Dihamili Berondong

Dihamili Berondong
Bab 28. Kejahatan Vita terbongkar


__ADS_3

...***...


Cowok itu bersumpah atas nama Starla dan bayi yang ada didalam kandungannya. Dia benar-benar mengatakan yang sejujurnya. Faktanya, ia memang putus dengan Elisa dan wanita itu yang menciumnya.


Saka serius ingin fokus pada Starla dan anak mereka yang belum lahir. Sebelumnya ia juga ingin menerapkan komitmen untuk saling menghargai di dalam hubungan mereka berdua. Meskipun tidak ada cinta diantara mereka berdua. Mamanya benar, ia seorang pria yang sudah menikah. Terlepas dari statusnya yang masih seorang pelajar. Dia sudah menikah dengan Starla dan saat ini Starla mengandung bayinya.


Starla masih bergeming, entah apa yang dipikirkannya saat ini. Dia menatap dalam wajah Saka. Dan saat ini Saka ingin tau isi pikiran Starla.


"Please... percaya sama gue. Gue benar-benar serius. Gue sama Elisa udah putus, serius!"


"Sorry, gue gak percaya." sinis Starla yang membuat Saka tercengang. Setelah ia mengucapakan sumpah, Starla tidak percaya padanya begitu saja.


"Apa Lo bilang?"


"Apa gue harus percaya sama Lo gitu aja. Dengan sikap Lo selama ini?" tanya Starla sinis. Apa Saka pikir Starla akan percaya begitu saja padanya? No, Starla tidak butuh kata-kata, tapi pembuktian.


"Okay fine, gue minta maaf atas sikap gue selama ini. Tapi sekarang gue sadar, gue udah mau jadi seorang bapak dan gue seorang suami. Terlepas dari status gue yang seorang pelajar. Gue akan coba berubah, so please...kasih gue kesempatan!"


Sebenarnya bukan gaya Saka untuk memohon pada seseorang. Bahkan pada seorang gadis. Egonya terlalu besar. Ia hanya memohon pada Elisa, tapi dulu.


"Gue kasih kesempatan, tapi...apa yang harus gue lakuin dengan ini?" Starla dengan cueknya menunjukkan ponselnya pada Saka. Di sana, akun Elisa memposting foto dirinya dan Saka. Elisa mengatakan bahwa dia tidak putus dengan Saka, juga memposting foto ciumannya dan Saka. Tak hanya itu, ada foto yang mengatakan bahwa Starla adalah pelakor.


"Kenapa Elisa..." desis Saka kesal melihat postingan Elisa yang sekarang mendapatkan banyak dukungan dari warga dunia maya. Mereka menghujat Starla habis-habisan.


"Lo beresin itu, baru gue pertimbangin tentang hubungan kita dan ngasih kesempatan buat Lo. Gue masih ragu, sorry Saka!"


"Coba Lo mikir, gimana kalau posisi kita dibalik? Apa Lo bakal sebaik ini, maafin gue yang ciuman sama cowok lain? Bahkan Lo cowok pertama yang udah ambil segalanya dari gue! Lo...Saka." cetus Starla sambil menghela nafasnya berat. Kemudian dia pergi ke kamar mandi dan meninggalkan Saka seorang diri di sana.


Saka menatap layar ponsel Starla dengan kesal, lalu ia pun menyimpan ponsel Starla ke atas nakas. "Okeh, gue harus beresin ini...gue harus klarifikasi semuanya. Si galak gak boleh sampe stres, nanti anak gue kenapa-napa."


Cowok itu pun mengambil ponselnya, kemudian mengetik sesuatu diakun instagramnya. Tak lupa ia mentag akun Elisa. Di sana ia menjelaskan bahwa dirinya sudah putus dengan Elisa dan dia meminta maaf pada gadis itu karena hubungan mereka sudah berakhir.


Dan ditempat lain, Elisa sedang terpuruk. Ia menangis saat Saka benar-benar memutuskan hubungan mereka, bahkan semua foto kebersamaan Saka dan Elisa dihapus dari akun Saka.


"Saka...tega banget Lo sama gue...Ini semua pasti gara-gara si Starla itu. Tunggu aja Lo Starla. Gua bakal buat perhitungan sama Lo," kata Elisa geram. Dia mengirim pesan pada seseorang sambil terisak, hatinya sakit diperlakukan oleh Saka seperti ini.


