Dihamili Berondong

Dihamili Berondong
Bab 116. Dengan Bibir


__ADS_3

****


Ketika Saka sedang mencari keberadaan Starla dan menghubungi Presdir GN food. Saat ini Starla berada di sebuah kamar hotel yang masih sekitaran sana. Tadinya Aldo ingin membawa Starla ke apartemennya, namun itu terlalu beresiko kalau Ghea atau siapapun tau dia membawa Starla ke sana. Hasratnya juga tidak bisa ditahan lagi.


Aldo ingin mengeksekusi tubuh Starla sekarang juga dan dia sudah tidak sabar untuk hal itu. Milik si mesum ini sudah menegang sedari tadi, dibalik celananya.


Dibaringkannya wanita yang tidak sadarkan diri itu diatas ranjang empuk berukuran king size. Rambut Starla yang tadi terikat, kini terurai panjang karena ikatannya terlepas saat Aldo membawanya tadi.


Perlahan-lahan Aldo melepaskan heels yang dipakai Starla dan menarik stokingnya. Tatapan Aldo benar-benar lapar, kala ia melihat paha mulus tanpa cacat sedikitpun itu.


"You're so hot Starla, beautiful." Tak hentinya pria itu memuja bentuk tubuh dan juga wajah Starla. Belakangan ini Starla telah menjadi fantasinya ketika dia bercinta dengan beberapa partner ranjangnya. Sungguh, pesona Starla membuatnya mabuk kepayang dan dia ingin menuntaskan semua ini untuk mencicipi tubuh Starla sekali saja. Sebab Aldo yakin, bahwa Starla adalah wanita baik-baik dan hanya disentuh oleh Saka waktu itu.


"Kalau aku menawarkannya untuk menjadi istri kedua, apa dia mau ya?" tanya Aldo sambil mengikat kedua tangan Starla dengan tali. Dia menatap wajah Starla dengan lekat dan dalam.


Ucapan Aldo tentang istri kedua, itu sangat serius. Pasalnya banyak diluar sana yang mau menjadi istri keduanya, tapi hanya Starla yang memiliki pesona untuk itu. Ingat, banyak wanita yang mendekati Aldo bukan karena cinta. Melainkan semua itu karena uang dan perusahaan yang dikelola untuknya.


"Uh...Starla, kamu buat aku panas dingin. Tapi karena kamu barang bagus, maka aku harus menikmati kamu dengan perlahan-lahan. Aku mau mandi dulu sebentar, badanku lengket. Tunggu aku sayang," ucap Aldo sambil membelai pipi Starla dengan lembut dan penuh gairah. Tak lupa sebelum turun dari ranjang, tangannya meraba-raba paha Starla.


Pria itu pun masuk ke kamar mandi, ia membersihkan tubuhnya yang lengket karena baru pulang kerja terlebih dahulu sebelum mengeksekusi Starla.


Terdengar suara gemercik air dari dalam kamar mandi, sementara Starla masih tak sadarkan diri dalam kondisi tangan dan kaki terikat.


****


"Star, kamu dimana sih? Katanya dia udah pulang. Tapi kemana?" Saka gelisah, setelah dia mendapatkan kabar dari Presdir GN Food bahwa Starla tidak kembali ke kantor lagi setelah rapat. Bahkan Presdir GN food tak tahu kalau Starla pergi bersama Aldo, semua yang dikatakan Aldo di restoran itu bohong. Dia tak pernah meminta izin pada Yohan untuk makan bersama Starla. Sekarang pun, Yohan marah karena Starla pergi tanpa izinnya.


Saka lalu menenangkan dirinya dan menelpon Yogi, siapa tau dia mendapatkan kabar dari sekretaris serba bisanya itu. Karena tadi Saka memerintahkannya untuk mencari info tentang Starla.


Tepat saat Saka akan menelpon Yogi, pria itu lebih dulu menghubunginya. Dengan cepat ia mengangkat panggilan itu.


"Halo Yogi, gimana?" tanya Saka tanpa banyak basa-basi.


"Pak, tadi saya sudah tanya-tanya pada orang kantor GN food. Salah satu dari mereka ada yang melihat bu Starla pergi bersama pak Aldo." jelas Yogi.


"Hah? Kak Aldo?" Saka sedikit heran mendengarnya. Kenapa bisa Starla bersama Aldo?


"Lalu kamu tau kemana mereka pergi?" tanya Saka lagi.


