Dihamili Berondong

Dihamili Berondong
Bab 29. Starla dalam bahaya


__ADS_3

Starla terheran-heran saat melihat nama Bisma tertera di ponselnya dan menghubunginya. Setelah sekian lama mereka tidak berkomunikasi lewat telpon, kecuali kemarin saat Bisma mengajak Starla bicara.


Telpon Starla terus berdering, tapi Starla menghiraukannya. Dia harus mengerti posisinya saat ini, dia seorang istri dan sudah mau menjadi seorang ibu. Tidak pantas bagi Starla, bila ia masih memiliki hubungan dengan Bisma atau sekedar menelpon. Apalagi Bisma adalah cinta pertamanya dan pernah menjadi tunangannya.


"Maafin aku kak Bisma. Tapi aku nggak bisa bicara lagi sama kamu. Saka udah niat serius dengan hubungan ini dan aku juga harus begitu." gumam Starla yang melihat nama kak Bisma masih tertera di sana. Nama Bisma itu dulunya adalah kesayanganku dengan emot ❤️, namun sejak putus hubungan. Starla langsung mengganti nama kontak Bisma. Bahkan menghapus foto-foto kebersamaan mereka didalam ponselnya.


Ting!


Bunyi pesan masuk terdengar oleh Starla dan membuat Starla melihatnya mau tak mau. Setelah ini akan memblokir nomor Bisma, agar ia bisa lebih fokus pada rumah tangganya dan bayi yang ada didalam kandungannya.


[Star...please, aku mau ngomong. Aku udah di rumah kamu, tapi kamu nggak ada. Please bilang sama aku, dimana kamu sekarang? Rumah suami kamu dimana Star?]


Starla memutuskan untuk tidak membalas pesan dari Bisma, ia memilih untuk mengacuhkannya saja. "Kamu nggak harus tau tentang aku kak Bisma. Bukankah kamu menganggapku wanita murahan?" tanya Statla pada ponselnya, seolah ia bicara dengan Bisma.


"Starla sayang?" panggil Anggun dari depan pintu kamar Starla. Gadis yang memiliki satu lesung pipi itu pun tersenyum saat melihat ibu mertuanya di sana sambil membawa nampan berisi buah-buahan dan segelas susu.


"Masuk aja Ma," ucap Starla memperbolehkan Anggun masuk ke dalam kamarnya.


Anggun pun berjalan masuk ke dalam kamar sambil membawa nampan. Ia mendekati menantunya yang sedang duduk diatas ranjang. Starla jadi merasa tidak enak karena ibu mertuanya ini sangat baik.


"Ma, mama nggak usah nganterin makanan ke kamar Starla. Nanti Starla bisa keluar kamar kalau mau makan kok," ucap Starla sopan.


"Nggak apa-apa sayang, anggap aja ini kasih sayang Mama sama kamu. Yuk, dimakan dulu buah sama susunya sayang, biar cucu Mama sehat!" Anggun mengambil buah potong dan hendak menyuapi Starla. "Buka mulutmu sayang, aaakk..."


Tes...tes...


Bukannya membuka mulut, Starla malah menetaskan air matanya. Anggun tercengang dan jadi cemas melihatnya.


"Hey sayang, kamu kenapa nangis? Mama salah bicara ya? Atau kamu nggak suka apel?" tanya Anggun sembari menatap cemas pada Starla layaknya tatapan seorang ibu yang penuh kasih sayang, kepada anaknya.


"Aku nggak apa-apa Ma, aku cuma lagi inget Mama. Lihat mama, aku jadi inget mama aku yang udah meninggal...hik..."


Anggun lantas membawa Starla ke dalam dekapannya. Dia mengelus-elus punggung Stelan dengan lembut. "Mama juga terkadang kangen sama Mama kamu nak. Sampai sekarang mama nggak bisa lupain Mama kamu, dia teman dan juga adik untuk Mama. Tapi Mama selalu mendoakan semoga Mama kamu berada ditempat terbaik didekat Tuhan. So, kamu jangan sedih ya sayang...kan ada mama Anggun, Mama juga Mama kamu sayang."


Starla membalas pelukan ibu mertuanya itu, dia menatap Anggun yang terlihat tulus padanya. Dibalik musibah menikah dengan berondong dan hamil duluan, Starla merasa ada yang masih bisa ia syukuri. Yaitu diberi ibu mertua baik hati.

__ADS_1


"Makasih Ma, makasih mama Anggun udah sayang sama aku." ucap Starla bahagia. Kemudian Anggun pun menyuapi Starla dengan penuh kasih sayang. Starla benar-benar nyaman dengan perlakuan hangat dari Anggun, semoga saja semuanya tetap seperti ini.


*****


Diseberang sana, Bisma sedang mencak-mencak. Dia berada didepan rumah Starla dan ayahnya. Namun, satpam rumah mengatakan bahwa Starla sudah pindah. Saat ditanya tentang Starla, satpam itu tidak menjawab menjawabnya dan merahasiakan privasi Starla. Terutama sekarang, Bisma adalah orang asing bagi Starla dan papanya.


