
...🍁🍁🍁...
Malvin benar-benar merealisasikan keinginannya untuk menelpon Saka, agar dia bisa melihat si kecil Aluna yang menggemaskan. Beruntungnya Malvin, saat itu Saka sedang memegang ponselnya dan dalam keadaan santai setelah selesai makan malam. Saka bersama dengan Axelo, Starla dan Alun di ruang tengah. Mereka sedang menonton televisi bersama-sama, lebih tepatnya film kartun kesukaan Aluna di televisi berlangganan.
Aluna sedang duduk dipangkuan Starla, dia tidak mau jauh-jauh dari ibunya barang sedetikpun. Gadis kecil itu bermanja-manja pada Starla.
"Jadi kamu suka kartun Pororo, sayang?" tanya Starla pada putrinya itu.
"Iya Mom, Luna cuka, hehe." jawab Aluna sambil tersenyum. Tangan Starla mengelus rambut panjang Aluna dengan lembut. Aluna sangat bahagia karena bisa bertemu dan merasakan kasih sayang mommynya.
Disisi lain, Saka dan Axelo sedang duduk di sofa. Axelo juga terlihat agak banyak bicara. Apalagi setelah dia memutuskan untuk memberikan kesempatan pada daddy-nya untuk berjuang. Tak hanya itu, Saka juga berhasil membawakan video game terbaru dengan set lengkap untuk Axelo yang ia dapatkan dari orang kepercayaan, yang ia suruh untuk membeli video game limited edition tersebut. Dan sektretaris Saka yang bernama Yogi itu berhasil mendapatkannya.
Yogi ikut dengan Saka keluar negeri untuk membantu Saka selama di sana. Misal dalam hal-hal darurat seperti ini, Yogi sangat dibutuhkan.
"Gimana, kamu suka video gamenya boy?" tanya Saka yang mengambil posisi tempat duduk disamping Axelo.
"Not bad." sahut Axelo menjawab.
"Oke, tapi permainan akan lebih seru kalau kita berduel. Kamu tahu nggak, Daddy itu jagonya main video game waktu SMA dulu." kata Saka pada putranya dengan membanggakan dirinya.
Axelo mengerutkan keningnya, seakan tak percaya dengan ucapan papanya.
"Ayo kita bertaruh kalau kamu nggak percaya. Yang kalah harus mengabulkan 3 permintaan yang menang, gimana?" tawar Saka. Ide cemerlang ini muncul tiba-tiba, saat ia ingin meraih hati Axelo.
"Malas ah." ketus Axelo.
"Oh, jadi kamu takut?" tanya Saka seraya menantang putranya itu.
"Aku nggak bilang takut ya!" sanggah Axelo kesal.
"Ya udah, kalau gitu ayo kita taruhan. Kamu cowok kan?" tanya Saka dengan senyum tipis di bibirnya.
"Oke." Axelo menganggukkan kepalanya setuju.
__ADS_1
Ketika Saka dan Axelo asik bermain game, tiba-tiba saja ponsel Saka berdering dan menginterupsi permainan mereka. Saka mengangkat panggilan video call itu tanpa melihat siapa yang menelpon. Dan ternyata orang itu adalah Malvin.
"Moshi Moshi, bapak mertua, dimana calon istri gue my little princess?"
"Eh...elo Malvin, gue kira siapa!" seru Saka saat melihat wajah tampan Malvin dari layar ponselnya.
"Gimana pertemuan Lo sama calon ibu mertua gue? Lancar kan? Eh...btw, siapa bocil yang ada disamping Lo?" tanya Malvin seraya melihat ke arah seorang anak yang hanya bisa dia lihat dari samping.
Saka tersenyum, lalu dia mengalihkan layar ponselnya ke arah Axelo. Sontak saja kedua mata Malvin melebar kala melihat wajah Axelo, wajah itu mirip dengan Saka versi mini.
"Astaga dragon! Saka, itu Axelo? Anak Lo?" pekik Malvin kaget. Saka menganggukkan kepalanya, dia pun tersenyum.