"Tadi mereka pergi ke restoran pak, lalu terlihat kamera cctv restoran, bahwa Bu Starla pingsan dan pak Aldo membawanya pergi." kata Yogi.


Saka langsung memberhentikan mobilnya dipinggir jalan karena terkejut mendengar kabar itu. Matanya menyorotkan rasa takut dan kecurigaan terhadap Aldo. Apalagi ia sempat beberapa kali melihat tatapan aneh kakak iparnya itu pada Starla saat Aldo masih tinggal di rumah ibunya.


"Cari tau sekarang juga kemana dia pergi dan segera kabari saya! Saya akan ke apartemen kak Aldo!" Titah Saka pada bawahannya itu.


"Baik pak, saya akan segera memberitahu bapak bila saya sudah mendapatkan informasinya."


Lalu telpon itu pun terputus, Saka kembali melanjutkan perjalanan menuju ke apartemen pribadi Aldo, ia pikir Aldo membawa Starla kesana. Dan untuk meyakinkan Starla bersama Aldo, Saka pun menghubungi kakaknya Ghea dan menanyakan tentang Aldo. Jawaban Ghea yang mengatakan bahwa Aldo belum pulang ke rumah, membuat Saka yakin kalau Starla bersama Aldo.


"Sial! Harusnya gue curiga dari awal, kalau emang ada apa-apa sama kak Aldo. Gue nggak nyangka kak Aldo itu bangsat! Kalau terjadi sesuatu sama Starla, gue nggak bisa maafin diri gue sendiri!" Saka terus merutuki dirinya sendiri, dia sangat mencemaskan keadaan Starla dan seharusnya dia curiga dengan gelagat Aldo.


Tak berselang lama kemudian, Saka mendapatkan telpon dari Fero. Lantas ia pun terpikirkan sesuatu saat sahabat baiknya menelpon.


"Halo Fer, gue butuh bantuan Lo!"


****

__ADS_1


20 menit Aldo habiskan di kamar mandi, sampai akhirnya ia keluar dari dalam sana dan dilihatnya Starla sudah mulai membuka mata dan berusaha melepaskan diri dari tali yang mengikat tubuhnya.


"Kamu sudah bangun sayang?" tanya Aldo seraya mendekati Starla. Meskipun kepala Starla pusing dan badannya mulai berkeringat, dia bisa melihat Aldo dengan jelas.


Pria yang memakai bathrobe itu kini berada diatas ranjang bersamanya. Dia tersenyum mesum, matanya seakan menelanjangi Starla. Menelisik penampilan wanita berstatus janda anak dua yang masih terlihat awet muda dan cantik itu.


"Kak Aldo...kenapa aku bisa ada disini? Kak Aldo mau ngapain?" tanya Starla dengan suara serak. Dia mulai ketakutan saat tangan Aldo mengusap pelan pipinya dan wanita itu tersentak saat merasakan gelayar aneh ditubuhnya saat disentuh oleh pria itu.


"Kakak mau ngapain? Tolong lepasin aku kak...jangan macam-macam." ancam Starla dengan mata sayu. Berusaha mempertahankan kesadarannya sebelum diambil alih oleh sesuatu yang entah apa. Bagian inti tubuhnya berkedut hebat, memanas.


"Tenang aja Star, kita cuma akan melakukan ini sekali aja. Aku akan memuaskan kamu, aku janji. Sudah banyak wanita yang aku puaskan dengan milikku ini!" kata Aldo dengan bangga, dia menunjuk pada bagian tubuhnya yang perkasa.


"Kak Aldo...tolong jangan begini kak, lepasin aku...akhh!" Starla menjerit kala Aldo mencium pipinya dengan gaya smooth dan lembut. Starla merasa jijik dengan sentuhan Aldo tapi anehnya dia merasa ingin terus disentuh. Entah kenapa dia begini.


Tangan dan kakinya yang terikat membuat Starla semakin kesulitan memberontak, atau melepaskan diri. Apalagi tubuhnya lemah.


'Ya tuhan, kenapa tubuhku kayak gini? Sakit, panas, aku seperti mau meledak. Apa ini?' batin Starla panik.


"Kenapa? Kamu mau yang lebih enak lagi kan? Ya udah kita mulai ya." kata Aldo yang sekarang mulai naik ke atas ranjang dan mengukung tubuh Starla.


"Jangan kak..." pinta Starla lirih.


Aldo mulai menarik tali bathrobe yang dikenakannya. Mata Starla membulat saat melihatnya. "Kak, aku mohon jangan."


