
...🍁🍁🍁...
Winda, putri Bi Imah yang masih bekerja di sana sangat terkejut dan tidak percaya melihat mantan nyonya mudanya berada dihadapannya. Matanya berair menatap wanita muda bernama Starla yang masih terlihat awet muda dengan tubuh mungilnya itu.
"Nona Starla!" teriak Winda yang lalu menjatuhkan kemocengnya secara tak sengaja dan berlari menuju ke arah Starla. Winda bahkan lupa disamping Starla ada Saka dan kedua anak mereka.
"Winda, kamu masih kerja disini ternyata?Apa kabar Win?" tanya Starla seraya tersenyum pada pembantu rumah tangga yang sangat dekat dengannya itu seperti teman.
"Saya baik-baik saja non, non Starla kemana aja? Saya sama ibu kangen banget sama Non. Non kenapa pergi nggak bilang-bilang sih non?" Winda terisak, air matanya mengalir membasahi pipinya.
"Syukurlah kalau kamu baik-baik saja Win. Maaf ya, baru sempat datang lagi kemari." ucap Starla lirih seraya memeluk Winda dengan penuh haru. Sebenarnya, Starla pun tidak pernah menyangka bahwa dia akan kembali menginjakkan kakinya di rumah ini lagi. Meskipun dia hanya berkunjung saja, bukan ada niatan untuk tinggal di sana.
Anggun berdiri tak jauh dari Winda, dia baru saja turun dari atas tangga dan melihat Starla dan Axelo di dekat pintu rumahnya. Anggun menatap tak percaya, bahwa Starla ada dihadapannya saat ini. Dia juga bersama dengan Axelo, cucunya.
"Oma!" seru Aluna seraya berlari ke arah Anggun dan memeluk neneknya itu. "Oma, Luna cudah pulang bawa Mommy dan kakak." ucapnya pada Anggun.
Mata Anggun berkaca-kaca, dia menatap Aluna lalu mengelus rambut gadis kecil itu.
"Terimakasih princess, kamu sudah membawa kakak dan mommymu pulang." kata Anggun dengan suara parau. Lantas, ia pun menatap Starla yang masih berdiri di sana, bibirnya mendadak kelu saat berhadapan dengan mantan menantunya itu.
Starla pun berinisiatif berjalan mendekati Anggun yang masih mematung disana. Meskipun sebenarnya dia masih merasa takut kalau Anggun akan mengusirnya.
"Star, nggak usah!" ujar Saka yang melarang Starla untuk mendekati ibunya. Saka hanya takut Starla saki hati, kalau misalkan ibunya masih bersikap sama dan membenci Starla.
Starla tidak mengindahkan apa yang diucapkan oleh Saka karena sekarang dia sudah berdiri tepat di hadapan Anggun. Lalu dia pun mengajak Axelo untuk berdiri disampingnya, ia bermaksud memperkenalkan Axelo kepada Anggun.
"Apa kabar tante? Tante tenang saja, saya kesini bukan untuk kembali pada Saka ataupun tinggal di rumah ini. Saya kembali demi Aluna dan saya minta maaf kalau kehadiran saya menganggu Tante. Tapi mungkin Tante ingin tau, tentang kembaran Aluna. Ini dia, Axelo." kata Starla dengan tegas dan bicara seperti orang asing kepada Anggun.
Anggun terdiam beberapa saat, dia menatap Axelo dengan mata berkaca-kaca. Lidahnya masih kelu. Namun bibirnya bergetar, dengan atensi yang terus tertuju pada Axelo.
"Oma, ini kakak Luna...kak Axel yang ganteng Oma." sahut Aluna kepada neneknya. Gadis kecil itu begitu bahagia saat mengenalkan kakaknya pada neneknya.
Sementara Axelo, dia menatap Anggun dengan tatapan datar seperti biasa. Tapi percayalah, anak itu lebih peka dari kelihatannya walaupun tampak dingin dari luar. Saat ini dia sedang menelisik mimik wajah neneknya.
'Kayaknya hubungan Oma dan Mommy kurang baik. Kenapa Mommy bicara seperti orang asing pada Oma? Ada apa ini?' batin Axelo keheranan saat melihat raut wajah Anggun dan ibunya. Juga atmosfer disekitarnya, seakan ada jarak diantara mereka.
