Dihamili Berondong

Dihamili Berondong
Bab 49. Menolong Starla


__ADS_3

Atensi semua orang yang ada di lorong sekolah itu, kini tertuju pada sosok yang baru saja datang ke sekolah dan mengaku sebagai suami dan juga ayah dari bayi yang dikandung oleh Starla. Pria itu terlihat berwibawa dengan setelan jas berwarna biru Dongker dan dasi yang serasi dengan warna biru itu.


Dia menghampiri Starla yang berada di kerumunan dan meraih tubuhnya agar merapat dengannya. Sontak saja semua orang di sana, menatap mereka. Sebab, hal yang baru saja diucapkan oleh pria itu adalah sebuah klarifikasi tentang gosip Starla di medsos.


"Loh! Bukannya cowok itu ceo pemilik mall pusat kota ya?" tanya seorang siswi yang mengenali wajah Bisma di majalah bisnis milik papanya.


"Ah ya...namanya Bisma Wiryawan bukan sih?" tanya seorang siswi lain yang juga membenarkan ucapan yang lain.


"Jadi dia suaminya kak Starla?" semua orang mulai berbicara tentang pengakuan Bisma barusan.


Saka naik pitam, ia ingin maju untuk membantah semua ini, malah dihentikan oleh Fero dan Malvin. Jelas ia tidak terima bahwa Bisma mengaku sebagai suami dan ayah dari bayinya.


"Minggir! Kurang ajar banget itu cowok, b*ngsat!" umpat Saka seraya mendorong-dorong tubuh Malvin dan Fero yang menghalanginya.


"Gue tau Lo marah! Tapi ini bukan saat yang tepat, kalau Lo kesana malah buat posisi Bu ayang jadi sulit!" ujar Malvin serius.


"Benar kata Malvin, Lo malah memperkeruh suasana." Sahut Fero yang setuju dengan ucapan Malvin. Karena begitu Saka ke depan sana dan mengatakan segalanya, maka bukan hanya Starla yang terpojok tapi Saka juga. Sedangkan hanya tiga bulan lagi sebelum Saka ujian nasional. Setelah itu Saka bisa mempublikasikan pernikahannya.


"Terus gue harus disini diem aja kayak urang bego? Ngelihatin orang asing yang ngaku sebagai bapak dari anak gue? Dan ngaku-ngaku sebagai suami dari istri gue?" Saka benar-benar emosi, dia merasa menjadi orang bodoh disini. Bisa-bisanya Bisma datang ke sekolah dan melakukan semua ini.


"Kita tau Lo marah, tapi bisa nggak tenang dulu? Lo tau sekarang posisi bu ayang juga lagi sulit. Kita bisa bicarain ini nanti, Ka." lirih Malvin seraya menenangkan sahabatnya itu


"Kalian nggak paham posisi gue!" sentak Saka emosi. Malvin dan Fero berusaha menahan Saka untuk tidak gegabah dan tidak memperkeruh suasana. Dia tau Saka keras kepala.


Sementara itu, Bisma dan Starla menjadi sorotan semua orang di sana. Apalagi setelah Bisma mengatakan bahwa ia adalah suami Starla.


"Pernikahan kami disembunyikan dan seharusnya itu bukan urusan kalian juga. Jadi jangan ganggu istri saya lagi! Kalian tau istri saya lagi hamil dan saya tidak mau istri saya stress!" ujar Bisma yang membuat semua orang bungkam. Mereka malu sendiri karena sudah menghujat Starla. Mereka malah jadi sungkan saat tau siapa suami Starla, Bisma seorang pemilik mall dan memiliki investasi saham yang besar di beberapa perusahaan di Indonesia.


"Kak Bisma--"


"Star, bisa diem dulu nggak? Aku cuma mau nolong kamu. Nggak ada maksud apapun," bisik Bisma pada Starla.