Starla memalingkan wajah saat tubuh Aldo mulai terlihat jelas, dia jijik melihat Aldo. Walaupun tubuh Aldo bisa dibilang bagus. Wanita itu terisak, sekujur tubuhnya sekarang sulit bergerak.


"Come on baby," ucap Aldo sambil menjulurkan lidah penuh nafsu. Tangan Aldo meraba-raba paha Starla dengan sensual, perlahan mulai ke atas dan ke atas, menyibakkan rok span yang dikenakan Starla. Rok itu sudah berhasil terangkat ke atas, memperlihatkan segitiga pengaman milik Starla yang berwarna hitam. Lantas, Aldo membuka kancing kemeja Starla satu persatu. Tak peduli tubuh Starla bergetar sekalipun, kenikmatan ini harus dia dapatkan sekarang juga.


"Akhh! SAKA!" teriak Starla sekuat tenaganya, hanya itu nama yang terlintas di kepalanya saat ini. Dia berharap Saka datang tiba-tiba dan menolongnya, meskipun itu tidak mungkin.


Pintu kamar hotel itu tiba-tiba terbuka seperti ditendang seseorang. Doa Starla terkabul, matanya menangkap sosok Saka di sana. Walaupun berkabut, Starla yakin itu Saka.


Sontak saja kedua mata Aldo melebar saat ia melihat kehadiran Saka bersama dua orang pria dan juga seorang wanita dibelakangnya.


Wanita itu menangis melihat Aldo yang sekarang sedang berada diatas tubuh Starla. Sedangkan Saka, dia langsung berlari dengan penuh amarah dan menarik tubuh Aldo dari atas tubuh Starla.


Terlihat gurat kemarahan di wajah pria itu, tanpa banyak bicara Saka memukul Aldo sampai dia terjengkang ke lantai.


"Sialan Lo! BERANINYA LO SENTUH STARLA!" teriak Saka emosi.


"Anj*ng Lo! B*bi!" maki Saka dengan penuh amarah. Kembali untuk ke sekian kalinya, Saka menarik tubuh pria itu dengan kasar. Tanpa mengizinkan Aldo untuk membalas pukulannya, Saka tidak berhenti memukul pria itu.


Wajahnya sudah babak belur, bahkan hidungnya mengeluarkan banyak darah. Sedangkan dibelakang sana, Ghea, Fero dan Yogi masih berdiri dan melihat semua yang terjadi di sana. Ini pertama kalinya Mereka melihat Saka begitu marah, seperti apa kata pepatah marahnya orang pendiam itu sangat menyeramkan. Saka pun seperti itu.


"FUCKK! BANGS*T!"


"Saka stop, biar gue yang urus ini! Lo lihat gimana keadaan kak Starla sekarang!" ujar Fero yang akhirnya turun tangan dan menarik tubuh sahabatnya dari Aldo. Sebab, ia melihat bagaimana keadaan Starla yang terlihat tak baik. Wanita itu terlihat kesakitan ditempat tidur.


"Iya Ka, biar aku yang urus SUAMI aku." akhirnya Ghea berucap, meskipun sebenarnya dia tidak mau bicara. Dia kehilangan kata-kata melihat kelakuan bejat suaminya.


Akhirnya Saka melepaskan Aldo, meskipun darahnya masih mendidih saat ini. Dia menatap nyalang pada kakak iparnya itu.


"Yogi, saya mau kamu menahan dia! Jangan biarkan dia kabur!" sentak Saka memerintah pada Yogi.


"Baik pak Arshaka." ucap Yogi patuh, baru pertama kali ia melihat bos nya marah dalam tahap murka.

__ADS_1


Lantas, Saka pun mendekati Starla ditempat tidur. Tadi di tidak sempat melihat bagaimana keadaan Starla karena terlalu marah. Saka melihat penyangga dua buah gunung kembar Starla terlihat karena kancingnya terbuka dan yang lebih parah lagi, rok span Starla yang sudah tersingkap ke atas.


"Ada apa Ka? Perlu gue bantu?" tanya Fero heran karena melihat sahabatnya itu terdiam. Fero melangkah mendekati Saka.


"Stop! Berani Lo melangkah lagi, gue bunuh Lo!" ancam Saka. Fero langsung menghentikan langkahnya, dia terkejut dengan sikap Saka.


