Dihamili Berondong

Dihamili Berondong
Bab 35. Salah bicara, perang dunia


__ADS_3

...🍀🍀🍀...


Hampir semalaman itu Bisma tidak bisa tidur. Pertemuan Bisma dengan wanita pebisnis pakaian yang sukses di negeri singa, bernama Sofia. Dan wanita itu datang ke rumahnya, bertemu Bisma juga semua anggota keluarganya. Sofia mengaku bahwa dia adalah ibu kandung Bisma, ayahnya juga mengakui Sofia adalah ibu biologis Bisma. Pria itu yang terlalu terkejut dengan semua fakta ini, bahkan sampai tidak bicara.


Ini nomor Mama nak, temui mama nanti ya? Mama menunggu kamu, kita perlu bicara dan banyak yang ingin mama ceritakan sama kamu. Termasuk alasan kenapa mama meninggalkanmu dulu.


Kata-kata Sofia terngiang di kepala Bisma. Apalagi raut wajah Sofia yang terlihat tulus dan baik. Sofia pasti punya alasan kenapa dia meninggalkan Bisma dengan ayah dan ibu tirinya, Tiara.


"Ya, aku akan menghubungi Bu Sofia besok." kata Bisma sambil memegang dadanya. "Star... seandainya kamu ada disini sama aku." gumam Bisma berharap Starla ada disisinya saat ini.


****


Di kamar Saka dan Starla, kediaman keluarga Delano. Pasangan muda itu sedang berbicara tentang diri mereka masing-masing. Saka berusaha memahami Starla dan mungkin cowok ini akan di dewasakan oleh keadaan. Starla sendiri, ia meminta maaf karena sudah membuat Saka marah dan juga kesal padanya. Terlebih lagi Starla merepotkannya akhir-akhir ini.


"Sorry, aku juga nggak tau aku kenapa. Aku nggak mau ngerepotin kamu, tapi entah kenapa aku ingin kamu yang aku repotin ini itu. Maaf Saka, seharusnya aku lebih dewasa...aku...aku nggak tau kenapa kayak gini. Aku minta maaf, aku kekanakan!" Wanita itu menangis tersedu-sedu, entah kenapa dia seperti ini? Moodnya gampang sekali berubah. Starla merasa kacau, kadang ia tidak bisa mengendalikan dirinya.


Saka berusaha memahami itu, karena dialah disini yang salah karena sudah membentak Starla, mengeluh pada wanita itu. Bahwa ia lelah dan merasa direpotkan.


Tangan Saka terulur mengusap basah di pipi Starla. Sedingin apapun dia, tidak mungkinlah Saka mau istrinya yang sedang mengandung, menangis seperti ini. "Nggak, ini bukan salah kamu. Aku yang salah, aku yang tidak memahami kamu sebelumnya. Harusnya aku yang minta maaf. Maaf ya, karena aku udah buat kamu marah dan sedih, aku ini emang annoying banget. Aku harusnya paham keadaan kamu. Sorry, aku janji akan berusaha jadi suami dan ayah yang baik buat little star."


Kini tangan Saka sudah berada di perut Starla, mengusapnya dengan lembut. Dimana ada buah hatinya di sana. "Maafin Papa little star, papa udah marah-marah sama Mama dan nggak mau nurutin keinginan kamu!" seru Saka merasa bersalah pada Starla dan little starnya.

__ADS_1


"Nggak, ini bukan salah kamu Saka. Ini salah aku yang udah--"


Untuk kedua kalinya dengan sengaja, dengan segala kesadarannya. Saka mengecup bibir Starla, setiap kali wanita itu terus bicara. Dia lakukan kecupan yang satu ini agar Starla tenang dan tidak menyalahkan dirinya lagi. Dan entah kenapa, Saka mulai menikmati ini. Apakah ia sudah melupakan Elisa dan wanita ini adalah cintanya yang baru?


Terbukti, tangisan Starla berhenti dan dia sudah jauh lebih tenang. Saka tersenyum dsn mengusap bibir Starla dengan ibu jarinya. Tatapan mereka saling beradu dan terkunci dalam.


Tak bisa mereka pungkiri, jantung mereka berdebar saat berdekatan seperti ini. Apalagi barusan mereka habis berciuman. Lebih tepatnya, Saka mengecup bibir Starla.


