Dihamili Berondong

Dihamili Berondong
Bab 71. Ingin lihat roti sobek


__ADS_3

...🍀🍀🍀...


Starla terperangah dengan bentakan Saka dan reaksi berlebihan dari Saka. Sedangkan Saka sendiri, yang baru menyadari kesalahannya, langsung gelagapan dan menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal.


"Apa aku salah ngomong, sampe buat kamu harus bentak aku Saka?" tanya Starla dengan perasaan yang sedih, matanya mulai berkaca-kaca. Biasalah, bumil sensitif. Kena bentakan dari suaminya, ia langsung terisak.


"Maafin aku Star, aku yang salah...kamu nggak salah apa-apa kok. Maafin aku ya?" pinta Saka seraya menangkupkan kedua tangannya dan memohon maaf kepada Starla. Dia sudah duduk disamping istrinya saat ini.


"Ya udah." ucap Starla terserah, sambil menghela nafas berat.Dia memalingkan wajahnya dari Saka.


"Sayang, maafin aku!" Saka tidak tinggal diam, kedua tangannya meraih wajah Starla dan membelainya. "Aku salah, aku udah benyak kamu barusan." sesal Saka.


"Kenapa kamu tiba-tiba marah sama aku dan ngomong kayak gitu sih? Siapa yang nuduh kamu selingkuh? Aku percaya kok sama kamu, Saka!" seru Starla yang rupanya masih kesal dengan sikap suaminya.


"I-iya Mommy twins, aku tau kamu percaya sama aku. Barusan aku...aku cuma bingung. Maaf sayang, maafin aku." Saka jadi semakin merasa bersalah karena semalam dia sudah menyetujui pacaran dengan Elisa, sedangkan Starla sangat percaya padanya.


"Terus kenapa kamu ngomong kayak gitu? Lagian aku percaya, kalau kamu nggak mungkin selingkuh dari aku. Apalagi aku lagi hamil anak-anak kita, kamu nggak segila itu!" ucap Starla yang emosinya masih menggebu-gebu itu.


Saka lalu menarik Starla ke dalam pelukannya untuk menenangkan istrinya itu. Hanya karena salah kata dan penekanan suara, membuat Starla sensitif seperti ini. Apalagi kalau dia tau tentang semalam.


'Aku harus cepet ngomong sama Elisa tentang ini. Aku emang kasihan sama dia, tapi aku nggak bisa bantu dia' batin Saka yang menyadari kesalahannya.


****


Diluar sana, dua pria dewasa sedang mengobrol berdua saja. Sedangkan Anggun, dia tidak ikut-ikutan karena wanita itu pergi ke dapur dan menyiapkan makan siang bersama para pelayan. Ia harus memastikan makanan yang dikonsumsi Starla layak dan benar-benar sehat. Dia tidak mau sampai kejadian infeksi salmonella atau semacamnya yang berbahaya terulang lagi.

__ADS_1


**


Adrian yang tadinya tidak mau menceritakan tentang masalah pribadinya, akhirnya menceritakannya juga pada besannya. Sebab Jeffry sudah mendengar semuanya. Jeffry berpendapat, bahwa Adrian yang tampan dan berwibawa, memang layak bersanding dengan wanita yang lebih muda. Adrian sendiri tidak kalah dengan anak muda, apalagi dia adalah seorang kapten kapal dengan gaji yang tidak sedikit dan tubuhnya juga bagus. Layak dikonsumsi kaum muda, hehe. Belum lagi wajahnya seperti pria berusia pertengahan 20 tahun.


Seratus dua puluh juta perbulan ia dapatkan, bila jam terbangnya tinggi. Adrian memiliki uang tabungan yang banyak, akan tetapi saat ini jumlah tabungan Adrian belum sebanyak itu. Dia juga baru satu tahun diangkat menjadi kapten, Adrian melakukan pelatihan itu demi membiayai kebutuhan Starla.


"Apa pak besan yakin ingin menikah dengan perempuan itu? Maafkan saya, bukan saya bermaksud ikut campur. Tapi sudah kelihatan kalau orang tuanya matre." jelas Jeffry dengan hati-hati. Takut besannya tersinggung.


"Saya tidak peduli soal matre atau tidak pak. Karena setelah saya dan Gina menikah nanti, Gina adalah milik saya dan tanggungjawab saya!" cetus Adrian teguh.


"Baiklah Pak Adrian, kalau bapak memang sudah mantap dengan keputusan bapak. Saya akan membantu bapak! Saya siap membantu bapak!"


"Tidak perlu pak Jeffry."


Jeffry pun dengan berbaik hati meminjamkan Adrian uang 150 juta itu. Adrian berjanji akan membayarnya saat gajian bulan depan. Jeffry mengatakan kepada Adrian untuk santai saja.


****


Adrian merasa tenang setelah mendapatkan pertolongan dari Jeffry, tidak perlu menunggu lusa. Besok, dia akan langsung pergi ke Bogor untuk menyerahkan uang itu. Kali ini Adrian memutuskan untuk tidak menyerah, sama seperti kepada Sofia. Karena Gina juga ingin berjuang, maka Adrian juga harus begitu kan? Sedangkan Sofia, dia malah pergi dan menolak untuk berjuang bersama-sama. Seolah-olah Adrian yang menjalani hubungan ini seorang diri. Tidak, Adrian pastikan itu tidak akan terjadi.


Setelah memastikan Starla dan calon cucunya baik-baik saja, Adrian memutuskan untuk pergi ke rumahnya dan beristirahat dulu. Sesampainya di rumah, ia langsung membersihkan dirinya terlebih dahulu. Selesai dengan ritual mandinya, Adrian keluar dari kamar mandi dengan bathrobe yang melekat ditubuhnya.


Ponselnya tiba-tiba berdering, dia melihat ada panggilan video call dari Gina. Adrian pikir Gina masih marah dan tidak mau menghubunginya, tapi gadis itu rupanya tak bisa marah berlama-lama.


"Benar kata Starla, Gina itu nggak tahan marahan lama-lama. Nah sekarang tugasku membujuk Gina biar dia maafin aku," ucap Adrian yang sudah duduk diatas ranjangnya sambil melihat ponselnya yang masih berdering karena VC dari Gina.

__ADS_1


Saat Adrian akan mengangkat VCnya, tiba-tiba saja Adrian terdiam. "Aku belum pakai baju."


"Pah! Gina bakalan marah banget dan susah dibujuk kalau Papa lama angkat Vcnya."


Perkataan Starla sebelum ia pergi tadi, membuat Adrian langsung mengangkat VC dari Gina, walaupun ia belum sempat memakai baju dan hanya memakai bathrobe saja.


[Halo omsay, kenapa lama banget sih angkat telponnya!] Gina sudah nyerocos saja begitu panggilan itu tersambung.


"Maafin om, tadi om habis--"


[Omsay ganteng banget, baru habis mandi ya om?] Gina terpana melihat ketampanan Adrian, papa sahabatnya itu.


"Iya, saya baru habis mandi." jawab Adrian.


"Gina, maafkan sikap saya tadi ya. Saya sudah membuat kamu marah. Saya tidak bermaksud untuk bentak kamu." lirih Adrian lembut.


[Aku bakal maafin Omsay, kalau om mau nunjukin tubuh sixpack om sama aku]


Deg!


Adrian tersentak kaget saat mendengar permintaan Gina yang memang rada-rada itu. Astaga, bukankah Gina sangat agresif untuk pria dewasa dan kalem seukuran Adrian.


[Omsay, aku mau lihat roti sobek punya Om!]


****

__ADS_1


__ADS_2