"Sebenernya siapa suami Starla? Kenapa susah sekali melacak informasinya? Apa suami Starla bukan orang biasa-biasa aja? Apa dia seorang duda tua, atau bahkan pria tua yang sudah berkeluarga? Makanya Starla merahasiakannya dariku? Enggak, Starla seharusnya nggak boleh menikah dengan orang seperti itu! Nggak bisa! Aku tidak mau Starla menderita. Sekarang aku harus bisa mencoba bicara dengan om Adrian." Tutur Bisma, dia mulai berpikir yang bukan-bukan tentang siapa sosok suami yang disembunyikan oleh Starla.


****


Setelah dua hari bedrest di rumah, akhirnya Starla bisa keluar rumah dan mulai beraktivitas lagi. Dan selama dua hari itu, Saka benar-benar menunjukkan perubahannya. Sikap Saka pada Starla tidak dingin lagi.


"Berangkat sekolah bareng gue yuk!" ajak Saka pada istrinya.


"Mama sama Papa larang gue naik motor." tolak Starla pada suaminya.


"Terus, kita juga gak boleh kelihatan barengan. Ingat, Lo masih SMA. Hubungan kita belum boleh terungkap. Buat gue sih nggak apa-apa, tapi masalah buat Lo." cetus Starla lagi. Apa yang dikatakan oleh Starla memang benar. Akan berbahaya untuk Saka bila semua orang tau mengenai hubungan mereka berdua.


"Oke deh."


"Apaan sih angry bird?" tukas Saka sambil mencubit hidung mancung Starla.


"Ish...bocah sakit!" pekik Starla.


Begitulah mereka selama dua hari ini, akur dan tidak ada pertengkaran maupun perdebatan. Kegiatan Starla di sekolah juga berjalan lancar. Tidak ada yang mengganggunya, karena Saka yang sebelumnya sudah mengancam semua orang untuk tidak melibatkan Starla tentang putusnya hubungan Elisa dengan Saka. Meskipun begitu, masih ada beberapa orang yang membicarakan jelek tentang Starla.


"Star, kenapa sih Lo diem aja? Kenapa juga Lo suruh gue diem aja? Padahal gue gemes pengen jadiin mulut mereka geprek, tau nggak." Gina merasa marah karena Starla mau mintanya untuk diam saja, ketika orang-orang membicarakan hal buruk tentang Starla.


"Its okay, gue baik-baik aja kok.Selama mereka nggak ganggu gue." kata Starla dengan santainya. Mereka berdua sedang menuju keluar gerbang sekolah.


"Oh ya btw, ayang kapten gue kapan pulang Star?" Gina menanyakan si nakhoda kapal yang mencuri hatinya dengan mata berbinar-binar.


"God! Lo masih ngebet aja sama bokap gue, Gin? Gue nggak mau Lo jadi ibu tiri gue, dih." celetuk Starla tak mau.


"Ya Star, padahal gue bakal jadi ibu tiri yang baik buat Lo." rengek Gina memelas.

__ADS_1


"Stop it!" Starla meminta Gina berhenti berharap. Lagipula papanya belum terlihat tertarik pada wanita, setelah kepergian mamanya.


Saat mereka sedang menunggu jemputan dari supir Gina di dekat warung di sana. Tiba-tiba saja didepan warung itu, ada beberapa siswa berpakaian seragam dengan jaket hitam-hitam, menghampiri Starla. Mereka memakai motor sport, sepertinya mereka anggota geng motor.


"Hey kakak cantik!"


"Jangan kurang ajar Lo sama gue," ujar Starla menepis tangan pria yang memegang tangannya itu.


"Jangan macam-macam! Disini banyak orang," hardik Gina marah melihat mereka menggoda Starla.


"Lo yang namanya Starla kan?" tanya salah satu siswa SMA itu kepada Starla.


"Kita pergi dari sini, Gin." ajak Starla pada temannya itu, dia merasa ada hal buruk yang akan terjadi.


"Eh...Lo mau kemana? Kita belum selesai bicara," ucap seorang siswa sembari menghadang jalan Starla dan Gina.


"Kita bakal teriak kalau kalian macam-macam!" sentak Starla mengancam.


Kemudian mereka semakin berani menyentuh Starla dan Gina. Bahkan sekarang salah seorang dari mereka membopong tubuh Starla bak karung beras.


"Lepasin gue!"


Bugh!


Salah seorang dari pria itu memukul Starla sampai pingsan.


"Lepasin temen gue. TOLONG! TOLONG!" teriak Gina panik melihat temannya pingsan. Anak-anak berandal itu pun mendorong Gina sampai jatuh ke pinggiran trotoar, lutut Gina sampai terluka karenanya.


Mereka pun membawa Starla pergi dari sana. Tak lama kemudian, orang-orang di dalam warung itu menghampiri Gina yang sedang menangis.


"Pak, tolong temen saya! Temen saya diculik," Gina menangis meminta pertolongan. Orang-orang itu membantu Gina untuk berdiri dan mereka juga akan memanggil polisi.


****


Siapa yang culik Starla ya?

__ADS_1


😬tunggu saja di next bab, insyaallah nanti malam up lagi 1


__ADS_2