Dihamili Berondong

Dihamili Berondong
Bab 46. Hampir saja


__ADS_3

Air mata Gina akhirnya merembes keluar membasahi wajahnya. Hati Gina panas saat melihat Adrian berada didalam mobil bersama seorang wanita yang terlihat seumuran dengannya, pria itu tersenyum pada wanita itu dan menatapnya penuh kasih. Tidak pernah sekalipun Gina melihat papa dari sahabatnya, tersenyum lebar seperti itu pada seseorang. Bahkan tidak padanya sekalipun, mungkin hanya pada Starla saja dia begitu dan kepada wanita disampingnya itu.


Apa om Adrian udah punya pacar? Kenapa om Adrian senyum kayak gitu sama wanita itu?


"Walah,kak Gina kenapa tuh? Apa gue ada salah ngomong ya?" gumam Fero yang bingung melihat Gina tiba-tiba menangis melihat mobil yang lewat barusan.


"Kak Gina! Halo...halo...anybody home? Spada...misi....Moshi Moshi...excuse me!"


Beberapa kali Fero memanggil Gina dengan beragam bahasa dengan gaya konyolnya itu. Namun, mata Gina masih belum berkedip dan buliran air hangat itu masih membasahi pipinya. Berjatuhan, seakan-akan Gina merasakan sakit yang teramat sakit.


"Apa yang dilihat kak Gina barusan ya? Kok dia bisa nangis kayak gini sih? Apa jangan-jangan dia kelilipan? Atau jangan-jangan dia kesurupan?" tebak Fero dengan wajah hebohnya itu. Dia masih menatap Gina.


Hingga Gina pun sadar sendiri, lalu mengusap air matanya yang tanpa sadar jatuh itu. Gina ternyata serius dengan perasaannya pada Adrian, meskipun selalu diiringi candaan. Tapi hatinya lembut dan serius dengan perasaannya.


Tak berselang lama kemudian, sebuah mobil berhenti di belakang mobil Gina. Terlihat dua orang pria paruh baya keluar dari sana. Mereka menghampiri Gina dan Fero.


"Gina, kamu nggak apa-apa kan? Maaf Papa sama pak Didin lama." kata pria paruh baya yang memakai setelan kemeja rapi dan kacamata itu. Dia menatap putrinya dengan cemas.


"Kamu kenapa nangis nak? Apa cowok ini yang udah buat kamu nangis?" tuduh Papa Gina seraya menatap Fero dengan tajam. Fero langsung tercengang dan jalan mundur.


"Ma-maaf pak, tapi saya nggak ngapa-ngapain anak bapak!" Fero menyanggah tuduhan papa Gina kepadanya.


"Gina, apa preman ini ngapa-ngapain kamu nak?" tanya Papa Gina kepada putrinya itu.


"Dia nggak ngapa-ngapain kok Pa, dia cuma orang gila lewat. Ayo pulang pah, aku ngantuk!" ujar Gina pada papanya.

__ADS_1


'What? Dia bilang apa? Gue orang gila?' batin Fero kesal dikatai orang gila oleh Gina.


Setelah itu Gina pun naik ke mobil papanya, sementara' sang supir segera mengganti ban mobil Gina yang kempes. Disisi lain Fero masih terheran-heran karena Gina tiba-tiba menangis, kira-kira kenapa dia?


"Ah udahlah! Lagian ngapain gue mikirin dia, mending gue cepat balik ke rumah terus bantuin Saka." beo pria itu yang baru ingat harus membantu Saka.


****


Di rumah Adrian, Starla yang sudah keluar dari kamar mandi. Berusaha mencari-cari ponselnya diatas meja makan dan di sekitar dapur. Ia yakin tadi ponselnya ada diatas meja makan, tapi kenapa bisa hilang?


"Star, kamu lagi apa sih?" tanya Saka pada istrinya yang masih berada di ruang tengah. "Aku nungguin kamu dari tadi, kamu mau bikin little star begadang?" celetuk Saka pada istrinya.


"Eungh--itu...aku nyari hp. Kamu lihat hp aku nggak, Saka?" tanya Starla sambil memindahkan rambut panjang ke belakang lalu mengikatnya.


Saka langsung menelan salivanya saat Starla menanyakan hpnya. Sebenarnya Saka yang menyembunyikan ponsel Starla, sebab ia tidak tau cara lain agar Starla tidak mengecek ponselnya. Ya sudah, dia sembunyikan saja ponselnya itu.


