
Baik Saka maupun Starla, sama-sama gugup dengan apa yang baru saja mereka lakukan di sofa. Bahkan rasa panas yang menjalar ditubuh mereka masih terasa. Starla mengusap-usap tengkuknya dan tak berani menatap Saka, Saka juga tidak berani menatap Starla. Wajahnya memerah dan tersipu malu.
Untung saja suara gaduh itu membuat keduanya berhenti sebelum melakukan hal lebih jauh. Entah apa yang ada diambang pintu rumah.
'Gila, ciuman ternyata ciuman seenak ini... walaupun udah ngerasain 3 kali, tapi masih mau lagi. Why Saka? Kenapa kamu mesum hah?' Saka merutuki diri sendiri di dalam hati dan menganggap dirinya mesum.
"A-aku lihat ke depan dulu ya, itu pasti Papa." kata Starla pada suaminya.
"Tapi kan papa bawa kunci, jadi kamu--" mereka terlihat ambigu dan masih canggung. Seperti pengantin baru saja.
Tak berselang lama kemudian, Adrian sudah berada didekat mereka sambil membawa keresek belanjaan yang isinya susu ibu hamil untuk Starla dengan rasa coklat.
"Eh..kalian belum tidur? Btw, ngapain kalian disini?" tanya Adrian pada Starla dan Saka yang terlihat aneh, gerak-gerik keduanya tampak mencurigakan. Kemudian mata Adrian salfok pada penyangga dua buah sintal milik istrinya yang terlihat karena dua kancing piyama Starla terbuka. Lalu atensi Adrian tertuju pada bibir merah Starla dan sedikit basah di sana.
'Apa mereka habis itu?' batin Adrian sembari menelan salivanya kuat-kuat. Sontak saja ia memalingkan wajahnya dari Starla dan Saka.
"Kita baru aja mau ke kamar Pah," jawab Starla gugup.
"Ya udah, ini udah malem. Kalian cepat tidur ya!" Adrian berusaha bersikap biasa saja, meskipun ia baru saja melihat penampilan anak dan menantunya yang terlihat berantakan.
"Iya pa, selamat malam." Sahut Saka pada papa mertuanya itu.
Saka menggandeng tangan Starla dengan canggung, lalu membawa istrinya masuk ke dalam kamar. Sementara Adrian masih berada di sana sambil melihat anak san menantunya masuk ke kamar.
"Huft...memang sih mereka sah-sah saja kalau mau melakukannya. Tapi entah kenapa aku masih merasa aneh, aku masih merasa kalau Starla masih terlalu muda dan masih tak percaya kalau Starla putriku sudah menikah," gumam Adrian yang masih belum percaya hingga kini, bahwa putri kesayangannya itu sudah menikah. Melihat Saka dan Starla dalam tampilan seperti barusan, Adrian masih belum rela.
Pria itu menghela nafas, lalu pergi ke dapur untuk menyimpan susu ibu hamil untuk Starla. Dalam beberapa hari sebelum pergi berlayar, Starla kan akan menginap di rumah ini. Setelah pulang dari Australia nanti, Adrian akan memperkenalkan Sofia pada Starla. Adrian berharap Starla bisa menerima Sofia.
Di dalam kamar, Saka langsung menyuruh Starla tidur. Dia tidak mau istrinya begadang, karena itu akan berpengaruh pada bayi mereka
"Kamu tidur sekarang ya,besok kita cari hpnya." ucap Saka lembut, seraya mengusap wajah Starla. Sial, wanita didepannya ini sangat imut dan cantik. Apalagi dia pasangan sahnya dan Starla terlalu sayang untuk dilewatkan.
"Hem...iya."
Atensi Saka tiba-tiba tertuju pada dua buah sintal sang istri yang terlihat karena dua kancingnya terbuka. Libido Saka langsung naik turun melihatnya, ukuran Starla tidak besar dan tidak kecil. Saka tau itu karena ia ingat malam panas yang mereka lalui waktu di Bogor. Dimana ia menyentuh setiap inci tubuh Starla.
