
Warn! Sedikit mengandung esek-esek!
...🍀🍀🍀...
Siang itu di rumah Saka. Anggun baru saja selesai menikmati makan siang bersama dengan Ghea, putrinya. Anggun terus saja membicarakan menantu perempuannya yang belum pulang. Tapi syukurlah Ghea menginap di rumah ibunya selama beberapa hari,karena suaminya sedang dinas keluar kota.
"Pasti seru deh kalau ada Starla disini, Ma." celetuk Ghea sambil memakan buah pisang dengan lahapnya. Kandungannya hanya berbeda 2 bulan dari Starla. Jika kandungan Starla 2 bulan, maka kandungan Ghea sudah berusia 4 bulan.
"Iya bener, tapi dia lagi nginep di rumah papanya. Dia sama Saka juga kok," ucap Anggun sambil mengupas buah apel untuk Ghea.
"Hem...iya..." sahut Ghea sambil tersenyum. Kemudian ia melihat ponselnya dan tanpa sengaja Ghea melihat berita tentang Starla. "Ya ampun Ma, apa ini? Mama coba lihat Ma!"
Ghea menyodorkan ponselnya pada Anggun, lalu sedetik kemudian. Anggun terbelalak saat melihatnya. Apalagi melihat komentar-komentar di media sosial Starla. Sudah dua kali Saka dan Starla terlibat berita viral ini.
"Astaga! Ghe, cepat telpon papa kamu dan minta bantuan sama Papa kamu. Mama mau telpon Saka, mau tanyain gimana kabar Starla. Pasti menantu mama tertekan!" ujar Anggun buru-buru.
"Wokay Ma!" sahut Ghea patuh. Dia langsung menelpon papanya untuk membereskan masalah ini. Namun sebelum itu, Ghea melihat berita di medsos Starla susah hilang dalam sekejap.
"Ma...beritanya hilang loh, serius!" ujar Ghea terperangah. Dalam sekejap berita itu hilang, akan tetapi Anggun tetap menelpon Saka untuk menanyakan keadaan menantunya.
"Kok nggak diangkat-angkat ya?" gumam Anggun dengan kening berkerut. Saka tak kunjung mengangkat panggilan telpon darinya.
****
Suasana tegang terjadi di rumah Starla siang itu. Dimana Adrian sudah negatif thinking duluan pada Saka, bahwa menantunya itu yang membuat Starla menangis. Itu sebabnya Starla tidak mau memberitahukannya. Sementara Gina, dia sudah pulang duluan setelah tau Saka akan pulang. Gina berharap Starla dan Saka bisa menyelesaikan masalah mereka berdua.
Namun Starla langsung membela suaminya, ia mengatakan bahwa dia menangis bukan karena Saka. Tapi karena berita di medsos, padahal ini sebenarnya karena Bisma yang sudah menciumnya.
Setelah penjelasan demi penjelasan dikatakan, akhirnya Adrian percaya pada Starla dan Saka. Itu pun dengan susah payah mereka menjelaskan. Usai bicara dengan Adrian, Starla dan Saka masuk ke dalam kamar mereka.
"Ada apa sih? Nggak mungkin kamu nangis gara-gara masalah medsos aja?" tanya Saka begitu ia duduk di ranjang disamping istrinya. Saka tidak yakin Starla menangis sampai sesenggukan seperti kata papa mertuanya itu, karena masalah medsos. Bukankah tadi Starla tenang saja saat semua orang membicarakannya, ia tidak menangis. Saka yakin ada hal yang lebih dari itu.
"Hiks..." Starla kembali menangis, dia teringat dimana Bisma menciumnya paksa dan penuh nafsu.
Kedua tangan Saka menangkup pipi istrinya dengan lembut, atensinya begitu cemas pada Starla. Darahnya berdesir, melihat sang istri menangis. "Hey, ada apa Star? Apa cowok itu nyakitin kamu? Atau aku yang nyakitin kamu?" tanya Saka panik.
"Saka...maafin aku, maaf!" Starla tidak menjawab pertanyaan Saka dan malah membenamkan wajahnya ke dalam dekapan pria berseragam putih abu itu. Saka makin tidak mengerti.
"Kenapa kamu minta maaf? Ada apa sih?" tangan Saka mengapit dagu Starla, lalu melihat wajah istrinya dari dekat. Sontak saja Saka terlonjak kaget saat melihat bibir Starla yang merah dan sedikit bengkak.
"Bibir kamu..." lirih Saka yang mulai memikirkan sesuatu gila di kepalanya saat ini. Matanya memicing menatap Starla dengan banyak pertanyaan.
"Maaf, kak Bisma... dia..." ucap Starla sambil sesenggukan.
"Dia apa?" tanya Saka yang mulai merasa gelisah. Takut Bisma berbuat macam-macam padanya.
