Dihamili Berondong

Dihamili Berondong
Bab 85. Surat tidak inginkan


__ADS_3

...πŸ€πŸ€πŸ€...


Malam itu, Starla sedang menyusui Aluna yang terbangun. Syukurlah Axelo kakaknya, sudah tidur lebih dulu.


Bibir bayi mungil itu menghisap sumber kehidupan dari ibunya. Melihat bayinya yang mungil dan terasa ringan. Starla merasa kasihan, karena mereka harus lahir 2 bulan sebelum waktunya. Tapi, di satu sisi Starla sangat bersyukur karena kedua anaknya termasuk anak-anak yang kuat karena lahir selamat, meskipun kecelakaan sempat menimpa Starla dan dan mereka berdua.


"Mommy sangat bersyukur sayang. Kalian berdua baik-baik saja, kalian kuat. Kalian adalah kekuatan Mommy. Mommy nggak bisa bayangkan kalau saat itu, Mommy kehilangan kalian. Tapi Tuhan masih baik sama Mommy, karena mommy masih dikasih kesempatan untuk mengurus kalian berdua, untuk menjaga kalian." gumam Starla seraya membaringkan Aluna disamping Axelo. Kemudian Starla menepuk-nepuk tubuh bayi mungil yang sekarang sudah tertidur bersama itu.


Dia menatap wajah kedua anaknya yang memang ia akui lebih mirip Saka daripada dirinya. "Apa aku terlalu sayang atau terlalu benci sama Saka, sampai-sampai wajah Axe dan Aluna lebih mirip sama Saka daripada sama aku? Curang, aku yang mengandung mereka...masa aku cuma kebagian mirip sama mata Aluna aja." kekeh Starla dengan bibir memanyun. Starla ikut berbaring disamping Aluna dan Axelo.


Tiba-tiba saja dia teringat Saka, mungkin jika hubungannya dan Saka masih seperti biasa. Mungkin mereka bisa mengurus Axelo dan Aluna bersama-sama. Tapi, faktanya Starla belum bisa membuka hatinya untuk Saka. Dia ingin melihat Saka benar-benar dewasa, entah itu dalam hal usia mental maupun usia biologisnya. Saka masih plin-plan dan belum cukup dewasa menurutnya, kadang Saka dewasa, kadang Saka kekanakan. Itu namanya labil kan? Dan Starla tidak bisa menghadapi Saka yang seperti itu terus menerus.


Tidak setiap kesalahan yang ketika orang itu meminta maaf maka harus dimaafkan, tidak setiap kesalahan bisa dilupakan begitu saja. Kejadian Elisa dan Saka, sudah cukup jadi pelajaran untuk Starla. Bahwa perceraian ini adalah satu-satunya, agar Saka bisa bersikap dewasa dan berubah. Starla harap begitu.


"Maafin aku Saka, aku tetap akan berpisah sama kamu. Walaupun sebenarnya aku masih sayang sama kamu. Aku harap kamu bisa berubah setelah kita berpisah nanti." ucap Starla berat hati. Ia mendesah berat, tadi siang pun dia sudah menghubungi seorang pengacara yang tak lain adalah Papanya Gina yaitu Tomi yang memang berprofesi sebagai pengacara khusus perceraian. Dia benar-benar serius dengan niatnya untuk bercerai dengan Saka. Biarlah perceraian ini menjadi pelajaran untuk Saka agar menjadi lebih baik. Agar Saka belajar arti penting sebuah hubungan dan menjaga imannya. Dan agar Saka tahu bahwa rasa kecewa dan sakit hati seorang wanita tidak bisa dianggap remeh, meskipun hati mereka lembut. Namun Starla usahakan, dia tidak akan membenci ayah dari anak-anaknya itu. Mungkin mereka bisa berteman, jika masih bisa.


***


Di kamar lain, Gina terlihat baru keluar dari kamar mandi sedangkan suaminya sedang tiduran di atas ranjang sambil memegang ponselnya.


Wanita itu memakai handuk yang hanya melilit di dada. Gina baru saja mandi malam-malam begini karena dia lupa mandi sore tadi. Gina lupa karena ia membatu Starla untuk mengasuh Axelo dan Aluna. Bahkan dengan perhatian, Gina mengasuh Axelo dan Aluna, lalu membiarkan Starla tidur siang tadi. Peran Gina tidak hanya sebagai istri dari Adrian, tapi juga cucu, ibu Starla dan juga sahabat baik Starla.


