Dihamili Berondong

Dihamili Berondong
Bab 112. Jauhi dia


__ADS_3

...🍀🍀🍀...


Ketika Monica dan Malvin bertemu, pastinya akan terjadi adu mulut seperti ini. Sebab Malvin ibaratkan pembasmi Monica dari Saka. Mereka selalu bertengkar seperti Tom and Jerry, kalau bertemu begini.


"Nggak usah banyak omong, ganti kamera gue yang Lo rusakin. Dan gua bakal maafin Lo." ucap Malvin tanpa basa-basi.


"Lihat muka Lo udah males, jadi gue juga males gantiin kamera Lo!" ketus Monica.


"Dih, bilang aja Lo nggak punya uang buat ganti kamera gue. Pake bilang lihat muka gue males segala lagi, ya udah sih ya kalau nggak mau ganti. Gue juga kagak maksa Lo, gue juga punya uang kok!" ujar Malvin sambil mendesahh pelan melihat lensa kameranya yang rusak.


"Kata siapa gue nggak punya uang? Hey, keluarga gue kaya raya tau!" kata Monica dengan angkuhnya.


"Oh ya? Kaya raya? Yakin? Lo aja nggak mau ganti kamera gue," ucap Malvin dengan senyuman meremehkan. Hal itu tentu saja membuat Monica kesal bukan main, niatnya ke mall untuk nyalon pun gagal total. Moodnya hancur melihat si Malvin burik.


"Oke gue ganti, kita beli kameranya sekarang!" kata Monica akhirnya. Dia tidak mau disebut miskin, harga dirinya akan sangat terluka.


"Kalau Lo mau ganti, ya udah. Tapi pertama-tama gue lapet, gue belum makan siang." cetus Malvin yang rupanya ingin makan gratisan juga.

__ADS_1


"Iya."


Akhirnya Monica dan Malvin berada di restoran ayam tepung yang ada didalam mall tersebut. Malvin makan ayam tepung dengan lahapnya, tak lupa ada soda dan float mocca tersaji didepannya sebagai teman minum. Bahkan Malvin tak ragu memesan makanan banyak karena ada Monica yang membayarnya.


"Kurus kurus makan Lo banyak juga ya," ujar Monica ketus.


"Udah bawaan lahir. Ya udah Lo makan juga, Mak Lampir. Emang Lo nggak laper?" tanya Malvin sembari melihat ke arah Monica yang tidak memesan makanan dan malah minum air putih aja.


"Jangan panggil gue Mak lampir." tegas Monica seraya menatap tajam pada Malvin.


"Dih! Ya udah Lo makan juga, masa gua makan sendiri. Mau gue pesenin?" tanya Malvin menawarkan diri untuk memesankan makanan.


"Pantesan aja Lo kurus, Lo kayaknya jarang makan enak. Udah, udah...nih makan!" Malvin memasukkan daging ayam paha ke dalam mulut Monica.


"Apa-apaan sih?" Monica kesal, bahkan sampai memuntahkan ayam paha itu. Kesal karena kelancangan Malvin.


"Jangan nyiksa diri, kalau udah sakit baru tahu rasa Lo." ucap Malvin menasehati.

__ADS_1


"Lo tahu apa sih? Cewek tuh emang selalu kayak gini, diet, jaga makanan, apalagi demi cowok yang dia suka." tutur Monica yang kembali teringat Saka.


"Jadi benar ya demi Saka?" tanya Malvin dan membuat Monica terdiam.


"Mending Lo lupain aja perasaan Lo sama Saka, hati dia udah ada yang miliki dan Lo nggak akan bisa menggantikan cintanya!" ujar Malvin tegas.


"Maksud Lo apa?" kening Monica berkerut mendengar ucapan Malvin. Tangannya terkepal menahan amarah.


"Mantan istri Saka, ibu dari anak-anak Saka. Lo nggak akan bisa bersaing dengannya."


Deg!


Jantung Monica berdegup kencang saat mendengarnya, kedua mata gadis cantik itu membola dan dia tampak terkejut mendengarnya.


"Apa maksud Lo mantan istri Saka?" tanya Monica merasa terancam.


"Hem...jadi jauhi dia, jangan pernah ganggu dia. Karena dia cuma milik cewek itu, mereka akan kembali bersama. Kalau Lo masih nekad ganggu Saka, gua nggak akan tinggal diam!" ancam Malvin tidak main-main.

__ADS_1


****


__ADS_2