
...🍀🍀🍀...
Axelo mendelik sinis manakala ia melihat anak perempuan yang membawa boneka Barbie meminta es krim padanya. Bibir Aluna memanyun saat mendapatkan reaksi datar dan tatapan sinis dari Axelo. Anak laki-laki itu cuek saja memakan es krimnya sendiri. Apalagi itu eskrim kesukaan Aluna, rasa stroberi dan vanila, ada saus coklat juga diatasnya. Mantap!
Aluna menjilat bibirnya beberapa kali, matanya terus tertuju pada eskrim yang dimakan Axelo.
"Aku mau ecim, nanti ecimnya diganti sama daddy-ku." kata Aluna yang lalu menarik kursi disamping Axelo dan duduk disampingnya. Walaupun mejanya cukup tinggi untuk tubuh mungilnya, gadis kecil itu berdiri diatas kursi dan mengambil mangkuk eskrim milik Axelo.
"Kamu apa-apaan sih? Dasar pengemis, kembalikan eskrim ku!" ujar Axelo dengan tatapan marah pada Aluna.
"Luna mau sekarang, nanti Daddy yang beliin buat kakak tampan ya? Daddy bica beliin sama toko-tokonya juga. Daddy Luna olang kaya." kata Aluna menjelaskan bahwa ayahnya adalah orang kaya dan bisa membeli toko es krimnya untuk Axelo kalau anak laki-laki itu mau.
"Nggak bisa! Ini punyaku dasar pengemis!" sentak Axelo marah.
'Kakak ini cangat menyelamkan, Luna halus pelgi cama Daddy' batin Aluna.
"Luna bukan pengemis Kakak." bantah Aluna sambil turun dari kursi itu lalu berlari membawa es krimnya karena ia takut melihat Axelo yang marah.
"Hey! Kamu mau kemana? Kesini kamu anak pendek!" seru Axelo yang lalu berlari mengejar Aluna. Axelo bersumpah tidak akan membiarkan Aluna bila gadis kecil itu tertangkap olehnya.
Sedangkan Aluna masih berlari sambil makan eskrim dan memegang boneka barbienya. Hingga beberapa saat kemudian, tanpa sengaja Aluna menubruk seorang wanita dan membuat dress wanita itu kotor oleh eskrimnya.
__ADS_1
"Yah, ecim Luna tumpah." anak perempuan itu murung saat melihat eskrimnya tumpah.
"Aduh...kamu ini apa-apaan sih? Lihat nih, baju saya jadi kotor karena kamu!" seru wanita remaja itu kepada Aluna.
"Maapin Luna, Luna ndak sengaja tante." Aluna meminta maaf kepada wanita yang dia tubruk itu.
"Nakal banget ya kamu, aku kan mau kencan sama pacarku. Gara-gara kamu, bajuku jadi kotor! Dan kamu panggil aku Tante!" seru wanita itu kesal, lalu dia pun mencubit pipi Aluna dan menariknya ke atas.
"Cakit...Luna sakit Tante, lepasin! Luna kan udah minta maap cama tante." pinta Aluna yang meringis kesakitan.
"Lepaskan dia! Berani sekali kamu berbuat kasar pada anak kecil!" ujar seorang wanita yang datang bersama dengan Axelo. Ya, dia adalah Starla.
Starla menepis tangan gadis remaja itu dengan kasar. Disisi lain, Aluna sudah mau menangis dan pipinya merah karena dicubit oleh gadis itu.
"Anak zaman sekarang emang kurang ajar ya! Saya laporkan kamu ke polisi kalau kamu tidak minta maaf pada anak ini." ancam Starla kesal.
"Dih! Dia tuh yang salah, dia yang nabrak saya sampai buat baju saya kotor." ketus gadis remaja itu.
Lantas, Starla pun mengeluarkan beberapa lembar uang dari tasnya dan ia lemparkan pada gadis itu.
"Sepertinya itu cukup untuk biaya laundry! Cepat minta maaf sama dia, atau saya laporkan kamu atas tindakan kekerasan!" seru Starla tegas. Gadis remaja itu mendengus marah, tapi dia tidak ingin masalah malah bertambah panjang. Akhirnya dia meminta maaf pada Aluna yang sudah dia cubit pipinya.
__ADS_1
"Kakak minta maaf ya udah marah sama nyubit kamu."
"Aku maapin, tapi kakak ndak boleh jadi nenek sihil lagi, nanti kakak dikutuk!" peringat gadis kecil itu dengan wajah polosnya. Starla tersenyum melihat keimutan gadis kecil ini. Namun Starla merasa wajahnya tak asing.
Setelah itu si gadis remaja pun pergi. Barulah Starla dan Axelo mendekati Aluna yang sepertinya terlihat sendirian. Axelo tetap mendelik sinis pada Aluna, dia masih dendam eskrimnya direbut.
"Dasar! Rasain, kamu kena karma karena ngambil eskrim aku." ketus Axelo.
"Axel, kamu nggak boleh bicara begitu ah." tegur Starla lembut. Lalu ia menatap Aluna yang terlihat sedang menatapnya juga. Starla duduk berjongkok didepan anak perempuan itu.
"Hai anak imut, apa pipimu masih sakit nak?" tanya Starla lembut seraya mengelus pipi Aluna. Namun tangan Starla merasakan basah dari kedua bola mata Aluna. "Hey, kenapa kamu nangis sayang? Kamu tidak apa-apa?" tanyanya lagi cemas melihat Aluna menangis.
"Mommy...ini mommy Luna..." lirih Aluna yang lalu mengusap wajah Starla dengan lembut. "Ini mommy Luna....hiks... akhirnya Luna beltemu dengan mommy." gadis kecil itu memeluk Starla dengan erat, seakan tak mau melepaskannya.
Axelo terlihat kesal karena Aluna memeluk ibunya. Dan mengatakan mommy pada ibunya.
"Starla."
Deg!
Suara pria itu membuat perhatian Starla, Axelo dan Aluna tertuju pada si pemilik suara disebelah kanan. Jantungnya berdebar, mata Starla melebar kala melihat sosok pria bertubuh tegap dan si pemilik wajah tampan itu. Sosok yang pernah menyakiti dirinya dengan sangat dalam, tapi juga sosok yang masih bersemayam didalam hatinya.
__ADS_1
****