
Setelah berhubungan badan dengan istrinya, Saka merasa bertenaga dan semangat kembali. Salah satu manfaat hubungan suami-isteri yang Saka pernah baca di internet adalah, memperkuat sistem kekebalan tubuh, meredakan sakit kepala, membuat tidur nyenyak dan yang paling Saka rasakan adalah hati bahagia. Tentunya hal ini juga akan meningkatkan hubungan diantara mereka.
Setelah selesai membantu Starla mandi dengan penuh perhatian, Saka membantu Starla mengeringkan rambutnya. Ia tidak mau kalau Starka sampai masuk angin. Sungguh, Starla merasa tersentuh dengan perhatian Saka padanya.
Sesekali Starla melihat suaminya yang masih sibuk mengeringkan rambut panjangnya yang sudah wangi sampo itu. "Kenapa lihat-lihat?" tanya Saka.
"Eh...siapa juga yang lihat-lihat? Nggak!" sanggah Starla yang langsung memalingkan wajahnya ke arah lain. Dia malu ketahuan oleh Saka sedang memandanginya.
"Ngaku, kalau enggak aku cium!" ancam pria itu sembari menepuk bokong istrinya. Sontak saja Starla mendelik tajam ke arahnya.
"Saka jangan macam-macam ya! Jangan mesum kamu!" ujar Starla memperingatkan, jika sampai jahilnya Saka membuat Starla tak berdaya diatas ranjang lagi, awas saja. Dan wanita itu juga baru tau bahwa suaminya ini ternyata jahil dan mesum.
Cup!
Starla tersentak kaget saat Saka kembali mencuri ciuman di bibirnya sekilas. Dengan wajah tanpa dosa alias watados, pria itu tersenyum setelah melakukan aksi mesum tersebut. Hidung Starla kembang kempis dibuatnya, keningnya berkerut dan bagi Saka. Starla yang seperti ini menggemaskan, terkesan menggoda dan sangat cantik.
'Kenapa aku nggak sadar ya? Kalau calon ibu dari anak aku, ternyata cantik banget. Udah cantik, dia juga pinter. Bolehkah aku mensyukuri kejadian malam itu waktu di Bogor dulu? Starla nggak jadi nikah gara-gara aku tidur sama dia' Terbesit di pikiran Saka saat ini, bahwasanya ia merasa sangat bersyukur karena kejadian malam itu. Starla tidak jadi menikah dengan Bisma dan malah menikah dengannya.
"Btw, tadi waktu kamu masih di kamar mandi...mama telpon aku." ucap Saka yang membuat Starla menatapnya dengan bertanya-tanya.
"Mama? Mama bilang apa?"
"Mama udah tau masalah yang di medsos, Mama bilang supaya nggak usah cemas karena Papa akan membereskan semuanya. Tapi Mama cemas sama kamu dan little star, jadi nanti malam Mama mau kesini sama Tante Lisa, adiknya Papa. Buat mastiin keadaan kamu sama little star." tutur Saka seraya menyimpan hairdryer ke tempatnya, lalu mematikan sambungan listriknya.
"Aku beneran nggak apa-apa! Little star juga, dia nggak apa-apa kok. Mama sama Tante nggak usah kesini, ngerepotin aja deh!" ujar Starla merasa merepotkan.
"Mama begitu karena Mama sayang sama kamu. Dan tugas kamu cuma perlu menerima perhatian dari Mama," ucap Saka sembari tersenyum pada istrinya.
"Mama kamu baik banget..." lirih Starla terharu dengan kebaikan Anggun padanya.
__ADS_1
"Mamaku mama kamu juga, Star. Kamu lupa? Kamu anaknya mama Anna, mamaku sayang sama mama Anna dan sudah seperti saudara sendiri! Jadi jangan pernah ngomong kayak gitu," kata Saka mengingatkan. Bahwa ibunya bukan hanya ibu Saka, tapi ibu Starla juga.
Starla tersenyum tipis, dia jadi teringat dengan mendiang ibunya. Lalu bagaimana nasib papanya, bila nanti ia sudah melahirkan dan berkeluarga. Apakah papanya akan selamanya menjadi duda?
"Kamu kenapa hey?" tanya Saka yang melihat sang istri diam saja dengan sorot mata sendu.
"Aku nggak apa-apa. Aku cuma inget mendiang mamaku dan gimana nasib papa nanti, karena aku yang berkeluarga pasti nggak akan bisa selalu menemani Papa disini. Papa pernah bilang dia nggak akan pernah menikah lagi, tapi aku harap Papa bisa menemukan pendamping hidupnya Ka. Biar papa ada yang jaga," jelas Starla mengenai kekhawatiran tentang Adrian.