"Dia cium aku," akui Starla seraya meremat tangan Saka. "Maafin aku, itu nggak disengaja, maaf..."
Saka bergeming, tangannya terkepal erat. Wajahnya terlihat emosi saat ini, setelah mendengar pengakuan Starla barusan kalau Bisma menciumnya. Suami mana yang tidak marah bila istrinya disentuh pria lain. Jujur, Saka juga kecewa.
__ADS_1
"Saka, kenapa kamu diam aja? Kamu marah ya sama aku?" tanya Starla sambil melepas pelukannya, ia menatap Saka dengan cemas, dengan air mata yang berlinang. Starla berpikir bahwa Saka marah dan jijik padanya. Starla benar-benar takut.
Saka perlahan-lahan berdiri dari ranjang, lalu ia pun berjalan pergi ke kamar mandi. Tanpa mengucapkan sepatah katapun. Jelas saja, Starla tersentak kaget dengan sikap suaminya yang terkesan mengabaikannya.
"Saka! Ka...kamu marah sama aku?" lirih Starla dengan dada yang sesak. "Dia pasti marah sama aku, Saka marah..." gumamnya sambil terisak.
Namun tak berselang lama kemudian, Saka keluar dari kamar mandi, lalu ia mendekati Starla yang masih menangis ditepi ranjang.
"Ka...maafin aku, aku udah coba ngelawan. Tapi kak Bisma..."
"Jangan ngomongin dia, bisa nggak?" Saka memotong ucapan Starla. Wajahnya masih terlihat datar, namun ini sungguh menakutkan bagi Starla. Sorot mata Saka tidak main-main, menyalang tajam penuh amarah.
"Saka, maaf ak--"
Kata-kata Starla terhenti manakala Saka mencium bibirnya dengan kasar dan menuntut. Skill ciuman Saka meningkat, ia menyesap bibir dan menjelajahi rongga mulut Starla dengan lidahnya. Suara desah*n dan er*ng*n Starla tertahan karena ciuman Saka yang begitu mendominasi dan menuntut. Mau tak mau, Starla pun membalas ciuman suaminya dengan sama intensnya.
Sembari bertanya-tanya dalam hati, apakah Saka begini karena marah ataukah pria itu sudah memaafkannya?
Jari jemari lentik Starla membelai tengkuk Saka guna memperdalam dan merasakan ciuman itu. Suara Saka juga tertahan, ia menggigit, melumatt dan menyesap lidah Starla dengan kuat seakan ingin memakannya. Tanpa sadar, keduanya sama-sama merasakan panas tidak karuan. Ada gelanyar aneh tercipta, hendak meledak dan ingin dipuaskan. Nama gelanyar itu adalah hasrat dan gelora.
Merasa nafas keduanya mulai habis, Saka mengurai ciuman lebih dulu. Ia menyatukan keningnya dengan kening sang istri. Nafas keduanya sama-sama memburu dengan dada yang naik turun. Bibir mereka bengkak dan merah karena kegiatan barusan.
"Maafin aku Saka..."
"Kamu udah jadi milik aku, tapi kenapa aku merasa hati kamu masih milik dia!"
"Kamu serius?" tanya Saka yang saat ini sedang menatap dalam pada manik mata berwarna coklat milik Starla.
"Aku serius. Percaya sama aku Saka." lirih Starla dengan mata berkaca-kaca.
"Aku percaya, tapi aku butuh bukti dan jaminan, kalau kamu emang udah cinta sama aku dan nggak ada cowok lain di hati kamu!" ujar Saka dengan tegas.
"Kamu mau aku melakukan apa, Sak?" tanya Starla lembut.
"Aku meminta hak aku sebagai suami, kamu melayani aku sebagai seorang istri. Aku mau...kita melakukan hubungan suami-istri sekarang!" tegas Saka yakin. Saka ingin memiliki Starla, hati dan juga segalanya. Dengan hubungan suami-istri ini, pasti akan membuat hubungan Saka dan Starla menjadi lebih dekat.
Jantung Starla berdebar saat ia mendengar ucapan Saka. Pria itu meminta hak-nya sebagai seorang suami. Sudah 1 bulan lebih mereka menikah, tapi mereka memang belum pernah melakukan hubungan suami-istri. Terakhir dan pertama kali mereka melakukan itu saat di Bogor saja.
"Kamu nggak mau?" tanya Saka karena istrinya bergeming seperti ragu-ragu.
"Aku mau, kalau itu bisa buat kamu percaya sama aku. Dan ini memang kewajiban aku, sebagai istri kamu Saka."
Damn! Starla terlalu cantik, bahkan saat sedang seperti ini pun Starla sangat mempesona. Suara Starla yang lembut dan tidak marah-marah seperti biasanya, membuat Saka terstarla-starla bukan main.
