Dihamili Berondong

Dihamili Berondong
Bab 93. Kita harus bicara


__ADS_3

****


Ditengah isak tangis Aluna dan tangan mungil yang memeluk Starla dengan erat itu, Saka yang sedang mencari putrinya bersama beberapa petugas keamanan mall. Tanpa sengaja melihat Axelo dan Starla.


Pria itu tidak menyangka akan bertemu dengan Starla dan Axelo disini. Dalam sekali lihat, Saka langsung yakin kalau Axelo adalah putranya.


Tubuh Starla menegang kala ia melihat mantan suaminya di sana. Tapi dia lebih kaget saat melihat Aluna memanggil Saka dengan panggilan Daddy.


"Daddy, ini mommy...mommy Luna udah ketemu Daddy." gadis kecil itu masih terisak, walaupun sudah berhenti menangis. Dia melepaskan pelukannya dari Starla. Saka berjalan semakin mendekat ke arah Starla, Aluna dan Axelo.


Starla menatap Aluna dengan mata yang berkaca-kaca. Kedua tangannya menangkup pipi mungil Aluna. Setelah memperhatikan cukup dalam gadis kecil itu, dia melihat kemiripan antara dirinya dengan Saka yang berpadu pada diri Starla.


"Kamu putri mommy? Kamu Alunanya mommy?" tanya Starla dengan suara parau karena menahan tangis.


"Iya Mommy, ini Luna...mommy jangan tinggalin Luna sama Daddy lagi. Luna cayang mommy, tolong maapin Daddy, Mommy...maapin daddy. Mommy pulang ya? Luna mohon mommy." Aluna menyentuh wajah Starla, yang kini pipinya sudah basah dengan air mata.


"Ya tuhan, putriku..." Starla memeluk tubuh mungil Aluna dengan penuh haru dan kerinduan. Dia menangis dan mengusap-usap rambut panjang sebahu Aluna yang dikuncir dua itu.


"Mommy!" seru Aluna yang membalas pelukan Starla tak kalah erat. Sungguh Aluna dan Starla sama-sama bahagia karena sudah bertemu. Apalagi Aluna yang selama ini ingin melihat wajah mommynya.


Sementara disisi lain, ketika Starla masih memeluk Aluna. Saka mendekati si kecil Axelo dan menatap anak laki-laki itu dengan mata yang berembun. Axelo sangat mirip dengannya, terutama parasnya.


"Hai boy, ternyata kau sudah besar." sapa Saka seraya berjongkok didepan Axelo dan menyeleraskan tinggi badannya dengan anak laki-laki itu.


Axelo menatapnya dengan tatapan yang tak dapat diartikan. Tangannya terkepal erat, seperti menahan sesuatu dalam dirinya. Tidak ada yang tahu isi hati dan pikiran anak itu.


"Boy, ini Daddy." Saka merentangkan kedua tangannya dan hendak memeluk Axelo, namun sungguh diluar dugaan, anak laki-laki itu berjalan mundur dan menghindari dari Saka.


"Jangan dekati aku Paman!" seru Axelo yang membuat Saka terperangah. Saka terlihat sedih, kecewa dan bingung karena Axelo menolak dirinya. Tapi dia memaklumi itu karena mungkin Axelo masih syok.


Ketika Starla sudah memeluk Aluna, dia menggandeng tangan Axelo dan Aluna lalu menatap mantan suaminya itu dengan tatapan yang tidak dapat diartikan. Jantungnya berdegup kencang, namun lidahnya kelu entah mau bicara apa.


Dia terlalu syok bertemu dengan Saka ditempat ini dan secara tiba-tiba. Rasanya seperti mimpi, kembali melihat mantan suami. Saka terlihat tampan dan dewasa dilihat dari penampilannya. Terlihat ada bulu-bulu halus di sekitaran wajahnya, membuat kesan Saka menjadi dewasa.


Sedangkan Saka, dia melihat mantan istrinya semakin muda dan cantik. Tapi hanya satu yang jadi pertanyaan Saka, tubuh Starla semakin kecil, dia pikir begitu.

__ADS_1


Aluna berlari ke arah daddy-nya, dia memeluk Saka. "Dad! Lihat, mommy cudah ketemu...mommy ketemu." kata gadis kecil itu girang.


"Iya sayang. Mommy sudah--"


Brugh!


Tiba-tiba saja Starla kehilangan keseimbangan tubuhnya, wanita itu jatuh pingsan disamping Axelo.


"STARLA!"


"Mommy!" si kembar kompak memanggil mommy mereka yang tergeletak diatas lantai. Saka langsung menghampirinya dengan cemas. "Star! Bangun Star."


Banyak orang yang melihat kejadian itu dan akhirnya Saka menggendong Starla juga membawa si kembar bersamanya.


Mereka pun berada didalam mobil Saka yang ada diparkiran. Saka mengoleskan minyak angin pada hidung dan juga leher Starla, menepuk-nepuk pipinya sesekali berharap Starla cepat siuman.


