Dihamili Berondong

Dihamili Berondong
Bab 26. Dengerin penjelasan


__ADS_3

Setelah menutupi tubuh Starla dengan selimut, Saka langsung menyusul mamanya yang pergi keluar dari kamar. Anggun mengajak Saka bicara di ruang kerja suaminya yang ada di lantai bawah juga.


"Ma, mama mau ngomong apa sama aku? Aku harus jagain istri aku." ucap Saka yang terlihat cemas pada Starla.


"Kamu mau jagain istri kamu, atau mau buat istri kamu tambah stress?" tanya Anggun sebal.


"Loh, kenapa mamanya ngomongnya gitu sih?" tanya Saka tidak paham, kenapa namanya bicara seperti orang kesal begitu?


"Kamu lihat aja sendiri! Mungkin ini penyebab istri kamu pingsan," ujar Anggun seraya menyerahkan ponselnya pada Saka untuk ia perlihatkan.


Mata Saka membola saat melihat adegan ciuman Saka dan Elisa sudah menjadi trending topik di dunia maya. Saka semakin pusing dibuatnya, belum selesai masalah foto di forum sekolah sekarang sudah ada foto-foto ini.


'Apa dia sudah melihatnya, makanya dia syok seperti itu? Ya tuhan'


"Saka, kenapa kamu diam?" tanya Anggun seraya menyilangkan kedua tangannya di dada. Atensinya begitu tajam pada Saka. "Apa kamu belum putus sama Elisa?"


"Aku bisa jelasin semua ini Ma, Mama dengerin aku ya." ucap Saka berusaha menenangkan ibunya.


"Oke, mama denger!"


Saka menceritakan semua yang terjadi di cafe tadi, dimana ia memutuskan hubungannya dengan Elisa. Lalu Elisa malah menciumnya didepan semua orang. Anggun berusaha untuk percaya pada Saka karena difoto itu juga terlihat seperti Elisa yang lebih dulu mencium Saka.


"Kamu beneran nggak bohong kan?" tanya Anggun dengan mata memicing menatap Saka, ia tidak percaya begitu saja dengan ucapan putranya. Siapa tau kan, Saka berbohong karena dia sangat bucin pada Elisa?


"Aku nggak bohong, Ma. Sumpah demi kak Starla dan bayi yang ada didalam kandungannya!" cowok itu berani bersumpah atas nama istri dan anaknya, artinya Saka memang serius.


"Oke, Mama percaya. Tapi awas ya, kalau kamu masih main mata sama Elisa. Dan lebih baik sekarang kamu mandi, terus temenin istri kamu. Jelasin sama dia semuanya, sebelum dia salah paham."


"Iya Ma. Tapi masalah postingan ini gimana?" tanya Saka bingung, mengatasi masalah postingan yang terlanjur tersebar luar di medsos itu.


"Biar Mama sama Papa yang beresin semua ini. Kamu bujuk istrimu saja," ucap Anggun, lalu ia pun pergi meninggalkan Saka seorang diri di sana.


****


Sementara itu, ditengah pelayaran dari Singapura ke Indonesia. Papa Starla sedang menikmati keindahan laut di dek paling atas kapal pesiar yang ia tumpangi saat ini. Pria itu masih sangat tampan dan gagah, apalagi mengenakan seragam kapten nahkodanya. Beberapa penumpang wanita dari yang muda sampai yang tua, begitu terpesona dengan ketampanan Adrian yang tidak ada obatnya. Pria itu tidak terlihat seperti berusia 39 tahun, melainkan terlihat seperti usia 20 Han.


Namun, hanya satu orang yang bisa mengobrol dengan kapten kapal itu. Dialah seorang wanita berusia 41 tahun bernama Sofia yang ditemuinya di kapal pesiar beberapa hari yang lalu. Wanita itu ditolong oleh Adrian saat terjatuh dan tenggelam di laut. Sejak saat itu, Adrian dan Sofia menjadi dekat. Keduanya sama-sama lajang, alias duda dan janda. Bahkan keduanya sudah saling nyaman.


