
...🍀🍀🍀...
Aldo tercengang saat Ghea mengucapkan perpisahan padanya. Selama ini Ghea selalu berusaha untuk tidak mengucapkan itu, seburuk apapun hubungan diantara mereka berdua. Aldo menggeleng-gelengkan kepalanya dan tidak percaya, kalau Ghea akan berani mengatakan semua ini padanya.
Bukan tanpa alasan kuat, Ghea memutuskan untuk berpisah dari pria yang sudah menjadi suaminya selama kurang lebih 7 tahun itu. Berat sekali rasanya berpisah dari orang yang kita cintai, apalagi Aldo adalah cinta pertamanya. Ini tidak mudah, tapi dengan bertahan juga tidak bisa dibenarkan. Hubungan ini sudah toxic dan tidak bisa dipertahankan lagi. Bertahan pun malah akan semakin sakit, terlebih Aldo tidak pernah bisa berubah.
Ghea susah sangat lelah, menjadi istri bucin suami yang sangat bodoh. Diselingkuhi berkali-kali, tetap memaafkan. Namun kejadian yang menimpa mantan adik iparnya itu membuat Ghea berpikir matang untuk mengakhiri hubungannya dengan Aldo. Dia tidak mampu bertahan lagi.
"Sayang, kamu serius sama omongan kamu? Kamu mau pisah dari aku? Apa kamu bercanda sayang?" tanya Aldo dengan ekspresi tidak percaya.
"Apa aku kelihatan bercanda?" Ghea malah bertanya balik dengan sinis, kedua matanya tampak menyiratkan banyak luka dan air mata. Dia sudah sangat-sangat kecewa.
"Ghea! Kamu cinta sama aku, kamu nggak mungkin minta cerai dari aku!" teriak Aldo panik. Dia tidak bisa kehilangan Ghea, bila dia bercerai dari Ghea maka bisa terjadi sesuatu pada perusahaannya nanti. Ayah mertua dan adik iparnya pasti tidak akan diam.
"Cinta? Hahaha." Ghea tertawa getir. "Benar, aku cinta sama kamu Mas. Sangat malah. Saking aku mencintaimu, aku menjadi wanita paling bodoh di muka bumi ini dan bertahan dengan bajing*n seperti kamu!"
"Tapi sekarang enggak lagi. Aku sudah tidak mau berurusan dengan kamu sedikitpun dan aku bersyukur karena kita belum punya anak. Itu salah salah satu alasan kuatku untuk berpisah dari kamu, dan satunya lagi...adalah kamu sudah menyentuh Starla!" sentak Ghea emosi. Bahkan terlihat tangannya gemetar saat menunjuk wajah suaminya dengan murka.
Yogi dan Fero hanya bisa menjadi penonton, mereka akan bertindak bila dibutuhkan. Mereka tidak mengira bahwa wanita lemah lembut seperti Ghea, bisa terlihat menyeramkan saat marah.
"Kamu nggak bisa bercerai dari aku Ghea. Aku nggak akan menceraikan kamu."
"Kenapa nggak bisa? Bukankah selama ini kamu selalu menginginkannya? Dan ya...setelah bercerai dari aku, kamu bebas kok mau main sama jallang kamu yang mana aja. Tapi jangan sentuh orang-orang terdekatku! Camkan itu, Aldo Pramono!" teriak Ghea emosi.
Lantas Ghea pun menginjak senjata milik Aldo yang selama ini meresahkan kaum wanita dan banyak dipakai maksiat.
Bugh!
"Akhh!" pekik Aldo kesakitan, tapi Ghea tidak merasa bersalah sama sekali setelah melakukannya. Dia malah tertawa mengejek suaminya itu.
"Jirr...punya gue jadi ikutan perih." Fero ngilu melihat pemandangan yang tidak cocok untuk pria itu, sontak ia memegang miliknya yang masih utuh berada didalam celananya. Apalagi Aldo tampak kesakitan, pasti sangat sakit, pasti.
Bukan hanya Fero yang ngilu, tapi Yogi juga. Pria itu tidak mengutarakannya dengan kata, tapi dari raut wajahnya mengatakan sakit. Sebagai sesama pria, ia turut berduka dengan senjata itu.
"Hey Mas Yogi, Lo harus jaga itu sampe nikah ya. Jangan jadi cowok ******. Bahaya kalau Lo nemuin cewek macam kak Ghea." bisik Fero memperingati Yogi yang masih jomblo. Meskipun usianya dibawah Starla satu tahun.
Ghea mengambil pisau pemotong buah yang ada diatas keranjang, dan pun mengarahkan pisau itu ke arah suaminya yang masih terduduk kesakitan.
"Pak Yogi, itu si kak Ghea mau ngapain jir!!' Fero bergidik ngeri melihat tingkah Ghea yang seperti mengasah pisau dengan raut wajah yang seperti sikopet.
__ADS_1
Mata Yogi melebar, dia menelan salivanya saat melihat Ghea saat ini. Pikirnya, mungkinkah Ghea akan membunuh Aldo?
"Bu Ghea, harap tenang Bu. Semuanya masih bisa dibicarakan baik-baik." kata Yogi dengan sorot mata bergetar.
"Baik-baik apanya Yogi?!" hardik Ghea yang masih memegang pisau. Sehingga Yogi mundur selangkah ke belakang.
"Ya elah Pak Yogi, masih sempet sempetnya ngelawak di saat kayak gini. Mana bisa hal kayak gini dibicarakan baik-baik, ini mah bukan musyawarah untuk mufakat yang ada musyawarah sampai akhirat hehe."
