Dihamili Berondong

Dihamili Berondong
Bab 96. Alasan Axelo


__ADS_3

"Dia bukan Daddy ku, aku tidak butuh Daddy!" perkataan Axelo membuat Saka sakit hati, matanya berkaca-kaca menatap Axelo yang tampak membencinya. Aluna dan Starla juga terkejut dengan apa yang baru saja Axelo katakan.


"Kamu ngomong apa Axel? Kenapa kamu bicara begitu? Daddy adalah daddy-mu." Starla memegang tangan putranya dan meyakinkan Axelo untuk tidak berkata seperti itu.


'Ini salahku, aku juga terlalu egois karena selama ini pergi begitu saja. Ya tuhan'


"Untuk apa aku punya Daddy, kalau Daddy hanya bisa membuat mommy menangis dan sakit. Aku nggak suka Mom, aku nggak suka lihat mommy selalu nangis karena dia." ujar Axelo seraya menatap tajam pada Saka.


Jujur saja, Saka syok mendengar hal ini dari putra yang selalu ia rindukan. Melihat tatapan Axelo padanya seakan menghujam hatinya begitu dalam. Namun Saka memberanikan diri untuk berusaha mendekati putranya, dia tidak mau dibenci oleh putranya sendiri.


"Maaf boy, Daddy memang bersalah dan selalu membuat mommy menangis. Tapi Daddy janji, mulai sekarang Daddy tidak akan membuat mommy mu menangis lagi! Daddy janji!" meskipun tidak tahu apa yang terjadi pada Axelo hingga anak itu begitu membencinya, dia tetap meminta maaf. Sebab faktanya memang benar, dia selalu membuat Starla menangis. Apalagi saat Starla sedang mengandung twins dulu.


"Pembohong! Hanya dengan melihat fotomu saja, mommy sampai menangis. Pasti kesalahan Paman sangat besar pada mommyku dulu! Mommy selalu saja menangis dan sedih kalau sedang membahas Paman...meskipun aku tidak tahu apa yang paman lakukan pada mommy dulu, tapi pastinya itu bukan hal yang baik." Axelo menangis, entah kenapa dia begitu emosional saat ini.


Diam-diam Axelo selalu melihat Starla menangis pada tengah malam, Starla menangisi foto seorang pria. Axelo mengambil foto itu dan melihatnya, sejak saat itu Axelo tidak membahas lagi soal papanya karena Axelo tahu kalau Starla akan bersedih bila ia membahas papanya.


"Aku tidak bertanya tentang Daddy selama ini, aku takut mommy sedih. Aku tidak mau mommy sedih lagi." lirih Axelo dengan mata yang berkaca-kaca.


Starla mengusap-usap lembut wajah putranya itu, dia jadi tahu kenapa Axelo tidak bertanya tentang Saka dan tidak mau tahu apapun tentang ayahnya. Itu semua karena Axelo tidak mau Starla terluka.

__ADS_1


'Jadi Starla suka menangisiku setiap malam?' tanya Saka dalam hatinya. Dia semakin merasa bersalah karena sudah membuat luka begitu dalam di hati Starla selama bertahun-tahun dan Starla juga sepertinya sulit untuk melupakannya rasa sakitnya.


"Sayang, kamu salah paham. Mommy, mommy tidak bersedih karena Daddy mu, dan itu sudah menjadi masa lalu." kata Starla berusaha menenangkan putranya. Dia juga tidak tahu kalau selama ini Axelo melihatnya menangis.


"Aku tidak mau bicara pada mommy! Aku juga tidak mau kalau dia jadi Daddy ku, aku tidak bisa menerimanya begitu saja!" sentak Axelo marah, lalu dia pun menaiki tangga dan pergi ke kamarnya yang ada di lantai dua.


"Axe! Axe tunggu mommy sayang! Kita bicara dulu, Axe!" ujar Starla memanggil putranya, namun Axelo terus berjalan tanpa menghiraukan Starla.


"Axelo!" Saka juga memanggil putranya.


"Kakak!" seru Aluna yang bingung dan belum bisa mencerna apa yang dikatakan Axelo. Mengapa Axelo begitu emosi pada Saka. "Kenapa kakak tidak mau menelima Daddy jadi daddy-nya? Daddy kan tampan, kaya, cewek-cewek cantik juga banyak yang nempel cama Daddy." celetuk Aluna yang sontak saja membuat keadaan tegang semakin tegang.


"Cewek-cewek cantik banyak yang nempel sama Daddy? Apa maksudnya itu sayang?" tanya Starla penasaran, dia memegang tangan mungil putri kecilnya itu.


"Iya mom, banyak cewek-cewek cantik yang mau dekat cama Daddy. Meleka juga mau mommy Luna, tapi Luna kan udah punya mommy." kekeh Aluna yang bicara tanpa rasa bersalah sedikitpun.


Starla melihat ke arah Saka yang terlihat panik. "Kamu tahu nggak siapa cewek-cewek cantik itu? Apalagi yang dekat sama Daddy?" tanya Starla lagi.


"Itu ada Tante Mo--"

__ADS_1


Saka langsung buru-buru menutup mulut Aluna dengan satu tangannya. Dia tersenyum canggung, Saka tidak mau usahanya mengejar Starla semakin sulit kalau wanita itu tahu ada beberapa wanita yang memang mendekatinya. Tapi jangan khawatir, Saka tidak pernah menanggapi mereka.


"Hem." Starla menatap Saka dengan curiga.


"Enggak ada apa-apa kok Star, hehe. Mending kamu susul Axelo saja dulu, biar aku yang masak." cetus Saka sambil tersenyum.


Starla menghela nafas, lalu dia pun beranjak pergi dari sana untuk menyusul putranya. Dia akan bicara dengan Axelo dan memberikannya pengertian.


Saat Starla akan pergi menaiki tangga, suara seorang pria membuat Starla menghentikan langkahnya.


"Daddy Gio sudah pulang! Yeeahh!" Gio, menghampiri Adrian dan langsung memeluk papanya itu.


"Anak Daddy," sambut Adrian seraya mengecup pucuk kepala putra kecilnya itu dan menggendongnya. Namun atensi Adrian tertuju pada Saka dan Aluna yang ada di dekat dapur.


"Kamu, ngapain kamu disini?" tanya Adrian sinis pada Saka.


****


TBC...

__ADS_1


__ADS_2