Melihat istrinya keluar kamar mandi dengan penampilan seperti itu, tentu saja membuat Adrian menelan salivanya dengan susah payah. Apalagi sudah dua hari Adrian tidak mendapatkan jatah dari istrinya. Tubuh Gina semakin montok dan berisi, membuat Adrian semakin candu dengan Gina. Meskipun istrinya itu memiliki kekurangan dengan tidak bisa memasak, tapi Adrian tidak masalah.


Adrian malah mengatakan, kalau makanan masih bisa dibeli dan Adrian membutuhkan istri, bukan koki. Gina dibuat meleleh oleh kata-kata suami hot daddy-nya itu.


Kini, Gina sedang duduk di meja rias sambil mengoleskan pelembab ke wajahnya. Wanita itu masih memakai handuk sebatas dada dan membuat pahanya yang putih mulus terekspos indah.


Sebagai pria dewasa yang butuh belaian daun muda, tentu saja Adrian tidak bisa membiarkan si cantik olive menganggur begitu saja tanpa disentuh bukan? Lantas pria itu pun mendekati Gina yang berada didekat meja rias, tangannya yang nakal mengelus-elus paha mulus Gina.


"Mas, apa sih?"tanya Gina saat merasakan sentuhan tangan dari suaminya.


"Kamu yang apa-apaan sayang? Apa maksudnya kamu mandi jam segini, keluar dari kamar mandi dalam keadaan seperti ini. Kamu mau menggodaku?" tanya Adrian yang berbisik ditelinga istrinya, hingga hembusan nafas hangat itu menggelitik leher Gina. Tangan Adrian kini memeluk Gina dari belakang.


"Tadi aku nggak sempat mandi Mas. Mas tahu kan kalau aku habis ngasuh cucu-cucu kita? Mereka gemesin banget sih Mas!" kekeh Gina yang merasa gemas dengan Axelo dan Aluna.


"Mau bikin satu yang kayak mereka nggak?" tanya Adrian sambil mencium leher Gina dan memancing hasratnya. Gina tersenyum manis, lalu ia membalikkan badannya hingga berhadapan dengan suaminya.


Keduanya saling bertatapan penuh nafsu dan hasrat. Keduanya sama-sama terpesona saat melihat wajah masing-masing. Tatapan Adrian begitu nanar, dari mulai mata, hidung, bibir lalu ke bagian benda favorit yang masih tertutup handuk.


"Sudah dua hari aku tidak dapat jatah dari Olive. Jadi...apa boleh?" tanya Adrian sambil menegang handuk dan hendak melepaskannya. Pria itu tidak sabar ingin mendapatkan asupan vitamin cinta dari sang istri.


"Tapi Mas, aku udah mandi." Gina menggigit bibir bagian bawahnya.

__ADS_1


"Nanti mandi lagi, aku mandiin. Mandi plus-plus 21." ucap Adrian dengan genit. Lihatlah si kalem ini, dia pasti sudah ketularan Gina pada bagian mesum dan genitnya.


"Ish Mas, kamu mesum."


"Kan ketularan kamu." ucap Adrian sambil mencolek hidung hemat bahan milik istrinya. Meskipun tidak memiliki hidung mancung sepertinya, Adrian merasa gemas dengan istrinya.


"Jadi...mau ya?" tawar Adrian lagi.


"Of course mas Popeye. I'm yours..." Gina mempersilahkan suaminya untuk memberi kenikmatan padanya. Wanita itu mengerlingkan sebelah matanya guna semakin menggoda suaminya. Bahkan kini wanita itu sengaja berbaring diatas ranjang. Ia mengangkangkan kakinya hingga paha mulus nya terlihat indah.


"Kamu nakal sayang!" Adrian yang sudah tidak tahan, akhirnya membuka handuk Gina hingga wanita itu tanpa sehelai benang.


"Come here, Mas." jari Gina mengajak Adrian untuk segera adu gabrut dengannya diatas ranjang. Akan tetapi, Adrian malah mengangkat tubuhnya dari atas ranjang dan membawanya duduk di atas meja rias yang luasnya tidak seberapa.


