
...🍁🍁🍁...
Alangkah kagetnya Bisma kala ia mendengar jawaban dari Starla, bahwa wanita itu sudah menikah. Seperti apa yang dikatakan oleh Vita. Jujur, Bisma merasa dikhianati. Baru sebulan lalu mereka putus dan Starla sudah menikah.
Meskipun sudah 1 bulan, Bisma tidak menghubungi Starla karena rasa sakit hatinya. Namun, Bisma rupanya masih peduli dengan Starla. Cintanya tak mudah pudar begitu saja.
"Kamu nikah sama siapa? Enggak, jawab dulu pertanyaan yang ini. Kenapa kamu nikah cepat? Apa terjadi sesuatu?" tanya Bisma yang masih berusaha mempertahankan ketenangannya. Walau saat ini dia ingin mengamuk, mengetahui wanita yang masih dicintanya menikah dengan orang lain.
"Kak Bisma nggak perlu tau. Lagian kita udah nggak ada hubungan apa-apa lagi! Kakak juga udah sama Vita kan? Ya udah selamat buat kalian berdua," ucap Starla sembari tersenyum getir dan melihat Bisma dengan tatapan menyiratkan luka.
Sungguh Tuhan, rasanya sakit sekali mengucapkan ini.
"Aku udah jelasin sama kamu, kalau aku nolak Vita!" ujar Bisma sambil memegang satu tangan Starla.
"Terus apa hubungannya sama aku? Kakak nggak perlu jelasin apapun karena aku juga nggak peduli." sangkal Starla ketus.
"Oke, kita jangan bahas Vita. Kita bahas dulu kamu, dengan siapa kamu menikah Star? Kenapa aku nggak tau tentang hal ini?" alih-alih berdebat dengan Starla, Bisma lebih memilih untuk mengetahui siapa suami Starla dan kenapa wanita itu menikah cepat?
Starla bergeming, hening, tak menjawab apapun.Lidahnya kelu, bagaimana dia akan menjelaskan semua ini? Pada pria yang pernah singgah lama di hatinya dan mungkin sampai saat ini masih ada rasa yang tersisa.
"Star, jawablah! Atau... apa jangan-jangan kamu..." tatapan Bisma tertuju pada perut Starla dan Starla juga sudah menebak pikiran Bisma kemana.
Dengan cepat Starla menepis tangan Bisma. Rasanya ia tak perlu menjelaskan apapun pada Bisma. Karena ia ingat benar saat Bisma mengatakan padanya,bahwa ia adalah wanita murahan dan bahkan Bisma tidak mau mendengarkan penjelasannya.
"Bukan urusan kakak! Lebih baik kita saling menjauh kak!" sentak Starla, lalu ia pun melangkah pergi dari sana.
Tiba-tiba saja langkah Starla terhenti saat ia merasakan sesak di dadanya. Sesak itu sudah ditahannya dari tadi. "Star, kamu kenapa?"
Brugh!
"Starla!" teriak Bisma yang panik melihat Starla jatuh tidak sadarkan diri. Dengan cepat Starla memegang tubuh wanita itu, sebelum ia menyentuh tanah.
"Starla bangun hei, Star!" Bisma menepuk-nepuk pipi Starla dengan cemas. Kemudian dia pun membawa Starla masuk untuk dibawa ke rumah sakit.
Didalam mobil, tak hentinya Bisma melihat Starla yang masih belum membuka matanya. Rasa cemas mendera hati dan pikirannya. Selama ini ia tau Starla adalah wanita yang memiliki fisik kuat, tapi kenapa dia tiba-tiba pingsan?
****
__ADS_1
Didepan cafe, Saka dan Elisa masih bertengkar karena masalah barusan di cafe. Dimana Elisa menciumnya. Elisa terus mengejar Saka, bahkan memaksa naik ke ata motornya.
