Dihamili Berondong

Dihamili Berondong
Bab 6. Papa Starla Sugar Daddy


__ADS_3

Segera setelah mendapatkan telpon dari Riko, Starla yang baru dari rumah sakit, langsung pergi ke rumah Gina. Dimana Riko, Gina, dan Galang berada saat ini. Sedangkan Vita, dia pergi entah kenapa dan tidak bisa dihubungi.


Riko yang ahli di bidang teknologi, meskipun bukan jurusan kuliahnya. Berhasil menemukan siapa pemilik jam tangan mahal dan elit itu. Tidak sulit menemukannya, karena jam tangan itu dibuat khusus.


"Star! Padahal gue bisa jemput Lo, tanpa Lo susah-susah datang kemari." ucap Galang begitu melihat Starla tiba didepan rumah Gina dengan kondisi wajah yang ptcat. Galang tahu, pasti Starla stress karena masalah yang menimpanya bertubi-tubi.


"Nggak apa-apa Lang. Oh ya, gimana hasil penyelidikan kalian? Jam tangan itu punya siapa?" tanya Starla kepada ketiga temannya disana.


"Kita duduk dulu yuk!" ajak Gina seraya memegang tangan Starla lalu menuntunnya untuk duduk di sofa.


Galang dengan sigap mengambilkan segelas air minum untuk Starla. Dia selalu paling peduli dengan Starla. "Lo harus jaga kesehatan, Star. Gue nggak mau lo sakit," lirih Galang seraya menatap sendu pada gadis berparas cantik itu.


"Thanks Lang. Gue nggak apa-apa kok, gue nggak sakit." jawab Starla yang lalu meneguk air minum didalam gelas itu. 'Nggak, aku nggak sakit Lang, tapi aku hamil' batin Starla sedih.


"Ehm... Star, kita udah nemuin siapa pemilik jam tangan ini." kata Riko secara tiba-tiba, hingga atensi Starla tertuju kepadanya.


Riko pun menjelaskan dari hasil penyelidikannya, bahwa jam tangan itu dipesan oleh seorang anak gadis dari keluarga kaya raya yang bernama Elisa Asteria Hadijaya. Seorang putri dari pengusaha ternama bernama Alan Hadijaya.


"Gelangnya punya cewek?" tanya Starla heran.


"Mungkin aja itu gelang dia kasihin ke seseorang," ucap Riko menebak.


"Ya, menurut gue juga gitu." sahut Gina yang sependapat dengan tebakan Riko.


"Tunggu, cewek yang namanya Elisa Hadijaya itu...dia anak murid di kelas magang gue! Ya, benar...dia ada dikelas gue! Gue yakin Star," celetuk Gina yang baru teringat bahwa di kelas magangnya yaitu jelas XII IPA 2, ada seorang gadis bernama Elisa Hadijaya. Nama Elisa terkenal sebab dia juga adalah anak pemilik yayasan sekolah SMA Nusantara.


"Serius Lo Gin?" tanya Riko dan Starla bersamaan.


"Ya udah kita temuin dia sekarang dan kita tanya, sama siapa dia kasih itu jam tangan." cetus Galang yang tidak sabar untuk mengetahui siapa orang yang sudah memperkosa Starla.


"Besok lagi aja. Ini udah mau malem dan gue yakin besok kita masih bisa ketemu sama dia. Besok kita kan ke sekolah lagi buat lihat jadwal PPL kita." saran Starla sambil tersenyum tenang. Padahal didalam hati dia gelisah, khawatir terhadap bayi yang dikandungnya. Tinggal satu semester lagi dia akan lulus kuliah, tapi bagaimana dengan masa depannya? Dengan ada bayi ini, bagaimana dirinya? Kelak, semua orang akan tau kalau dia sedang hamil. Tercetus ide gila di pikirannya, apakah dia harus menggugurkannya?


"Tapi Star..."


"Gue nggak bisa nemuin dia dalam kondisi kayak gini. Gue mau pulang," kata Starla yang tiba-tiba saja berdiri dari tempat duduknya.