"Mas, kenapa aku dibawa kesini?"


"Kita coba main disini ya sayang? Mau kan?" tanya Adrian lembut. Dia selalu meminta izin dulu kepada istrinya bila akan melakukan sesuatu, apalagi hal ranjang, mereka harus sama-sama nyaman saat melakukannya.


"Aku gimana kamu aja Mas, asalkan sana kamu...aku mau." sahut Gina sambil tersenyum manis, tentu saja bila diajak oleh suaminya ia akan selalu mau-mau saja.


Kemudian kegiatan berbau plus 21 itu pun dimulai diatas meja rias. Dimulai dengan Adrian mengecup setiap bagian dari wajah istrinya yang cantik, sampai berlama-lama di bibir. Adrian menyesap bibir manis Gina dengan rakus. Tangannya tidak tinggal diam, satu tangannya memainkan benda kembar favoritnya dan satu tangannya lagi bermain di goa viana milik Gina yang masih terasa sempit itu.


Dua jari Adrian masuk ke dalam sana dan menusuk-nusuk goa viana itu, sampai Gina memaju mundurkan pinggulnya beberapa kali. "Mas...ah...Mas..."


Suara-suara desahhan dan erangann menggema di seluruh kamar itu. Beruntung, kamar yang mereka tempati adalah satu-satunya kamar yang kedap suara, kamar Adrian. Jadi Gina bebas untuk mendesahh sekeras apapun, tapi tetap saja Gina berusaha menahan geli.


"Akhhh! Mas!!" jerit Gina saat lidah Adrian mulai mengeksplorasi pintu goanya. Bahkan Gina merasakan sensasi geli saat kumis kumis tipis di wajah suaminya menggelitik bagian goanya.


"Mas...aku mau pipis!" seru Gina tidak tahan lagi untuk mengeluarkan sesuatu dari dalam dirinya.


"Nggak apa-apa sayang disini aja." ucap Adrian yang lalu memposisikan diri untuk memasuki Gina. Dia berdiri menghadap Gina yang sedang duduk di atas meja rias dengan posisi kedua kakinya yang terbuka. Wanita itu sudah mendapatkan pelepasan pertamanya dan wajahnya tampak lemas, nafasnya terengah.


Entah sejak kapan Adrian melepas celana piyamanya, kini Adrian sudah polosan dan tombak besarnya tampak menegang minta ditenangkan.


"Akhh!"


"You're so damn good, Olive." umpat Adrian saat untuk kesekian kalinya ia merasakan sensasi goa viana Gina yang selalu menjepitnya.


Adrian semakin memaju mundurkan tombaknya ke dalam goa tersebut dengan hentakan pelan sampai tempo yang cepat, sampai terdengar suara-suara desahann Gina bak alunan musik yang merdu di telinganya. Kedua tangan Gina mencengkram bahu suaminya dengan erat, hingga kuku-kuku cantiknya meninggalkan luka goresan di sana.


"Mas...ahhh..."


"Kamu cantik banget sayang." puji Adrian yang lalu menyambar bibir Gina dengan lembut dan bagian tubuhnya yang lain masih berpacu melakukan tugasnya didalam milik Gina.

__ADS_1


"Kamu juga ganteng banget Mas, kamu pangeran aku, aku cinta kamu." Gina memeluk suaminya yang sudah berkeringat sama seperti dirinya. Dia mengungkapkan cinta di setiap kali mereka bercinta. Adrian sendiri selalu merasa puas karena Gina bisa memberikan segalanya untuknya. Dia menjadi pria paling beruntung di dunia ini, karena selain dia mendapatkan gadis muda, Gina juga sangat peduli kepadanya dan juga putrinya.


Setelah cukup lama berpacu, akhirnya mereka berdua mencapai pelepasan bersama. Tentu saja Adrian meninggalkan semua benihnya di dalam rahim Gina. Berharap agar ia bisa segera memiliki keturunan dari wanita ini.


****


Lain halnya dengan Gina dan Adrian yang semakin mesra dan panas, hubungan Starla dan Saka mungkin berada diambang kehancuran. Meskipun Saka pergi ke rumah Adrian setiap hari untuk bertemu dengan istri dan anaknya, tapi itu tidak membuat hati Starla yang beku mencair. Wanita itu selalu bersikap dingin pada Saka dan hanya bicara bila menyangkut tentang Aluna dan Axelo.