"Hey capt! Kamu tidak mau menghampiri wanita muda itu? Sedari tadi dia terus melihatmu." celetuk Sofia sambil terkekeh-kekeh, ia melihat seorang wanita muda yang terus melirik Adrian, seolah terpesona padanya.

__ADS_1


"Mana mungkin saya melirik wanita yang seumuran dengan putri saya," ucap Adrian sambil meneguk air dingin biasa didalam cangkir. Adrian sangat menjaga kesehatan


"Hah? Jangan bercanda kamu! Masa iya putri kamu usia 20 Han?" Sofia tidak percaya dengan ucapan Adrian.


"Apa saya terlihat seperti sedang bercanda, nyonya Sofia?"


"Benar, bahkan dia sudah menikah. Dan aku menikah pada usia muda. Kamu sendiri, pasti punya anak kan? Kamu belum cerita pada saya." tidak biasanya Adrian kepo terhadap kehidupan seseorang setelah istrinya meninggal dunia, namun entah kenapa dia tertarik pada Sofia.


"Ya, aku punya. Usia anakku 24 tahun, aku dengar dia sudah bertunangan. Dan aku ke Indonesia untuk menemuinya," ucap Sofia sedih. "Aku menikah pada usia 17 tahun, sangat muda kan? Aku dan mantan suamiku, menikah karena kecelakaan. Setelah aku melahirkan, keluarga mantan suamiku dan mantan suamiku mengusirku. Dia langsung menikah lagi. Mungkin, putraku tidak tahu keberadaan ku selama ini."


Mendengar cerita dari Sofia, membuat Adrian sedih. Rasanya sedih dipisahkan dari seorang anak, bahkan saat ini Adrian sedang berpisah dengan Starla walau hanya sebentar saja. Adrian sudah rindu.


"Dia pasti akan mengerti, kalau kamu ibu yang baik. Kamu meninggalkannya bukan karena kamu ingin. Nanti kamu jelaskan saja," ucap Adrian menyemangati sambil tersenyum.


"Terimakasih. Kini aku mengerti kenapa orang-orang membayangkan melihat kamu tersenyum capt."


"Memangnya kenapa?"


"Karena kamu semakin mempesona, dan itu benar." Sofia memuji Adrian dan membuat pria itu tersipu malu. Bahkan jantungnya berdebar saat ini. Rasa yang sudah lama tidak dia rasakan kepada wanita lain selain Anna.


"Saya pergi dulu! Saya harus kembali ke pos." kata Adrian pamit.


"Capt tunggu!" panggil Sofia yang membuat langkah Adrian terhenti.


"Saya harap, hatimu tidak seperti pekerjaanmu Capt." Sofia menatap dalam pada manik mana Adrian yang berwarna coklat itu.


"Huh?" Adrian mengerutkan keningnya, tidak paham dengan maksud ucapan Sofia padanya.


"Saya harap, hati anda akan menetap pada satu orang saja dan tidak berlayar kemanapun juga. Saya harap, anda hanya baik kepada saya seorang! Terutama senyuman anda, jangan anda obral pada wanita lain." jelas Sofia memberanikan dirinya untuk mengatakan secara tidak langsung bahwa ia menaruh hati pada sang kapten.


"Jika kita bertemu lagi, maka kita berjodoh! Dan saya harap bisa mengenal putri anda." kata Sofia yang membuat sang kapten terperangah.


"Saya juga berharap bisa mengenal putra anda." sahut sang kapten yang membuat Sofia tersenyum lebar dan ini artinya kesempatan terbuka lebar juga. Bahwa sang kapten juga tertarik padanya.


Setelah kepergian sang kapten, Sofia masih diam di sana. Ia melihat foto seorang pria muda berusia 20 Han, sangat tampan dan gagah, di ponselnya.


"Bisma, Mama pulang nak. Semoga kamu mau menerima Mama nak. Baru sekarang mama baru memiliki keberanian menjemputmu!" seru Sofia dengan tatapan mata sendu menatap foto putranya itu.


