Dihamili Berondong

Dihamili Berondong
Bab 113. Benci Oma


__ADS_3

Monica terlihat cuek saja ketika Malvin mengancamnya, lagipula dia berniat berjuang bukan untuk menyerah. Tak peduli meskipun ada mantan istri Saka sekalipun, dia akan tetap maju.


Setelah selesai makan bersama, Monica langsung menemani Malvin membeli kamera. Malvin berterimakasih karena Monica sudah mau bertanggungjawab.


"Thanks ya, ternyata Lo nggak seburuk itu."


"Apa maksud Lo ngomong gitu, dasar burik!" ketus Monica sebal. Ketika mereka berdua sedang berjalan, tiba-tiba saja seorang anak remaja menubruk tubuh Monica.


Dengan sigap Malvin menangkap tubuh gadis itu agar tidak jatuh. Kedua tangannya tanpa sadar memeluk tubuh semok Monica. Keduanya pun saling bertatapan cukup lama, sampai...


"Modus banget Lo! Yang boleh nyentuh gue itu, Saka!" Monica mendorong Malvin dan menatapnya sengit.


"Cih! Siapa juga yang mau nyentuh Lo? Dasar lampir gunung salak! Ini cuma demi rasa kemanusiaan aja." ketus Malvin sambil mencebikkan bibirnya, kesal dengan gadis yang ditolongnya itu.


Lalu Malvin pun berjalan pergi meninggalkan Monica yang masih berdiri di sana. Monica memegang tangannya yang tadi dipegang oleh Malvin. "Kok, rasanya aneh ya dipegang sama dia?" gumam Monica.


****

__ADS_1


Di kediaman Delano.


Si kembar baru saja berganti baju setelah pulang sekolah, Anggun juga sudah menyiapkan makan siang untuk kedua cucunya. Sayang sekali Starla dan Saka tidak bisa ikut bergabung karena mereka masih bekerja.


"Sayang, apa kamu nggak mau makan? Kok nggak dimakan sih makanannya?" tanya Anggun keheranan karena sedari tadi Axelo diam saja. Memang biasanya juga diam, tapi kali ini diamnya lebih ke sikap dingin dan memusuhi. Anggun bisa merasakan itu dari tatapan Axelo yang tidak bersahabat padanya.


"Aku tidak mau."


"Kenapa tidak mau kak? Makanan buatan nenek enak loh." ucap Aluna dengan polosnya melahap makanan buatan Anggun.


"Apa kamu nggak suka makanannya sayang? Mau Oma buatkan yang lain?" tanya Anggun ramah, tangannya hendak mengusap kepala Axelo. Namun anak laki-laki itu dengan cepat menghindar dari Anggun.


"Tidak perlu." jawab Axelo cuek, dia bahkan memutar bola matanya malas.


"Tapi sayang, kamu belum makan loh. Makan yuk?" wanita paruh baya itu membujuk Axelo untuk makan.


"Bi Winda, sini!" tiba-tiba saja Axelo memanggil Winda. Kemudian Winda pun menghampiri Axelo, dia baru saja dari taman belakang.

__ADS_1


"Ya tuan muda," sahut Winda.


"Bi, buatin aku chicken teriyaki dong! Aku laper!" seru Axelo yang membuat Anggun, Aluna dan Winda terkejut karena didepan matanya ada chicken teriaki utuh buatan Anggun. Tapi Axelo tak mau memakannya.


"Tapi itu ada chickennya buatan nyonya, tuan muda." ucap Winda heran.


"Nggak mau, chickennya pedes sama kayak mulut yang buatnya!" sindir Axelo pedas dan membuat mata Anggun berkaca-kaca. Sedangkan Aluna tidak paham kenapa kakaknya bicara begitu.


"Chicken nya gak pedes kok. Oma buatnya gak pake pedes," ucap Aluna polos.


"Bi Winda mau buatin nggak?" tanya Axelo tegas. Winda menoleh ke arah Anggun untuk mendapatkan jawaban. Anggun pun menganggukkan kepalanya.


"Ya udah bibi buatin ya, tuan muda." kata Winda sambil tersenyum.


Sebenarnya hati Anggun terluka dan dia tersinggung dengan sikap Axelo yang sengaja menolak makanan darinya. Setelah selesai makan, barulah Anggun bicara dengan Axelo mengenai sikapnya.


"Sayang, apa Oma ada salah sama kamu? Kenapa kamu bersikap begini nak?" tanya Anggun lembut.

__ADS_1


"Karena Oma benci mommy dan aku benci Oma." ketus Axelo dan membuat Anggun mengerutkan keningnya.


****


__ADS_2