Dihamili Berondong

Dihamili Berondong
Bab 65. Kesakitan Starla


__ADS_3

...🍀🍀🍀...


Starla memegang perutnya yang terasa sakit dan mengencang, rasa sakitnya semakin menjadi-jadi. Seperti orang diare, tapi lebih lebih. Wanita itu memanggil manggil nama suaminya dengan keras, tapi sayang suaranya tercekat di tenggorokan karena rasa sakitnya.


"Saka...Saka tolongin..."


Keringat dingin semakin bercucuran membasahi wajahnya. Starla sangat kesakitan, sampai kesulitan untuk berdiri, apalagi berjalan. Wanita itu sepertinya tak mampu.


"Suaraku nggak kedengaran." Dari kamar mandi, Starla dapat melihat suaminya masih terpejam lelap di atas ranjang. Akhirnya Starla mencoba merangkak keluar dari kamar mandi dan meminta tolong pada suaminya.


Dibandingkan dirinya, Starla jauh lebih mencemaskan keadaan kedua bayinya di sana yang bergerak-gerak tidak karuan. Tendangan yang berbeda dengan tendangan anak-anaknya yang biasa. Ini menyakitkan, sungguh.


Starla berhasil menyeret tubuhnya ke depan pintu kamar mandi, ia pun berusaha mengumpulkan tenaga meski rasa sakit ini seolah mencekiknya. Ia mencoba berteriak sekuat tenaga.


"SAKA! TOLONG!"


"Ka..."


Mendengar teriakan Starla, akhirnya Saka mulai kembali dari alam mimpi ke alam sadar. Matanya yang semula terpejam, mulai terbuka secara perlahan. Saka beranjak duduk di atas ranjangnya. Lantas, atensinya tertuju pada seseorang yang terduduk di depan tembok pintu kamar mandi.


"Star!"


Saka langsung berlari terburu-buru dengan cemas, menghampiri sang istri yang tidak terlihat baik-baik saja. "Kamu kenapa Star?" ucap pria itu seraya mengusap wajah Starla yang basah dan terlihat pucat.


Tangan Starla mencengkram kuat lengan suaminya, bahkan tanpa sengaja melukai tangan Saka dengan kuku panjangnya. "Saka... tolong...sakit..."


"Apa yang sakit sayang?" tanya Saka lembut dan cemas. Tangan Saka memegang tangan Starla yang terasa dingin. Bahkan berkeringat.


"Perut aku...perut aku sakit Ka. Sakit banget, tolongin aku..." lirih Starla lemas.


Melihat istrinya kesakitan, Saka yang panik langsung menggendong sang istri ke atas ranjang. Lalu ia mengambil minyak kayu putih, pikir Saka...mungkin Starla hanya mengalami keram biasa. Sebab tidak ada tanda-tanda Starla akan melahirkan, mungkin Starla mengalami kontraksi seperti biasa.


Setelah mengoleskan minyak kayu putih ke perut buncit sang istri, tidak ada perubahan juga. Starla malah makin merasa kesakitan.

__ADS_1


"Saka...aku nggak mau sesuatu terjadi sama bayi kita. Ini sakit Ka, sakit banget...mereka kayak kesakitan. Aku bisa ngerasain itu...sakit...uh..." wanita itu meringis sampai meneteskan air mata.


Saka panik dan takut, ternyata istrinya bukan sakit perut biasa. Akhirnya ia memanggil kedua orang tuanya. "MAMA! PAPA! TOLONG!"


Anggun dan Jeffry langsung bangun saat mendengar teriakan Saka, Anggun mengikat rambutnya secara asal. Kemudian dia dan suaminya bergegas pergi ke kamar Saka yang ada di lantai bawah.


"Ada apa Saka? Ya tuhan, Starla kenapa?" tanya Anggun saat melihat Starla meringis kesakitan sambil memegang perutnya. Anggun memegang tangan Starla, wanita itu sudah hampir kehilangan kesadarannya.


"Bayi aku...bayi aku..." ucap Starla.


"Saka juga nggak tau Ma, Starla tiba-tiba kayak gini. Tapi Starla bilang, kalau dia nggak jatuh!" Saka menangis, seakan merasakan rasa sakit yang Starla rasakan saat ini.


"Kita bawa istri kamu ke rumah sakit sekarang! Papa akan siapkan mobil."


Saka menggendong istrinya dengan sigap, dia dan kedua orang tuanya membawa Starla naik ke dalam mobil. Mereka pergi ke rumah sakit. Saka memeluk Starla sambil mengelus-elus perutnya, di sana lah Saka bisa merasakan tendangan yang bertubi-tubi dari perut Starla. Pasti Starla sangat kesakitan. Tidak pernah Saka merasa sesakit ini, melihat orang yang ia cintai kesakitan.