"Star, Lo nggak apa-apa? Wajah Lo pucat," Gina menahan tangan Starla yang akan melangkah pergi dari sana.


"Gue cuma agak pusing aja, but its okay. Gue bakal istirahat di rum--"


Tiba-tiba saja Starla jatuh pingsan, hingga semua temannya kaget melihat Starla seperti itu. Starla yang selalu ceria dan semangat, kini terlihat lemah.


Galang menahan tubuh Starla yang hampir jatuh ke lantai. Dia menepuk-nepuk pipi Starla dengan cemas.

__ADS_1


"Astaga! Starla!" pekik Riko dan Gina terkejut melihat Starla jatuh pingsan.


"Star! Bangun Star, Lo kenapa?" tanya Galang lirih, seraya menepuk-nepuk pelan pipi Starla.


'Ini perasaan gue aja, atau si Galang emang ada sesuatu sama Starla?' melihat raut wajah Galang dan sorot mata pria itu kepada Starla, membuat Riko menangkap sesuatu disana.


Starla dibaringkan diatas sofa, disana Gina mengusap-usap tangan dan kaki Starla dengan minyak angin. Tak lupa minyak anginnya dia oleskan juga ke hidung Starla.


"Star, Lo kenapa sih? Nggak biasanya Lo pingsan kayak gini." Gina memijat-mijat kening Starla, berharap sahabatnya bisa cepat siuman.


"Starla pingsan pasti karena stress mikirin masalahnya dia. Dia baru putus sama kak Bisma, terus masalah tugas kampus, PPL, belum lagi tekanan batin. Pasti dia stress." gumam Riko sambil mend*sah berat.


Disisi lain, Galang bergeming tapi tatapannya sendu dan begitu cemas pada Starla. Bahkan dia juga membantu memijat kaki Starla. Riko semakin yakin, Galang ada rasa pada Starla. Bukan sekedar sahabat.


Setelah Starla siuman, ia disuruh oleh mama Gina untuk menginap disana. Starla setuju dengan tawaran mama Gina. Starla juga butuh seseorang untuknya bercerita saat ini.


Hingga tak terasa hari pun sudah pagi. Starla pulang lebih pagi ke rumahnya untuk mengambil pakaiannya, lalu pergi ke sekolah tempat mereka akan magang untuk tugas akhir skripsi juga. Starla diantar oleh Gina ke rumahnya, disana mereka bertemu dengan Adrian yang baru saja selesai berenang.


Tanpa Adrian sadari, Starla dan sahabat baiknya itu melihat ke arahnya yang masih bertelanjang dada dan tubuh dalam keadaan basah.


"Shitt! Star, papa Lo bener benar hot Daddy. Badannya itu lo, gila sumpah! Visualnya gak ada obat,kayak Chris Hemsworth. Apa Lo nggak masalah kalau gue jadi mama Lo?" tanya Gina sambil terkekeh. Dia benar-benar mengagumi tubuh sixpack Adrian dan juga wajahnya yang masih terlihat seperti pria berusia 25 tahunan.


"Jangan ngomong sembarangan! Emang Lo mau sama aki-aki hah?" gerutu Starla dengan bibir mencebik.


"Eh... Star? Kamu sudah pulang? Kamu sama Gina?" Adrian panik saat ia menyadari disana ada Gina juga. Buru-buru Adrian memakai bathrobe yang ada di kursi pinggir kolam renang.


"Iya Pa, aku mau ambil baju sama jasku. Terus ke sekolah deh!" seru Starla.


"Iya udah deh sayang. Kamu sama Gina udah sarapan belum?" tanya Adrian seraya menepuk pelan kepala putrinya dengan lembut.


"Udah di rumah Gina, Pa."


"Belum om, aku mau sarapan sama om." ucap Gina sambil tersenyum manja pada Adrian.


"Penyakit hot Daddy lo kumat lagi deh! Ya elah," kekeh Starla pada sahabatnya itu. Sedangkan Adrian hanya tersenyum mendengar ucapan temannya.