"Elisa turun!" sentak Saka marah. Bukan hanya masalah ciuman saja yang membuat Saka marah, tapi masalah fotonya dan Starla yang tersebar di forum sekolah. Saka baru tau hal ini dari Fero dan Malvin. Bahwasanya, Elisa yang sudah meminta kedua temannya me-repost foto itu ke media sosial juga dan netizen yang maha benar itu menghujat Starla.
Bukan apa-apa, Saka takut Starla yang saat ini sedang hamil menjadi stress. Apalagi dokter keluarga Delano yang memeriksa kandungan Starla, sebelumnya mengatakan bahwa Starla tidak boleh stress, tertekan, kecapean. Trimester pertama sangat rawan keguguran. Saka tak mau membuat Starla kembali bad mood dengan hal ini.
"Turun dari motorku Elisa! Aku nggak akan ngomong dua kali. Kamu tau kan, aku paling benci itu?" sorot mata Saka terlihat tajam pada Elisa.
"Kak, maafin aku...sungguh, aku nggak nyuruh mereka buat repost foto itu. Tapi, kamu kenapa sih marah banget sama aku? Kenapa kamu kok kayaknya peduli baru sama gurung magang lontee itu?" mulut Elisa sungguh tak bisa di rem kali ini karena dia merasa emosi dan cemburu.
Mata Saka melebar, kala Elisa menghina Starla dengan sebutan lontee. Sungguh, Saka tak menyangka bahwa wanita yang ia kenal sebagai malaikat dengan pribadi lemah lembut itu bisa menghina orang lain. Apalagi menghina sesama wanita.
"Kamu bilang apa barusan Elisa?"
"Sa-saka...aku..." sadar ucapannya salah, Elisa langsung tergagap didepan cowok itu.
"Aku nggak nyangka loh, kamu bisa ngomong kayak gini. Kamu nggak bisa jaga mulut, apa ini memang sifat asli kamu?" tanya Saka dan membuat Elisa menohok karenanya.
"Turun!" sentak Saka yang membuat tubuh Elisa gemetar dan akhirnya dia turun dari motor Saka. Sungguh, Elisa tidak pernah tau bahwa Saka akan marah padanya sampai seperti ini. Elisa tidak pernah melihat Saka semarah ini padanya. Bahkan Saka memutuskan hubungan mereka.
"Hapus postingan itu dan klarifikasi tentang kak Starla. Dia nggak salah apa-apa El, dia cuma orang luar. Aku cuma nolongin dia yang jatuh tadi. Dan kalau postingan itu masih ada sampe besok, aku nggak akan tinggal diem!" seru Saka mengancam Elisa. Sebenarnya, ini pertama kalinya Saka marah pada Elisa. Dia hanya ingin menjadi pria yang tegas dan berkomitmen dengan ikatan. Saat ini dirinya adalah suami Starla dan dia harus menghargai hubungan mereka yang masih berstatus suami istri.
Saka meninggalkan Elisa yang menangis seorang diri di sana. Padahal tadinya ia berniat mengantarkan Elisa ke rumahnya, akan tetapi mood nya sudah hancur dengan beberapa masalah.
"Sialan! Starla jalaangg!!" teriak Elisa marah, sambil mengacak-acak rambutnya sendiri. Dia bersumpah akan menghancurkan Starla yang sudah membuat Saka berubah. Elisa yakin, Saka berubah karena berselingkuh dengan Starla.
"Awas aja Lo Starla! Gue bakal ngancurin Lo," geram Elisa marah. Lalu ia pun pergi dari sana dengan naik taksi, air matanya masih terus mengalir dan dia masih marah.
****
Sesampainya di rumah sakit, Bisma langsung membawa Starla ke ruang UGD. Di sana Starla dibaringkan diatas ranjang dan langsung diperiksa oleh dokter. Dokter itu mengatakan hal yang membuat Bisma terkejut, fakta bahwa Starla sedang hamil dan dia jatuh pingsan karena syok, juga kelelahan.
Kini semuanya masuk akal, kenapa Starla tiba-tiba menikah. Pasti karena dia hamil oleh pria malam itu. Tapi Bisma, tidak tahu siapa pria yang menikahi Starla.