"Okeh, kalau kamu siap. Aku nggak akan ragu lagi!" cetus Saka kemudian ia membuka kancing baju seragamnya satu persatu. Hingga memperlihatkan kaos berwarna putih dengan motif Naruto di dalamnya.
"Ha ha ha..." terdengar gelak tawa Starla saat melihat gambar Naruto di kaos dalam suaminya.
"Kenapa kamu ketawa? Aku lagi serius," ucap Saka heran, ia sampai menghentikan kegiatannya untuk membuka kaos tersebut.
__ADS_1
"Aku nggak tahu ternyata suamiku itu ninja Konoha, haha." Starla masih menertawakan suaminya itu.
Saka juga ikut tersenyum, manakala dia mendengar istrinya tertawa. "Terserah deh kamu mau bilang apa, asal kamu bahagia."
Sedetik kemudian, Saka telah melucuti semua pakaian yang dikenakannya dan memulai aksinya. Dia juga membuka kemeja dan celana jeans yang dikenakan oleh Starla. Kini keduanya telah berada di atas ranjang tanpa sehelai benang.
"Kata orang-orang, ngelakuin itu pasti sakit buat cewek. Tapi nanti juga enak. Aku janji bakalan lembut...maaf aku belum pro!"
"Yeh, emangnya aku udah pro? Aku juga kan pertama kali sama kamu," ucap Starla sambil menetap nanar pada otot ABS suaminya. Ternyata, di balik tubuh anak SMA yang berusia 18 tahun itu. Tubuh Saka lumayan juga dan membangkitkan gairah yang ada di dalam diri wanita berusia 21 tahun itu.
Saka memulai aksinya dengan menghujani istrinya ciuman panas, tangan pria itu tidak tinggal diam dan bergerilya menjelajahi setiap jengkal tubuh polos istrinya. Sesekali terdengar lenguhan dan erangann dari bibir mungil Starla yang semakin membangkitkan gairah di dalam diri Saka.
"Ahh...Saka...geli...umphhh--" lenguh Starla manakala mulut Saka terbenam disalah satu buah sintal miliknya dan satu tangan Saka bergerak aktif meremasss buah sintal Starla yang lainnya. Sungguh gelinya luar biasa sampai Starla menggelinjang dan kelojotan beberapa kali.
"Saka! Stop! Please....aku nggak tahan," suara Starla yang memohon itu membuat Saka tidak sabar untuk menyatukan dirinya dengan Starla. "Do it!" serunya lagi, ia merasakan seperti ada yang akan meledak didalam dirinya.
Nafasnya terengah-engah karena sentuhan suami berondongnya itu. Sungguh, dia ingin mengeluarkan sesuatu sekarang juga. Dan satu hal yang Starla lupakan, dia belum mandi. Mereka juga lupa bahwa itu masih siang hari.
"Kamu boleh cubit atau cakar aku, kalau kamu ngerasa sakit. Its okay Star." bisik Saka sensual. Sampai-sampai Starla memujinya didalam hati, suaminya ini memang benar-benar tampan.
"I love you mommy little star."'
"Love you too, Daddy little star!"
Beberapa saat kemudian, Saka mulai pada kegiatan bagian intinya. Ia menyatukan miliknya pada milik Starla yang masih sempit itu. "Sempit juga...kenapa nggak kayak di film-film itu?"
"Hah? Kamu bilang apa barusan?" tanya Starla yang mendengar suaminya bergumam, tapi sepertinya Starla tidak mendengarnya dengan jelas.
"Nggak apa-apa, aku cuma tanya...apa aku boleh gerakin sekarang atau enggak?" tanya Saka mengalihkan perhatian.
"Gerakin aja, pelan-pelan ya..." pinta Starla seraya merengkuh bahu Saka. Keduanya sudah bermandikan keringat.
"Oke."
Saka memulai gerakan maju mundur pada hole milik sang istri yang masih sempit itu. Untuk kedua kalinya ia merasakan nirwana yang bernama Starla.
Sambil mencium bibir sang istri, Saka menyatukan miliknya dan Starla juga mulai terbiasa dengan gerakan itu.
"Shitt! You're so damn good Starla!" umpat Saka tanpa ia sadari.
Tanpa sengaja Adrian yang lewat si depan pintu kamar Starla, mendengar suara-suara aneh dari kamar itu.
"Astaga! Aku lupa, kalau anakku sudah menikah. Wajar saja kan mereka melakukan ini," gumam Adrian yang lalu pergi ke kamarnya sendiri sambil menggelengkan kepalanya. Sementara Saka dan Starla sedang mereguk kenikmatan dunia didalam kamar tidak kedap suara itu.
"Ahh! Saka!"
"Aku sampai!" kata Saka setelah merasakan puncaknya.
****
__ADS_1