
Hati Saka hancur begitu dia melihat surat gugatan dari Starla, ibunya dan orang-orang terdekatnya berusaha untuk menguatkan Saka.
Saka tidak bisa dan dia tidak sanggup untuk berpisah dari Starla. Starla adalah cintanya dan dia ingin memperbaiki kesalahannya pada wanita yang sudah menjadi ibu dari anak-anaknya itu. Dia masih ingin mempertahankan hubungannya dan Starla. Pagi itu Saka langsung pergi ke rumah Adrian untuk menemui Starla dan bicara padanya, akan tetapi di rumah Adrian tidak ada siapa-siapa.
"Kamu dimana Star? Jangan-jangan kamu ninggalin aku dan kabur bawa anak-anak kita juga? Nggak...ini nggak mungkin." Saka panik karena mendengar dari satpam rumah itu, bahwa Starla, Adrian, Gina dan seorang baby sitter tak tahu pergi kemana. Mereka juga membawa barang-barang. Apalagi ponsel Starla tidak aktif saat Saka menghubunginya.
Tanpa pikir panjang Saka langsung ngebut dengan motornya dan pergi dari sana. Dia akan mencari Starla.
"Waduh, kenapa si Mas ngebut gitu? Apa mas Saka salah paham sama ucapan ku ya? Oh ya... barang-barang yang aku maksud itu cuma barang Dede Axelo sama Dede Aluna." gumam satpam di rumah Starla yang memang kadang kurang konek. Ucapannya tadi sukses membuat Saka salah paham san. berpikir-pikir macam-macam. Ditambah lagi Saka baru menerima surat cerai dari Saka.
****
Saka masih melajukan motornya tanpa memperhatikan sekitarnya. Hingga tanpa sengaja sebuah mobil sedan hitam menabraknya, Saka yang saat itu ngebut tak bisa menghindarinya. Bukan salah mobil ibu, tapi salah Saka yang ngebut.
Pria itu jatuh dari motornya, suara jatuh itu cukup keras. Beberapa orang melihat kecelakaan yang terjadi dan menghampiri Saka untuk menolongnya.
"Mas, mas nggak apa-apa?"
"Cepat telpon ambulan!" ujar salah seorang yeng peduli dengan Saka.
Pengemudi mobil itu langsung keluar dan tidak melarikan diri untuk melihat siapa yang menabrak mobilnya. Untuk si pengemudi adalah orang yang bertanggungjawab, itu sebabnya mereka tidak dikeroyok warga di jalan yang ramai itu.
"Vin, ini motor si Saka!" ujar Fero saat melihat motor Saka ada didepan mobilnya, sementara si pemilik motornya sendiri berada cukup jauh dari sana karena tadi tubuh Saka terpental dari motornya.
"Jir, bener!"
Malvin dan Fero bak upin-ipin yang sulit dipisahkan itu, langsung berlari menghampiri kerumunan orang-orang. Mereka yakin bahwa Saka ada di sana. Beberapa saat kemudian Malvin dan Fero kaget melihat Saka tergeletak di aspal dengan kondisi terluka. Kaca helmnya yang tebal juga pecah.
"Saka!"
Fero membantu Saka untuk bangkit, kedua teman Saka ini sangat mencemaskan kondisi Saka. Setelah ditinggal Starla dan anak-anaknya pindah ke rumah Adrian, Saka makin kurusan karena tidak bisa mengurus dirinya sendiri. Bahkan hal yang paling merugikan tubuhnya, adalah Saka yang mabuk dan merokok.
__ADS_1
"Gue tau Lo lagi stress, Lo gila dan Lo mau mati. Tapi jangan ngerugiin kita juga! Sialan!" hardik Malvin yang marah, ia pikir Saka sengaja menabrakan dirinya ke mobil. Karena sebelumnya Saka pernah mencoba ditabrak mobil.
"Vin, stop!" tegur Fero pada Malvin yang menurutnya terlalu keras pada Saka. Fero kasihan melihat Saka yang kepalanya berdarah-darah saat ini. Dan Fero yakin, Saka sedang berusaha mempertahankan kesadarannya.
"Vin, Fer...tolong cari Starla, gue mohon. Gue mau Starla sama anak-anak gue. Gue nggak bisa kehilangan mereka. Bantuin gue...hiks..." kata Saka lirih, tangisan Saka begitu pilu. Dia selalu saja dibuat menangis oleh Starla. Padahal selama ini Saka bukan pria yang cengeng, tapi dia menangis karena satu wanita yaitu Starla.
"Kita bakal bantu Lo, tapi kita harus ke rumah sakit sekarang!" ujar Malvin sambil berdecak. Dia dan Fero pun memaksa Saka untuk pergi ke rumah sakit terlebih dahulu karena sebelumnya Saka menolak dan dia ingin mencari Starla.
****
Di bandara Jakarta.
Pukul 08.00, seorang wanita cantik sedang mendorong kursi roda. Disampingnya ada wanita paruh baya yang masih terlihat cantik, dia adalah Sofia. Sofia baru saja kembali dari Singapore setelah mengobati putranya yang mengalami kecelakaan parah sekitar 2 bulan yang lalu.
