
****
Sofia berusaha untuk membujuk Bisma agar menyetujui hubungannya dengan Adrian. Akan tetapi, Bisma tetap keras kepala dan teguh pendirian, ia menolak tegas hubungan Adrian dan mamanya. Sekalipun tak pernah terlintas di pikiran Bisma, bahwa Adrian ayah dari wanita yang ia cintai akan menjadi papanya.
Bisma dan Sofia sama-sama keras kepala, hingga akhirnya mereka tidak menemukan jalan keluar dari pembicaraan ini. Merasa pembicaraan ini tidak akan ada akhirnya, maka dari itu Sofia memilih mengalah lebih dulu sampai pikiran Bisma benar-benar tenang.
Tapi dari sini, Sofia tau bahwa Bisma sangat mencintai Starla. Meskipun status wanita itu kini adalah istri dari seseorang dan juga sedang mengandung. Nampaknya, inilah yang disebut sebagai cinta buta.
"Kalau Mama bersikeras untuk menikahi Om Adrian. Aku nggak bisa tinggal sama Mama, aku nggak bisa!" Katakanlah pria itu egois, meskipun tau kalau Starla belum tentu mau kembali padanya. Bisma tetap melarang hubungan mamanya dan juga Adrian.
"Bisma, kita bicarakan ini nanti saja. Mama harap kamu bisa berpikir bijaksana dan dengan kepala dingin. Dan satu hal lagi, Bisma... Starla sudah menikah, dia sudah mau punya anak. Jangan sampai kamu menjadi perebut istri orang, nak." Sebelum pergi meninggalkan Bisma seorang diri, Sofia menyempatkan untuk menasehati putranya itu. Agar dia berfikir bijaksana dalam bersikap, mengetahui batasan-batasan dari seseorang yang bisa dia sentuh dan orang yang tak bisa disentuhnya. Dan Starla termasuk orang yang tidak boleh Bisma sentuh, ataupun ia dekati.
****
Malam itu Saka, Anggun dan Jeffry pergi ke rumah Adrian dengan tujuan untuk meminta maaf kepada Adrian dan Starla. Mereka tidak bisa membiarkan masalah terus berlarut-larut. Apalagi Saka dan Starla adalah pasangan suami istri yang tidak seharusnya pisah rumah begini.
Sesampainya mereka di rumah Adrian, Jeffry yang menyetir mobil langsung memarkirkan mobilnya di depan halaman rumah Adrian, setelah pintu gerbang dibuka oleh satpam penjaga rumah itu.
"Pak Adrian sama Starlanya ada didalam kan?" tanya Jeffry dengan sopan kepada pria paruh baya yang memakai seragam satpam itu.
"Ada pak, silakan langsung masuk saja ke dalam!" satpam itu tersenyum ramah kemudian mempersilahkan Jeffry dan keluarganya untuk masuk ke dalam rumah.
Tanpa banyak bicara, Saka dan keluarganya langsung masuk ke dalam rumah Adrian yang bisa dibilang sederhana. Berbeda dengan rumah keluarga Saka, yang lokasinya berada di kompleks perumahan mewah.
Setelah mereka disambut oleh Starla, mereka bertiga lantas duduk di sofa ruang tengah rumah tersebut.
"Ma, Pa, Ka, tunggu sebentar ya aku buatkan minuman dulu!" ujar Starla kepada suaminya dan kedua orang tua suaminya.
"Nggak usah repot-repot segala, nak. Kami tidak akan lama kok," ucap Jeffry lembut.
"Pokoknya Papa, Mama sama Saka tunggu disini ya. Aku buatin minum dulu, terus sekalian manggil papa juga." Kata Starla sopan. Lalu wanita itu pun berjalan pergi ke kamar papanya, kemudian pergi ke kapur untuk menyiapkan makanan dan juga minuman.
Tak berselang lama kemudian, Adrian sudah berhadapan langsung dengan menantu dan juga kedua besannya. Jeffry memulai pembicaraan lebih dulu, sebab dari tadi istrinya belum bisa mengangkat kepala dan terus saja menundukkan kepalanya. Entahlah, kenapa dia seperti itu. Mungkin karena dia merasa malu, atau merasa bersalah atas apa yang terjadi tadi pagi.
"Pak Adrian, kedatangan saya kemarin ingin membicarakan masalah istri saya tadi pagi. Saya mohon maaf, karena istri saya sudah salah bicara tentang Starla. Istri saya tidak sengaja melakukannya. Dan bukankah pak Adrian juga tahu sendiri, kalau istri saya sangat menyayangi Starla? Jadi, saya mohon kepada pak Adrian untuk memaafkan istri saya." jelas Jeffry panjang lebar, yang intinya dia mengatakan maaf kepada besannya. Sikap Anggun, memang bisa membuat orang lain tersinggung. Terutama orang tua, dan orang tua mana yang mau anaknya dihina seperti itu oleh mertuanya sendiri, apalagi dihina di depan orang asing.
