
****
Malvin, Fero dan Saka syok melihat Starla tertabrak motor. Tubuh wanita hamil itu berguling dua kali sampai akhirnya ia terlentang di jalanan. Sementara si pengendara motor sempat berhenti sebentar dan melihat ke arah Starla, namun ia dengan cepat melarikan diri.
Brugh!
"Mau kemana Lo? Udah nabrak mau kabur, hah?!" teriak Galang yang entah bagaimana ceritanya, ia dan Riko bisa berada di sana.
Galang menghadang si penabrak itu sampai jatuh dari motornya. Lalu Galang dan Riko turun dari motor bersamaan.
"Rik, Lo urus orang itu...gue mau--"
"Gue tau, sana tolongin Starla!" seru Riko yang meringkus si penabrak itu, sedangkan Galang menghampiri Starla yang saat ini bersama Saka, Malvin dan Fero didekatnya.
Wanita hamil itu bersimbah darah, terutama di bagian pangkal pahanya. Starla berada di pangkuan suaminya, dia tak berdaya karena merasakan sakit di sekujur tubuhnya. Terutama pada bagian perut dan kepala yang terbentur cukup keras ke aspal. Hidung Starla juga mengeluarkan banyak darah karena mencium aspal juga.
Saka hancur melihat keadaan Starla yang seperti ini, lalu bagaimana dengan Starla? Apa ungkapan yang lebih buruk dari hancur? Ia memergoki suaminya berselingkuh, sekarang dia kecelakaan, bahkan kedua bayinya terancam bahaya.
"Star...maafin aku...maaf..." Saka menangis terisak, tangannya mengusap-usap kepala Starla yang bersimbah darah sampai ke wajah.
"7 bulan...ini... han-cur Saka...han-cur..." gumam Starla terbata-bata, ia juga menangis dan meringis kesakitan. Perut dan punggungnya panas luar biasa.
"Kamu...jahat..."
Saka melihat kesedihan, kekecewaan, rasa sakit didalam raut wajah Starla. Pria itu hendak mengangkat tubuh Starla, namun Galang mengambil Starla lebih dulu dari tangan Saka.
"Lepasin istri gue!" sentak Saka saat melihat istrinya digendong oleh Galang.
"Jangan sentuh dia! Mending Lo urusin selingkuhan Lo itu! BANGSAT!" murka Galang sambil menatap Saka dengan marah. Entah sejak kapan Elisa berada di belakang Saka, ia juga tampak tercengang melihat keadaan Starla.
"Galang... tolongin gue, gue nggak mau kehilangan twins. Gue...gue...nggak masalah mati...tapi ja-jangan me-mereka..." lirih Starla yang kesadarannya mulai hilang. Dia memegang erat lengan Galang dibalik jaket Hoodienya.
Saka terperangah mendengar ucapan istrinya, tubuhnya gemetar ketakutan. Ia takut kehilangan Starla dan anak-anaknya.
"Lo sama twins nggak akan kenapa-napa, jangan bicara sembarangan!" ujar Galang yang sedih melihat keadaan Starla yang seperti ini. Bahkan wanita hamil itu sudah bicara tentang kematian. Apa Starla tidak memikirkan perasaannya? Galang takut kehilangannya. Galang tulus menyayangi Starla, bahkan sampai saat ini.
"Sakit...Galang.. Sakit...gue hancur." isak Starla lemah. Dia memegang perutnya yang terasa sakit sekali. "Selamatin anak...gue..."
__ADS_1
Hati Saka, Galang, Malvin dan Fero perih melihat bagaimana tidak berdayanya Starla saat ini. Dalam hati, Saka terus mengucapkan maaf kepada istri dan kedua bayinya.
"Malvin, Fero, kalian bawa mobil kan? Tolong, gue harus bawa Starla ke rumah sakit!" seru Galang pada kedua pria itu, tanpa mempedulikan Saka.
"Ya, itu mobil gue!" ujar Fero sambil menyerahkan kunci mobilnya pada Galang. Dagunya terangkat menunjukkan mobil berwarna hitam yang terparkir di pinggir jalan.
"Malvin, Lo ikut gue...Lo yang nyetir. Fero, Riko, gue minta tolong urus si penabrak itu!" seru Galang dengan cepat. Fero, Riko dan Malvin langsung setuju dengan apa yang dikatakan Galang.
Galang berjalan cepat sambil menggendong Starla menuju ke mobil itu, bersama dengan Malvin disisinya. Sedangkan Fero dan Riko mengurus si penabrak. Saka hendak masuk ke dalam mobil, bagaimanapun juga Starla ada istrinya dan dia harus ada disampingnya disaat-saat seperti ini.
"Minggir Lo!" Malvin menghalangi Saka yang ingin masuk ke mobil juga. Tatapan Malvin begitu tajam pada Saka.
"Starla istri gue, Malvin! Gua suaminya!" cetus Saka dengan mata yang berlinang air mata.
"Setelah semua ini, apa Lo masih menganggap kalau Lo suami Bu ayang? Lo bangsat Saka! Gue bahkan nggak sudi temenan lagi sama Lo!" setelah menumpahkan emosi dan kekecewaannya yang belum sepenuhnya tumpah, Malvin masuk ke dalam mobil tanpa memperdulikan Saka yang terus memohon untuk masuk ke dalam mobil.