Disisi lain, Elisa melihat bahkan mendengar semua itu dari kejauhan. Elisa tersenyum senang dan dia merasa lega karena ayah dari bayi Starla bukanlah Saka seperti apa tebakannya. Lagi pula itu adalah hal konyol yang pernah terbesit dalam pikiran Elisa.


"Setelah ini pasti Saka bakal jauhin dia, dia udah hamil dan udah nikah. Bagus deh! Jadi gue bisa balikan sama Saka, gue harus ngobatin hati Saka yang terluka!" gumam Elisa sambil senyum-senyum sendiri.


Setelah Starla mendapatkan permintaan maaf dari beberapa siswa yang menghinanya tadi. Starla dan Bisma pergi ke kantor kepala sekolah, karena Starla dipanggil kesana. Bisma juga ada urusan dengan kepala sekolah itu.


"Maafkan saya sebelumnya Starla, saya sudah salah paham sama kamu. Saya tau kamu wanita baik-baik. Kamu masih bisa magang disini kok, lagian tinggal 2 kali pertemuan lagi kan?" kata pak kepala sekolah itu ramah. Pria paruh baya itu terlihat ramah dan segan pada sosok yang ada disamping Starla.

__ADS_1


"Tidak apa-apa pak, tolong jangan meminta maaf pada saya. Saya yang salah disini karena sudah menyembunyikan keadaan saya dan membuat kegaduhan," ucap Starla meminta maaf karena membuat nama baik sekolah jadi tercoreng, meski ia tidak benar-benar mengajar disana.


"Tidak Starla, jangan meminta maaf. Apa yang terjadi cuma kesalahpahaman, jadi tidak apa-apa." pria paruh baya itu tersenyum ramah pada Starla.


"Saya titip istri saya disini ya pak," ucap Bisma yang membuat Starla lagi-lagi tergelak. Tapi dia tidak bisa bicara apa-apa saat ini, padahal amarahnya sudah ingin meledak.


"Iya pak Bisma, bapak tenang saja! Istri bapak akan tetap bisa magang disini, bahkan mengajar juga bisa. Saya akan menjaganya dengan baik." ucap pak kepsek pada Bisma, seraya menepuk bahunya. Bisma terlihat akrab dengan kepala sekolah yang tak lain adalah paman Elisa.


Usai menyelesaikan masalah, Starla mengajak Bisma untuk bicara empat mata setelah keluar dari ruang guru.


"Kita perlu bicara kak," ujar wanita itu tegas, dia menatap marah pada Bisma.


"Ya, kita harus bicara." sahut Bisma dengan santainya. Seakan ia siap menghadapi kemarahan Starla.


Saat Bisma dan Starla akan pergi untuk bicara berdua, Saka sudah berada disana dengan mata yang menyalang menatap keduanya tajam. Saka bersama dengan Fero dan Malvin juga, kedua sahabat Saka itu takut kalau Saka berbuat yang tidak-tidak.


"Saka..." lirih Starla memanggil suaminya. Melihat wajah Saka yang seperti ini, pastinya dia sudah tau tentang apa yang terjadi barusan. Saka terlihat marah.


BUGH!


Dan benar saja, Saka melayangkan pukulan tepat si wajah Bisma. Sampai kepala Bisma terhuyung kesamping, bahkan sudut bibirnya berdarah karena pukulan dari Saka yang tidak main-main itu.


Kedua teman Saka juga terkejut melihat Saka hilang kendali. Dan Saka memukul bagian wajah Bisma yang lain dengan kesal.


"Saka stop!" ujar Starla seraya memegang tangan suaminya itu. Hati Bisma terasa sakit melihat Starla memegang tangan pria lain didepan matanya. Dia masih mencintai Starla bahkan sampai detik ini.


"Kurang ajar Lo!" bentak Saka yang hendak menyerang Bisma lagi. Malvin, Fero dan Starla menahan tubuh Saka untuk tidak berbuat lebih jauh.