****


Pagi itu, disebuah kamar tidur. Bisma sedang duduk diatas ranjang dan sudah memakai setelan kerjanya. Dia terlihat sedang menunggu telpon dari seseorang.


Tak lama kemudian, ponsel Bisma pun berdering. Di wallpaper ponsel itu ada foto Starla yang sedang tersenyum memakai seragam SMA, ia belum menggantinya. Begitu juga dengan posisi gadis itu di hatinya. Walaupun dia sudah tau bahwa Starla susha menikah, bahkan sedang hamil anak pria lain.


Ada rasa sesal di hati Bisma saat sedang dia melontarkan kata-kata kasar pada Starla waktu itu. Bahkan Bisma tidak mendengarkan penjelasan lebih dulu. Langsung menjudge Starla sebagai wanita murahan.

__ADS_1


"Halo.... bagaimana hasil penyelidikannya?"


"Baik, terimakasih."


Setelah bicara dengan si penelpon, Bisma langsung mengecek video dan pesan masuk di ponselnya dari orang yang ia suruh menyelidiki tentang kejadian Starla di Bogor. Disitu ia tau, bahwa Galang, Gina dan Riko juga menyelidiki tentang kejadian di Bogor.


Kemudian Bisma membuka video pengakuan dari dua orang waiters di sana. Dua waiters itu terlihat babak belur. Mereka mengatakan bahwa Vita adalah orang yang menyuruh mereka menjebak Starla minum minuman yang dicampur obat per*ngsang.


"Vita! Jadi dia yang sengaja ngelakuin ini? Benar-benar nggak nyangka!" geram Bisma saat mengetahui faktanya. Rasa bersalahnya terhadap Starla kian besar.


"Siapa cowok yang udah hamilin Starla? Aku harus cari tau!" Bisma kembali menelpon orang itu dan memintanya kembali untuk menyelidiki siapa yang sudah bersama Starla malam itu dan menghamilinya.


Tok, tok, tok!


"Kak Bisma, lo ada di dalam kan?" suara seorang pria membuat Bisma menghentikan pembicaraannya dengan orang itu.


"Ada apa?"


"Ini ada calon istri Lo dateng." kata pria itu pada Bisma.


Mendengar adiknya mengatakan calon istri, pasti Vita yang datang. Sumpah demi tuhan, wanita ini sangat tidak tahu malu. Sudah mengkhianati Starla, dia menipu semua orang karena obsesi gilanya itu kepada Bisma.


Bisma pun keluar dari kamarnya, ia melihat adiknya yang terlihat seperti preman itu berdiri di depan pintu kamarnya. Dia adalah adik Bisma yang hanya berbeda 2 tahun darinya, namanya Daniel.


"Morning kak Bisma." sapa Vita ramah, gadis itu tersenyum manis.


"Bisma, sini nak! Vita bawain makanan buat kamu nih, nanti kamu anterin dia ke tempat PPLnya sekalian ya!" ujar seorang wanita paruh baya kepada Bisma, dia adalah ibu Bisma yaitu Tiara.


"Ikut gue!" sentak Bisma yang lalu memegang erat pergelangan tangan Vita dengan kasar. Semua keluarga Bisma heran melihat sikap Bisma yang kasar pada Vita.


"Bisma, ada apa sih?" tanya Rama heran dengan sikap putranya.


"Pa, Ma...Papa sama mama nggak boleh maksa aku buat tunangan sama cewek ini. Karena Bisma najis sama dia!" seru Bisma tegas.


"Bisma, kamu ngomong apa sih?" tanya Tiara tak senang dengan ucapan Bisma yang tidak mau dijodohkan dengan Vita. Tiara tidak mau mama Vita menghentikan suntikan dana untuk klinik kecantikan miliknya. Vita juga syok mendengar ucapan Bisma.


"Bisma nggak terima penolakan. Itu keputusan Bisma. Masalah pernikahan, jodoh, urusan Bisma!"


Kemudian setelah mengatakan itu. Bisma menyeret Vita keluar dari rumahnya. Tiara terlihat kesal dan mendelik sinis pada Bisma yang pergi.