Saka langsung menutupi tubuh Starla dengan jasnya, dia juga menurunkan rok span Starla. Ia tak mau tubuh Statla menjadi konsumsi pria lain. Lihat saja, dia tidak akan melepaskan Aldo.


Akhirnya mereka semua keluar dari kamar hotel itu, sedangkan Saka masih berada di sana bersama Starla. Dia sudah melepaskan ikatan yang ada ditangan dan kaki Starla.


"Star, kamu nggak apa-apa?" kedua tangan Saka menangkup pipi Starla dan terasa panas. "Kamu demam Star, ayo kita ke rumah sakit sekarang!" ajak Saka cemas.


"Nggak...ini sakit Ka...panas...sakit banget tolong..." rintih Starla yang terdengar seperti desahaan.


"Apa yang sakit, hem?" terlihat Saka sangat mencemaskan Starla, dia menelisik melihat wanita yang dia cintai itu.


"Kepalaku...rasanya mau pecah. Bagian itu, aku nggak bisa nahan." Starla meracau tidak jelas, dia seperti bukan dirinya.


"Kita ke rumah sakit ya."


Saat Saka akan menggendong Starla, wanita itu malah menarik tangannya dan tubuh Saka jatuh tepat diatas wanita itu. Mereka hampir tidak berjarak sekarang.


"Star, kamu...hmphhh..."


Bibir Saka bungkam, manakala Starla membungkam bibirnya dengan ciuman. Bahkan lidah Starla begitu agresif mengekplorasi bibir Saka dan minta dibukakan pintu.


Sontak saja Saka mendorong tubuh Starla, dia melihat ada keanehan pada diri Starla dan dia yakin kalau Aldo mencampurkan sesuatu pada Starla.


"Star, sadar..."


Starla terlihat kesakitan. "Tapi aku sakit Ka...kalau kamu nggak mau, aku bisa minta kak Aldo buat--"


"STOP! Kenapa kamu ngomong ngaco kayak gini?"


"Habisnya kamu nggak mau! Ya udah aku--hmph."


Kini giliran Saka yang memberikan ciuman untuk Starla di bibirnya. Starla membalas pagutan bibir mantan suaminya itu, hingga kedua tangannya mengalung di leher Saka seakan menginginkan yang lebih. Tubuh Starla sudah tidak dapat menahan diri lagi dari rasa panas.


Lidah mereka saling membelit satu sama lain, menciptakan suara erang*n dan decapan basah penuh gairah terdengar di kamar itu. Tangan Starla dengan lihai membuka kancing kemeja Saka satu persatu, pengaruh obat sudah membuatnya tak waras. Bahkan sambil berciuman, tangan Starla mulai menarik ikat pinggang Saka di bawah sana.


"Star...stop atau kamu akan menyesal...ah..." Saka kesulitan mengontrol dirinya karena Starla begitu menggodanya. Sekarang bibir Starla sedang sibuk di leher dan tengkuk Starla.


"Starla...stop."


"Aku akan bantu, tapi tidak dengan cara ini." Saka mencoba menahan diri untuk tidak tergoda dengan Starla. Wanita itu semakin agresif menjelajahi tubuhnya dengan bibir.


Saka sudah bertelanjang dada dan bibir panas Starla bermain-main disana. Saka tidak dapat membayangkan bahwa Starla akan melakukan ini pada Aldo bila ia tidak ada.


Lantas Saka pun melayani permainan Starla untuk meredakan sedikit rasa sakit Starla. Ia menggunakan bibir dan tangannya untuk memuaskan Starla, tanpa berbuat lebih jauh. Hingga akhirnya Starla lepas saat mendapatkan pelepasan pertama.


Lalu pria itu pun menelepon seorang dokter untuk datang ke hotel dan memberikan obat untuk Starla karena pengaruh di tubuh Starla ternyata belum hilang dan hanya mereda saja.


"Kamu jangan kemana-mana, aku ke kamar mandi dulu." ucap Saka pada Starla yang lemas terlentang diatas ranjang.


Saka lalu pergi ke kamar mandi dengan keadaan panas, dia akan menuntaskan hasratnya di sana. Saka tidak mau Starla membencinya nanti saat sadar. Meski sebagai seorang pria, dia ingin melakukan itu dengan wanita yang ia cintai. Tapi tidak dalam keadaan seperti ini. Menyentuh Starla dengan bibir dan jari saja sudah membuat Saka merasa berdosa. Namun ia bersyukur karena Aldo sepertinya belum sempat melakukan itu dengan Starla.

__ADS_1


****


__ADS_2