'Ya tuhan, tolong jangan biarkan sesuatu yang buruk terjadi pada istri dan anak-anak kami' batin Saka berdoa.


"Mas, tolong tunggu disini saja! Biarkan kami bekerja." kata seorang suster pada Saka yang akan masuk ke ruang UGD.


"Tapi sus...istri saya..."


"Kami akan memeriksanya, bapak tunggu disini." tegas seorang dokter yang tiba-tiba muncul didepan Saka. Dokter itu adalah dokter kandungan.


Akhirnya Saka menunggu didepan ruang UGD, dengan perasaan gelisah. Sesekali ia mengusap air matanya, berdoa kepada Tuhannya, semoga Starla dan bayi kembar mereka baik-baik saja.


Tak lama kemudian, Anggun dan Jeffry menghampiri Saka didepan ruang UGD. Mereka berusaha menguatkan Saka, dengan mengatakan bahwa Starla dan twins akan baik-baik saja. Namun Saka masih gelisah, rasa cemas itu masih mendera hatinya.


10 menit kemudian, dokter keluar dari ruang UGD. Saka, Anggun dan Jeffry langsung menghampiri dokter itu.


"Dok, bagaimana keadaan istri dan anak-anak saya? Mereka baik-baik saja kan?"


"Iya Mas, ibu dan bayi baik-baik saja. Untung saja Mas segera membawanya ke rumah sakit, kalau tidak mungkin kita akan kehilangan salah satu bayinya." ucapan dokter itu sontak saja membuat Saka, Anggun dan Jeffry terkejut.

__ADS_1


"Memangnya apa yang terjadi pada menantu saya pak? Sampai nyawa cucu saya bisa terancam?"


"Menantu bapak mengalami keram perut karena infeksi salmonella. Karena mengonsumsi junk food atau memakan daging yang tidak dimasak dengan matang."


"Daging?" Jeffry dan Anggun menoleh ke arah Saka, seolah bertanya padanya.


Saka pun jadi teringat dengan daging yang ia masak di rumah tadi. Daging itu sepertinya tidak dicuci dengan benar dan tidak dimasak dengan benar oleh Saka. Saka ingat betul, bagaimana tekstur ayam yang masih setengah matang itu.


"Astaga...ini salah aku. Ini salah aku, Ma, Pa." sesal Saka sambil merenggut rambutnya dengan geram. Tubuhnya lemas setelah penjelasan dokter barusan. Tidak pernah Saka merasa selemah dan sangat bersalah. Dia hampir membunuh anaknya dan membahayakan Starla.


****


Di Bogor, rumah Gina.


Gadis yang syok dan jantungnya kelebihan debaran itu, masih belum sadarkan diri dan terbaring di atas sofa. Ya, setelah Adrian berucap ingin menikahinya. Gina syok, langsung pingsan saat itu juga.


Rani terlihat sedang mengoleskan minyak kayu putih pada bawah hidung Gina. Disisi lain, Adrian menatap cemas pada gadis itu. Disaat ia sedang diinterogasi oleh Tomi, karena pria itu sudah berani melamar putrinya.


Tentu saja Tomi tidak terima, sebab usia Adrian yang terlampau jauh dari putrinya yang masih muda. Berani sekali Adrian melamar Gina, Tomi menyebutnya sebagai orang gila.


"Saya tidak akan pernah menyetujui hubungan kamu dan Gina. Lamaran kamu saya tolak pak Adrian! Usia anda lebih layak menjadi ayahnya Gina, ketimbang jadi suaminya. Saya akan anggap, anda tidak bicara apa-apa." tegas Tomi.


"Tapi pak, usia bukanlah patokan dan tolak ukur dalam sebuah hubungan. Saya--"


"Kalau Papa sama Mama nggak merestui aku tidak menikah dengan Om Adri. Aku nggak akan pernah mau menikah seumur hidup, aku mau jadi jomblowati jomblo sampai MATI!" teriak Gina yang ternyata sudah bangun dari sleeping beautynya.


Sontak saja semua orang menoleh ke arah Gina. Adrian tersenyum tipis, dia jadi ingat kata-kata Starla sebelumnya. 'Orang yang mencintai dengan penuh kesungguhan, pasti akan berjuang untuk cintanya. Sekeras apapun rintangan menghalangi, dia akan berjuang. Bukannya melarikan diri'


'Kamu benar sayang, kamu benar...'


****


Jangan lupa komen, gif dan vote kalian ya🥰bagi yang mau lihat visual novel ini..melipir saja ke Ig atau tiktok author 🥰

__ADS_1


__ADS_2