
****
Entah apa yang Aldo lakukan selama 2 tahun berselingkuh dengan wanita-wanita lain diluar sana. Dia merasa tidak memiliki cinta lagi untuk Ghea, bahkan jarang menyentuh istrinya yang cantik itu. Aldo merasa tidak puas, apalagi Ghea yang sering sibuk dengan urusannya sendiri. Ketika diajak bercinta, wanita itu kadang menolaknya dengan alasan lelah. Itulah salah satu yang menyebabkan Aldo main main diluar sana dan mencari kepuasan dari wanita lain.
Giliran Ghea ingin memperbaiki semuanya, langkah Aldo sudah terlalu jauh dan mungkin akan sulit baginya untuk kembali. Ghea sendiri sudah tahu semua ini, tapi dia lebih memilih menutupi dan berusaha memperbaiki semuanya. Akan tetapi, Aldo selalu menghindar darinya dan bersikap dingin. Walau begitu, Ghea tetap menutupi semua kelakuan suaminya dari keluarganya karena ia masih ingin bertahan dengan Aldo.
Hari ini Aldo akan kembali ke rumah mertuanya dan menjemput Ghea, setelah 1 Minggu dia tidak pulang ke rumah dengan alasan bisnis. Sebenarnya dia pergi bisnis hanya 3 hari dan sisanya ia habiskan dengan bersenang-senang bersama wanita bayarannya.
Sesampainya di rumah mertuanya, Aldo bersikap seperti pria baik dan penyayang istri. Dia melihat ada anak laki-laki asing bersama dengan Aluna.
"Aluna sayang, ini om bawakan oleh-oleh buat kamu dari Bogor!" cetus Aldo seraya menggendong Aluna dengan sayang. Terlepas dari kelakuan bejatnya, dia sangat menyukai anak-anak terutama Aluna.
Aldo menunjukkan boneka barbie yang besar untuk Aluna, dia berharap Aluna senang dengan oleh-oleh pemberiannya.
"Wah boneka bagus Om, tapi nanti om bawa juga buat Kakak Luna ya." Aluna turun dari gendongan Aldo sambil memegang boneka yang masih berada dalam bungkusnya itu. Dia tersenyum dan melihat ke arah Axelo.
"Kakak? Siapa?" tanya Aldo. Lalu Aluna menunjuk ke arah kakaknya.
"Ini kakak Luna om, codara kembar Luna," ujar Aluna sambil tersenyum memperkenalkan kakaknya.
"Kamu Axelo?" tanya Aldo seraya menatap ke arah Axelo. Dia memperhatikan wajah anak laki-laki itu yang mirip dengan adik iparnya.
"Kamu sudah besar lagi ya? Kamu mirip Daddy-mu." ucap Aldo sambil tersenyum dan mengusap lembut kepala Axelo.
"Iya Om, apa kabar? Nama saya Axelo." sapa Axelo sopan walaupun raut wajahnya masih tetap datar dan tidak berubah.
"Kabar baik nak, nama om, om Aldo." jawab Aldo ramah.
"Kak Aldo mau jemput kak Ghea?" tanya Saka yang baru saja keluar dari kamar Anggun bersama dengan Starla.
"Iya."
"Kayaknya kak Ghea nggak bisa pulang hari ini, Mama lagi sakit dan kak Ghea mau jagain Mama." kata Saka pada kak iparnya.
"Ya udah nggak apa-a..." ucapan Aldo terhenti saat ia melihat sosok Starla yang berdiri tak jauh dari Saka. Wanita yang memakai blazer navy dan celana jeans berwarna hitam itu tampak cantik. Rambutnya diikat satu, menunjukkan leher jenjangnya yang mulus.
'Itu Starla kan? Shitt, dia makin cantik aja dan awet muda. Saka bodoh banget, nggak bisa tahan diri buat selingkuh dan melepaskan wanita secantik Starla' mata Aldo tertuju pada Starla yang saat ini tengah tersenyum padanya.
"Hey, Star...apa kabar?" sapa Aldo ramah kepada janda cantik dengan dua anak itu.
'Kak Aldo nyapa aku?' batin Starla yang kaget karena Aldo menyapa dirinya. Mereka baru bertemu 3 kali dan kurang kenal juga. Tapi Aldo menyapa Starla dengan nyaman.
"Kabar baik kak Aldo. Kakak sendiri gimana?" tanya Starla balik.
"Baik juga." balas Aldo sambil tersenyum.
'Apa Starla disini karena mau balikan lagi sama Saka? Nggak mungkin deh kayaknya'
Setelah itu Ghea keluar dari kamar Anggun, dia melihat suaminya berada didepannya sata ini. Agak terkejut, sebab Aldo datang tanpa mengabarinya lebih dulu.
"Hai sayang." Aldo mendekati Ghea lalu mengecup kening istrinya itu. Seolah menunjukkan bahwa tidak ada masalah diantara mereka berdua.