Galang dan Malvin tidak menganggap keberadaan Saka, mereka kecewa dengan apa yang Saka lakukan. Apalagi Galang, yang mendengar cerita dari Malvin. Bagaimana awal mula kecelakaan ini bisa terjadi, Galang semakin marah. Sebagai orang yang mencintai Starla, Galang tidak terima wanita yang ia cintai diperlakukan seperti ini.
Didalam mobil, Galang masih memeluk Starla dan sesekali ia mengelus perutnya. Galang merasakan gerakan-gerakan di sana. Galang tidak tahu apa artinya, apa ini baik-baik saja atau tidak.
"Galang...gue...nggak kuat...mata gue, pengen merem..." lirih Starla kesakitan. Galang dan Malvin langsung panik saat mendengarnya.
"Sakit....sekujur tubuh gue...sakit...hati gue lebih sakit, Lang. Saka selingkuh...dia khianatin gue..." ditengah rasa sakit yang ia rasakan, wanita hamil besar itu mengadu pada Galang sahabat baiknya.
"Gue tau...gue juga sakit dengernya Star. Tapi, Lo harus bertahan...masih ada banyak orang yang sayang sama lo." pria itu menggenggam tangan Starla yang mulai terasa dingin, dia mencoba menguatkan Starla dan membuatnya tetap sadar.
Malvin yang sedang menyetir, terlihat meneteskan air mata. Ia takut Starla dan bayinya kenapa-napa. Seperti apa kata Galang, masih banyak orang yang sayang dengan Starla. Malvin adalah salah satunya.
****
Saka langsung mengambil motornya yang masih terparkir di garasi depan rumah Elisa. Pria itu terlihat panik dan bahkan masih menangis. Mau menyesal? Sepertinya sudah sangat terlambat baginya. Entah bagaimana hubungannya dan Starla nanti, entah apakah wanita itu akan memaafkannya? Saka mengesampingkan dulu semua itu, yang ia inginkan sekarang adalah keselamatan Starla dan kedua anak-anaknya.
"Saka, aku ikut!" seru Elisa sambil memegang tangan Saka. Dengan kesal, Saka langsung menarik tangannya.
"DIEM! INI SEMUA GARA-GARA LO!"
"Hah, kok kamu jadi nyalahin aku sih?" tanya Elisa tak terima disalahkan. "Ini salah kamu lah, dia sampai ketabrak gara-gara kamu."
__ADS_1
"Kalau aja gue nggak kasihan sama Lo, semua ini nggak akan terjadi! Enggak, ini gue yang bego." pria itu kalap, ia menyalahkan Elisa lalu menyalahkan dirinya sendiri yang bodoh.
Lalu Saka pergi mengendarai motornya, mengikuti Malvin dan Galang yang akan membawa Starla ke rumah sakit.
"Maafin aku Starla, maafin Daddy, twins...maaf..." Saka terus mengucapkan itu berulang kali didalam perjalanannya dan ia benar-benar menyesal. Niat Saka menolong Elisa, malah keterusan sampai ia akhirnya menikmati perselingkuhan itu.
Sesampainya di rumah sakit, Galang, Malvin langsung membawa Starla ke ruang IGD. Dimana pasien gawat darurat ditempatkan di sana. Starla pun dibawa masuk ruangan itu, sedangkan Galang, Malvin dan Saka berada diluar ruangan.
"Mau apa Lo disini? Mau nyakitin Bu ayang lagi?" Murka Malvin, dia hendak menghajar Saka namun Galang menghalanginya.
"Jangan bilang Lo belain dia?" tanya Malvin atas tindakan Galang. Galang tersenyum tipis kemudian dia berkata, "Gue yang harusnya mukul dia,"
Bugh!
Bugh!
Bugh;
Tidak peduli itu di rumah sakit sekalipun, Galang menghajar Saka habis-habisan. Wajahnya lebam-lebam bahkan gigi-giginya pun berdarah. Malvin tercengang dengan kebrutalan Galang. Tapi Saka juga tidak melawan.
"Kak Galang udah! Lo mau buat dia mati hah? Ini rumah sakit kak!" Malvin menarik tubuh Galang untuk menjauh dari Saka. Sungguh, dia menarik Galang bukan karena merasa kasihan pada Saka. Malvin hanya tidak mau mengundang keributan di rumah sakit.
"ANJING LO! BANGSAT! GUE UDAH BILANG JANGAN PERNAH NYAKITIN STARLA! LO JANJI AKAN MEMBAHAGIAKAN DIA, TAPI APA?" Murka Galang sambil menangisi wanita yang ada didalam sana.
"Gue...gue nggak bermaksud. Gue cuma bantuin Elisa, Elisa lagi sakit..." ucap Saka yang masih mencoba menjelaskan semuanya.
"GUE NGGAK MAU DENGER OCEHAN SAMPAH LO!" teriak Galang seraya menunjuk pada wajah Saka. Malvin juga terlihat kecewa dan apa setelah ini Saka akan kehilangan semuanya. Persahabatan, keluarga, mungkin cintanya juga.
Saka menyesal, sangat.
Cekret!
Pintu ruang UGD pun terbuka, memperlihatkan seorang dokter yang keluar dari sana. Galang, Malvin dan Saka menghampiri dokter itu.
"Dok, gimana keadaan teman saya?" tanya Galang lebih dulu.
"Keadaan ibu dan bayinya sama-sama kritis, maka dari itu bayi harus segera dilahirkan. Ibu Starla harus segera di operasi. Tapi..."
__ADS_1
****
Tapi bersambung dulu ya 😅😅😅