"Kenapa? Kamu marah karena saya nolongin Starla?" tanya Bisma dengan santainya, dia memegang sudut bibirnya berdarah. Tatapan Bisma begitu merendahkan Saka dan Saka tersinggung dengan tatapan itu.


"Beraninya Lo natap gue kayak gitu, hah!" sentak Saka tak terima.


"Saka sabar woy!" ujar Fero.


"Saka kamu tenang ya, please...jangan emosi. Nanti bisa menarik perhatian!" ucapan Starla akhirnya menyadarkan Saka bahwa saat ini ia masih berada di sekolah. Bisa-bisa sikap Saka menjadi masalah untuk Starla dan Saka.


"Saka, aku minta izin ya? Aku akan bicara sama kak Bisma." permintaan izin Starla, jelas saja membuat Saka tidak senang.


"Aku nggak kasih izin," ujar Saka tegas.

__ADS_1


'Pasti dia bakal nolak, ya udah...aku nggak punya cara lain. Aku harus menyelesaikan semua ini' batin Starla sambil mengambil nafas.


"Please Saka--"


"Sekali enggak ya enggak--"


Cup!


Tiba-tiba saja Starla mendaratkan ciuman sekilas di pipi Saka, sampai membuat semua uang melihatnya disana terkejut. Malvin langsung memukul-mukul dadanya.


"Sabar Vin, sabar... ingat lagi Armada Vin. Asal kau bahagia! Huhu..." gumam Malvin dengan konyolnya.


Sama halnya dengan Malvin, Bisma jauh lebih sakit melihat adegan itu. Dua kali ia melihat Starla mencium Saka dan ia masih belum ikhlas. Tangannya mengepal menahan amarah didalam dirinya.


"Sayang, aku bakal menyelesaikan semua ini. Kamu kasih aku izin buat ngomong sama kak Bisma ya? Aku janji, nggak akan macam-macam." ucap Starla lirih.


Deg!


Jantung Saka seperti sedang maraton, sebab saat ini degupnya begitu kencang. Setelah mendapatkan kiss di pipinya, lalu mendengar Starla memanggilnya sayang untuk pertama kali. Memang ini bukan gaya Starla, tapi dia mencoba untuk membujuk Saka. Siapa tau sikap lembut ini berhasil membuat Saka setuju? Sebab ia harus bicara pada Bisma untuk menegaskan pada pria itu.


Terlihat rona di pipi Saka, tatapan matanya kosong setelah mendapatkan treatment spesial dari istrinya.


"Saka...boleh ya?" rayu Starla lembut.


Wajah Starla dan suara merdunya, bisa membuat seorang pria tergoda imannya. Termasuk Saka, dia yang tadinya marah berubah jadi luluh dalam sekejap.


"O-oke, tapi kamu nggak boleh ngapa-ngapain sama dia. Bicara cuma 15 menit aja, nggak boleh lebih! Nggak, 5 menit aja!" ucap Saka dengan cepat. Pipinya masih merona saat ini.


Malvin dan Fero lantas menatap Saka dengan terheran-heran. Cepat sekali temannya itu berubah pikiran karena rayuan Starla. Dulu saat bersama Elisa, Saka tidak sampai segininya.


"Jir, beneran si Saka udah bucin!" bisik Fero pada Malvin.


"Hooh benar, ya udahlah kalau si Saka udah benaran bucin. Gue bakal coba ikhlasin Bu ayang," lirih Malvin galau.


"Ya udah, kalau aku udah selesai ngomongnya...aku bakal kasih tau kamu. Aku nggak akan macam-macam, nggak akan lama-lama." kata Starla lagi.


"Iya, kabarin aku ya." ucap Saka lembut. Starla pun mengangguk paham. Kemudian setelah itu Starla dan Bisma pergi untuk bicara berdua. Meskipun Saka cemas karena istrinya berdua bersama Bisma, akan tetapi ia mencoba percaya.


****

__ADS_1


__ADS_2