
Setelah berpamitan kepada kedua orang tua Gina dan juga kepada gadis itu, Adrian langsung tancap gas tengah malam itu juga menuju ke Jakarta. Sebab ia sangat mencemaskan keadaan Starla. Giliran ditelpon lagi, hp Saka dan Starla malah tidak aktif. Jadinya Adrian cemas dan buru-buru pergi ke Jakarta saat itu juga. Adrian berdoa agar Starla dan bayinya baik-baik saja.
****
Di rumah sakit, Elisa dan Saka sedang mengobrol berdua saja didekat balkon. Elisa menangis dan memanfaatkan kesempatan untuk berdekatan dengan Saka. Dalam hati Elisa bersorak gembira karena Saka ternyata masih berempati dan bersimpati kepadanya.
Elisa menceritakan tentang penyakitnya kepada Saka, penyakit kanker otak. Begitulah kata Elisa dan katanya dokter mengatakan bahwa usia Elisa tidak akan lama lagi.
"Serius kamu? Kamu kena kanker?" tanya Saka dengan kening berkerut dan kedua alis yang terangkat. Saka tidak percaya begitu saja dengan cerita Elisa tentang penyakitnya.
"Kalau kamu nggak percaya, kamu bisa tanya sama dokter dan orang tua aku. Saka, sebenarnya aku udah lama sakit ini. Tapi aku baru mengatakannya sama kamu." tutur Elisa.
"Ya udah, aku doakan kamu cepat sembuh." ucap Saka sekenanya. Dia pun melangkah pergi dari sana tanpa mempedulikan Elisa.
"Saka! Tunggu! Saka!" panggil Elisa sembari mengekori Saka dari belakang. Dia tidak rela Saka pergi begitu saja meninggalkannya. Gadis itu pun memeluk Saka dari belakang.
"El, kamu apa-apaan sih? Lepas!" seru Saka yang memegang tangan Elisa yang melingkar di tubuhnya.
"Nggak, aku nggak mau lepasin kamu!"
__ADS_1
"Elisa!"
"Ka, aku mohon... disisa usia ku ini, aku ingin kita pacaran lagi. Aku mau kamu ada disamping aku, Ka. Hanya 1 bulan, aku mohon..." pinta Elisa sambil menangis tersedu-sedu. Saka terdiam mendengar Elisa menangis, dia lemah pada wanita yang menangis. Saka jadi tidak tega pada Elisa karena rasa kasihan.
"Aku mohon Saka, cuma satu bulan ini aja. Please!" pinta Elisa yang tubuhnya lalu merosot ke bawah dan berlutut sambil memegang kedua kaki Saka.
"Cuma satu bulan, Ka...satu bulan aja. Hiks...hiks..." tangisan gadis itu semakin kencang, membuat Saka merasa tidak nyaman dan semakin kasihan.
'Ayolah Saka, aku tau kamu paling nggak tahan lihat aku nangis. Aku percaya kalau aku masih ada di hati kamu' batin Elisa.
'Kasihan banget Elisa, aku nggak tega lihat dia seperti ini. Apalagi dia lagi sakit' batin Saka yang mulai goyah dengan Elisa.
"Oke, ayo kita pacaran selama satu bulan." ucap Saka yang tanpa berpikir panjang. Tanpa memikirkan bagaimana bila Starla mengetahui semua ini. Inilah labilnya Saka, terkadang terlalu baik itu salah apalagi kepada mantan kekasih.
Senyuman manis langsung terlihat dibibir Elisa saat mendengarnya.
"Kamu serius Ka? Kamu mau pacaran lagi sama aku?" tanya Elisa sambil memegang tangan Saka.
"1 bulan aja dan aku minta kamu merahasiakan tentang hubungan kita!" seru Saka pada Elisa. Gadis itu langsung menganggukkan kepalanya setuju, dia sangat bahagia mendapatkan kesempatan ini. Ia akan kembali bersama Saka seperti dulu lagi.
__ADS_1
"Makasih Saka, kamu baik banget. Jadi mulai sekarang kita pacaran." ucap Elisa sambil tersenyum. 'Aku harus kasih tau mama sama papa dan om Surya, kalau aku pura-pura sakit kanker' batin Elisa.
"Btw kenapa kami ada disini? Apa ada yang sakit?" tanya Elisa yang heran melihat Saka berada di rumah sakit.
"Eh...itu aku--"
"Udahlah, itu nggak penting. Mending kamu anterin aku ke kamar yuk, aku kebangun karena tadi kepalaku sakit lagi." Elisa menggamit tangan Saka dengan tidak tahu malu. Dan setelah ini Elisa akan terus menempel pada Saka agar pria itu tidak bisa pergi darinya lagi.
Sedangkan Saka, dia baru saja sadar dengan apa yang ia lakukan dan katakan pada Elisa. Dia setuju menjadi kekasih Elisa sedangkan dia sendiri sudah mempunyai Starla dan akan segera menjadi seorang ayah.
'Sudahlah, selama Starla nggak tau hal ini. Semuanya akan baik-baik saja. Lagipula aku cuma mau bantu Elisa, aku kasihan sama dia. Aku nggak ada maksud apapun' pikir Saka dalam hatinya.
Tanpa Saka sadari, keputusannya saat ini dan apa yang ia lakukan sekarang akan berimbas negatif pada hubungannya dan Starla.
"Kurang ajar Lo bocil, berani Lo nyakitin Starla?" gumam seorang pria yang melihat Saka dan Elisa dibalik tembok rumah sakit tadi.
...****...
Hai readers, bagi yang masih punya vote dan gift boleh bagi author dong 😍😍 maaf up dikit malam ini, author sibuk di hari Senin hehe
__ADS_1