Dihamili Berondong

Dihamili Berondong
Bab 114. Rencana jahat


__ADS_3

...🍀🍀🍀...


Jantung Anggun seakan berhenti saat itu juga, kala mendengar ucapan Axelo dan tatapan anak laki-laki itu yang tampak dingin padanya. Hati Anggun terasa sesak, ia merasa tak nyaman dibenci oleh cucunya sendiri. Terlebih lagi, ia sedang berusaha untuk introspeksi diri menjadi lebih baik agar tidak julid. Dia sudah berdamai dengan hatinya dan menerima Starla setulus hati. Lalu apa-apaan sikap Axelo? Mengapa dia bicara begitu padanya? Apa ini ujian untuk proses introspeksinya?


"Kenapa kamu bicara begitu sayang? Oma tidak benci sama Mommy-mu, Oma sayang mommy kamu," sanggah Anggun terhadap ucapan Axelo.


"Pembohong." ujar Axelo dingin.


"Sayang, Oma nggak bohong. Oma nggak benci sama mommy-mu, sungguh!" seru Anggun yang berusaha menegaskan bahwa anggapan anak laki-laki itu salah.


"Lalu apa yang dikatakan mamanya Sheryl tadi? Dia bilang oma yang bilang ke orang-orang kalau mommy kabur sama laki-laki lain dan bawa aku juga. Padahal itu semua nggak benar!" akhirnya anak laki-laki itu bicara panjang lebar dan meluapkan kemarahannya.


Deg!


Anggun tercekat mendengarnya, ia tau siapa itu mamanya Sheryl. Dia adalah biang gosip di wilayahnya. Anggun pikir masalah gosip ini sudah selesai, tapi rupanya malah membesar jadi seperti ini.


"Sayang, dengarkan Oma dulu." ucap Anggun yang ingin menjelaskan semuanya.


"Aku nggak mau dengar, Oma jahat. Oma udah bikin mommy nangis, aku nggak suka." ketus Axelo marah. Lalu ia pun pergi meninggalkan Anggun begitu saja. Anggun menyusulnya dan memegang tangan anak laki-laki itu sebelum dia pergi.


'Jadi Starla menangis karena ucapan Jeng Maya? Ya tuhan, dia sudah mendengar semuanya'


"Sayang, Oma akan jelaskan semuanya. Semua itu cuma salah paham, Oma nggak benci sama Mommy kamu, sungguh--"


"Dari awal aku emang udah ngerasa kalau Oma nggak suka sama Mommy sejak mommy datang ke rumah ini. Ternyata aku benar, Oma baik itu cuma kedok." mulut Axelo yang pedas itu berhasil meruntuhkan ego seorang Anggun dan menyerang hatinya. Mata wanita paruh baya itu mulai berkaca-kaca.


"Axel...tolong..."


"Jangan bicara sama aku, Oma!" seru Axelo tajam, lalu anak itu pun pergi ke kamar tempat biasa ia bermain.


Anggun menangis sakit hati karena mendapatkan perlakuan dingin dan pedas dari Acelo. Terang saja anak laki-laki itu selalu maju menjadi yang terdepan kalau ada yang menghina ibunya. Sekalipun dia harus bersikap tidak baik pada orang yang menyakiti ibunya, tak terkecuali neneknya sendiri.


"Aku harus bicara sama Starla dan Saka, bahwa aku sudah berubah. Dan aku harus memperingati Maya!" setelah itu Anggun pamit pergi dari rumah, dia akan menemui Maya yang menjadi menjadi masalah. Sebelum itu, Anggun menitipkan si kembar pada Winda dan Bi Imah yang sekarang lebih banyak berada di rumah ini daripada di rumah pribadi Saka.


Aluna menghampiri neneknya yang sudah bersiap pergi."Oma mau kemana?"


"Oma mau ke rumah teman Oma dulu sayang. Nggak lama kok, kamu main sama bi Winda sama kakak Axelo dulu ya." ucap Anggun lembut.


"Iya, Oma hati-hati ya." Aluna tersenyum cerah. Jika Aluna adalah matahari, maka Axelo adalah es yang keras. Anggun menyadari perbedaan kedua cucunya itu, dulu pun Saka sewaktu kecil memiliki sifat seperti Axelo.