"Saya sudah memaafkan mbak Anggun, akan tetapi saya masih sulit menerima penghinaan yang gadis itu katakan kepada putri saya. Dia bahkan menghina anak yang dikandung Starla, saya masih tidak bisa menerimanya. Silahkan, bila kalian berpendapat kalau saya adalah seorang pendendam... tapi bagi saya sendiri, saya hanyalah orang tua yang tidak terima anaknya dihina." tegas Adrian, yang rupanya masih marah dengan sikap Elisa. Namun, dia sudah memaafkan besannya.
"Baik pak Adrian, saya paham. Saya akan meminta gadis itu untuk meminta maaf kepada bapak dan juga Starla secara langsung!"
"Tidak perlu. Lagipula mbak Anggun, sampai susah payah merahasiakan identitas Starla karena gadis itu kan? Jadi biarkan saja."
Setiap kata-kata yang keluar dari bibir Adrian, sungguh membuat Saka dan keluarganya semakin tidak enak hati, ditambah dengan rasa bersalah yang bertubi-tubi. Jeffry bergeming untuk memikirkan solusi dari permasalahan ini. Karena Jeffry tau benar, bahwa rasa sakit hati itu sulit diobati daripada rasa sakit yang lain. Rasa sakit akibat tajamnya kata-kata, itu sulit disembuhkan walaupun hanya dengan kata maaf. Terkadang, saat orang yang bersalah mengatakan maaf, maka si korban bukannya merasa lebih baik. Akan tetapi, malah merasa semakin sakit hati dan tidak enak hati. Kata maaf malah bisa memperburuk keadaan.
Hingga Starla pun datang dan membawakan nampan berisi 4 gelas air minum dan juga cemilan kue-kue diatas piring. Starla menyimpan 4 gelas tersebut dan juga piring berisi cemilan ke atas meja. Saka, melirik Starla dengan khawatir. Dalam hati pria itu, ia merasa takut tidak bisa membawa istrinya pulang kembali ke rumah, karena Adrian mungkin tidak mengizinkannya.
__ADS_1
"Pak Adrian, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Saya memang ibu mertua yang jahat, karena sudah menghina menantu saya sendiri di depan orang asing. Tapi sungguh, saya benar-benar tidak sengaja melakukannya. Walaupun begitu, saya akan tetap meminta maaf...kepada bapak, terutama Starla yang hatinya saya sakiti." Anggun berbicara dengan wajah memelas, matanya terlihat berkaca-kaca. Terlihat penyesalan yang mendalam disorot matanya itu. Starla sungguh tidak tega melihat ibu mertuanya menangis. Lagipula, ibu mertuanya tidak seperti ibu mertua yang ada di sinetron ikan terbang. Anggun sangat baik padanya,
"Pa, udah pah...jangan marah lagi. Nanti aku sama little star jadi sedih pa. Mama Anggun kan nggak sengaja Pah."
Anggun menangis terharu karena menantunya begitu baik untuk memaafkannya, setelah kesalahan yang dia buat. Jika dia jadi Starla, mungkin dia akan sulit untuk memaafkan sikap mertua yang seperti ini.
Akhirnya Adrian pun luluh, dia tidak bisa keras kepala lagi dan melawan keinginan putrinya. Baginya kebahagiaan Starla adalah yang paling penting. Adrian memaafkan kesalahan Anggun dan berusaha untuk memaafkan kesalahan Elisa juga, namun walaupun sudah memaafkan bukan berarti melupakan apa yang terjadi. Sebab, ucapan seseorang yang pedas terkadang sulit untuk dilupakan begitu saja.
Malam itu, Saka kembali menginap di rumah ayah mertuanya. Dia tidak bisa jauh-jauh dari istrinya yang sedang hamil. Bahkan anehnya, Saka selalu merasa pusing kepala bila jauh dari istrinya.
Sementara itu, Anggun dan Jeffry pulang dari rumah besan mereka dengan perasaan yang tenang, karena mereka sudah mendapatkan maaf dari Adrian dan Starla. Anggun berjanji, dia tidak akan pernah mengulangi kesalahannya lagi.
"Pa, maafkan mama ya. Tadi Mama nampar Elisa, pasti papanya Elisa marah kan sama Papa?"
"Iya nggak apa-apa Ma. Mama sudah melakukan hal yang benar. Dan tidak masalah kalau papanya Elisa mau marah sama papa. Karena buat papa, yang paling penting adalah keutuhan keluarga kita, termasuk rumah tangga anak-anak kita. Masalah Elisa, apa yang akan menyelesaikannya. Mama nggak perlu khawatir!"
Sungguh, Starla sangat beruntung memiliki kedua mertua yang sangat menyayanginya. Mungkin para menantu di luar sana tidak seberuntung Starla, kebanyakan dari mereka memiliki mertua yang jahat dan banyak bicara. Tapi lihatlah ini? Starla mendapatkan mertua yang baik.
****
Setelah selesai makan malam dan mandi, Saka langsung menghampiri istrinya yang sudah ada di atas ranjang dan memakai piyama tidur. Pria itu terpesona melihat kemolekan istrinya, walau hanya memakai piyama tidur.
