Dihamili Berondong

Dihamili Berondong
Bab 120. Dede bayi


__ADS_3

****


Semua orang di restoran hotel itu memusatkan perhatian mereka kepada Saka yang baru saja menjatuhkan gelas ke lantai sampai pecah. Dia amat terkejut mendengar ucapan Starla barusan.


"Kamu bilang apa barusan?" tanya Saka dengan suara meninggi. Terkesan norak dan semua orang di sana melihat ke arahnya dan Starla.


"Nanyanya bisa pelan-pelan nggak? Malu tahu," bisik Starla sambil meringis malu dengan tatapan orang-orang.


"Kamu bilang apa barusan Star?" tanya Saka lagi. Matanya menatap Starla dengan intens dan tidak berkedip sedikitpun.


"Nggak ada siaran ulang. Udah ah, ayo pulang. Kasihan anak-anak, sekalian juga kamu harus minta maaf...udah mecahin gelas." kata Starla terburu-buru, ia membawa tasnya yang ada diatas meja.


"Star, tunggu aku dong! Ayo ulangi lagi, kamu ngomong apa?" tanya Saka yang kembali berteriak pada mantan istrinya yang sudah melangkah pergi dari sana.


"Dasar bodoh." gumam Starla sambil tersenyum manis. Tak bisa ia pungkiri, tingkah Saka masih bisa membuat ia jatuh hati. Bahkan untuk kedua kalinya, apalagi semalam dia sudah menolongnya dari bahaya. Starla semakin yakin bahwa Saka sudah banyak berubah, mungkin waktu 5 tahun sudah cukup untuknya introspeksi diri.


'Aku harap aku nggak salah memberimu kesempatan lagi Saka. Jangan sia-siakan hak yang sudah aku berikan, sebab aku memutuskannya setelah banyak pertimbangan. Salah satunya adalah anak-anak dan kamu adalah ayah dari anak-anakku' batin Starla sambil melihat Saka yang sedang meminta maaf pada si pelayan itu, lalu menyusulnya.

__ADS_1


Ketika tiba didepan hotel, Starla terkejut kala tangannya ada yang menggenggam. Genggaman tangan itu membuat hatinya bergetar dan tersentuh.


"Saka?" dilihatnya sang mantan suami disampingnya.


Cup, cup, cup.


Starla dibuat terkejut dengan tiga kali kecupan di punggung tangannya. Hatinya berdebar kala melihat tatapan mata si berondong yang menembus jantungnya. Sehingga rona merah tercipta di pipinya.


"Saka, kamu udah gila ya!" ujar Starla yang hendak melepaskan tangannya dari genggaman Saka. Namun Saka terus menggenggamnya semakin erat.


"Aku emang udah gila, aku tergila-gila sama kamu." ungkap pria itu sambil tersenyum lebar.


"Aku serius. But, makasih buat kesempatan yang kamu kasih sama aku Star. Aku tidak akan menyia-nyiakan itu, aku janji hubungan kita nggak akan kayak dulu lagi. Aku janji akan buat kamu bahagia kali ini, sampai seterusnya. I love you, Starla." lirih Saka yang lalu menarik Starla ke dalam pelukannya. Starla juga tidak menolak pelukan dari mantan suaminya itu.


Kedua tangan Starla pun membalas pelukan Saka, sehingga keduanya kembali berbagi kehangatan.


****

__ADS_1


Pasangan yang baru akan memulai hubungan baru itu, sampai di rumah keluarga Delano setelah menempuh perjalanan kurang lebih 15 menit. Saka berjalan sambil menggandeng tangan Starla, meskipun wanita itu menolaknya. Semua itu modus Saka yang mengatakan takut Starla kenapa-napa. Memang Starla masih sedikit pusing, tapi tidak sampai harus digandeng seperti ini juga.


'Ya tuhan rasanya hangat kembali berdekatan dengan Starla lagi' batin Saka merasa bersyukur bisa kembali menggenggam tangan Starla, tanpa ada tatapan kebencian dari wanita itu padanya.


"Dar!!" Starla dan Saka terkejut mendengar suara anak mereka yang tiba-tiba muncul dihadapan mereka. Genggaman tangannya terlepas, Starla pun terlihat canggung.


"Luna sayang." sapa Starla kepada putrinya yang berdiri diambang pintu. Anak itu sudah menunggu ibunya dengan tidak sabar.


"Halo princess Daddy, morning!" sapa Saka kali ini seperti biasanya.


"Morning dad, Mom. Akhirnya mommy dan Daddy pulang juga. Luna udah nunggu dali tadi." kata Aluna mengomel, lalu dia pun celingukan ke belakang ayah dan ibunya seolah mencari sesuatu.


"Maaf sayang, tapi mommy nggak apa-apa kan. Kamu bisa lihat sendiri." ucap Starla sambil tersenyum.


"Kamu lagi cari apa sayang?" tanya Saka kepada putrinya.


"Kenapa mommy cama Daddy pulangnya cuma beldua? Mana Dede bayi?" tanya Aluna dengan wajah yang serius.

__ADS_1


Sontak saja Starla dan Saka terperangah mendengarnya. Mereka saling melihat satu sama lain dengan bingung. Apa maksud pertanyaan Aluna?


****


__ADS_2