Dihamili Berondong

Dihamili Berondong
Bab 37. Kecewa lagi


__ADS_3

****


Fero meminta Saka mendekat dan dia akan membisikkan sesuatu pada bestienya itu. Namun Saka sedikit curiga karena bibir Fero menyunggingkan senyuman jahilnya.


Malvin yang tadinya sedang kesal, juga ikut nimbrung didekat Fero dan Saka. Malvin kepo dengan apa yang akan dikatakan oleh Fero. Sebab si Fero adalah pria paling playboy dan selalu gonta-ganti pacar seminggu sekali. Pasti pengalamannya akan wanita yang satu dengan yang lainnya pasti berbeda. Pengalamannya banyak, itu sudah jelas.


"Gini Ka, Lo mau kan kak Starla gak mau marah lagi sama Lo?" bisik Fero dengan menampilkan wajah seriusnya sekarang. Saka menganggukkan kepalanya, ia memasang telinga baik-baik untuk mendengarkan saran dari bestienya.


Malvin juga ikut menatap wajah Fero saat ini, dia bersiap mendengarkan saran dari suhu. Siapa tau dia punya pacar nanti, lalu dia akan menerapkan ajaran suhunya pacaran macam si Fero.


"Lo...bawain bunga buat kak Starla, atau coklat...atau kesukaan dia. Lo tau kan kesukaan dia?" tanya Fero.


"Setahu gue dia suka coklat, tapi kalau masalah bunga...gue nggak tau dia suka bunga apa." cetus Saka yang pernah melihat Starla makan banyak coklat, ia menebak bahwa Starla suka coklat. Bahkan coklat yang dibawakan ayahnya dari Singapore saja langsung habis dalam satu jam.


"Ya udah kasih coklat aja! Terus..." Fero menggantung ucapannya di sana lalu meneguk soda yang ada di atas meja.


"Anjir Fer, kok digantung gantung kayak jemuran sih!" Malvin tak sabar.


"Terus, kalau kak Starla nggak berhasil dibujuk sama makanan atau barang-barang cewek. Lo tinggal peluk dia, Lo cium dia, terus Lo dorong dia ke ranjang." kata Fero sambil senyum-senyum nakal.


Saka dan Malvin menangkap ada yang ambigu dengan kata-kata Fero di bagian akhir. "Hah? Dorong ke ranjang?"


"Ya, terus Lo dorong dia ke ranjang, terus.. Lo cium bibirnya, Lo buka bajunya, terus lo masukin Junior ke sarangnya...dijamin Kak Starla bakalan bungkam kalau Lo udah ngelakuin itu! Haha."


Kedua cowok itu menatap Fero dengan tatapan tajam, bagaimana bisa Fero bicara mesum seperti itu?


Plak!


Plak!

__ADS_1


Dua pukulan keras mendarat di wajah Fero, satunya dari Malvin dan satunya dari Saka. Fero merintih kesakitan karena pukulan dari kedua temannya itu.


"Woy! Kenapa kalian mukulin gue? Gue udah kasih saran ke kalian!"


"Saran Lo sesat anj*r. Menodai kesucian keperjakaan gue." ucap Malvin marah.


"Bener, Lo sesat!" cetus Saka setuju.


"Kalian pada sok suci banget sih. Terutama Lo Ka, Lo kan udah nikah. Apapun yang Lo lakuin sama kak Starla, sah-sah aja kan? Kalian udah married," ucap Fero yang membuat Malvin dan Saka terdiam. Apa yang diucapkan Fero kan memang benar. Saka Starla sudah menikah, maka sah-sah saja mereka mau melakukan apapun


Tiba-tiba saja terlintas sekelebat bayangan di pikiran Saka, bahwa dia menjamah tubuh Starla. Betapa cantiknya Starla, apalagi tanpa make up. Tubuhnya juga bak gitar spanyol, ya Saka jadi teringat malam itu deh. Dimana kenikmatan dunia ia raih saat melayang bersama Starla bersama-sama. Pembuatan little star di Bogor.


"Udahlah Ka, mending Lo dengerin saran gue. Kalau lo mau kak Starla gak marah lagi, Lo ajak dia ke tempat romantis berduaan. Terus Lo ajak gabrutan!" seru Fero sambil tersenyum mesum. Tidak, Saka tidak setuju ini. Malvin juga sama, tidak semua masalah pasutri harus selesai diatas ranjang kan?


