Dihamili Berondong

Dihamili Berondong
Bab 39. Mulut pedas Gina


__ADS_3

****


Setelah mengantarkan Elisa ke rumahnya dan membantu Elisa minum obat, bahkan menemaninya sampai tidur. Saka pun pergi dari rumah Elisa, mamanya Elisa juga tidak sehangat dulu. Dia dingin sekali sikapnya pada Saka, mungkin ini semua karena Saka sudah putus dengan putrinya. Tapi Saka tidak peduli, dia memang sudah berumah tangga sekarang. Fokusnya hanya Starla, sedangkan pertolongan Saka pada Elisa dianggap sebagai pertolongan sekedar teman saja dan tak lebih.


Saat sampai di gerbang dan naik ke motornya, dia baru teringat dengan Starla. Ia pun melihat jam tangannya. "Sial! Udah jam 6 sore, berarti udah satu jam lebih Starla nunggu gue. Dia pasti masih ada di rumah kak Gina kan?" cowok itu pun panik dan langsung tancap gas ke rumah Gina untuk menjemput Starla.


Sesampainya di rumah Gina, Saka yang kebetulan melihat Gina baru saja mau masuk rumah. Langsung menghampiri Gina dan menanyakan keberadaan istrinya. Namun tatapan Gina padanya sangat tidak bersahabat.


"Sore kak Gina."


"Ngapain Lo kesini?" tanya Gina sinis.

__ADS_1


"Kak Gina, apa Kak Starlanya ada?" tanya Saka dengan sopan. Pria itu tak tahu kenapa sikap Gina padanya sinis seperti ini.


"Loh...kenapa nanyain Starla ke gue? Bukannya dia harusnya udah pulang ya satu SETENGAH jam yang lalu." sindir Gina dengan penuh penekanan pada Saka. Cowok itu paham dan peka dengan apa maksud Gina.


"Dia pulang sama siapa kak?" tanya Saka yang langsung bisa menebaknya Starla sudah pulang dan dia marah padanya.


"Nggak tau, bukannya Lo harusnya sebagai suaminya tau Starla sama siapa. Oh ya, gue lupa...lo kan masih gamon sama mantan." Kata Gina sambil tersenyum sinis, bahkan dia menutup mulutnya dengan satu tangan.


"Lo tenang aja, Starla baik-baik aja kok...dia sama orang yang semestinya. Lebih baik lo urusin aja mantan Lo itu," ketus Gina dengan senyum sinisnya lagi. Tak perlu Gina bicara secara langsung pun, Saka langsung sadar itu sindiran dan Starla tau bahwa ia bersama Elisa.


"Kakak salah paham--"

__ADS_1


"Gue nggak peduli. Yang jelas gue nggak mau temen gue tersakiti gara-gara bocil kayak Lo. Gue kasih tau ya, sebenarnya tanpa lo tanggung jawab sekalipun. Banyak kok cowok yang masih mau sama Starla dan nerima bayinya. Mereka bersedia jadi bapaknya, karena mereka cinta sama Starla itu tulus. Tapi emang dasarnya aja, Starla apes banget malam itu karena dijebak orang gila dan akhirnya tidur sama Lo. Kalau enggak, mungkin Starla udah nikah sama orang itu!" seru Gina sambil menunjuk-nunjuk ke arah Saka dengan marah. Ia bicara begini agar Saka sadar bahwa Starla itu berharga dan tidak pantas disakiti.


"Entah kenapa, gue lebih senang Lo fokus sekolah dan memilih nggak tanggungjawab sama Starla. Kalau ujung-ujungnya Lo kayak gini, cuma nyakitin. Starla itu terlalu berharga untuk Lo perlakukan seperti ini."


Menusuk, kata-kata Gina sungguh membuat hati Saka tertusuk. Apalagi mendengar kata pria lain yang mencintai Starla, Saka jadi cemburu dan marah.


Tanpa bicara apapun pada Gina, Saka pergi dari rumah Gina dan didalam perjalanan, ia mencoba menelpon Starla tapi tak diangkat angkat juga.


"Maafin aku Starla, please angkat teleponnya..."


...****...

__ADS_1


__ADS_2