"Iya sayang. Win, jangan lupa kasih Aluna minum obat dan pastikan anak-anak tidur siang!" ujar Anggun pada Winda.

__ADS_1


"Iya Nya," sahut Winda patuh.


Setelah mendapatkan jawaban dari Winda, Anggun bergegas pergi meninggalkan rumah itu bersama dengan seorang supir. Dia akan menemui Maya dan memperingatkan wanita paruh baya itu agar tidak bicara sembarangan lagi tentang Starla juga keluarga besarnya.


****


Tak terasa waktu pun berganti menjadi sore, di ruang rapat GN Food. Terlihat Starla sedang bersama dua pria dan seorang wanita di sana. Salah seorang pria yang menjalin kerjasama dengannya, terlihat tak asing. Ya, pria itu adalah Aldo yang memakai jasa makanan dari perusahaan GN Food. Sedangkan wanita yang berdiri di dekat Starla, dia adalah sekretaris Aldo.


Sungguh, kebetulan yang tidak terduga pikir Starla. Apalagi sepertinya mulai sekarang, Starla akan sering bertemu dengan Aldo. Hari ini wajah Starla tidak terlihat semangat seperti biasanya, ya dia masih bad mood dengan kejadian tadi siang. Ucapan Maya dan kebencian Anggun masih membuat pikirannya tak tenang dan bertanya-tanya.


"Baiklah, jadi kita deal ya pak!" Aldo mengulurkan tangannya lebih dulu untuk berjabatan tangan dengan Presdir GN food itu.


Pria paruh baya yang menjabat sebagai Presdir GN food itu pun menyambut uluran tangan Aldo dengan senang hati. Ia merasa senang karena bisa bekerja sama dengan perusahaan Aldo. Lalu mulai sekarang, suplai makanan dalam acara apapun itu, perusahaan Aldo akan selalu bekerja sama dengan perusahaan GN food.


Tatapan Aldo tertuju pada Starla yang sedang merapikan anak rambutnya ke belakang.


"Senang bisa bekerja sama dengan anda pak Aldo!"


Usai pertemuan kerjasama antar dua perusahaan itu, para Presdir dari dua perusahaan tersebut keluar dari ruangan rapat lebih dahulu. Sedangkan Starla dan sekretaris Aldo yang berpakaian seksi itu masih berada di ruang rapat. Mereka membereskan berkas hasil rapat yang sudah berlangsung 3 jam itu.


"Ada hubungan apa kamu sama Pak Aldo?" tanya Jenny pada Starla dengan sinis.


Starla terdiam dan mengerutkan keningnya mendengar pertanyaan Jenny. Pasalnya, wanita yang berdiri dihadapannya ini bertanya seperti sedang cemburu.


Starla merasa aneh dengan sikap Jenny, sekaligus bertanya-tanya. 'Apa jangan-jangan kak Aldo main gila sama sekretarisnya? Astaga! Ah udahlah, bodoh amat sama urusan orang lain. Tapi, apa kak Ghea tau semua ini?'


Wanita itu mulai berpikir yang bukan-bukan tentang Aldo dan Ghea. Namun setelah dilihat-lihat lagi, Ghea dan Aldo selama ini terlihat harmonis. "Ah...mungkin cewek itu aja yang kegenitan sama kak Aldo. Lagian mana mungkin dia main sama gila sama cewek lain. Secara, istrinya aja udah perfect macam kak Ghea. Kurang apa?" gumam Starla sambil merapikan berkasnya, sekarang tinggal ia seorang diri di sana.


Saat ia baru saja selesai membereskan berkas dan hendak pergi dari ruangan tersebut. Tiba-tiba saja ketika ia membalikkan badan, Starla terkejut bukan main saat melihat seorang pria berdiri dihadapannya dan tubuhnya sempat bersentuhan ditubruk oleh Starla.


"Astaga! Maaf!" begitu Starla mendongakkan kepalanya, dia lebih terkejut lagi siapa pria itu.


"Kak Aldo, eh...maksud saya pak Aldo. Ngapain anda disini?" tanya Starla gugup, dia merasa risih dan tidak nyaman dengan tatapan Aldo kepadanya.


