starla sudah menikah dan sedang hamil. Kamu tau itu kan? Jadi, mereka tidak mungkin bersama." cetus Adrian yang masih bisa bersikap tenang dan berpikir realistis. Bahwasanya Starla sudah menikah dan sedang hamil anak suaminya, jelas dia tidak akan pernah bisa bersatu dengan Bisma.


"Iya Mas, kamu pernah menceritakan tentang Starla kepadaku sebelumnya. Aku juga tau bahwa mereka tidak mungkin bersama, tapi kita..." Sofia menatap Adrian dengan dalam.


"Jangan bilang padaku bahwa kamu akan menyerah, Sofia?" tanya Adrian lirih, dia tidak mau Sofia menyerah pada hubungan mereka karena Bisma.


"Tidak Mas, aku tidak bilang begitu!" Sofia dengan cepat menggelengkan kepalanya. Adrian pun tersenyum mendengar jawaban dari Sofia.


"Baguslah kalau begitu," sahut Adrian senang karena Sofia masih dengan pendiriannya untuk bertahan. Sebab, sebenarnya Adrian kesulitan untuk menemukan pasangan hidup yang bisa mengerti dirinya seperti Sofia. Selain Anna, istrinya yang meninggal dulu. Hanya Sofia, wanita yang bisa membuatnya nyaman dan nyambung.

__ADS_1


****


Di luar restoran, Bisma dan Starla sedang adu argumen dan bagi orang luar yang melihat mereka, mereka seperti pasangan kekasih yang sedang bertengkar.


"Kamu duduk aja Star, kasihan nanti bayi kamu kalau ikutan capek karena kamu berdiri terus." Kata Bisma perhatian, tapi sayang sekali Starla malah tidak suka dengan perhatian Bisma.


"Jangan sok perhatian sama aku. Apa kakak tau, aku masih marah karena kelakuan kakak waktu itu dan sekarang kamu malah nambah masalah lagi!" Starla benar-benar pusing, belum selesai masalahnya dengan Anggun, Elisa dan papanya. Bisma malah menambah beban masalahnya.


"Star..."


"Kalau ngomong sembarangan lagi, aku nggak akan maafin kamu Kak."


"Ngomong sembarangan apa sih? Lagian pasti udah bayi kamu lahir, kamu bakal cerai sama suami kamu. Lagian apa sih yang kamu harapkan dari pria yang bahkan sama sekali tidak dewasa. Dia hanya bocah ingusan yang--"


"Meskipun dia bocah ingusan seperti apa yang kamu bilang, tapi aku cinta sama dia!" sentak Starla yang membuat Bisma tercengang.Tanpa Starla sadari, Saka yang lewat disana mendengar percakapan Starla dan Bisma.


"Kamu jangan bercanda, cinta? Semudah itu kamu berpaling dari aku dan kamu bilang, kalau kamu cinta sama dia?"


"Terserah, kalau kak Bisma memang nggak percaya. Tapi hati aku emang udah berpaling, sejak kak Bisma bilang aku murahan! Sejak saat itu, cinta aku buat Kak Bisma udah hilang dan Saka yang menggantikannya." kata wanita itu tegas. "Mulai sekarang, kamu harus menjauh dari aku dan jangan ganggu hubungan papa sama Tante Sofia!"


Bisma dibuat bergeming oleh Starla, lagi-lagi ia dibuat sakit tapi dia juga tidak mau menerima kenyataan bahwa hati Starla memang sudah berpaling.


Saat Starla membalikkan badannya, ia melihat Saka didepan pintu. Saka tersenyum padanya, lalu berjalan melewati Starla dan menghampiri Bisma dengan percaya diri.


"Lo udah denger kan, apa kata istri gue? Jauhin dia, Lo harus sadar posisi." Saka tersenyum menang melihat Bisma terdiam dengan raut wajah yang kalah.


"Sayang, ayo! Kita temui papa!" Saka menggandeng tangan istrinya dan membuat Bisma merasa kepanasan.


Bisma melihat Saka dan Starla masuk ke dalam restoran dengan raut wajah marah, dia tidak terima.

__ADS_1


...****...


__ADS_2