Kedua orang tua Saka dan juga teman-temannya, bahkan ikut turun tangan untuk membantu rumah tangga Saka dan Starla agar tetap bertahan. Namun sepertinya Starla tidak mau membuka hatinya untuk melupakan masa lalu.


Sehingga pada suara pagi, Saka yang akan berangkat ke kampus dikejutkan dengan kedatangan sebuah surat yang dikirim oleh seorang kurir.


"Surat apa ini? Untukku?" gumam Saka yang lalu membuka amplop berwarna coklat itu. Didalamnya ada amplop lainnya yang didepan amplop tersebut ada tulisan pengadilan negeri xx.


"Pengadilan Negeri?" Saka mengernyitkan dahi saat membacanya, jantung Saka berdegup kencang sebelum membuka amplop tersebut.


Saka melihat nama Starla yang tertera sebagai pihak penggugat. Lalu Saka membaca surat tersebut lebih dalam. Matanya fokus pada surat itu, nafasnya mulai menderu.


Selanjutnya disebut sebagai Tergugat.


Yang Menjadi dasar gugatan adalah sebagai berikut :


Bahwa tergugat adalah suami sah penggugat yang telah menikah di Gereja kawasan xx pada tanggal xxx sesuai dengan kutipan Akta Nikah No. xx tanggal xx.


Bahwa dengan demikian. Perkawinan antara Penggugat dengan Tergugat tersebut adalah sah secara hukum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 Undang-Undang No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan :


Bahwa awalnya kehidupan rumah tangga antara Penggugat dan Tergugat berjalan normal, aman dan bahagia.


Namun, ketentraman rumah tangga Penggugat dengan Tergugat mulai goyah setelah antara Penggugat dengan Tergugat terjadi perselisihan dan pertengkaran secara terus menerus sejak bulan xx tahun xx sampai dengan saat ini, yang penyebabnya antara lain : 1. Pihak tergugat selalu saja berbohong kepada pihak penggugat, 2. Mengabaikan penggugat yang sedang hamil dan lebih memilih jalan dengan mantan kekasihnya, 3. Ketahuan berselingkuh dengan bukti ss chat dan riwayat panggilan telpon sebagai berikut...


Saka kaget bukan main saat ia melihat bukti chat, panggilan telponnya dengan Elisa yang memakai kata sayang sayangan. Saka sendiri tidak tahu bahwa Starla memiliki bukti ini.


Ya, tanpa sepengetahuan Saka. Starla memang sudah curiga sejak Galang mengatakan bahwa Saka ada main dengan mantan kekasihnya. Wanita itu bermain cantik dan mengumpulkan semua bukti, tapi dia masih diam. Sampai akhirnya bukti nyata sudah ada didepan matanya dan itulah yang membuat Starla sangat terluka dan mantap untuk berpisah.


"Kenapa...kenapa Starla sudah tau? Apa Starla sudah tau semuanya sejak awal? Ya tuhan, betapa sakitnya Starla saat itu. Belum lagi aku sudah berbohong dan mengatakan pada semua orang dia adalah kakakku dan bukan istriku. Tak hanya itu, semua orang juga taunya aku adalah pacar Elisa. Ya Tuhan, apa aku pantas dimaafkan!" Saka mengingat semua kesalahannya pada Starla. Dia menangis sambil memegangi surat itu. Surat yang sama sekali tidak ia inginkan.


"ENGGAK! AKU NGGAK MAU BERPISAH! AKU NGGAK MAU KEHILANGAN STARLA! AKU CINTA DIA!" jerit Saka histeris, sehingga semua orang yang ada di rumahnya menghampiri pria itu.


Anggun, bahkan pekerja di rumahnya mencemaskan keadaan Saka. Sejak Saka pisah rumah dengan Starla dan twins, Saka tidak bersemangat dan sering melamun.


"Kamu kenapa nak?" tanya Anggun lembut.


...****...

__ADS_1


Halo readers, author mau tanya nih...kan sebentar lagi Saka dan Starla mau tamat... kalau misalkan aku buat season 2 disini 🀣itupun kalau kalian mau sih 😁


__ADS_2