"Ya, ini anak gue. Axel boy, kenalin...ini Malvin teman baik Papa." ucap Saka mengenalkan Axelo pada Malvin.
Axelo menghentikan aktivitas jarinya bermain game, lalu atensinya tertuju pada Malvin yang berada di layar ponsel papanya.
"Halo calon ipar, ini om Malvin calon suami adik kamu." kata Malvin memperkenalkan dirinya sambil cengengesan.
Axelo mendelik sinis, "Sinting!" umpat Axelo yang kembali fokus pada video gamenya.
"Rasain Lo diledekin anak gue!"
"Ih, kok Axelo gitu sih. Gak ramah ah, bintang 1!" ujar Malvin sebal dengan sikap dingin anak itu. Tapi tenang saja, Malvin tidak menganggapnya serius dan hanya bercanda saja.
Sebaliknya dia malah menanyakan Aluna, kangen dengan gadis kecil itu katanya. Daripada berbicara dengan saudara kembarnya yang bintang 1 itu.
"Apa kabar mama mertua?" tanya Malvin pada Starla, sontak saja wanita itu tersenyum mendengar sapaan Malvin. Pria itu masih ceria seperti dulu dan selalu menghibur.
"Woy! Panggil yang bener." tegur Saka.
"Oke oke, Bu ayang apa kabar hehe." kekeh Malvin sambil tersenyum lebar.
Starla, Axelo, Aluna, Saka dan Malvin pun video call, mereka membicarakan hal-hal ringan bahkan sesekali tertawa. Apalagi Aluna yang ternyata sangat akrab dengan Malvin.
__ADS_1
Setelah anak-anak tidur, barulah Starla dan Saka bicara berdua tentang kedua anak mereka.
"Kata Axel, kamu dan dia mau ke Jakarta?" tanya Saka yang mengawali pembicaraan.
"Hm..."
"Boleh aku tahu kenapa?" tanya Saka.
"Aku ingin bertemu Aluna, sekalian mengenalkan tempat dia dilahirkan. Negeri sendiri lebih nyaman daripada negeri orang, bukankah begitu?" tutur Starla dengan jujur, tanpa ada yang ditutupi. Tujuannya datang ke Indonesia untuk Aluna dan Axelo.
Saka senang karena dia akan sering bertemu dengan Starla, malah dia bisa melakukan pendekatan lebih baik. Memulai semuanya dari awal lagi. Namun detik berikutnya, hati Saka harus patah kala Starla menampar wajahnya.
Plakk!
"Star, kenapa kamu tampar aku?" tanya Saka tidak paham.
"Ini buat yang tadi karena kamu sudah menciumku! Dan kamu jangan harap aku akan kembali sama kamu, Saka. Kita hanya orang tua Axelo dan Aluna, bukan suami-istri. Jadi bersikaplah seperti itu. Jangan melewati batas!"
Deg!
Ucapan Starla membuat hati Saka seakan tercabut dari raganya. Dia tidak mengira, dibalik sikap Starla yang terlihat welcome saat bersama anak-anak. Tapi sebenarnya hati Starla masih beku.
"Star!"
"Kamu jangan kira aku bersikap baik karena memberi harapan sama kamu. Aku baik sama kamu, karena anak-anak. Demi mereka!" ujar Starla sebelum dia beranjak dari tempat duduknya dan meninggalkan Saka sendiri di sana.
"Sabar Saka, sabar...harus yakin dan semangat. Pasti nanti hati Starla akan luluh." gumam Saka menyemangati dirinya sendiri. Saat Saka akan pergi ke kamar Axelo untuk tidur bersama, dia merasakan ponselnya bergetar. Ada beberapa pesan masuk dari nomor yang sama dan nomor itu tidak di save oleh Saka. Mungkin nomor itu tidak penting baginya.
[Saka, please angkat telpon dariku. Aku kangen kamu]
[Ka, kapan kamu pulang ke Jakarta?]
[Ka, i love you]
__ADS_1
"Dasar wanita gila!" umpat Saka geram setelah menerima pesan itu. Entah pesan dari siapa itu.
****