
...🍀🍀🍀...
Galang datang ke rumah Adrian sambil membawakan kado untuk si kembar dan juga makanan. Dia belum sempat bertemu dengan Starla dan si kembar lagi, karena ia sudah diterima bekerja disebuah perusahaan besar kota Jakarta dengan posisi yang cukup tinggi. Lihat saja, sekarang penampilannya terlihat rapi dari biasanya.
Gina mempersilahkan Galang untuk masuk ke dalam rumah dan akhirnya pria itu pun bergabung dengan Adrian dan kedua orang tua Saka di sana. Melihat kehadiran Galang yang diterima baik oleh Gina dan Adrian, membuat keluarga Saka merasa tidak nyaman. Itu karena ia dapat merasakan bahwa Galang memiliki perasaan lebih terhadap menantu mereka.
Tak berselang lama kemudian, Saka dan Starla keluar dari kamar setelah berbicara berdua dan memastikan si kembar benar-benar tertidur.
"Galang?" gumam Starla sambil melihat ke arah Galang yang sedang tersenyum ke arahnya.
'Ngapain dia kesini?' batin Saka yang tidak senang dengan kehadiran Galang di sana. Saka selalu cemburu melihat Galang berada disekitar istrinya.
"Saka, ayo kita pulang dulu nak. Starla sama Axel dan Aluna harus istirahat dulu. Mereka kan baru pulang dari rumah sakit!" ajak Anggun kepada Saka. Dia sengaja mengajak Saka pulang sekarang karena mereka harus bicara dengan Saka.
__ADS_1
Saka menatap tajam ke arah Galang, seolah akan menyerangnya. "Tapi Ma, dia--"
Jeffry segera mendekati anaknya dan berbisik. "Kalau kamu nggak mau kelihatan jelek dimata ayah dan ibu mertua kamu, apalagi dimata Starla. Mending kamu coba tahan emosi dan ikut Papa sama mama pulang sekarang." tegas pria paruh baya itu kepada putranya.
Saka menurut dan akhirnya ia berpamitan pada Starla, Adrian dan Gina. "Star, kalau ada sesuatu sama kamu dan Axelo juga Aluna, kamu bisa telpon aku kapan aja."
"Kamu tenang aja, ada Papa sama Mama Gina disini. Fokus aja sama kuliahmu dan jangan bekerja lagi." kata Starla yang masih menunjukkan kecemasan dan kepedulian pada Saka, walaupun Saka sudah membuatnya patah hati dan kecewa.
Saka tersenyum tipis, lalu tanpa peduli mau dimana dan siapapun yang melihat. Saka mencium kening Starla dan memeluknya. Sehingga semua orang di sana terkejut melihatnya.
'Aku janji Star, aku akan berjuang untuk mendapatkan hati kamu kembali' kata Saka teguh didalam hatinya.
Setelah Saka dan kedua orang tuanya pulang, barulah Starla mengobrol dengan Galang yang datang ke rumahnya sambil membawakan hadiah untuk twins dan juga Starla.
__ADS_1
Adrian dan Gina melihatnya dari kejauhan, dimana Starla dan Galang sedang mengobrol di sofa ruang tengah. Terlihat bahwa Galang sangat memperhatikan Starla, dia juga adalah pria baik walaupun bukan berasal dari keluarga kaya.
"Mas Popeyeku, gimana? Kamu setuju nggak kalau Galang jadi mantu kita dan ayah twins?" tanya Gina seraya melihat ke arah suaminya itu.
"Olive sayang, cinta itu nggak bisa dipaksakan. Dan posisi ayah Aluna dan Axelo, tidak bisa digantikan oleh orang lain." cetus Adrian.
"Jadi kamu nggak setuju Mas? Padahal Galang baik loh, dia juga pekerja keras. Walaupun dia bukan dari keluarga kaya." jelas Gina yang mendukung Galang dan Starla garis keras. Ia tau bagaimana selama ini Galang tergila-gila pada Starla, sampai tidak pacaran.
"Sayang, kan aku udah bilang kalau jodoh itu nggak bisa dipaksakan dan sudah takdir dari tuhan. Starla dan Saka juga belum tentu bercerai."
"Hem..." Gina tidak berkomentar lagi, mengingat bagaimana Starla saat ini. Bisa saja wanita itu mengubah pikirannya. Lalu Gina pun mengubah topik pembicaraan tentang baby sitter atau Art untuk membantu pekerjaan rumah karena Gina juga tidak bisa selalu di rumah. Ia sudah diterima bekerja mengajar di sekolah, karena ia ingin mengajar. Adrian setuju untuk mencari jasa baby sitter atau Art, ia akan mencarinya segera.
****
__ADS_1
Maaf ini ada part kepotong! Tunggu ya