Dan kini Sofia sudah kembali setelah keadaan putranya lebih baik. Meskipun Bisma masih harus memakai kursi roda karena kakinya belum pulih benar, ini bukan berarti dia cacat. Selama Bisma sakit, Vita yang selama ini menemani Bisma dengan sabar. Hingga Bisma yang melihat ketulusan Vita pun, memutuskan untuk melanjutkan perjodohan mereka. Tak perlu waktu lama, mereka akan segara melangsungkan pernikahan dan itu sebabnya Bisma pulang ke Indonesia.
Didalam mobil, Bisma, Vita dan Sofia sedang berada dalam perjalanan ke rumah Sofia.
"Bisma, Mama nggak ada hubungan apa-apa lagi sama Adrian." jawab Sofia lirih.
"Tapi Mama masih mencintainya kan?" tanya Bisma seraya memperhatikan raut wajah mamanya yang saat ini begitu sendu.
"Apa gunanya semua itu Bisma. Adrian sudah menikah dan dia terlihat sangat mencintai istrinya." jelas Sofia yang merasakan penyesalan mendalam karena memutuskan hubungannya dan Adrian dulu. Sofia sakit, sakit sekali melihat Adrian sudah bahagia dengan Gina. Tapi dia bisa apa? Dia sendiri yang salah karena sudah melepaskan Adrian demi Bisma.
"Maafin Bisma Ma, ini semua gara-gara Bisma." sesal Bisma merasa bersalah seraya memegang tangan ibunya. Namun Sofia tidak pernah menyalahkan Bisma, ini sudah keputusannya sendiri yang ingin berpisah dengan Adrian.
"Tidak apa-apa nak. Ini sudah takdir dan memang mama tidak berjodoh dengannya. Kita doakan saja agar mereka bahagia." kata Sofia sambil tersenyum, ia berusaha untuk ikhlas menerima takdir ini.Takdir bahwa ia dan Adrian tidak berjodoh, Adrian adalah jodohnya Gina.
Tiba-tiba saja saat suasana hening, Vita terlihat heboh. Dia menunjukkan sesuatu di ponselnya kepada calon suami dan calon ibu mertuanya.
"Tante, Kak Bisma, lihat ini." Vita tersenyum saat menunjukkan sesuatu di ponselnya.
__ADS_1
Bisma dan Sofia melihat ke ponsel Vita, satu detik kemudian mereka langsung tersenyum lebar saat melihatnya. "Jadi Starla sudah melahirkan?" tanya Sofia senang.
"Bayinya kembar." timpal Bisma. Tampaknya pria itu sudah menerima dengan lapang dada, bahwa jodohnya Starla ya Saka. Dia belum tau saja kalau Saka dan Starla akan bercerai.
"Tante, Kak Bisma, nanti kita jenguk bayi Starla ya." cetus Vita sambil tersenyum. Dia merasa gemas melihat bayi kembar Starla yang disebarkan fotonya oleh Riko lewat WA. Namun Riko melarang Vita menyebarluaskan foto bayi kembar Starla ke medsos karena Starla tidak mau foto bayinya tersebar.
"Iya ayo. Tapi...bukannya usia kandungan Starla baru 7 bulanan ya?" tanya Sofia bingung, seingatnya usia kandungan Starla baru 7 bulan. Kenapa sudah melahirkan lagi?
****
Ternyata Starla berada di rumah sakit, Aluna dan Axelo sedang sakit sehingga Starla, Adrian, suster Tina (Baby sitter) dan juga Gina membawa twins ke rumah sakit. Syukurlah hari ini Adrian berada di Jakarta, sebelum lusa dia pergi berlayar ke Thailand.
"Anak saya tidak apa-apa kan dok?" tanya Starla begitu melihat dokter anak selesai memeriksa Aluna dan Axelo.
"Ibu senang saja, anak-anak ibu baik-baik saja. Mereka hanya mengalami gumoh asi, bukan muntah yang bagaimana bagaimana." jelas sang dokter wanita sambil tersenyum.
Gumoh sendiri adalah (spitting up atau gastroesophageal reflux) merupakan keluarnya sebagian susu saat atau setelah bayi menyusu. Gumoh sering ditemui pada bayi sampai usia 1 tahun dan merupakan hal yang normal terjadi. Volume susu yang mengalir keluar dari mulut bervariasi, umumnya 1-2 sendok makan. Beda dengan muntah bayi. Tadi Starla dan suster Tina panik karena si kembar mengeluarkan air susu. Tapi syukurlah tidak terjadi hal yang serius kepada bayi kembar itu.
"Syukurlah." Starla, Adrian, suster Tina dan Gina merasa lega mendengar penjelasan dokter. Axelo dan Aluna juga tidak perlu dirawat di rumah sakit, karena tidak ada hal yang serius.
"Pa, Mamud, aku titip Axelo sama Aluna dulu ya. Aku mau ke toilet dulu, nanti kita pulang udah ini." kata Starla kepada papa dan Mama sambungnya.
"Siap anakku sayang," ucap Gina sambil tersenyum.
Starla keluar dari ruang pemeriksaan dokter anak, kemudian dia mencari masuk ke dalam keberadaan toilet wanita karena dia sudah kebelet sedari tadi. Akhirnya Starla menemukan toilet wanita yang berada di ujung lorong tersebut.
Beberapa menit kemudian, Starla menuntaskan buang airnya. Dia melihat di dekat cermin ada seorang wanita yang tidak asing sedang meringis kesakitan dan memakai baju pasien.
"Kak Starla?"
...****...
__ADS_1