
Sepanjang perjalanan pulang menuju kediamannya, Angga terlihat lebih banyak diam. Pemuda yang baru menginjak usia 28 tahun tersebut masih memikirkan Nisa, wanita hamil yang sudah menarik perhatiannya sejak pertama kali ia bertemu tanpa sengaja di jembatan penyeberangan orang, hampir dua bulan yang lalu. Bahkan dipertemuan kedua mereka saat wawancara, pesona Nisa sudah membuat pemuda yang merupakan pewaris tunggal CAMP Grup tersebut memikat hatinya. Dan kini ia tahu jika wanita itu juga tidak bahagia dengan pernikahannya.
Tapi, jika dia tidak bahagia dengan pernikahannya kenapa masih bertahan? Pikiran itulah yang kini berputar di kepala Angga. Dia juga ingin tahu hal yang menjadi alasan Nisa bekerja di perusahaannya meski dalam keadaan hamil, padahal perusahaan milik suaminya masuk dalam sepuluh perusahaan terbesar di Indonesia. Dan dari pembicaraan yang tanpa sengaja ia dengar antara Nisa dan suaminya, Angga yakin bahwa sebenarnya wanita itu sudah tidak tahan dengan perlakuan suaminya. Lantas apa yang sebenarnya membuat wanita itu masih berada di sisi laki-laki itu?
"Cev, menurutmu kenapa Nisa mau bekerja di perusahaan kita?" tanya Angga mengulang pertanyaannya yang waktu itu.
"Entahlah," jawab Cevan. "Tapi, apa pun itu sekarang kamu sudah tahu kalau Nisa adalah istri seorang pengusaha kaya raya yang cukup memiliki pengaruh di kota ini. Jadi, jangan ikut campur dengan persoalan pribadinya!" lanjutnya.
Angga tidak menjawab.
__ADS_1
"Aku yakin dia tidak bahagia dengan pernikahannya itu. Pasti ada sesuatu yang membuatnya masih bertahan disisi suaminya," ujar Angga.
Tiba-tiba Cevan menepikan mobil yang ia kendarai. Dia berdecak kesal kemudian duduk mengahadap Angga.
"Chayzzo Angga Milyano Prawira, Anda dengar omongan saya tadi, kan? Jangan ikut campur dengan persoalan pribadi Nisa! Mau dia tidak bahagia kek sama suaminya, mau dia hidup seperti di neraka kek sama suaminya, itu bukan urusan Anda! Mengerti!" Sekali lagi Cevan memperingatkan atasannya tersebut dan kali ini dia mengatakan hal itu dengan memberi tekanan pada kata per katanya.
"Tapi.... "
"Ingat! Calon tunanganmu akan kembali ke Indonesia sebentar lagi. Jadi, jangan buat masalah! Atau terpaksa aku akan melaporkan tentang Nisa kepada kedua orang tuamu!" ancam Cevan.
__ADS_1
"Sebenarnya kamu ini sahabatku atau boneka kedua orang tuaku, sih?" keluh Angga.
"Justru karena aku sahabat kamu, aku nggak mau kamu melakukan kesalahan yang sama yang pernah almarhum kakakmu lakukan. Terpedaya oleh wanita hingga menghancurkan masa depannya sendiri. Dulu aku gagal menjaga Kakakmu dan sekarang aku tidak mau gagal untuk menjagamu!" jawab Cevan. Lelaki bertubuh jangkung dan berwajah tegas itu kembali melajukan mobilnya. Dia yakin, perkataannya kali ini bisa dimengerti oleh sahabatnya tersebut.
"Kematian Kakakku bukan tanggung jawabmu! Itu pilihannya sendiri, jadi berhenti mengatakan kalau kamu gagal menjaganya!" tukas Angga.
"Iya, itu memang pilihan kakakmu. Tapi, aku lah yang mengenalkannya dengan wanita itu. Seandainya aku tahu kalau wanita itu mendekati kakakmu hanya untuk menjadi mata-mata perusahaan lawan, sehingga membuat perusahaan kita terkena kasus plagiat, aku nggak akan mengenalkannya kepada kakakmu. Dan Kakakmu tidak akan memilih mengakhiri hidupnya," jelas Cevan.
Angga tidak menjawab, lelaki itu hanya mengesah kasar. Dia bosan harus terus diawasi hanya karena masa lalu kakaknya.
__ADS_1
πππ
GAES JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, VOTE, DAN GIFTNYA YA. LOPE YOU SEKEBONβ€οΈ