Dasar si Fero anggota geng gabrut yang paling absurd, dia malah semakin mengompori Ghea untuk melakukan sesuatu hal yang buruk pada Aldo. Sedangkan Yogi, dia memang salah bicara sih barusan.
"Bu Ghea, anda bisa masuk penj--"
"AAH!" teriak Yogi, Aldo dan Fero bersamaan saat Ghea menyerang ke bagian tengah celana Aldo. Beruntungnya Aldo cepat mengakang dan pisau maut itu tidak mengenai miliknya. Nafas Aldo memburu, dia syok dengan perbuatan Ghea.
"Untung kamu refleksnya cepet juga ya kak. Sayang banget." kata Ghea sambil tersenyum.
"Sayang, ka-kamu..." bibir Aldo gemetar.
"Jangan panggil aku sayang, atau aku potong ANU KAMU." ucap Ghea penuh penekanan.
"Si anjir, kak Ghea jadi sikopet. Bener bener nih, sama kayak adeknya kalau marah langsung jadi sikopet." Fero menggeleng-gelengkan kepalanya melihat betapa garangnya Ghea.
Ghea tersenyum menyeringai. "Sangat tidak keberatan. Bilang juga sama Saka, dia bebas melakukan apa saja sama si ****** ini."
Fero, Aldo dan Yogi bergidik ngeri melihat sisi lain Ghea. Mereka tidak menyangka bahwa Ghea menyeramkan.
'Jir, gue kudu hati-hati... jangan-jangan my Angel my love gue yang lemah lembut bak princess Aurora itu punya sisi lain kayak gini juga. Bisa bahaya, mampus gue kalau kayak gini' Seketika Fero langsung negatif thinking pada istrinya.
****
Keesokan harinya, cahaya mentari pagi mulai menembus jendela kamar hotel itu. Perlahan-lahan membuat si cantik yang tengah tertidur diatas ranjang hotel nan empuk itu membuat matanya. Melenguh pelan, dan saat ia berusaha mengembalikan kesadarannya. Kepalanya berdenyut nyeri sekali.
"Kamu udah bangun Star?" sapa Saka begitu melihat sang empunya terbangun. Dia buru-buru duduk disampingnya.
"Lepasin! Lepasin gue kak Aldo, lepas!" teriak Starla sambil memejamkan matanya, dia memukul-mukul Saka. Dengan cepat Saka menahan kedua tangannya itu.
"Star tenang, ini aku... please."
"BRENGSEK! Lo keterlaluan kak Aldo, lepasin gue. Lepasin!" teriak Starla yang masih terbayang sisa-sisa ingatan semalam tentang Aldo yang mencumbunya.
__ADS_1
Cup!
Saka mencium bibir Starla dengan lembut, hingga wanita itu pun terdiam dan membuka matanya. Melihat sosok Saka dengan jelas, kedua mata Starla tampak berkaca-kaca.
"Tenang, ini aku. Kamu aman," ujar Saka lembut, seraya mengusap wajah wanita itu.
"Nggak, aku nggak aman. Kak Aldo udah menodai aku, dia...dia...hiks." Saka menenggelamkan Starla ke dalam pelukannya, berharap bisa menenangkan Starla.
"Kamu nggak apa-apa, dia nggak berhasil ngelakuin itu." ucapnya.
'Sialan kamu Aldo' batin Saka marah, melihat kondisi Starla saat ini. Bahkan tubuh Starla gemetar dalam pelukan Saka.
****
Halo guys, 😍 author mau promosi karya terbit cetak author... barangkali kalian ada yang berminat. Makasih banyak kalau ada dari kalian yang mau membeli berarti membantu author 🙏🙏❤️ Bagi yang mau bisa hubungi author ya ❤️DM Ig pun bisa ke Ig Irmakirana6
Open PO
Judul: Hijrah Cinta Sang Pendosa
Penulis: Irma Kirana
Rp. 71.000
Sinopsis:
"Mas, nggak mau sholat kan? Apa Mas mau disholatkan saja?" tanya Zara yang sontak saja membuat Saka terperangah.
"Apa Lo doain gue mati?" sentak Saka emosi.
"Apa Mas berpikir aku mendoakan begitu? Mana mungkin Mas. Aku hanya memberikan tawaran pada Mas, Mas mau sholat apa disholatkan? Shalatlah sebelum dishalatkan, Mas." tegas Zara.
Selama ini Najma Zara Jawharah, menginginkan sosok suami yang bisa mengayomi dan membimbingnya. Akan tetapi semua itu hanyalah fantasinya saja. Kita tidak dapat memilih akan berjodoh dengan siapa, karena semua sudah kehendak yang kuasa. Zara menikah dengan seorang pria yang bernama Adya Saka Dewangga karena dijodohkan. Zara adalah wanita penurut dan santun, sopan terhadap orang tua. Dia berusaha menerima pernikahan ini dan malah semakin tertantang saat mengetahui bagaimana tabiat suaminya.
Saka, pria itu memiliki kebiasaan dengan alkohol, judi dan main wanita. Berbeda dengan Zara yang sholehah dan bisa dikatakan sebagai sosok wanita agamis. Mereka bagaikan air dan api yang tidak akan pernah bersatu. Tapi, apa jadinya bila Zara adalah air yang bisa memadamkan api di dalam diri Saka dan bisa membuat pria itu berhijrah menjadi lebih baik?
Apakah Zara bisa membuat Saka jatuh cinta padanya dan pada sang maha kuasa?
#HijrahCintaSangPendosa #IrmaKirana #Noveltoon #NovelindoPublishing
__ADS_1