Setelah ucapan si mesum Fero, Malvin lantas bertanya pada Saka. Dimana Starla saat ini? Saka menjawab dia tidak tahu dimana istrinya, mungkin sedang bersama temannya mengerjakan tugas.


"Di sana ada cowok juga kan?" tanya Malvin pada Saka.


"Ada, namanya Galang sama Riko. Tapi mereka cuma temenan kok," jelas Saka polos.


"Aduh duh Saka, Lo polos apa bego sih?" Fero berdecak sambil memainkan ponselnya dan membuka media sosial. Sedangkan Saka bingung, kenapa Fero berkata begitu.


"Maksud Lo apa?"


"Menurut penerawangan gue, cowok yang namanya Galang itu ada hati sama kak Starla. Sama kayak gue, judulnya kasih tak sampai!" celetuk Malvin.


"Nah kan si Malvin aja sependapat sama gue. Soalnya gue pernah lihat si Galang itu deket banget sama kak Starla." celetuk Fero yang sebelumnya tanpa sengaja melihat Galang dan Starla makan eskrim di warung pinggir jalan. Fero bisa tau itu dari tatapan mata Galang pada Starla waktu itu.


Ucapan Malvin dan Fero membuat Saka kepikiran. Setelah ia pikir-pikir, ia memang tidak pernah memperhatikan Starla apalagi teman-teman Starla kecuali Gino dan Riko yang agak lekong. Tapi soal Galang, Saka tidak memperhatikannya sebab pria itu jarang sekali jalan bersama istrinya.

__ADS_1


"Nih Lo lihat Ka!" Seru Fero sambil menunjukkan sesuatu di ponselnya kepada Saka. Dan pria itu seperti akan meledak saat melihatnya.


Saka yang marah, langsung menghubungi Starla saat itu juga. Dia akan menjemput Starla. "Kenapa nggak diangkat sih?" nafas Saka memburu karena amarah yang menguasainya setelah melihat foto itu.


"Star, kamu dimana?" tanya Saka begitu Starla mengangkat telpon darinya. Suara Saka terdengar kesal.


****


Sementara Starla sendiri, dia masih bersama Galang dan Gina di rumah Gina. Mereka berdua akan pulang dan Gina menawarkan untuk mengantarkan Starla dengan mobilnya. Namun Starla menolak, dia akan pulang sendiri saja.


"Kalau Lo mau, Lo bisa pulang bareng gue. Tapi gua pake motor." kata Galang menawari.


"Bukannya aku nggak mau, tapi Saka mau jemput aku. Tadi dia telpon aku," ucap Starla yang membuat Galang tersenyum getir. Menahan perih dari fakta bahwa Starla sudah memiliki suami.


"Oh gitu...Lo mau tunggu di mana? Disini?" tanya Galang pada Starla.


"Iya, disini." jawab Starla sambil tersenyum. 'Ngomong-ngomong tadi Saka kenapa sih? Dia kayak kesel' Pikir Starla dalam hatinya.


"Gue sama Gina temenin ya, sampai dia dateng." kata Galang ramah. Starla menganggukkan kepalanya, setuju. Lagipula dia bersama Gina juga disana. Mereka bertiga menunggu Saka didepan gerbang rumah Gina.


Setengah jam menunggu, akhirnya Starla melihat suaminya sedang mengendarai motor. Namun ia tidak sendirian, ada Elisa di jok belakang motornya dan bahkan Saka melewatinya.


"Star! Bukannya itu suami berondong Lo?" tanya Gina yang juga melihat Saka berboncengan dengan wanita yang tidak asing. Gina tau itu mantannya Saka.


"Kurang ajar banget dia! Lo nunggu disini cuma buat dilihatin kayak gini. Kalau dia jalan sama cewek lain?" Gina marah melihat Saka bersama wanita lain, sedangkan Starla menunggu Saka disini selama setengah jam.


Mata Starla mulai berkaca-kaca, tapi ia menahan air matanya agar tak tumpah. Lagi-lagi Saka mengecewakan dirinya dengan berbuat seperti ini. Mana yang katanya mau menghargai? Kenapa begini?


****

__ADS_1


__ADS_2