****

__ADS_1


Malam itu Starla terbangun saat ia merasakan perutnya lapar. Starla mengeluh, kenapa sekarang ia mudah pingsan, mudah lelah dan tubuhnya lemas. Bahkan tadi dadanya sesak, dokter bilang itu karena Starla syok.


"Maafin mama ya sayang. Bukan maksudnya Mama ngeluh. Tapi Mama hanya merasakan yang berbeda didalam tubuh mama. Ternyata begini rasanya hamil dan punya kamu, sayang. Maafin Mama, Mama sempat berpikir untuk menggugurkan kamu dulu. Tapi mama tidak serius saat itu sayang. Mama cuma lagi emosi dan bingung saat itu. Kamu berhak ada di dunia ini sayang, kamu berhak hidup. Kamu little star Mama," ucap Starla dengan lirih, seraya mengusap perutnya yang masih datar itu. Tanpa Starla sadari, Saka sudah berdiri diambang pintu kamar mandi dan mendengar apa yang Starla ucapkan.


'Gue jadi makin ngerasa berdosa sama dia selama ini. Gue pernah nyuruh dia gugurin adek' Batin Saka terenyuh mendengar ucapan Starla yang tulus menyayangi calon anak mereka.


Starla langsung menyingkap selimut yang semula menutupi tubuhnya, begitu ia menyadari bahwa Saka sudah keluar dari kamar mandi dan sedang berdiri di ambang pintunya.


"Lo mau kemana? Udah disitu aja." kata Saka sambil mengusap rambutnya yang basah dengan handuk kecil.


"Ini tempat Lo, tempat gue di sofa." sahut Starla. Ya, dia memang biasanya tidur di sofa dan Saka yang tidur di ranjang empuk itu.


Damn, Saka jadi semakin merasa bersalah dengan sikapnya mau mengalah selama ini pada Starla. Dia egois dan tidak mau mengalah, padahal Starla sedang hamil anaknya. Dia benar-benar seperti suami kejam di dalam drama tv.


"Mulai sekarang dan seterusnya, lo yang tidur di ranjang." cetus Saka.


"Lo nggak usah ngelakuin ini supaya dapat izin dari gue." ketus Starla sambil tersenyum sinis.


"Hah maksud Lo apa sih?"


"Lupakan soal menghargai. Lo bebas ngelakuin apa yang Lo mau sama siapapun. Termasuk pacar Lo, asal kedua orang tua kita nggak tau." sinis wanita itu, lalu berdiri dari ranjangnya. Wajahnya memperlihatkan kemarahan di sana.


"Maksudnya apa sih?" Saka mendekat ke arah Starla.


"Lo bebas mau berhubungan sama pacar Lo. Gak perlu minta izin sama gue," ujar Starla kesal.


Saka langsung paham kenapa Starla marah. "Lo lihat berita itu? Gue sama Elisa di cafe, kita--"


"Nggak usah jelasin sama gue. Lo berhak ngelakuin apa yang Lo mau dan gue juga berhak! Asalkan kedua orang tua sama-sama nggak tau. Puas?" sentak Starla kesal, tanpa mau mendengarkan penjelasan Saka lebih dulu. Starla berjalan ke arah sofa, namun tiba-tiba saja Saka memeluknya dari belakang. Entah kenapa dia seperti ini.


"Lo apa-apaan sih?"


"Dengerin penjelasan gue dulu," lirih Saka sambil melingkarkan tangannya di perut Starla dan kepalanya bersandar di pundak Starla. "Dengerin gue, gue bisa jelasin."


Starla yang keras kepala tak mau mendengar penjelasan Saka. Dia melepaskan tangan Saka dari tubuhnya, lalu mendorong pria itu.


"Gue nggak mau denger apapun, yang gue lihat udah--"


Hmphh

__ADS_1


Starla bungkam, karena Saka tiba-tiba mencium bibirnya dan memeluknya dengan lembut.


...***...


__ADS_2