Dihamili Berondong

Dihamili Berondong
Bab 61. Ternyata bayinya....


__ADS_3

Beberapa detik setelah mencium Gina, Adrian langsung sadar dan meminta maaf kepada Gina atas kekhilafannya barusan. Sedangkan Starla, dia masih ada di belakang sana dan menguping pembicaraan papanya dan Gina.


'Apa Papa serius sama Gina? Astaga, gimana ini? Kalau Gina BESTie jadi Gina mommy. Haha.. Omaygad' batin Starla panik sendiri membayangkannya. Bukan karena Starla tidak suka dengan Gina, tapi aneh saja kalau Gina menjadi mamanya. Usaha Gina mendapatkan hot Daddy alias papanya Starla, membuahkan hasil. Bahkan papanya sendiri yang mencium Gina. Tapi yang membuat Starla cemas adalah bagaimana perasaan papanya pada Gina. Rasanya belum sebesar itu, belum lagi ada halangan dari kedua orang tua Gina pastinya.


"Maafin Om, barusan Om salah...tolong kamu lupain apa yang terjadi ya."


Gina yang tadinya sewang malu-malu, tiba-tiba saja berubah saat mendengar ucapan Adrian yang bernada penyesalan. Gina tersinggung karena Adrian nyuruhnya untuk melupakan kejadian barusan begitu saja. Padahal bibir Gina masih basah karena ciuman Adrian barusan.


"Setelah apa yang kita lakuin, apa Om ngerasa menyesal? Apa om menganggap kalau ungkapan cinta aku sama Om itu main-main? Apa benar begitu Om?" tanya Gina dengan suara penuh penekanan, matanya mulai berkaca-kaca.


"Gina... Om harus bilang apa lagi? Kamu nggak boleh suka sama Om, kamu harus melupakan Om."


"Kenapa? Coba sebutkan alasannya kenapa aku nggak boleh suka sama Om?" tanya Gina dengan dada yang bergemuruh dan hidung kembang kempis karena emosi.


"Gin, dengerin Om. Kamu dan om nggak mungkin bersama, masa depan kamu masih panjang dan--"


Gina langsung memotong ucapan si Om. "Om! Stop ngomongin itu, karena aku sama sekali nggak mempermasalahkan dengan status kita. Mau Om udah tua, aku masih muda, cinta nggak mengenal umur Om. Bahkan...om tau kan kisahnya Javier sama Savana di novel terjerat pesona ayah sahabatku, karya penulis Irma Kirana? Di sana mereka beda usia sangat jauh, Savana adalah sahabat Elena dan dia menikah dengan ayah sahabatnya. Dan om penasaran endingnya kan? Om bisa baca novelnya sana, kalau om belum baca. Dan mengenai hubungan kita, pasti akan seperti Savana dan Javier. Cinta beda usia itu bukanlah dosa Om." tutur Gina menjelaskan panjang lebar, bahkan ia malah membahas novel yang mengisahkan tentang cinta beda usia.


"Gina..."


"Om tidak usah bertele-tele, om bilang aja sama aku. Apa maksud om nyium aku barusan? Om cinta kan sama aku?" tanya Gina dengan penuh penegasan.


Adrian bergeming, dia memalingkan wajahnya sambil memegang bibirnya yang masih terasa panas. Aneh, Adrian sudah mempunyai jawaban dihatinya. Akan tetapi, di belum bisa mengatakannya.


"Om..." Gina sedih karena si Om terlihat ragu dan tidak yakin begitu.


"Maafin Om, om nggak suka sama kamu." kata Adrian sambil memejamkan matanya sebentar. Dia tidak berani menatap Gina, entah kenapa Adrian merasa jijik setelah barusan mencium Gina.


Deg!


Gina sakit hati dengan ucapan si Om. Air matanya pun turun dan mengalir membasahi pipi. Bahkan setelah mengatakan perasaannya, setelah memberanikan diri maju lebih dulu, bahkan sampai berciuman dengan Adrian. Gina tidak mendapatkan jawaban memuaskan dari pria itu yang ada malah mengecewakan.


Starla yang menyaksikan dan mendengarnya, terkejut sampai kehilangan kata-kata. Namun Starla yakin, papanya juga tertarik pada Gina.

__ADS_1


"Gina...jangan nangis." Adrian tidak tega melihat Gina menangis. Pria itu hendak menghampiri Gina dan mengusap air matanya, akan tetapi Gina menghindar darinya.


"Om jahat! Setelah ngambil ciuman pertamaku, om nggak mau tanggungjawab. Aku benci sama om." sentak Gina marah, kemudian gadis itu pun pergi dari rumah dalam keadaan menangis. Adrian mengejarnya sampai ke depan rumah, namun Gina sudah naik mobil dan pergi dari sana. Mana hari masih diguyur hujan deras.


Starla mengikuti papanya keluar, dia menatap Adrian dengan tajam. Adrian terheran-heran melihat Starla begitu.


"Gina itu tulus sama Papa, walaupun dia orangnya agak slengean gitu. Dia bahkan nggak pernah pacaran pah! Kenapa Papa langsung ngambil keputusan tanpa mempertimbangkannya lebih dulu? Kalau sampai Gina marah dan nggak mau temenan sama aku lagi. Aku nggak mau ngomong sama Papa!" cetus Starla emosi. Dari perkataan Starla, Adrian menyadari bahwa putrinya ini sudah tau tentang perasaan serius Gina padanya. Dan Starla juga membela temannya.