Star, i-itu d*da kamu!" celetuk Saka sambil memalingkan wajahnya karena berdebar melihat buah sintal itu. Dia ingin merasakannya lagi, minimal menyentuhnya lah. Akan tetapi, Saka tidak mau dianggap mesum.
__ADS_1
"D*da aku kenapa?" sontak saja Starla melihat ke bagian d*danya. Alangkah kagetnya Starla saat melihat dua kancing piyamanya yang terbuka, lalu ia pun segera mengancingkan. Dia ingat itu ulah Saka saat tadi mereka berciuman di sofa ruang tengah.
Mengingat hal itu, Starla jadi bergidik geli. Ia tergagap dan merasa aneh. Lantas ia pun melepas ikatan rambutnya sebelum tidur, sebab ia memang selalu mengurai rambutnya sebelum tidur.
"So-sorry, tadi aku kelepasan Star." ucap Saka begitu saja.
"Eungh, enggak apa-apa. Nggak usah minta maaf, lagian kita kan suami-istri!" kata-kata Starla itu, membuat Saka yang tadinya memalingkan wajah langsung menatap istrinya dengan kaget.
"I-itu..." Starla gugup. 'Barusan aku ngomong apaan sih? God!' kata Starla dalam hatinya.
"Jadi aku boleh cium kamu lain kali?" sontak saja Saka bertanya begitu dan membuat Starla balik terkejut.
"A-apa?" Mata Starla membola saat mendengarnya.
"Apa nggak boleh?" Saka memelas menatap istrinya, sepertinya dia belum sadar apa yang ia ucapkan barusan.
"Boleh sih," jawab Starla.
"Terus boleh nggak, kalau aku cium kening sama perut kamu setiap mau tidur dan bangun tidur?" tanya Saka lembut, dia sudah berada di samping Starla saat ini.
"Mau ngapain emang pake kiss kening sama perut segala?" tanya Starla.
Mendengar penjelasan Saka tentang little star dan dirinya, Starla terharu karena Saka bisa bersikap dewasa dan mencari informasi tentang ibu hamil segala. Starla pikir, Saka cuek dengan kehamilannya. Sungguh, sosok Saka berbeda saat pertama kali bertemu dengannya dulu. Pria dingin yang pernah menolak kehadiran bayi didalam kandungannya. Sekarang, dia mencoba bersikap lebih baik dan juga membangun sebuah hubungan. Bahkan Saka juga sudah mengatakan cintanya pada Starla.
"Makasih udah perhatian sama aku dan little Star. Makasih, kamu udah berusaha menjadi dewasa. Tapi aku harap kamu nggak memaksakan diri Saka. Aku nggak akan melarang kamu melakukan apapun yang kamu suka, selama itu bukan hal yang merugikan. Dan juga kamu masih muda Saka, aku nggak mau kamu tertekan dengan pernikahan kita." ucap Starla tulus. Ia tidak mau suaminya merasa tertekan karena pernikahan ini.
"Jujur, awalnya aku tertekan menikah sama kamu. Because you know that, pernikahan kita itu bukan pernikahan kayak orang-orang. Kita nikah kepaksa. Ya, awalnya memang demi little star...alasan terbesar aku setuju bertanggungjawab untuk kamu. But i started to love you," tutur Saka lembut dari dalam lubuk hatinya.
"Saka..." lirih Starla seraya menatap suaminya yang tampak tulus dan serius dengan ucapannya itu.
"Sekarang aku nggak merasa terjebak dengan pernikahan kita. Aku nggak tertekan, tapi aku minta kesabaran kamu untuk menghadapiku. Kalau aku salah, tolong tegur aku...meski aku suami kamu. Terkadang aku labil, tapi inilah aku Star. Dan kalau ada yang buat kamu nggak nyaman, tolong bilang sama aku. Jangan ada yang kamu pendam," ucap Saka yang menginginkan keterbukaan dalam hubungannya dan Starla.
