
Tekad Anggun sudah bulat untuk pergi menyusul ke Singapura. Ia harus membawa Starla dan Axelo kembali agar kehidupan disini kembali membaik. Anggun meminta Ghea untuk menelpon Yogi, sekretaris Saka yang juga ikut ke Singapura, dan pasti Yogi tau dimana alamat rumah Starla.
Tentu saja itu tidak semudah yang dibayangkan, pasalnya Yogi sudah diminta tutup mulut oleh Saka agar tidak memberitahukan kepada siapapun soal alamat rumah Starla maupun keberadaannya disini.
"Ma, si Yogi nggak mau kasih tau alamatnya." decak Ghea setelah selesai menelpon Yogi. Wanita itu membujuk Yogi mati-matian tapi hasilnya nihil, Yogi sangat setia pada Saka.
"Ya udah, nanti Mama tanya Papa. Semoga papa kamu mau kasih tahu dimana alamat rumah Starla." kata Anggun sedih, wanita paruh baya itu kembali bersandar di headboard ranjangnya. Ia benar-benar menyesal sudah menyakiti Starla dan ikut memperkeruh suasana rumah tangga Saka dan Starla di masa lalu. Dampaknya terhadap kehidupan sekarang sangatlah besar, dia berjanji pada dirinya sendiri bahwa ia akan meminta maaf pada Starla dan memintanya kembali pada Saka.
"Ya udah Ma."
"Oh ya Ghe, kenapa kamu ada disini? Suami kamu ke luar negeri lagi?" tanya Anggun yang langsung menebak kedatangan Ghea kemari.
"Iya Ma." desahh Ghea terlihat sedih karena ibunya menanyakan suaminya. Sejak Ghea kehilangan bayinya dulu, dia belum mempunyai anak lagi sampai sekarang. Padahal tidak ada masalah dengan kandungannya. Hanya saja, Aldo sudah jarang di rumah apalagi menyentuhnya.
"Ada apa? Kamu kayak banyak pikiran, bicara sama Mama, Ghe." kata Anggun sambil memegang tangan Ghea. Dia melihat kerisauan di wajah putrinya itu.
"Enggak ada apa-apa Ma." ucap Ghea seraya tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
'Aku harus bilang apa tentang Mas Aldo sama Mama. Mama lagi sakit dan aku nggak mau nambah beban pikirannya' kata Ghea dalam hatinya. Sebenarnya dia memiliki masalah dengan Aldo, tapi tidak mau bicara karena takut akan menjadi beban suaminya.
__ADS_1
****
Siang itu, Starla berniat pulang lebih awal ke rumah karena dia hanya membimbing sekretaris baru untuk mengerjakan tugas di hari pertamanya. Sebenarnya Julian tidak mau Starla berhenti bekerja karena itu artinya, ia dan Starla akan jarang bertemu. Apalagi Starla akan kembali ke Indonesia dan hal itu membuatnya akan jauh dari Starla juga Axelo.
"Star, apa kamu yakin dengan keputusan kamu?" tanya Julian seraya menatap wanita yang berjalan disampingnya itu.
"Ya, aku akan balik ke Indonesia. Aku dan Axelo memang seharusnya berada di sana," ucap Starla sambil tersenyum.
"Sayang banget." gumam Julian pelan, pria itu merasa sedih karena Starla akan pergi ke Indonesia.
"Hem...Star, apa aku boleh tanya hal sedikit pribadi sama kamu?" tanya Julian pada Starla dengan hati-hati. Ia penasaran tentang bagaimana awal hubungan Saka dan Starla di masa lalu.
"Kalau kamu nggak mau, nggak usah. Anggap aja aku nggak bertanya apapun! Maaf Star." Julian langsung meminta maaf, takutnya ia disangka kurang ajar.
"Mau tanya apa pak?" tanya Starla yang langsung membuat Julian terkejut, Julian pikir Starla akan menolak menjawabnya.
Julian akhirnya mengutarakan rasa penasaran tentang hubungan Starla dan Saka dulu, bagaimana mereka bisa menikah. Mengingat usia Saka juga masih muda, tapi sudah punya anak kecil
Starla menceritakan secara singkat bahwa ia menikah karena hamil diluar nikah, dia menikah muda dengan Saka. Hanya itu saja dan Starla tidak menjelaskan secara detailnya. Dan ditanya soal kenapa cerai? Starla menjawab simpel, hanya karena tidak ada kecocokan. Ia tidak pernah menjelek-jelekkan mantan suaminya itu, apapun yang terjadi di masa lalu biarlah berlalu.
__ADS_1
Setelah mengantar Starla pulang, Julian langsung kembali ke kantor karena masih ada urusan lain. Namun dia selalu kepikiran cerita Starla, dia menyimpulkan bahwa mereka menikah tanpa cinta dan berawal dari keterpaksaan.
****
Sesampainya di rumah, Starla melihat Aluna berada dipangkuan Saka dalam kondisi pingsan dan wajahnya pucat. Axelo, Gio, Gina dan Adrian kaget melihat Aluna seperti kesakitan lalu jatuh pingsan. Mereka melihat Aluna dengan cemas.
"Apa yang terjadi? Kenapa Luna pingsan?"
"Aluna sayang, bangun nak!" seru Saka seraya menepuk-nepuk pipi Aluna yang terasa dingin. "Astaga!"
"Paman...aku...aku tidak sengaja, aku tidak tahu kalau dia akan seperti itu, maaf..." sementara itu Axelo bergetar ketakutan, dia tampak stok melihat Aluna dipangkuan Saka.
"Ada apa ini sebenarnya? Kenapa Aluna? Saka, apa yang terjadi?" tanya Starla bingung karena Axelo terlihat ketakutan dan Saka yang panik. Gina dan Adrian juga cemas melihat Aluna.
"Kita harus ke rumah sakit sekarang!" ujar Saka seraya menggendong putrinya.
"I-iya, tapi Luna kenapa Saka?"
"Nanti aku jelasin, intinya putri kita sakit." ucap Saka yang tanpa basa-basi langsung membawa Aluna ke dalam mobil. Starla dan Axelo menyusulnya. Anak laki-laki itu terlihat syok dan menangis. Starla juga tidak paham ada apa ini?
__ADS_1
****