Anggun tiba-tiba saja memeluk Starla, lalu menangis tersedu-sedu. Dengan perasaan menyesal didalam dirinya yang selama ini bersarang, dia luapkan semuanya. Starla dan Saka tercengang dengan tindakan Anggun. Saka pikir Anggun akan mengusir Starla dari rumah, jika seandainya itu sampai terjadi maka Saka tidak akan mengakui Anggun sebagai ibunya. Itu sumpahnya dalam hati, tapi Anggun malah melakukan hal yang tak terduga.
"Hiks...Starla, maafin Mama nak. Maafkan mama atas kesalahan Mama selama ini." air mata Anggun merembes membasahi kain blazer yang dikenakan Starla saat ini.
Hati Starla terenyuh mendengar ucapan maaf dari Anggun dan bagaimana wanita paruh baya itu menangis. "Sudah Tante, jangan menangis. Jangan minta maaf, ini salah saya."
Kata formal yang terlontar dari bibir Starla membuat hati Anggun mencelos dan tersentil. Rupanya kata-kata Anggun dulu sangat membekas di hati Starla, sehingga 5 tahun mampu mengubah Starla menjadi seperti sekarang. Dia bahkan terlihat tidak menganggap Anggun sebagai ibunya lagi, itu semua karena Anggun yang memulainya. Anggun sendiri yang dulu mengatakan bahwa dia tidak mau mengakui Starla sebagai anaknya lagi.
"Starla..."
Tubuh Anggun tiba-tiba ambruk di pelukan Starla, hingga semua orang panik melihatnya. Akhirnya Saka dan Starla membawa Anggun masuk ke dalam kamarnya. Saka langsung memanggil dokter keluarga untuk memeriksa Anggun.
Dokter mengatakan bahwa tekanan darah Anggun tinggi, dia juga mengalami stress, yang menyebabkan Anggun sakit kepala dan jatuh pingsan. Ghea, Starla, Saka dan si kembar masih berada di kamar Anggun. Wanita itu sudah membuka matanya.
"Ma, aku ambil minum ya!" tawar Ghea pada Anggun begitu melihatnya siuman.
"Nggak usah Ghea, Mama mau bicara sama Starla. Starla mana?" tanya Anggun seraya bangkit untuk duduk dari atas ranjangnya.
"Ada apa Tante? Saya disini." sahut Starla yang mendengar ucapan Anggun.
__ADS_1
"Starla sayang, sini nak. Mama mau bicara," lirih Anggun dengan bulir air mata membasahi pipinya. Starla pun mendekat, ia tak tega juga melihat Anggun menangis, terlebih lagi Anggun sedang sakit.
Starla duduk disamping Anggun, diatas ranjang. Lantas Anggun pun meminta agar Ghea membawa si kembar keluar dari kamar ,dia akan bicara dengan Starla dan Saka. Anggun akan membeberkan semua kesalahannya dan tujuan utamanya meminta maaf pada Starla dan Saka.
"Ghe, bisa kamu bawa Axelo dan Aluna keluar dulu? Ajak mereka main dulu, atau makan...mama mau bicara sama Starla dan Saka." titah Anggun pada putri sulungnya itu.
"Iya udah Ma." Ghea menganggukkan kepalanya setuju. Lalu ia pun melihat ke arah dua keponakannya. "Axel, Luna sayang...ikut Tante yuk, kita makan kue yang Tante Ghea buat tadi pagi." ajak Ghea.
"Tante Ghea buat kuehh? Kakak ayo, kak Ghea enak banget bikin kuehnya. Kakak halus coba!" ajak Aluna seraya memegang tangan kakaknya dengan antusias.
"Ya, ayo." sahut Axelo yang tidak sedingin sebelumnya. Sejak Aluna di rumah sakit, sikap Axelo baik pada gadis itu, tapi pada orang lain tetap saja dingin.
Axelo, Aluna dan Ghea pun pergi keluar dari kamar Anggun. Tak lupa Ghea menutup pintu kamar itu rapat-rapat, sebab Ghea tahu pasti ada yang mau mereka bicarakan secara pribadi.
Tak lama setelah Ghea dan twins pergi, Anggun turun dari atas ranjang lalu berlutut di depan kaki Starla. Dia bersimpuh didepan wanita muda berusia 26 tahun itu.
Sontak saja Saka dan Starla terkejut dengan tindakan wanita paruh baya ini.
"Tante, apa yang Tante lakukan?" tanya Starla yang berusaha melepaskan tangan Anggun dari kakinya, namun wanita paruh baya itu tetap menegang kaki Starla erat. Starla bisa merasakan tangan Anggun bergetar.