"Tapi ini salah Star, ini nggak bener. Papa sama Gina itu nggak mungkin." ucap Adrian lirih. Rasanya ia tak mungkin menjalin hubungan dengan Gina, lebih baik ia menyakitinya di awal. Daripada menyakitinya nanti, Gina berhak mendapatkan pria yang lebih baik darinya.


*****


Hari berganti hari, bulan berganti bulan. Sekarang kandungan Starla sudah menginjak usia 7 bulan. Perutnya sudah membuncit, dia masih tinggal bersama dengan keluarga Saka karena biar ada yang menjaga. Hubungan Saka dan Starla selama hampir 6 bulan pernikahan, semua baik-baik saja. Malah mereka semakin harmonis.


Starla dan Saka sudah sama-sama lulus. Starla lulus kuliah dan Saka lulus SMA. Saka kuliah di Universitas tempat Starla kuliah.


Syukurlah hubungan mereka tidak diketahui oleh publik dan berhasil dijaga rapat-rapat. Dan soal Gina, setelah kelulusan Gina tak ada kabarnya lagi. Dia menghilang seperti ditelan bumi, bahkan tidak ada satupun kabar yang Starla dengar tentang sahabatnya ini. Mungkinkah dia patah hati? Pasti!


"Lang, Rik, serius kalian nggak tau gimana kabar Gina?"


"Serius Star, bahkan kita udah berulang kali samperin ke rumahnya. Satpamnya bilang Gina nggak ada di rumah." terang Riko.


"Medsosnya juga nggak aktif, Star." timpal Galang.


"Kemana Gina ya? Aku jadi khawatir sama dia, Ka." gumam Starla cemas.


"Kamu nggak usah cemas, nanti aku bakal bantu cari kak Gina. Feeling ku kak Gina lagi nenangin diri, kasih aja dia waktu. Kalau udah waktunya tiba. Pasti kak Gina bakal balik kok," Saka mengusap-usap lembut pundak istrinya, seraya menenangkan Saka.


Melihat Saka dan Starla yang begitu mesra, membuat perasaan Galang tidak karuan. Meskipun tau dia tidak akan bisa bersama Starla dan mencintai dalam diam, Galang bisa menjaga diri. Tapi tidak bisa dia pungkiri, bahwa rasanya pada Starla masih ada.


"Makasih ya Daddy." ucap Starla berterimakasih karena Saka sudah menenangkannya.


"Iya sayang, kamu makan lagi ya? Mau aku suapin?" tanya Saka sambil menuangkan nasi dan ayam ke atas sendok untuk menyuapi Starla.

__ADS_1


"Boleh, aku ma--ahhh..." Starla meringis kesakitan sambil memegang perutnya. Sontak saja Saka, Riko dan Galang panik melihat Starla tiba-tiba begitu. Mereka bertiga menatap Starla dengan cemas.


"Star, Lo kenapa?" tanya Galang cemas.


"Apa ponakan kita gak apa-apa?" tanya Riko polos.


"Sayang, kenapa?" tanya Saka dengan raut wajah cemas melihat istrinya seperti ini.


"Aku nggak apa-apa, baby-nya nendang-nendang." jawab Starla sambil tersenyum.


"Twins star Daddy nendang lagi?" Saka mengelus perut buncit sang istri, dia tidak peduli dengan orang-orang yang melihatnya saat ini.


"Wait? Twins, apa maksudnya ponakan gue twins?" tanya Riko terperangah dengan ucapan Saka yang mengatakan twins.


"Iya, bayi gue sama Starla twins."


"Wah... ternyata bayinya twins." beo Riko yang terlihat senang mendengarnya.


"Twins sehat-sehat di sana ya!" celetuk Galang yang tulus mendoakan Starla dan bayinya juga. Dia turut senang karena Starla akan melahirkan bayi kembar.


****


Di sebuah rumah mewah, Gina sedang duduk di dalam kamarnya. Gadis itu terlihat sedih sambil menatap jendela kamarnya. Dia memeluk lutut, sesekali gadis itu menangis seperti seseorang yang depresi.


Dia bahkan tidak bisa menghubungi teman-temannya, apalagi Starla disaat seperti ini. Ponselnya diambil oleh ayahnya.


"Kenapa Papa tega banget sih? Aku kan nggak mau nikah sama dia, kenapa Papa maksa aku? Hiks...aku nggak mau nikah sama dia, aku maunya nikah sama Om Adri." Gina terisak, ia ingin kembali ke Jakarta dan bertemu dengan teman-temannya. Atau setidaknya dia ingin bisa menghubungi seseorang untuk menolongnya.


...****...


Hai guys, ada yang menyarankan untuk buat kisah Gina dan Adrian secara khusus...but author nggak bisa mengabulkan, maaf ya 🙏🤧bukannya nggak mau, tapi agak tidak memungkinkan bikin novel baru untuk sekarang...jadi author akan gabung ceritanya disini, tak apa kan?


Btw makasih banyak banyak buat yang kasih gift atau vote nya 🥰🥰🥰😘

__ADS_1


__ADS_2