"Om, om...mau gak jadi sugar Daddy aku?" tanya Gina dengan mata berbinar-binar.


"Gue nggak mau punya ibu tiri kayak Lo! Astaga! Ayuk ah buruan, kita harus ke sekolah!" ujar Starla seraya menarik tangan Gina. "Pah, jangan dengerin Gina. Dia lagi sakit pa!"


"Hehe om," kekeh Gina sambil melambaikan tangannya pada Adrian. Pria yang masih tampak gagah dan tampan itu, hanya tersenyum.


"Hati-hati dijalan ya sayang!" seru Adrian pada Starla putrinya.

__ADS_1


"Iya sayang, eh maksud ku om!" celetuk Gina yang membuat Adrian tertawa. Dan Starla jadi cemberut mendengarnya.


"Iya, Gina juga hati-hati ya nak."


Gina langsung melotot saat melihat senyuman Adrian yang memabukkan dan juga kata-katanya yang lembut. "Ah gila! Gue meleleh jir, Starla...tolong jantung gue...ah hati gue!"


"Lebay Lo! Ayo buruan!" ujar Starla pada sahabatnya. Diam-diam dia tersenyum dengan kelakuan bestienya ini.


****


Sesampainya di sekolah dengan menggunakan kendaraan umum, Starla dan Gina langsung pergi ke ruang guru untuk bertemu Bu Berlin dan meminta jadwal pasti. Itu karena kemarin Bu Berlin memberitahukan pada Starla dan Gina, bahwa semester 1 pelajaran ini jadwalnya belum pasti.


"Maaf ya, saya suruh kalian hari ini. Padahal saya sudah bilang hari Kamis."


"Nggak apa-apa kok, Bu. Kebetulan kami free nggak ada kerjaan lagi selain kerjaan kampus." kata Starla merasa tidak masalah.


Setelah berbincang dengan Bu Berlin, Starla dan Gina pergi ke ruang kelas XII IPA 2. Beruntung saat itu sedang jam istirahat. Mereka hendak menemui Elisa, tapi sayangnya Elisa tidak ada disana.


"Katanya si Elisa di lapangan basket, yuk kita kesana!" ajak Gina pada Starla.


Gina dan Starla pun pergi ke lapangan basket, karena mereka memperoleh informasi dari teman-teman Elisa. Bahwa Elisa ada disana bersama anak-anak kelas XII IPS 1.


"Elisa!"panggil Gina pada seorang gadis cantik yang duduk di atas bangku kayu panjang.


"Ya? Kak Gina ya?" tanya Elisa ramah. Elisa mengenali Gina sebagai guru magangnya.


"El, maaf...kita mau ngomong sebentar sama kamu. Bisa?" tanya Gina sopan. Setelah dipersilahkan oleh Elisa, Gina dan Starla pun duduk didekat Elisa.


Starla langsung mengeluarkan jam tangan milik Saka yang ditemukannya. Dia tidak sabar dan langsung menanyakan tentang jam tangan itu. Sebenarnya lebih penasaran dengan siapa pemiliknya.


"Ini kan punya Saka. Kenapa bisa ada sama kakak?" tanya Elisa sambil memegang jam tangan itu.


"Saka?"


"Ya, aku kasih jam tangan ini sebagai hadiah ulang tahun Saka yang ke 17 waktu itu. Kenapa bisa ada sama kakak?" Elisa bertanya lagi dengan bingung.


Tak lama kemudian, Saka menghampiri Elisa dan wajahnya terlihat panik saat melihat kehadiran Starla disana. Sontak saja mereka pun saling melihat.


"Ka, ini jam tangan kamu! Kak Starla yang nemuin. Emang jam tangan ini sebelumnya hilang ya?" tanya Elisa kepada kekasihnya itu. Saka bergeming, wajahnya menyiratkan kepanikan saat ini. Jangan bilang, Starla mencarinya untuk memintanya agar bertanggungjawab.


Saat melihat mata Saka dari dekat, Starla menyadari sesuatu. 'Aku dihamili berondong?'


...****...

__ADS_1


__ADS_2