"Nggak, aku mau lihat dulu ponselku." kata wanita itu yang masih sibuk mencari ponselnya. Lantas, Saka pun memegang tangan istrinya.


"Nanti aku cariin, mending sekarang kamu tidur. Kasihan our little star kalau begadang, oke?" bujuk Saka lembut. Sejak kejadian di taman belakang tadi, perlakuan Saka jadi lembut pada Starla.


"Ta-tapi Saka," Starla bingung.


"Nggak pakai tapi tapian, yuk tidur!" ajak Saka lagi dengan senyuman manis ala es Boba gitu. Sampai menunjukkan satu lesung pipinya segala, bak Cha Eun woo si aktor Drakor True Beauty. Tentu saja, Starla pun terpana sekaligus terpesona melihat ketampanan suami brondongnya ini. Sumpah, nggak ada obat pesona seorang Arshaka Delano ini.


'Tuhan, kenapa Saka ganteng banget? Dia juga nggak kayak anak kecil kalau lagi mode kayak gini. Beda banget sama dia yang dulu dan sombong, juga kasar. Nggak heran kalau si Elisa sampe tergila-gila sama dia' Starla berkata dalam hatinya mengenai Saka.

__ADS_1


"Iya deh, ya udah." Akhirnya Starla pun tidak bisa menolak ajakan suaminya. Dia jadi salah tingkah, bahkan tak berani menatap suaminya. Senyumnya membuat Starla tidak bisa mengendalikan dirinya.


Tanpa sengaja dan tanpa melihat-lihat ke depannya, wanita itu tersandung oleh meja yang akan dilewatinya. "Star!" teriak Saka saat melihat istrinya akan jatuh ke lantai.


Sontak saja Saka menarik tangan wanita itu, hingga mereka berdua terjatuh ke sofa empuk bersamaan. Tanpa sengaja netra mereka beradu pandang dalam jarak dekat, bahkan hanya tinggal beberapa senti lagi hidung mereka bersentuhan. Posisi saat ini, Starla berada diatas pangkuan Saka dan tangan Saka memegang pinggul Starla.


'Saka handsome banget'


'Starla cantik banget, nggak heran kalau yang namanya Bisma itu nggak bisa move on dari dia' Pasutri muda itu saling memuji pasangan mereka didalam hati. Keduanya memuji cantik dan tampan. Menikmati keindahan didepan mata mereka masing-masing.


Dan ketika tangan kekar Saka memegang pinggulnya seperti ini, membuat Starla berdebar dan dia gelagapan. Sontak saja ia memutus atensi dari suaminya dengan memalingkan wajah.


Namun dengan cepat, Saka menarik dagu Starla lalu membuat mereka saling bertatapan lagi. "Saka..."


Mata Saka menatap bibir yang sudah merah tanpa pemoles bibir itu dengan tatapan nanar. Lantas, sedetik kemudian pria itu pun menyambar bibir istrinya. Sudah berapa kali mereka seperti ini? Mungkin 3 kali.


Awalnya Starla terkesiap karena ciuman dari Saka dan tidak membalasnya. Namun saat Saka menggigit bibir dan berusaha masuk ke dalam rongga mulutnya, Starla memberikan akses itu. Meski sama-sama masih amatir, Starla dan Saka bergerak dengan insting dan feeling.


Kedua tangan Saka menarik tengkuk Starla semakin dalam, setelah Starla terbiasa. Saka menurunkan satu tangannya dan mengusap-usap lembut paha Starla yang masih dibalut dengan celana piyama tidurnya. Sambil berciuman, lalu tangan Saka pun naik ke atas dan mulai nakal membuka kancing piyama Starla. Suasana pun semakin panas kala Starla dan Saka sama-sama terhanyut dalam gelanyar aneh itu.


Baru satu kancing dibuka, lalu dua dan...


BRAK!


Suara gaduh yang berasal dari ambang pintu itu membuat pagutan bibir Saka dan Starla dengan terpaksa.

__ADS_1


'Hampir saja' batin Saka sambil melihat wajah Starla yang memerah saat ini karena ulahnya. Ini halal, tapi Saka masih merasa ini aneh. Dia anak SMA tapi sudah menikah.


****


__ADS_2