"Syukurlah, aku pikir kamu merasa tertekan dengan pernikahan ini. Dan, baiklah kalau kamu mau aku melakukan itu. Aku akan melakukannya, menegur kamu saat kamu salah, bicara bila ada yang nggak nyaman, sebaliknya...kamu juga harus melakukan hal yang sama, sama aku. Bisa kan?" wanita itu tersenyum, ia meminta timbal balik dari suaminya untuk melakukan hal itu juga.
"Fine, kita sepakat ya." Saka pun mengecup kening Starla dengan lembut. Wanita itu kembali dibuat tersipu malu.
"Jadi boleh ya? Aku kiss little star juga?" tanya Saka seraya melihat ke arah perut Starla dibalik piyama tidur itu.
__ADS_1
"Se-sekarang?"
"Ya, kita mulai sekarang. Aku juga mau ngomong sama little star."
"Iya, ya udah."
"Naikin bajunya dong, biar aku bisa interaksi langsung sama little star!" kata Saka semangat. Awalnya Starla ragu, takut suaminya malah macam-macam padanya kalau dia menaikkan bajunya. Tapi dia yakin Saka tidak akan melakukan itu.
Starla menaikan bajunya sampai ke atas, tapi masih menutupi bagian buah sintalnya. Kemudian Saka pun mengelus perut datar Starla dengan lembut. Dia membenamkan wajah di sana lalu mengecupi perut Starla penuh kasih sayang. Wanita mana yang tidak akan tersentuh bila merasa disayangi seperti ini. Apalagi pria itu tampan.
"Halo little star, sehat-sehat di sana ya sayang, jangan rewel dan nyusahin mommy. Daddy nggak sabar pengen cepet lihat kamu. Daddy sayang kamu," lirih Saka yang terdengar oleh Starla. Hati Starla terenyuh dengan perlakukan dan kata-kata Saka.
"Kok jadi Daddy mommy sih?" Satu hal yang membuat Starla heran. Awalnya kan mereka akan memanggil papa dan mama.
"Kayaknya lucu aja kalau nanti little star manggil kita mommy Daddy. Kenapa? Kamu nggak suka?" tanya Saka seraya mendongak menatap wajah cantik istrinya.
"Suka sih, bagus juga. Oke setuju!" sahut Starla sambil tersenyum, menunjukkan dua lesung pipi dan gigi gingsulnya yang manis.
Saka langsung menurunkan piyama Starla, lalu beranjak duduk. Ia menatap Starla dengan intens. "Please, jangan senyum kayak gitu Star."
"Huh? Apa?" senyum Starla langsung menghilang saat suaminya berkata demikian.
"Jangan senyum kayak gitu sama cowok lain, senyumnya didepan aku aja. Bisa BAHAYA." tegas Saka pada istrinya.
"Bahaya apa sih?"
"Pokoknya bahaya. Dengerin aja kata suami ya? Yuk bobo," ucap Saka lalu beranjak dari tempat tidur Starla dan bersiap tidur di lantai seperti biasanya.
Melihat suaminya duduk dilantai, Starla lalu memegang tangannya. Dia meminta Saka untuk tidur saja disampingnya. Tentu saja, Saka tidak menolak ajakan Starla. Ia pun tidur bersama dengan istrinya diatas ranjang yang sama. Saka tidur lebih dulu karena hari ini dia lelah, sedangkan Starla masih asyik memandanginya.
"Apa ini yang namanya tersaka-saka? Aku pikir aku nggak akan bisa menemukan cinta yang lain selain kak Bisma. Lalu kamu datang dengan cara tak terduga, dan menempati hatiku begitu cepat, walaupun awalnya kamu sangat menyebalkan!"
"Tapi...aku cinta kamu Arshaka Delano, daddy little star!" ucapnya kemudian, dia pun mengecup kening Saka selagi pria itu terlelap. Dia berharap rumah tangganya dan Saka panjang umur.
...****...
Spoiler bab berikutnya...
__ADS_1
"Gue bakal kasih tau sama kalian semua, siapa ayah dari bayinya dan siapa suaminya."