"Mommy! Bangun, mommy." rengek Axelo seraya memegang tangan ibunya dengan khawatir. Seumur hidupnya, ia belum pernah melihat Starla pingsan.


"Kau tenang saja boy, mommymu pasti akan segera siuman." kata Saka yang berusaha memenangkan Axelo. Namun anak laki-laki itu begitu dingin dan tidak merespon apapun yang Saka ucapkan padanya.


'Apa dia adalah ayahku yang selalu membuat Mommy menangis tiap kali melihat fotonya. Dia pasti bukan pria yang baik. Tidak peduli dia ayahku atau bukan, tapi kalau dia adalah pria jahat, aku juga tidak akan menerimanya. Dia hari uji kelayakan dulu. batin Axelo.


"Dad, ayo kita pelgi bawa mommy ke rumah sakit! Momny belum tiuman juga, Dad." celetuk Aluna menyarankan.


"Jika mommy belum sadar dalam 5 menit, Daddy akan membawa mommy kalian ke rumah sakit." ucap Saka yang tidak memalingkan wajahnya dari Starla yang masih menutup mata.


"Iya dad. Oh ya, kakak ganteng siapa? Kenapa memanggil mommyku sebutan mommy?" tanya Aluna polos seraya menatap Axelo, namun si anak laki-laki itu cuek saja.


"Ih, Luna kan nanya. Kenapa nggak dijawab? Apa kakak ganteng tak bisa bicala?" tanya Aluna kesal.


"Dia adalah saudara kembar kamu princess. Namanya Axelo, kalian lahir beda 10 menit." ucap Saka menjelaskan seraya menatap kedua anak itu bergantian.


"Apa? Jadi kita kembal? Tapi kenapa wajah kita tidak cama dad?" hanya Aluna yang mengoceh disini, dan Axelo diam saja. Tapi percayalah bahwa Axelo menyimak obrolan itu.


"Kalian bukan kembar identik, princess. Jadi wajah kalian tak sama!" ucap Saka menjelaskan.

__ADS_1


"Oh syukurlah tak cama, hehe." kekeh Aluna sambil tersenyum. "Kakak sangat tampan, cama kayak Daddy." ucap Aluna seraya melihat ke arah Axelo.


"Tidak! Aku tidak sama dengannya, tidak ada yang memiliki wajah setampan aku di dunia ini." cetus Axelo dengan wajah angkuhnya. Saka dan Aluna menatap Axelo tajam, anak laki-laki ini begitu tajam. Lalu ayah dan anak perempuan itu tertawa, mereka heran dengan Axelo yang begitu narsis.


"Buahahaha..."


"Kenapa kalian tertawa? Apa ada yang lucu?" tanya Axelo kesal karena Saka dan Aluna yang tertawa.


"Kakak ini lucu sekali, kakak cangat nalsis...hahaha." Aluna masih tertawa sambil melihat Axelo.


"Aku memang tampan dan tidak ada yang lucu ya!" seru Axelo kesal.


Tak lama kemudian, Starla mulai membuka matanya. Starla mendengar tawa di mobil, tawa sekarang anak kecil dan tawa Saka.


Tawa mereka berhenti, manakala mereka melihat Starla membuka mata dan terdengar lenguhan kecil dari bibir merahnya.


"Kamu udah siuman Star?" Saka menyambut Starla dengan lembut. Dia tepat dihadapan Starla saat ini.


"Mommy, syukurlah mommy cudah bangun!" seru Aluna senang, gadis itu tersenyum lega melihat ibunya sudah siuman.


Aluna duduk dipangkuan Starla dan Axelo juga tak mau kalah, dia menggeser posisi Saka yang berada didepan Starla. Kedua anak kembar itu berdekatan dengan Starla.


"Mom, mommy tidak apa-apa? Apa ada yang sakit?" tanya Axelo yang begitu lembut pada ibunya.


Starla tersenyum simpul, ia masih terdiam dan melihat wajah Aluna. Putri kecilnya yang diambil oleh Anggun dan dia terpaksa berpisah dengan Aluna. Sekarang ia melihat bagaimana rupanya, mendengar suaranya yang tidak pernah ia dengar.


"Kamu sangat cantik sayang, kamu sudah tumbuh besar." lirih Starla seraya mengusap lembut pipi Aluna, menatapnya dengan sorot mata sendu penuh rindu.


"Dia cantik seperti kamu Star." sahut Saka yang akhirnya bicara pada mantan istrinya itu. Meski tahu akan terjadi kecanggungan, tapi Saka berusaha untuk memulai.


"Kita harus bicara Star."


"Ya, harus. Kita bicara di rumah ku." jawab Starla to the poin. Dia harus bicara mengenai kedua anak mereka. Sedangkan Saka, dipikirannya bukan hanya soal anak, tapi sol hubungannya dan Starla juga. Ia ingin Starla kembali padanya, menjadi istrinya lagi.


...****...

__ADS_1


Mohon maaf kemarin gak update, lagi tak enak badan🤧🤭


__ADS_2