
Pertemuan itu menjadi kacau karena penolakan dari Bisma. Akhirnya Sofia pamit pulang duluan karena Bisma juga pulang, ia harus bicara dengan putranya itu. Semoga saja Bisma memahaminya dan bisa menerima pernikahan Adrian dan Sofia. Sedangkan soal Starla, wanita itu setuju setuju saja kalau ayahnya mau menikah lagi. Apalagi Sofia terlihat baik dan ia tau ayahnya adalah tipe pria yang sulit untuk tertarik kepada wanita lain. Buktinya, selama ini Adrian betah menduda.
Kini di meja itu hanya ada Saka, Adrian dan Starla. Melihat menantinya disana, Adrian membuang muka dan tidak bisa menahan rasa jengkelnya karena kejadian Anggun dan Elisa.
"Papa jadi nggak selera makan, Papa mau pulang aja!" Adrian tiba-tiba beranjak dari tempat duduknya.
"Pah, kok gitu sih? Saka baru aja gabung sama kita, masa Papa mau pergi? Papa juga belum makan kan?" Starla menahan ayahnya untuk tidak pergi. Tak enak juga pada Saka, pria itu belum tau masalahnya tapi diperlakukan sinis oleh Adrian.
"Kamu aja yang makan berdua sama suami kamu." ucap Adrian. Disisi lain, Saka melihat ayah mertuanya. Saka yakin ada yang salah disini.
"Kalau Papa nggak mau makan siang bareng sama aku, Saka dan little star. Aku juga nggak mau makan," keluh Starla dengan wajah cemberutnya dan kedua tangan menyilang di dada.
"Oke, Papa makan. Kamu jangan cemberut lagi ya? Jelek, nanti baby kamu jadi ambekan kayak mamanya." cetus Adrian menasehati putrinya.
Senyum pun terbit di bibir Starla, ia senang karena Papanya tidak jadi pergi. Starla akan berusaha untuk memperbaiki masalah yang terjadi dengan makan sambil mengobrol.
"Oh ya Pa, gimana pertemuannya sama calon istri papa tadi? Lancar, pah?" tanya Saka lebih dulu memulai pembicaraan.
"Lancar." Adrian sesingkat itu menjawabnya. Hingga membuat Saka yakin ,pasti ada apa-apanya dengan Adrian. Ataukah ia berbuat kesalahan yang tidak disadarinya?
"Lancar kok Sak, cuma ada masalah sama kak Bisma dikit aja. Nanti aku jelasin ya," ucap Starla menimpali, ia tidak mau Saka merasa di cuekin oleh papanya. Sumpah, Starla tidak nyaman berada dalam posisi ini. Tampaknya amarah Adrian juga tidak mudah untuk luluh kali ini.
Lihat saja bagaimana tatapan mata Adrian pada suaminya, siapapun bisa melihat bahwa Adrian sedang marah.
"Pa, apa Saka berbuat kesalahan sama Papa?" tanya Saka kemudian, dengan berani anak berusia 18 tahun dan calon papa muda itu bertanya. Daripada dipendam malah jadi penyakit kan?
"Nggak ada kok. Tapi Saka, Papa mau tanya nih sama kamu." kata Adrian dengan senyuman tipis di bibirnya.
'Papa mau ngomong apa sih? Kok aku jadi tegang gini' batin Starla tak tenang.
"Pa, mau tambah lagi dagingnya? Ini aku masih banyak dagingnya!" Starla berusaha mengalihkan pembicaraan dengan menyerahkan daging sapi ke atas piring Adrian.
"Starla, diam. Jangan menyela." ucapan dingin Adrian, jelas saja membuat Starla menelan salivanya sendiri sebab ia tahu kalau papanya sudah seperti ini. Maka papanya sudah benar-benar marah, mungkin juga kecewa pada Anggun.
__ADS_1
"Ada apa pah? Papa mau tanya apa sih?" tanya Saka penasaran.
"Misalkan papa bilang sama semua orang kalau kamu adalah pembantu dan bukan menantu Papa. Apa kamu akan sakit hati?" tanya Adrian yang secara tidak langsung menyindir kelakuan Anggun.
"Sakit hati, tentu saja Pah." ungkap Saka jujur.
"Lalu orang tua gimana? Menurut kamu, apa mereka marah kalau papa menghina kamu didepan orang lain dan mengatakan kamu adalah pembantu?" cecar Adrian sinis.
"Tentu saja Pa, pasti mereka marah. Namanya juga orang tua, mereka pasti tidak akan senang melihat anaknya dihina." jawab Saka menurut pemahamannya sendiri.