"Nggak usah formal begitu Star, kita kan udah saling kenal. Panggil aku kayak biasa aja, kakak...atau Mas juga boleh." ucap Aldo dengan tatapan lapar yang ditujukan kepada wanita didepannya itu. Dia merasakan bagaimana tatapan Aldo kepadanya.


"Maaf Pak, tapi itu tidak sopan. Dan anda mau apa kemari?" tanya Starla langsung tanpa basa-basi. Bahkan dia bicara bahasa formal, iya sih mereka saling kenal. Akan tetapi itu bukan berarti dekat.


"Aku mau ngajak kamu makan siang, ya walaupun ini udah sore sih." jawab Aldo.


"Saya sudah makan siang pak," alibi Starla.

__ADS_1


"Jangan bohong, tadi pak Yohan bilang kamu belum sempat makan siang Star." kata Aldo sambil tersenyum.


Skak mat!


Starla langsung terdiam saat mendengarnya, ia ketahuan berbohong karena menolak ajakan Aldo yang menurutnya tidak nyaman. Entah kenapa, walaupun Aldo tersenyum ramah, tapi Starla merasa takut dengan tatapan matanya.


"Jadi, kita makan sama-sama ya? Aku juga belum makan siang," kata Aldo sedikit memaksa.


"Tapi saya harus bekerja, pak! Pak Yohan pasti sudah menunggu saya."


"Aku sudah bilang sama pak Yohan, kamu bebas satu jam ini. Jadi makan siang bareng aku ya? Cuma makan aja kok!" Aldo memaksa Starla makan bersama, wanita itu hendak menolak tapi tak enak juga. Baiklah dia terima karena ini hanya makan bersama saja.


Starla memilih restoran yang dekat dengan gedung GN Food. Aldo sangat perhatian pada Starla, bahkan memesankan makanan enak untuknya. Tapi perhatian ini membuat Starla merasa tidak nyaman. Apalagi sekretarisnya juga tidak ada di sana, katanya dia pergi ke kantor dan banyak pekerjaan.


"Ayo dimakan Star, jangan ragu untuk memesan semua yang kamu mau!" seru Aldo dengan senyuman ramahnya.


"Makasih pak ini aja udah cukup." kata Starla menolak, terlihat senyumannya begitu canggung. Bahkan ia buru-buru memakan makanannya, agar cepat habis dan dia bisa segera pergi dari sana.


'Ini perasaan aku aja, atau emang kak Aldo menatapku kayak orang mesum?' batin Starla.


'Sial, cantik banget Starla. Malam ini dia harus ada di ranjang ku!' batin Aldo yang sudah berniat jahat pada Starla.


"Nggak usah formal gitu, ini kan diluar bukan di kantor. Panggil kak aja," ucap Aldo.


"Em...iya."


Tak lama setelah Starla selesai makan dan meneguk minuman jus jeruk, tiba-tiba saja wanita itu merasa pusing kepala. Aldo tersenyum melihat Starla meringis.


'Kenapa kepalaku berat banget? Nggak bisa gini, kayaknya aku harus pulang' batin Starla merasa kepalanya berat.


"Kamu kenapa Star?" tanya Aldo dengan wajah cemas pada Starla.


'Bagus kayanya pelayan itu berhasil menjalankan tugasnya' kata Aldo dalam hatinya.


"Aku nggak apa-apa kak. Kayaknya aku harus pulang sekarang!" ucap Starla dengan pandangan yang mulai meredup. Kepalanya benar-benar pusing.


"Biar aku antar ya?" tawar Aldo yang sekarang sudah berdiri disamping Starla.


"Nggak usah kak, aku bisa sendiri." wanita itu berusaha untuk mempertahankan kesadarannya. Tubuhnya terhuyung, lalu Aldo menangkapnya. Dia dapat melihat wajah cantik Starla dari dekat dan mencium aroma tubuhnya


"Aku antar ya?" bujuk Aldo lagi sambil memegang pinggang Starla. Wanita itu linglung lalu jatuh tak sadarkan diri.

__ADS_1


****


Halo guys, jangan lupa, like, komen gift dan vote kalian ya 😍😍🥰🙏 maapkeun author yang jarang say hello...


__ADS_2