'Starla sadar, sadar! Dia memang tampan, tapi tidak seharusnya kamu terpesona. Dia cuma ABG'


'Saka, kenapa kamu cium dia? Eh tapi...aku kan suami Starla, aku berhak dong ngapa-ngapa aja sama dia' kata Saka dalam hatinya.


"Kamu mau makan apa? Atau, apa kamu mau minum sesuatu?" tawar Saka lembut.


"Beneran? Nggak mau makan atau minum apa? Nanti aku buatin, atau aku beliin."


Starla menggeleng, padahal tadi ia sangat ingin makan nasi kuning. Akan tetapi, sekarang dia sudah tidak mau nasi kuning lagi. Dia hanya ingin tidur dan beristirahat untuk menghadapi esok hari.


Karena Starla sudah mengatakan dengan tegas, bahwasanya dia hanya ingin tidur.Saka pun tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Saka berpesan, jika Starla membutuhkan sesuatu maka wanita itu harus bilang padanya. Starla mengiyakannya. Mereka harus memahami semua ini.


Keesokan harinya, pagi itu Starla kedatangan papanya yang baru saja pulang berlayar. Adrian membawakan oleh-oleh untuk Starla dan juga Saka. Bukan barang atau makanan mahal, namun itu didapatkannya dari Singapore. Adrian menghadiahi Saka dan Starla kaos sepasang, alias kaos couple, parfum Lalu Adrian memberikan mertua Starla, makanan juga. Pasta laksa, coklat, selai kaya dan Singapura Sling. Hampir semua oleh-oleh yang dibawa oleh Adrian adalah oleh-oleh favorit yang terkenal di Singapura.

__ADS_1


"Besan, kenapa repot-repot segala? Ya ampun," ucap Anggun kepada Adrian dengan sungkan.


"Tidak apa-apa Bu, tolong diterima saja ya. Ini tidak banyak ataupun mahal, tapi saya sangat tulus memberikannya kepada ibu!" cetus Adrian sambil tersenyum.


"Tentu saja besan. Baiklah, saya akan menerima kebaikan bapak!" seru Anggun sambil tersenyum.


"Oh ya Bu, bagaimana Starla? Apa dia merepotkan ibu, bapak dan juga Saka?" tanya Adrian memulai pembicaraan tentang putrinya.


"Merepotkan apanya? Tidak sama sekali, malahan saya merasa kalau anak saya yang merepotkan Starla. Starla adalah anak yang mandiri dan juga dewasa. Sedangkan Saka, dia masih belum dewasa pak. Walaupun dia sedang mencoba untuk menjadi dewasa," ucap Anggun yang bicara blak-blakan tentang Saka. Ia tidak mau kalau sampai Adrian tau tentang Saka dari orang lain.


"Saya yakin, secara bertahap...Saka akan menjadi dewasa. Dewasa oleh keadaan," kata Adrian lembut dan yakin. Ketika kedua besan itu sedang bercakap-cakap, Starla dan Saka sedang mencoba baju couple mereka di kamar.


"Bagus kan bajunya?"tanya Starla sambil melihat ke arah Saka yang sudah memakai bajunya saat ini.


"Bajunya sama kayak baju couple gue sama Elisa dulu," gumam Saka sambil melihat bajunya.


"KAMU BILANG APA BARUSAN? BAJUNYA SAMA?!" teriak Starla emosi, ya sepertinya wanita ini mendengar gumaman Saka yang pelan itu.


Matilah Saka, alamat perang dunia Shinobi ke 7 kalau begini caranya. Dia bahkan tidak berani melihat wajah istrinya saat ini. 'Sial Saka! Kenapa mulutmu ini nggak bisa dijaga sih?'


"Oh.. jadi masih ada yang gamon sama mantannya?" decih Starla dengan senyuman sinis di bibirnya. Tatapan matanya bagaikan pedang menusuk tajam pada Saka. Padahal hubungan Starla dan Saka baru selangkah lebih maju dari sebelumnya. Mereka sudah mulai intim, namun Saka membuat Starla marah.

__ADS_1


****


Hai readers author mau double.up, kasih vote, gift, komennya ya 🥰🥰😁


__ADS_2