"Ma, mama mau buat drama apa lagi sih?" tuduh Saka pada ibunya itu. Dia tahu Anggun selalu membuat drama bila ada yang diinginkannya. Atau bila dia ingin meminta maaf tapi tak tulus.
"Mama minta maaf sama kamu Starla, mama menyesal sudah mengatakan hal-hal yang menyakitkan hati kamu dulu. Bahkan sikap mama sama kamu sangat jahat. Mama...mama mau mengakui semuanya didepan Saka juga, apa yang Mama lakukan dulu sama kamu Starla. Tanpa ada yang terlewat dan tanpa ada kebohongan karena Mama nggak sanggup menahan rasa kebencian ini lagi, terlebih dari orang-orang yang Mama sayang."
Sambil menangis sesenggukan, Anggun memohon maaf pada Starla. Lantas wanita itu pun melirik ke arah putranya.
"Tante nggak perlu lakuin itu, saya udah melupakan hal yang lalu. Sekarang kita hanya perlu menjalani hidup kita tante. Jangan membahasnya lagi, saya mohon jangan begini. Bangunlah Tante." pinta Starla yang mendapatkan gelengan kepala dari Anggun sebagai tanda penolakan.
"Nggak Star, semuanya harus selesai hari ini. Mama harus bicara sama Saka, semuanya. Apa yang sudah mama lakukan sama kamu." jelas Anggun dengan rasa sesak di dadanya. Starla mulai meneteskan air mata saat Anggun seperti ini.
Jujur saja, Saka kecewa dengan fakta yang didengarnya ini. Dia tidak tahu kalau ibunya memiliki sifat lain egois, Saka pikir ibunya adalah ibu terbaik di dunia yang terjebak dengan kelembutannya. Tapi tanpa Saka tahu, Jeffry pernah meminta cerai pada Anggun karena sifatnya yang seperti ini.
"Tante udah, saya udah maafin Tante sejak lama. Tante jangan kayak gini, please." pinta Starla sambil menahan tangisnya.
"Saka belum maafin Mama, Mama nggak bisa berdiri sekarang." ucapnya lirih.
"Ka..." panggil Starla kepada mantan suaminya itu agar Saka mengatakan sesuatu yang membuat Anggun lega, sebab Anggun tak mau berdiri dari tempat duduknya.
"Mama keterlaluan! Aku nggak nyangka Mama tega banget misahin aku sama Starla dan si kembar, mending Mama berlutut aja selamanya didepan Starla!" bentak Saka emosi.
Starla tidak menyangka bahwa Saka akan mengatakan hal yang menyakitkan Anggun. "Saka stop, jangan memperkeruh suasana! Hormati orang tua!" tegas Starla.
"Tante Anggun itu mama kamu, jangan jadi anak durhaka Saka." ucapnya lagi.
Anggun terharu, karena meskipun sudah disakiti, Starla tetap membelanya. Wanita paruh baya itu semakin menyesal karena sudah bersikap buruk pada Starla selama ini.
Saka yang mendapatkan tatapan mata tajam dari Starla, langsung menurut dan dia membantu mamanya berdiri dari kaki Starla. Dia membantu mamanya naik ke atas ranjang seperti semula.
"Saka, kamu mau maafin mama kan?" tanya Anggun dengan suara pelan dan lemah. Saka bergeming dan masih tampak emosi, namun raut wajahnya berubah kala Starla menatapnya tajam.
"Iya, aku maafin Mama. Sama seperti Starla maafin Mama." ucap Saka malas.
"Saka, bicara yang benar." bisik Starla pada mantan suaminya itu. Saka berdecak, menahan rasa kesalnya.
Kali ini Saka bicara dengan nada lembut. "Aku udah maafin Mama."
__ADS_1
Anggun tersenyum dan tampak lega mendengarnya, walaupun Saka bicara seperti ini karena Starla. Tidak apa-apa, pasti Saka akan memaafkannya karena Starla dan Axelo sudah kembali.
'Ya Tuhan, aku sudah salah selama ini. Aku membuat Saka semakin jauh dari wanita yang dia cintai. Sekarang aku harus menyatukan mereka berdua, agar Axelo dan Aluna juga bahagia'
"Starla sayang, makasih udah maafin Mama. Kamu sangat baik nak, kamu yang terbaik untuk putra Mama...Saka." lirih Anggun sambil menggenggam kedua tangan Starla. "Starla, mau nggak kamu kembali menikah sama Saka?"