"Kak Bisma?" tanya Starla lirih begitu melihat keberadaan Bisma di sana.
"Star, aku udah tau semuanya. Sekarang kamu bilang sama aku, ceritakan semuanya. Apa yang terjadi malam itu? Siapa pria itu Star?" tanpa mau berbasa-basi, Bisma langsung menanyakannya.
__ADS_1
"Kak, udahlah. Nggak usah dibahas, lagian waktu itu kakak juga nggak mau dengerin aku kan?" Starla masih sakit hati dengan kejadian malam itu dan malas membahasnya. Bisma langsung memutuskan pertunangan dan hubungan mereka, bahkan tanpa memberikan Starla kesempatan untuk menjelaskan.
"Star..."
Starla merasa lemas, dia bahkan kesulitan untuk berdiri saat ini. Jika dia meminta bantuan ibu mertuanya, atau orang-orang di rumah Saka. Yang ada mereka akan cemas, akhirnya Starla menelpon Gina yang dirasa bisa dipercaya. Bahaya kan kalau Bisma sampai melihat Saka disini, bisa-bisa Saka yang masih sekolah akan terkena imbasnya. Kalau tau ia dan Saka sudah menikah.
Tak lama setelah menghubungi Gina, Galang dan Gina menjemput Starla di rumah sakit. Jelas, Starla menolak bantuan dari Bisma. Padahal Bisma ingin menolong dan ingin tau rumah suami Starla.
"Aku tau apa yang ada dipikiran kakak.Jangan pernah kakak ngikutin aku...tunggu waktunya tiba, kakak akan tau siapa suamiku." ucap Starla tegas. Bisma pun terdiam di sana setelah mendengar ucapannya.
****
Galang dan Gina mengantar Starla ke rumah ibu mertuanya. Disepanjang perjalanan, Starla terlihat menangis dalam diam. Galang dan Gina mengira Starla menangis karena Bisma saja, padahal Saka juga penyebabnya. Mereka tak tahu insiden Saka berciuman dengan Elisa di cafe.
Sesampainya di depan rumah keluarga Delano, Galang langsung keluar dari mobil dan menggendong Starla yang ternyata ketiduran.
Saka yang baru saja memarkirkan motornya, lantas menghampiri Galang, Gina dan juga Starla yang ada di gendongan Galang. Saka tampak cemas melihat istrinya seperti orang pingsan.
"Istri gue kenapa kak?" tanya Saka pada Galang dan Gina.
"Tadi dia pingsan, tapi sekarang dia lagi tidur." jawab Gina.
"Biar gue yang gendong, ISTRI GUE," ujar Saka menekankan kata istri pada Galang. Cowok remaja itu pun menggendong Starla.
"Makasih udah nolong istri gue, kalian boleh pulang!" usir Saka sinis pada Galang dan Gina. Sontak saja Galang dan Gina tersinggung dengan sikap Saka. Beruntung Anggun datang dan menyambut kedua teman Starla dengan ramah, bahkan meminta mereka untuk mampir.
"Nggak usah tante, kita kesini buat nganter Starla aja kok," jawab Gina menolak.
"Tolong jagain Starla ya Tante, tadi kata dokternya...Starla syok dan kelelahan." kata Galang.
"Iya pasti. Makasih ya kalian udah nolongin Starla." Anggun tersenyum ramah. Setelah kepergian kedua teman Starla, Anggun pergi ke kamar Saka dan Starla yang sudah pindah ke lantai bawah. Di sana Starla terbaring diatas ranjang, sepertinya wanita itu tidur pulas.
"Lo kenapa sih?" bisik Saka pelan, seraya menyingkirkan anak rambut yang menghalangi wajah cantik Starla.
"Saka, Mama mau bicara. Ikut Mama keluar!" ujar Anggun dengan raut wajah dinginnya. Entah mengapa Anggun seperti ini.
...***...
__ADS_1