Dihamili Berondong

Dihamili Berondong
Bab 44. Netizen maha benar


__ADS_3

Sementara itu di sebuah restoran mewah, pasangan berusia matang sedang makan malam bersama. Si wanita yang sudah berumur tapi masih terlihat muda dan masih cantik, dan pasangannya pria bertubuh tegap dengan wajah tampan sedang duduk didepannya.


Keduanya melihat dengan penuh kasih. Setelah beberapa kali mereka bertemu, mereka merasakan kecocokan dan memulai sebuah hubungan.


"Aku tidak tahu kamu nggak suka sama toge Mas. Padahal toge bagus loh buat kesehatan dan kesuburan!" celetuk Sofia yang baru tau kalau Adrian tidak suka dengan toge.


"Aku punya trauma Sofia, entah kenapa melihat toge aku merasa sangat jijik. Kamu sendiri, ternyata kamu tidak suka stoberi?" tanya Adrian dengan tatapan penuh kasih pada Sofia. Wanita yang usianya 2 tahun lebih tua darinya itu, sudah berhasil meluluhkan hatinya. Saat ini Adrian belum tahu bahwa Sofia adalah pengusaha terkenal. Yang ia tau, Sofia adalah pemilik butik kecil-kecilan.


"Hem...aku alergi stroberi Mas," ucap Sofia menjawabnya sambil menyuapkan makanan ke mulutnya.


"Alergi stroberi? Kok sama kayak seseorang ya, dia juga alergi stroberi." Adrian tiba-tiba teringat dengan Bisma yang juga alergi stroberi.


"Siapa emangnya Mas?" tanya Sofia penasaran, siapa orang yang memiliki kesamaan dengannya.


"Bukan siapa-siapa kok, cuma seorang kenalan aja." jawab Adrian yang tidak mau membahas Bisma lebih lanjut, pikirnya Sofia tidak akan mengenal Bisma.


"Oh ya Mas, aku udah cerita tentang kamu sama anakku."


"Terus gimana?" tanya Adrian antusias.


"Anakku fine fine aja, dia malah senang karena ada yang bakal jagain aku. Terus kamu gimana? Kamu udah bilang belum sama anak kamu, tentang kita?" Sofia bertanya balik tentang Starla.


"Rencananya malam ini, aku akan bicara sama dia. Aku juga tidak mau menunda ini lebih lama lagi, aku serius dengan hubungan kita Sofia." lirih Adrian sambil tersenyum. Selama menduda, Adrian belum pernah seserius ini pada seorang wanita. Hanya Sofia, wanita yang berlayar dari Singapore ke Jakarta itulah yang membuat Adrian jatuh hati.


Hubungan mereka berdua saat ini adalah hubungan yang serius dan bukan waktunya untuk main-main.


"Aku percaya sama Mas. Oh ya, Mas. Aku boleh tau kan tentang anak kamu?" tanya Sofia lembut.


"Tentu saja," kata Adrian mempersilahkan. Ia pun membuka ponselnya dan menunjukkan foto Starla di sana. Bahkan wallpaper ponselnya saja adalah foto Starla. Hal itu menunjukkan betapa Adrian sangat menyayangi putri semata wayangnya ini.


Mereka pun bercerita tentang kehidupan masing-masing. Dan mereka berencana untuk mengadakan pertemuan keluarga secepatnya. Mungkin setelah Adrian pulang berlayar dari Australia nanti.

__ADS_1


"Sebenarnya aku ingin ikut berlayar denganmu kapt, tapi aku sibuk disini." ucap Sofia.


"Setelah kita menikah nanti, mari kita berlayar kemanapun kamu mau...itupun bila kamu tidak lelah!" kata Adrian lembut.


"Baiklah, tapi pastinya banyak wanita-wanita muda diluar sana yang menggodamu."


"Kamu tidak usah khawatir! Walaupun banyak yang menggodaku, hanya kamu yang berhasil memikat hatiku." lirih Adrian lembut sembari tersenyum pada Sofia, hati Sofia dibuat berdebar-debar oleh Adrian.


"Awas ya kalau Mas sampai kegenitan sama wanita diluar sana!" peringat Sofia sambil mencubit pipi Adrian dengan gemas. Adrian balas mencubit hidungnya.


"Kamu juga, awas kalau kamu sampe genit sama cowok lain!" ujar Adrian pada kekasihnya atau bisa disebut sebagai calon istrinya ini.