Pertanyaan berikutnya, membuat sepasang mantan suami-istri itu tercengang. Terutama Starla, dia baru saja tiba di tanah air setelah sekian lama dan langsung ditodong pertanyaan seperti ini. Tentu saja dia kaget dan ia langsung melepas genggaman tangan Anggun.
"Maaf Ma, sepertinya pertanyaan mama salah karena itu tidak bisa terjadi. Saya dan Saka sudah bercerai, meski kami adalah orang tua Aluna dan Axelo. Saya tidak bisa bersama dengan Saka." ucap Starla menolak secara halus pertanyaan Anggun.
Saka merasa kecewa, dia tahu tak mudah untuk mengejar Starla kembali. Tapi dia tidak menyangka akan ditolak secara langsung, bahkan Starla tidak berpikir dulu. Apa begitu dalam luka yang dia torehkan pada Starla dulu?
'Sepertinya aku bertanya terlalu cepat. Tenang saja Saka, Mama pasti akan bantu kamu mendapatkan Starla lagi, mama janji akan menebus semuanya' batin Anggun yang sedih melihat raut wajah Saka saat ini. Dia tau betapa terpuruknya Saka selama waktu 5 tahun ini, dia sudah mendapatkan hukuman yang paling berat yaitu rindu yang bisa membunuhnya.
"Lupakan saja pertanyaan Mama sayang, sekarang Mama bahagia karena kamu sudah mau memaafkan mama." Anggun tersenyum dan berusaha untuk mengalihkan pembicaraan.
Dia memeluk Starla sebagai bentuk rekonsiliasi diantara mereka berdua yang sempat terputus 5 tahun ini. Anggun bersumpah, bahwa dia akan kembali menyatukan Starla dan Saka lagi meski jalannya tidak mudah.
****
Di dapur rumah Delano.
Ghea dan Imah menemani si kembar yang sedang makan pancake yang dibuat oleh Ghea. Hobi Ghea adalah membuat kue, selain dari kesibukannya mengelola butik.
"Gimana kak? Enak ndak kue buatan Tante?" tanya Aluna kepada kakaknya, wajahnya belepotan oleh coklat.
"Enak sih, tapi masih enak buatan mommy." Anak ini memang selalu jujur.
"Maaf Tante, apa Tante marah?" tinianya Axelo pada Ghea, takutnya wanita itu tersinggung dengan ucapannya.
'Anak ini cukup dewasa di usianya yang masih muda. Sikapnya yang seperti ini, mirip dengan Starla' kata Ghea dalam hatinya.
"Tidak apa-apa sayang, kamu berkata jujur. Jadi tante nggak mungkin marah. Tapi, kamu harus lihat-lihat orang kalau mau bicara. Bisa jadi orang yang kamu ajak bicara itu orangnya mudah tersinggung." ucap Ghea menasehati anak laki-laki itu.
"Iya Tante." sahut Axelo paham.
"Tante Ghea baik, dia suka kacih aku makanan kak. Kue nya enak-enak, tapi nanti aku mau coba kue buatan Mommy." celetuk Aluna sambil tersenyum.
"Iya, nanti kamu minta buatkan saja sama Mommy." Axelo tersenyum lalu membantu Aluna mengusap noda di wajahnya itu dengan lembut. Axelo terlihat menyayangi Aluna. "Pelan-pelan makannya," ucap Axelo lagi.
Ghea terlihat senang dengan interaksi antara adik kakak ini. Sejujurnya Ghea ingin segera mempunyai anak lagi, tapi tuhan belum memberinya setelah 5 tahun dia belum kunjung hamil lagi.
****
Ditempat lain, seorang pria yang memasuki usia 30 tahunan baru saja selesai dengan lawan mainnya di atas ranjang. Terlihat si wanita tampak kelelahan, dia masih berbaring diatas ranjang tanpa sehelai benang apapun.
"Sayang, apa kamu tidak mau lagi?" tanya wanita itu dengan genitnya.
"Tidak, aku harus pulang. Sudah terlalu lama aku disini. Uangku sudah habis dan kamu tahu kan aku bergantung pada perusahaan ayah mertuaku?" kata Aldo pada wanita itu.
"Baiklah sayang. Kalau kamu mau service...tinggal call aku saja."
"Hem, aku harus pulang menemui Ghea." sahut Aldo sambil memakai pakaiannya lagi.
***
__ADS_1