Dihamili Berondong

Dihamili Berondong
Bab 103. Penyakit Aluna


__ADS_3

****


Beberapa jam sebelum Aluna tak sadarkan diri. Aluna, Axelo dan Gio sedang berada di lantai depan rumah. Aluna terus saja mengajak Axelo agar bermain petak umpet dengannya dan Gio, tapi anak itu menolak dan memilih bermain video game yang belikan Saka.


"Aku tidak mau main, kamu main saja sama paman kecil." kata Axelo menolak dengan ketus, matanya masih menatap layar video game tersebut dengan fokus.


"Tapi Luna mau main cama kakak juga. Ayo main kak!" seru Aluna seraya memegang dan menarik-narik tangan Axelo dengan paksa.


Sampai tak sengaja Aluna membuat video game Axelo jatuh ke lantai. "Ma-maaf kak, aku Ndak cengaja. Maaf." kata Aluna menyesal.


"Nyebelin banget sih kamu!" ujar Axelo kesal, dia mengambil video gamenya lalu masuk ke dalam rumah. Axelo mendengus kesal karena ia kalah bermain dengan temannya gara-gara Aluna. Ia pun berencana untuk mengerjai Aluna.


Dan rencananya pun terealisasi ketika Aluna dan Gio sedang main rumah-rumahan di halaman depan. Saka juga duduk tak jauh dari sana sambil memegang laptopnya dan melihat beberapa pekerjaannya.


Axelo terlihat mendekati Aluna sambil membawa ular-ularan ditangannya. Lalu ia lempar ular-ularan itu pada Aluna dan mengenai bahunya.


"Ular! Ular!" teriak Axelo yang membuat Aluna dan Gio panik. Gio langsung berlari masuk ke dalam rumah dan berteriak memanggil ibu dan ayahnya.

__ADS_1


"Ular!" pekik Aluna kaget saat ada ular di bahunya, ia pikir itu ular sungguhan. Axelo tertawa melihat Aluna begitu ketakutan saat melihat ular-ularan miliknya.


"Hahaha!"


Namun tawanya terhenti dan senyumnya menghilang saat ia melihat Aluna memegang dadanya dan meringis kesakitan. Dia jatuh terbaring ke rerumputan seperti kesulitan bernafas.


"Hey! Kamu kenapa?" tanya Axelo panik melihat wajah Aluna langsung pucat pasi dan wajahnya berkeringat.


"Sa...sakit...sa...kit..." Aluna terbata-bata, ia meringis kesakitan sambil memegang dada.


Saka langsung menghampiri putrinya yang sudah berkeringat dingin itu. Dia memangku Aluna yang sekarang sudah tak sadarkan diri. Gina, Gio dan Adrian melihat itu, mereka panik juga saat Aluna tidak sadarkan diri setelah kesakitan memegang dadanya.


Disisi lain, Axelo terlihat syok dan merasa bersalah karena sudah membuat Aluna seperti ini. Meskipun dia juga tidak tahu jelasnya Aluna kenapa, tapi dia yang membuat Aluna kaget.


****


Di rumah sakit terdekat di negara itu, kini Starla, Saka, Aluna dan Axelo berada. Aluna dibaringkan diatas brankar dan dokter membawanya ke ruang UGD untuk diperiksa.

__ADS_1


Saka terlihat mondar-mandir didepan ruang UGD, sementara Starla sedang menenangkan Axelo yang gemetar ketakutan. Ia bahkan menangis karena takut terjadi sesuatu pada Aluna.


"Bagaimana kalau terjadi sesuatu padanya, Mom? Dia akan baik-baik saja kan?" tanya Axelo sambil terisak.


"Aluna akan baik-baik saja sayang, kamu tenang ya." kata Starla seraya memeluk putranya itu. Lalu ia pun menatap Saka seraya meminta penjelasan, sebenarnya Aluna sakit apa.


"Aluna punya penyakit bawaan lahir, Star. Dia mengalami gangguan pada jantungnya. Dan dia tidak boleh syok atau kaget, karena itu akan berakibat fatal untuk nyawanya." Saka menjelaskan pada istrinya tanpa perlu ditanya.


Starla dan Axelo tercengang mendengar keadaan Aluna. Dia jadi teringat saat dulu melahirkan si kembar, Aluna sempat berada di inkubator lebih lama karena ada gangguan pada organ dalam tubuhnya yang lemah dan belum terbentuk sempurna. Rupanya Aluna mengalami gangguan jantung, karena kelahiran prematur.


"Terus kenapa kamu bawa dia naik pesawat? Kalau dia punya gangguan jantung Saka? Itu bahaya untuk nyawanya!" seru Starla sambil menangis.


"Aku tahu itu bahaya, maaf. Aku hanya ingin dia bertemu kamu, selama ini dia selalu ingin bertemu kamu dan saking bahagianya aku mendengar kabar kamu disini, aku membawa dia kemari tanpa pikir panjang! Maaf Star."


"Ini bukan salah kamu Saka. Salahkan aku yang egois ninggalin kamu dan Aluna, disaat Aluna lagi butuh aku. Aku yang salah!" cetus Starla menyesal.


"Ini bukan salah kamu, tapi salah aku Star."

__ADS_1


Starla bergeming, dia menatap ruang UGD yang masih ada putrinya di sana. Dia berdoa agar Aluna baik-baik saja, Axelo juga mendoakan hal yang sama. Dia tidak tahu kalau Aluna tidak boleh kaget, melihat gadis kecil itu yang ceria...siapa sangka dia mempunyai riwayat penyakit jantung.


****


__ADS_2