"Woah... jarang-jarang lihat kakak yang selalu nurut, marah-marah kayak gini. Iya nggak Ma, Pa?" tanya Daniel pada kedua orang tuanya.


"Pa, gimana ini? Mama nggak mau tau ya, pokoknya Bisma harus menikah sama Vita. Ini demi kelangsungan perusahaan mama dan Papa juga!"

__ADS_1


"Jangan bawa-bawa Papa Ma, bukannya ini kemauan mama sendiri? Sudahlah, jangan paksa Bisma." ucap Rama pasrah.


"Anak kamu itu memang keterlaluan!" desis Tiara kesal.


"Bisma juga anak kamu, Tiara!" sentak Rama marah. Perdebatan mereka berdua terdengar oleh Daniel, cowok itu heran kenapa ibu dan ayahnya bicara begitu. Seolah Bisma hanya hanya anak papanya saja.


Diluar rumah Bisma.


Bisma meluapkan semua amarahnya pada Vita, tak hanya itu saja. Bisma juga menunjukkan bukti-bukti bahwa Vita dalang dibalik semua kemalangan Starla.


"Keterlaluan Lo! Kenapa Lo tega sama teman Lo sendiri, hah?! Kalau Lo bukan cewek, gue pasti udah hajar Lo abis abisan!" bentak Bisma marah. Ia tidak peduli meskipun saat ini Vita menangis memohon padanya.


Bisma yang biasanya selalu berkata sopan, kini berkata kasar karena amarahnya.


"Maafin aku kak, aku ngelakuin ini karena aku terlalu cinta sama kakak. Maaf...aku..." Vita menangis terisak-isak.


"Najis banget! Lo cewek gila, gak waras. Demi cowok, Lo tega mengkhianati persahabatan Lo sama Starla yang udah terjalin lama? Dan gue yakin, pasti Starla belum tau semua kebusukan Lo. Kalau dia tau dia pasti sakit banget." murka Bisma. Bisma tidak dapat membayangkan bagaimana sakitnya Starla bila dia tau semua ini.


"Kak...aku mohon...hiks." Vita mencoba untuk bicara dan meminta maaf kepada Bisma. Tapi pria itu sudah diambang batas sabarnya.


"Gue nggak akan pernah maafin Lo karena Lo udah ngelakuin cewek yang gue cintai. Gue benci Lo, jangan pernah muncul dihadapan gue lagi!" Bisma tidak bisa mentolerir rasa sakit hati dan kemarahannya lagi. Ia meninggalkan Vita dan masuk ke dalam mobilnya. Vita menangis tersedu-sedu melihat kepergian Bisma.


"Starla... Starla...terus aja Starla! Starla damn banget Lo! Kenapa semua orang suka sama Lo? *****!"


****


Hari itu Starla dilarang oleh Anggun dan Jeffry pergi ke sekolah untuk PPL seperti biasa karena Starla mengalami demam dan mereka juga takut Starla diganggu disekolah karena media masih belum mereda, akibat kekacauan yang dibuat oleh Elisa.


Sikap Saka juga terlihat berubah, dia jadi lebih peka dan apa-apa bertanya pada Starla. Apa yang membuat cewek itu tidak nyaman dan apa yang Starla inginkan? Semalam, Starla sudah mulai mengidam. Ia meminta pada Saka untuk buat rujak.


"Lo yakin nggak apa-apa gue tinggal?" tanya Saka lembut sambil melihat istrinya yang masih terbaring diatas ranjang.


Starla mengangguk pelan. "Gue nggak apa-apa."


"Our little star kita gimana? Apa dia nggak apa-apa gue tinggal?" tanya Saka sambil melihat perut Starla.


"Our little star? Kenapa Lo panggil adek begitu?"


"Semalam Lo panggil adek begitu, ya udah our little star bagus kok." kekeh Saka lalu mengusap perut Starla. "Daddy berangkat dulu ya little star, bye bye."


Setelah itu, Saka yang sudah memakai seragam sekolah pun pergi dari kamar. Ia memakai motornya ke sekolah seperti biasa. Saat Starla sedang sendirian, dia melihat Bisma menghubunginya.


"Kak Bisma?"

__ADS_1


...****...


__ADS_2