****


Setelah kejadian ciuman Starla dan Saka, Bisma sangat syok bahkan sampai menangis. Hatinya yang lembut itu terasa begitu pilu dan sakit. Dia tidak langsung pulang ke rumahnya, namun pergi ke rumah temannya. Ia meninggalkan semua pekerjaannya hari itu, dengan alasan tak enak badan.


"Bis, sampe kapan Lo bakal terus nangisin si Starla? Dia udah jahat sama Lo, Lo masih aja kayak gini. Lagian cewek masih banyak Bis, tuh si Vita juga cakep kan? Dia naksir sama Lo!" celetuk Yoga, teman dekat Bisma. Dia juga tau hubungan Starla dan Bisma selama ini.


"Lo serius? Masa sih? Si Vita kelihatan baik dan manis gitu. Mungkin aja si Starla yang ngiri kali sama si Vita." celetuk Yoga yang kesannya membela Vita dibandingkan Starla.


"Kenapa sih Lo, Ga? Dari dulu Lo kayak nggak suka sama Starla dan jodoh jodohin gue sama Vita?" tanya Bisma seraya melayangkan tatapan tajamnya pada Yoga. Ia heran, dari dulu temannya ini selalu menyudutkan Starla.


"Ya, gue ngerasa kalau Lo lebih cocok sama Vita. Kalian sepadan, sedangkan Starla dia cuma anak seorang nahkoda kapal dan bukan kalangan orang kaya." jelas Yoga pada temannya itu. Sebenarnya sudah lama Yoga memendam ini sejak Bisma masih berhubungan dengan Starla, tapi sekarang mereka sudah putus dan Yoga merasa bebas mengatakannya.


"Gue nggak nyangka, Lo berpikir seperti ini tentang Starla. Jadi selama ini Lo nggak benar-benar dukung gue sama Starla?" desah Bisma kecewa.


"Bis...gue..."


"Gue balik Ga, makasih karena Lo udah ngizinin gue disini seharian!" seru Bisma sambil beranjak dari tempat duduknya, lalu ia pun pergi meninggalkan rumah Yoga. Bisma kecewa, ternyata sahabatnya melihat status sosial seseorang dan selama ini tidak menyukai Starla.


****

__ADS_1


Malam itu Starla dan Saka duet memasak makan malam di dapur, namun hanya untuk mereka berdua saja. Sebab Adrian berpesan, bahwa ia makan malam diluar.


Sekarang pasutri itu sedang suap-suapan sambil malu-malu cat. Saka juga banyak berinteraksi dengan little starnya.


"Star, kapan kita ke rumah sakit buat periksa lagi?" tanya Saka seraya melihat perut datar istrinya.


"Bulan depan, pemeriksaan kan sebulan sekali," jawab Starla sambil memegang perutnya. "Eh, aku ke belakang dulu ya. Kamu habisin ayam gorengnya!" pesan Starla pada suaminya. Lantas ia pun pergi ke kamar mandi untuk menuntaskan urusannya.


Saat Saka sedang asyik makan, tiba-tiba saja ponselnya berdering dari nomor tak dikenal. Ia pun mengangkatnya.


"Halo, ini siapa ya?"


📞 "Ini gue Gina. Bocil, Lo lagi sama Starla ngga?"


"Starla lagi ke kamar mandi, ada apa?" tanya Saka pada Gina.


📞 "Jangan sampai Starla lihat medsos, kalau Lo nggak mau Starla stres!"


"Hah? Apa? Memangnya kenapa?" tanya Saka heran dengan maksud ucapan Gina.


📞"Pokonya jangan biarin Starla main ponsel dulu, Lo harus bisa cegah dia. Netizen maha benar, jarinya gak bisa dijaga, pokoknya jangan sampe Starla main ponsel!"


"Oke...kak."


Saka menurut saja, apapun yang dilakukan Gina pasti demi kebaikan Starla juga. Ya, walaupun Saka tidak paham apa maksudnya. Setelah telpon terputus, Saka memeriksa ponselnya dan melihat medsos Starla. Dan alangkah terkejutnya ia saat melihat akun fake men-tag Starla dan GINA dalam sebuah video. Video itu adalah video dimana Starla dan Gina mengobrol tentang bayi Starla.


Mereka menghujat Starla dan juga kampusnya yang sudah membolehkan Starla yang hamil diluar nikah tanpa seorang suami sekolah di sana dan menjadi guru magang.


"Siapa yang udah ngelakuin ini? Sialan!" geram Saka saat melihatnya. Dia tidak mau Starla sampai melihatnya juga.


****

__ADS_1


__ADS_2