"Kamu udah selesai mandinya? Bentar ya, aku lagi telpon Gina nih," ucap Starla pada suaminya. Rupanya ia sedang memegang ponsel dan telponan dengan Gina.
Saka mengangguk paham, lalu ia melihat Starla kembali meletakkan ponsel ke telinganya.
"Ya tuhan! Ini benar-benar nggak terduga Star. Terus terus hot Daddy gue--em maksud gue om Adri gimana?" tanya Gina yang masih antusias menanyakan Adrian. Walaupun di mulut bilang tak mau peduli, tapi hati masih berharap. Apalagi mendengar berita ini, harapan Gina sih Adrian putus dengan Sofia.
"Kak Bisma nggak setuju lah, karena--ahh.."
Tiba-tiba saja Starla mendes*h manakala ia merasakan tangan besar yang bertengger di puncak salah satu bukit kembarnya yang masih tertutupi piyama tidur tipis berbahan satin. Tangan besar itu meremass-nya.
"Daddy little star, kamu ngapain?" bisik Starla pada suaminya, setelah menjauhkan ponselnya agar Gina tak mendengar.
"Lanjut aja ngomongin cowok lain, biar aku kayak gini." tangan Saka semakin berani menelusup masuk ke dalam piyama Starla dan mencari buah kesukaan tadi.
"Ka..kamu..."
"Halo Star? Lo masih disitu kan? Halo!" seru Gina yang terdengar keras di telpon. "Lo lagi ngapain woy!"
"Gin, kita bicara besok ya. Gue...ah..."
"Star, kok suara Lo mendessah basah gitu sih? Lo lagi ngapain sama suami berondong Lo?"
"Kak Gina tau sendirilah, kalau suami-istri mau ngapain malam-malam begini?" Saka bersuara sambil memainkan puncak buah sintal Starla.
__ADS_1
"Saka!" teriak Starla malu. Suaminya itu malah tersenyum genit dan semakin menggoda Starla.
"Ah udah lah! Gue yang jomblo bisa apa!" Gina kesal, lalu ia pun memutuskan sambungan telpon dengan sahabatnya itu.
Tut...Tut...Tut...
Starla pun menyimpan ponselnya ke atas nakas, lalu ia menyingkirkan tangan suaminya yang bergerilya nakal di dua buah kembarnya.
"Saka, kamu buat aku malu. Dasar Daddy nakal," ucap Starla mendengus.
"Biarin, yang penting nakalnya sama kamu doang hehe. Lagian aku harus kasih hukuman sama kamu," kata Saka.
"Hukuman? A-apa--woah!"
Starla terkejut karena suaminya sudah menindih tubuhnya. Bahkan membuka kancing piyama tidurnya.
"Ka-kamu mau ngapain? Lagian kenapa aku harus dihukum hem?" tanya Starla gugup, ia menelan ludah saat melihat tubuh suaminya yang cukup sixpack. Untuk anak seumurannya, Saka sangat seksi.
"Bibir ini, udah lancang nyebut nama cowok lain. Jadi---" Saka menyentuh bibir Starla dengan ibu jarinya, kemudian ia menyambar bibir ranum itu dengan sedikit kasar.
"Kamu cemburu?" tanya Starla setelah Saka melepas ciumannya.
"Jadi nggak boleh?" Saka malah bertanya balik.
"Boleh banget, kalau bisa sering-sering aja. Biar aku bisa merasakan betapa cintanya kamu sama aku, daddy." kata Starla sambil tersenyum, kemudian dia memajukan wajahnya dan menggigit telinga Saka yang menjadi titik sensitif pria itu.
"Star jangan mancing-mancing deh."
"Hehe." Starla malah terkekeh jahil melihat wajah suaminya yang diselimuti gairah dan dia berusaha menahannya. Saka selalu ingat kata dokter.
"Sial! Aku ke kamar mandi dulu." umpat Saka lalu ia beranjak dari ranjang itu sambil menahan sesuatu dalam dirinya.
"Mau aku bantu? Pakai tangan, atau mulut?" tawar Starla pada suaminya, dia serius.
"Aku nggak akan biarkan kamu melakukan hal itu Star, apalagi kamu lagi hamil. Bibir kamu nggak boleh kotor. Biar aku nenangin ini dengan cara sendiri." kata Saka sambil tersenyum, lalu ia masuk ke dalam kamar mandi, meninggalkan Starla seorang diri di sana.
****
Sementara itu, Adrian sedang bicara ditelpon dengan Sofia. Katanya Sofia ada hal penting yang ingin dikatakan.
"Maaf Mas, aku tidak bisa melanjutkan hubungan ini lagi."
"Kenapa begitu Sofia? Bukankah kamu bilang ingin berjuang?!"
"Maaf Mas, Bisma...aku nggak bisa menghiraukan Bisma. Maaf Mas, jangan pernah hubungi aku lagi!" ujar Sofia yang laku menutup telponnya begitu saja secara sepihak. Hati Adrian dibuat sakit oleh sikap Sofia yang tiba-tiba seperti ini.
__ADS_1
****
Mana suaranya pendukung hot Daddy 🥰🥰🤣 jangan lupa komen guys