"Aku tau siapa orangnya!" cetus Saka sambil mengangguk-anggukkan kepalanya.
"Siapa?"
Saka tertawa. "Kak Gina, haha."
"Ish kamu ngomong apa sih. Masa iya Gina jadi mamaku?" cicit Starla dengan bibir yang mencebik.
"Tapi kak Gina kayaknya serius loh sama Papa. Kak Gina masih muda, dia pasti bisa jagain Papa!" pikir Saka.
Saka dan Starla bercanda tawa sambil mengobrol cukup lama didalam kamar, setelah mereka bergulat diatas ranjang dan membersihkan tubuh.
****
1 jam kemudian, sebelum jam makan malam. Anggun dan Lisa benar-benar datang ke rumah Adrian untuk memeriksakan kondisi kandungan Starla. Sekalian Anggun juga akan membicarakan masalah Starla yang viral di medsos pada Adrian.
Adrian berterimakasih karena Anggun sudah banyak membantu Starla dalam menghadapi masalah.
"Gimana keadaan menantu dan calon cucuku, Lis?" tanya Anggun sambil menatap adik iparnya itu.
"Ada sedikit tekanan pada bayinya, sepertinya dia baru menerima serangan. Perutnya kencang," ucap Lisa yang lalu menatap pasutri muda itu.
__ADS_1
Sontak saja Starla dan Saka menelan salivanya, mereka saling menatap satu sama lain. Dan terlihat malu-malu.
"Apa itu bahaya?" tanya Adrian yang juga ada di sana. "Tadi mereka habis melakukan itu," timpal Adrian yang membuat Starla dan Saka tercengang. Rupanya Adrian tau bahwa mereka sudah melakukan hubungan pasutri.
'Papa kok bisa tau sih? Malu banget! Apa jangan-jangan Papa denger suara aku sama Saka tadi? Astaga!' Starla panik dalam hatinya. Sedangkan Saka, pipinya memerah karena malu.
'Apa? Saka dan Starla sudah naninu? Jadi hubungan mereka sudah jadi lebih dekat!' batin Anggun.
"Bisa berbahaya kalau ini sering terjadi, apalagi sampai pendarahan. Jadi, kalau bisa hindari hubungan suami-istri sampai lewat trimester pertama. Kalian bisa melakukannya lagi saat kehamilan Starla sudah besar," Lisa menjelaskan semuanya, agar Starla dan Saka paham tentang hubungan suami-istri.
"I-iya tante." Starla dan Saka manut-manut patuh. Mereka harus menahan diri dan juga berhati-hati demi calon anak mereka.
****
1 bulan kemudian...
Usia kandungan Starla sudah menginjak 3 bulan. Dia sudah menyelesaikan PPL nya di sekolah Saka dan sekarang sedang sibuk menyusun skripsi. Setelah ini, dia ingin bekerja kantoran. Tapi bagaimana dengan bayinya kalau ia bekerja nanti? Entahlah, Starla masih belum memikirkan itu untuk sekarang.
Selama 1 bulan itu, Saka bekerja paruh waktu sepulang sekolah. Starla dan keluarganya sudah melarangnya. Akan tetapi Saka mengatakan bahwa dia ingin membiayai Starla dan calon bayi mereka dengan uang Saka sendiri.
"Ka, kamu baru pulang?" tanya Starla sambil mengusap matanya, ia terbangun saat melihat suaminya baru pulang malam.
"Iya Star, maaf... aku lembur. Kamu kenapa tiduran disini hem?" tanya Saka lembut seraya mengelus pipi istrinya.
"Aku nunggu kamu, kita makan dulu yuk?" ajak Starla sambil tersenyum pada suaminya. Lantas mereka pun duduk di meja makan berdua saja karena yang lain sudah pada tidur. Starla menyiapkan makanan untuk Saka, meskipun Saka menolaknya. Dia tidak mau Starla kecapean. Tapi Starla selalu bilang ia baik-baik saja, malah ia mengkhawatirkan Saka yang sebentar lagi ujian dan malah kerja.
"Oh ya Ka, besok kamu bisa nggak temenin aku makan siang. Sama papa. Papa baru pulang dari berlayar dan Papa mau mengenalkan calon istrinya sama kita," ucap Starla disela-sela makan malam mereka yang terlambat itu.
Saka tercengang mendengarnya. Saka tidak menyangka bahwa papa mertuanya akhirnya bisa menemukan tambatan hati.
__ADS_1
...***...