__ADS_1
"Kamu udah datang kak? Selesai urusan bisnisnya?" tanya Ghea pada suaminya itu seperti biasa.
"Udah sayang."
"Ya udah, kita ke kamar dulu. Kakak pasti belum mandi sama makan kan? Aku siapkan air untuk Kakak," ujar Ghea sambil tersenyum.
'Lagi-lagi kamu bau parfum wanita kak' batin Ghea pahit saat mencium bau parfum dari tubuh suaminya.
"Iya udah ayo, aku juga capek. Btw, Saka, Starla, princess Luna dan Axelo...om ke kamar dulu ya." ucap Aldo berpamitan pada semua orang yang ada di ruang tengah itu.
Lantas, Aldo dan Ghea pun naik ke lantai dua dimana kamar mereka berada. Kamar yang selalu mereka tempati, bila menginap di rumah keluarga Delano.
Setibanya di kamar, Ghea langsung melempar bantal tepat ke wajah Aldo. Wajah Ghea memerah, matanya berkaca-kaca, berbeda dari yang tadi.
"Kamu tuh kenapa sih? Suami pulang langsung dilempar bantal?" keluh Aldo sembari melempar bantal tersebut ke atas ranjang.
"Kamu yang kenapa kak? Kenapa kamu main lagi sama wanita, hah?" sentak Ghea seraya menarik jas hitam yang dipakai suaminya. Dia menatap Aldo dengan sakit hati.
Aldo menepis tangan Ghea. "Jangan asal nuduh kamu! Aku habis perjalanan bisnis!" ujar Aldo dengan tenangnya tanpa dosa.
Ghea mengambil ponselnya dengan kesal, lalu dia pun menunjukkan foto-foto Aldo yang tampan mesra bersama beberapa wanita berbeda, memasuki penginapan, hotel, mobil apartemen.
"Dapat darimana kamu foto-foto ini?" tanya Aldo geram.
"Nggak penting dapat dari mana, yang jelas aku bukan wanita bodoh kak." jawab Ghea dengan menahan tangis sekuat tenaganya.
"Terus kamu mau apa? Cerai?" tanya Aldo dengan santainya.
"Kamu mau cerai sama aku kak?" tanya Ghea terisak.
"Kalau kamu mau cerai, ya udah kita cerai." jawab Aldo sambil melepas jas yang melekat ditubuhnya. Ia terlihat santai, sementara Ghea tampak panik dengan kata cerai ini. Aldo juga tidak banyak bertanya tentang Ghea yang mengetahui perselingkuhannya. Seolah Aldo menang tidak peduli dengan Ghea ataupun hubungan mereka.
"Kak...apa kamu nggak cinta lagi sama aku? Aku udah berusaha untuk memperbaiki diri, dan kamu malah semakin menjadi-jadi?" cecar Ghea kecewa.
"Memperbaiki diri? Bagaimana caranya kamu memperbaiki diri? Sedangkan setiap aku pulang kerja, kamu nggak ada di rumah! Kamu sibuk kerja. Aku jenuh...aku capek, dan jangan salahin aku kalau aku cari kepuasan diluar sana, Ghea." pria itu meluapkan semua emosi yang ada didalam dirinya selama ini. Dimana dia membutuhkan Ghea dan wanita itu tidak bisa memberi apa yang dia mau.
"Kak...aku minta maaf, kalau selama ini aku belum bisa menjadi istri yang baik buat kakak. Aku sadar, aku salah mengabaikan kakak selama ini.... kesalahan terbesarku adalah aku berpikir bahwa kamu akan diam saja dan memaklumi semua kesalahanku. Tapi... ternyata kamu sangat terluka kak, maafin aku." lirih Ghea sambil menangis. Dia pun bergerak memeluk suaminya, berusaha memaklumi Aldo yang berselingkuh berkali-kali karena dia menyalahkan diri sendiri dan terlalu mencintai Aldo.
"Lepas Ghea..."
"Aku mohon, kasih aku kesempatan satu kali lagi. Aku akan berusaha yang terbaik buat kamu, kak."
Tiba-tiba saja Aldo menatap Ghea dengan intens dan memegang tangannya. "Aku akan pikirkan baik-baik setelah kamu melayaniku nanti malam." ucapnya dengan tegas.
"Iya Kak. Nanti malam kita lakukan." kata Ghea dengan senang hati karena sudah lama Aldo tidak menyentuhnya. Beragam rencana liar sudah mulai berkeliaran di kepalanya untuk menyenangkan suaminya nanti malam.
****
Sore itu sampai malam hujan deras, tadinya Starla akan pulang ke rumah lamanya untuk membersihkan rumah dan barang-barang. Akan tetapi, Anggun dan Aluna memintanya tinggal di rumah ini sementara waktu sampai rumah lama Starla selesai dibersihkan. Namun Starla mengatakan bahwa dia akan kembali ke rumah itu nanti malam bersama dengan Axelo. Axelo juga menurut saja pada ibunya, karena ia memahami kondisi kedua orang tuanya yang sudah berpisah. Tapi Aluna tidak, dia masih berpikir ibu dan ayahnya akan bersama-sama terus.