Adrian tertawa getir. "Nah itulah yang saya rasakan saat ini!"
"Pa, stop! Udah Pa!" Starla berusaha menghentikan percakapan Papanya dan juga Saka. Tidak seharusnya papanya melampiaskan kemarahannya pada Saka.
"Ada apa sebenarnya pah?" tanya Saka bingung.
"Kamu bisa tanyakan itu sama Mama kamu dan gadis itu, apa yang terjadi di rumah tadi. Kalau kamu mau menemui Starla, kamu ke rumah saya saja. Mulai sekarang Starla tinggal di rumah saya." ucap Adrian tegas dan sorot matanya begitu tajam pada Saka. Saka masih terlihat bingung, mengapa papa mertuanya bisa bicara seperti itu. Apa yang terjadi pada Mamanya dan siapa wanita itu?
"I-iya Pah udah." Starla gugup, ia menatap suaminya dengan perasaan bersalah.
"Pah, tolong jelasin sama Saka apa maksudnya ini?" ucap Saka seraya menatap Adrian sendu.
"Kamu bisa tanyakan sama Mama kamu. Ayo Star pulang, dan kamu Saka...kamu harus kembali bekerja!" seru Adrian yang lalu berjalan pergi meninggalkan meja itu. Sedangkan Starla dan Saka masih berada di sana.
"Star...ada apa ini? Kenapa Papa marah sama aku?" tanya Saka pada istrinya, Starla dapat melihat Saka yang terlihat takut.
"Nanti aku jelasin. Pokoknya kamu tenang aja, fokus kerja. Aku bakal bujukin Papa," ucap Starla sambil tersenyum untuk menenangkan suaminya.
"Tapi Star..."
"Aku pulang ya Daddy little star, semangat kerjanya. Aku sama little star tunggu kamu di rumah Papa," ujar Starla sambil tersenyum. Lalu ia pun pergi dari sana menyusul papanya dan meninggalkan Saka yang termenung bingung.
Namun ia tidak bisa berlama-lama di sana karena harus kembali bekerja. Meskipun pikirannya tidak karuan.
__ADS_1
****
Sore itu, Saka pulang lebih awal ke rumahnya. Sebelum dia pergi ke rumah ayah mertuanya untuk bertemu Starla. Saka harus tau duduk permasalahannya agar bisa menyelesaikan semuanya.
Saka disambut oleh Papanya yang tumben tumbenan sudah pulang jam segini. Jeffry dan Anggun pun menyuruh Saka untuk duduk di sofa. Kemudian Anggun menceritakan apa yang terjadi tadi pagi.
"Ma! Mama bilang kalau Starla pembantu didepan Elisa? Astaga Ma, nggak heran kalau papa Adrian marah sama aku. Aku nggak nyangka Mama bisa bicara begitu," ucap Saka sakit hati karena istrinya diperlakukan saat itu.
"Maafin Mama Nak, mama nggak sengaja bilang kayak gitu." lirih Anggun menyesal.
"Seharusnya Mama bisa bilang kalau istri aku itu teman anak Mama, bukan pembantu. Kan masih ada pilihan lain Ma!" Saka kesal dan akhirnya marah pada Anggun. "Dan Elisa juga, berani banget dia kayak gitu sama Starla!" umpat Saka kesal.
"Maafin Mama, mama nggak sengaja. Mama panik karena takut Elisa tau kalau kamu sudah menikah," ucap Anggun sedih.
"Saka udah, tadi Mama kamu udah nampar Elisa karena sikapnya. Mama kamu juga sudah menyesali perbuatannya, sekarang lebih baik kamu ganti baju dulu. Kita ke rumah Papanya Starla dan minta maaf sama Starla dan papanya." kata Jeffry menengahi.
"Iya pah." sahut Saka pada papanya.
"Saka, maafin Mama..."
"Saka kecewa sama Mama, tapi seharusnya mama nggak minta maaf sama Saka. Mama harus minta maaf sama istri dan anak aku. Aku nggak terima mereka dihina, meskipun itu sama Mama sendiri." lirih Saka kecewa pada ibunya.
****
Hai readers, maafkan up nya Malam..lagi pusing habis makan sate 🤣 btw makasih buat dukungan kalian ya...jangan lupa komen dong ☺️☺️ Nih author kasih spoiler buat kalian dikit...
"Maaf Mas, aku tidak bisa melanjutkan hubungan ini lagi."
"Bukankah kamu ingin berjuang?!"
***
"Makasih Gina, makasih udah nemenin Om."
__ADS_1