"Mommy, kenapa mommy tidak disini sama Luna, Daddy dan Oma. Kita kan harus cama-cama Mom," rengek Aluna seraya bergelayut manja ditangan Starla.
__ADS_1
Sebenarnya Starla bingung saat mendengar pertanyaan dari Aluna. Bagaimana bisa menjelaskan masalahnya dan Saka pada anak kecil? Tak mungkin dia akan menjelaskan itu, terlebih lagi Aluna punya penyakit jantung.
"Mommy dan kakakmu akan kembali besok pagi, kita akan menghabiskan waktu bersama." ucap Starla sambil tersenyum.
"Tapi aku mau mommy dan kakak disini. Aku mohon, aku mau tidul cama mommy." Aluna menatap Starla dengan mata berkaca-kaca dan penuh harap.
"Star, please...kamu disini ya untuk malam ini? Rumah kamu juga belum diberesin kan? Lagipula di luar lagi hujan," ujar Anggun ramah, dengan nada memohon.
"Iya, malam ini aku akan tinggal disini."
Anggun, Saka dan Aluna tersenyum lebar mendengar keputusan Starla. Aluna langsung memeluk ibunya dan meminta Starla untuk tidur dengannya, Saka dan Axelo.
Awalnya Starla menolak karena harus tidur dengan Saka juga, tapi Aluna yang meminta dan dia sulit menolak.
"Mommy, ayo cini!" seru Aluna seraya menepuk-nepuk ranjang empuknya. Gadis kecil itu sudah siap siaga untuk tidur dengan ibu dan kakaknya. Dia sudah memakai piyama tidur, begitu pula dengan Axelo.
"Mommy mau mandi dulu sayang. Mommy belum ganti baju."
"Kebetulan, Daddy juga belum mandi dan belum ganti baju. Mommy mandi bersama Daddy saja," celetuk Aluna polos. Sontak saja Saka dan Starla terkejut mendengarnya, dasar Aluna...dia tidak tahu apa yang dia ucapkan.
"Ide bagus, kita bisa mandi bersama untuk menghemat waktu. Aku nggak keberatan." kekeh Saka seraya melihat ke arah Starla. Wanita itu melotot pada Saka dan membuat Saka bungkam.
'Starla galak banget sekarang' Saka membatin.
"Mommy akan ke kamar mandi dulu ya," ucap Starla pada kedua anaknya yang sudah rebahan diatas ranjang.
"Pakai kamar mandi yang di kamar tamu paling ujung aja, disini lagi rusak keran airnya. Tadi Winda yang bilang," ucap Saka memberitahu.
"Ya, kalau gitu aku ke kamar sebelah dulu. Kamu jaga anak-anak," ujar Starla yang mendapatkan jawaban anggukan kepala dari Saka. Wanita itu lalu melangkah pergi dari kamar tersebut.
Starla berjalan menuju ke kamar tamu paling ujung yang ada di lantai dua. Tak lupa dia membawa baju ganti dan handuk dari Winda tadi.
Lampu kamar itu mati, namun Starla biarkan saja. Dia mengunci pintu kamar tersebut agar Saka tidak berbuat modus kepadanya. Merasa situasi aman dan badannya yang sudah kegerahan, Starla membuka bajunya di depan kamar mandi. Tanpa Starla sadari ada sepasang mata diatas ranjang yang melihat Starla hanya memakai kain dalamaannya saja.
Starla masuk ke dalam kamar mandi sambil melilitkan handuk di tubuhnya. Beruntung dia tidak terlihat telanjang oleh orang yang ada di kamar itu.
Begitu pintu kamar mandinya tertutup, orang itu beranjak dari ranjang dan mematikan rokok yang tengah dihisapnya barusan ke asbak. Terdengar suara gemericik air dari dalam kamar mandi, rasanya dia ingin bergabung dengan Starla di dalam sana.
"Shitt! Starla sangat cantik, tubuhnya bagus untuk ukuran seseorang yang sudah melahirkan dua orang anak," gumam Aldo sambil tersenyum menyeringai. Dia menatap pintu kamar mandi itu dengan genit.
Diam-diam Aldo keluar dari kamar itu lewat balkon sebelum Starla tahu bahwa dia ada di sana.
****
Aldo tiba di kamarnya, ia melihat istrinya baru keluar dari kamar mandi dan sudah memakai baju dinas untuk melayani suaminya. Bahkan Ghea memakai wewangian dan berdandan agar suaminya tetap meliriknya.
"Kak, kakak dari mana saj--hmphh--"
Aldo langsung menghentikan bibirnya yang bicara dengan menciumnya ,bahkan tangan pria itu mulai melucuti pakaian istrinya dengan mudah. Tubuh Aldo memanas, apalagi saat membayangkan tubuh Starla yang menggoda.
'Ternyata janda lebih menggoda'
__ADS_1
****